NovelToon NovelToon
PINDAH KE DESA KEMATIAN

PINDAH KE DESA KEMATIAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Misteri / Horor / Kumpulan Cerita Horror
Popularitas:132k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ratna Asnidar

Karna adanya pembuatan tempat wisata, aku beserta seluruh warga dikampungku haruskan dipindahkan ke tempat tinggal yang baru ke desa yang berlokasi begitu jauh dari tempat tinggal kami sebelumnya. Lahan kosong bekas perkebunan dan hutan kini menjadi tempat tinggal baru kami, kawasan yang masih kental dengan hal mistis dan aura negatif menyelimuti lokasi tersebut. Dari sinilah awal kisah teror para penghuni lokasi itu menghantui kami bahkan sampai harus merenggut beberapa nyawa diantara kami.


Bagaimana cerita dan kisahnya pengalaman horor kami, ikuti dan baca setiap episodenya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Asnidar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Amira siapa?

Sosok menyeramkan yang biasa meneror Maura kini tepat di depannya, suasana lokasi pun terlihat minim pencahayaan karena lampu jalan yang temaram. Merasa sangat ketakutan karena sosok tersebut mengeluarkan banyak lendir menjijikan, dan sekitar area matanya terdapat darah yang membuat Rangga sangat mual sekaligus ngeri melihatnya.

Walaupun sosok tersebut tidak memperlihatkan seluruh wajahnya namun itu saja sudah membuat Rangga hampir pingsan dibuatnya. Dengan cepat Rangga menyalakan motornya kembali dan segera pergi meninggalkan sosok menyeramkan tersebut, karena begitu ketakutannya ia tidak sengaja menabrak sosok tersebut tapi sosok itu malah menembus motor milik Rangga.

" ****! Kok bisa sih tuh hantu ikut sama gue, iiiihhhh.. nyeremin banget lagi mukanya " Gerutu Rangga sambil mengendarai motornya dengan sangat cepat.

Saat sosok itu tidak kelihatan lagi dan ia sudah berada di tempat yang lumayan ramai dan terang, Rangga memutuskan untuk tetap ke cafe tempat janjiannya bersama Maura hanya untuk menenangkan dirinya dari hal menakutkan tadi.

POV Maura

Di rumah Sakit...

Aku beserta keluargaku sedang berada di ruang rawat sepupuku, ia mengalami kecelakaan motor di jalan waktu ia akan pulang dari latihan basket di sekolahnya saat waktu magrib tadi. Kondisinya sudah membaik karena sudah melewati masa kritisnya, namun luka di wajah, tangan dan kakinya terlihat lumayan parah dan sepertinya ia mengalami patah kaki disebelah kirinya.

Ayah dan Ibunya sangat sedih melihat kondisi anaknya terbaring lemah di rumah sakit seperti ini, begitu juga denganku dan keluargaku juga mengalami kesedihan mendapat kabar buruk tentang sepupuku ini. Padahal baru kemarin aku sembuh dan keluar dari rumah sakit tapi sekarang malahan sepupuku yang harus dirawat di rumah sakit.

Pukul 21:00 Aku, Ayah dan Ibuku pamit pulang ke rumah karena Ibu selalu merasa tidak nyaman saat harus berlama-lama berada di rumah sakit. Setelah berpamitan kami pun langsung menuju pulang kerumah menggunakan taxi online yang sudah ku pesan dua menit yang lalu.

Saat waktu ingin keluar dari rumah sakit aku tidak sengaja melihat ada gadis kecil berumur kira-kira 4 tahun, ia berambut panjang sepinggang dan wajahnya terlihat sangat polos dan pucat mendekat ke arahku. Ayah dan Ibu berjalan lumayan jauh di depanku karena aku memilih berhenti saat gadis cantik polos itu mendekat ke arahku.

" Kak, tolong Amira! Amira ingin pulang " Ucap gadis kecil itu dengan lembutnya seraya memasang wajah menyedihkan yang membuatku merasa iba saat melihatnya.

" Kamu sendirian disini, dimana orang tuamu?" Ucapku seraya berjongkok lalu memegang tangannya.

" Tangannya kok dingin banget ya? " Gumam ku dalam hati

" Ah namanya juga udah malam pasti karena angin malam yang membuat suhu menjadi lebih dingin daripada siang hari, wajar aja kalo tangan adek ini terasa dingin. " Gumam ku berusaha berpikiran positif

" Mama dan Papa ada di rumah kak, Amira disini sendiri, tolong anterin Amira pulang! " Pintanya dengan wajah sangat berharap.

" Iya Kakak akan anterin kamu pulang, memangnya rumah kamu dimana? " Tanyaku dengan senyum ramahku

" Amira lupa alamat Amira dimana, tolong Amira kak, Amira mau pulang. Hiks.. Hiks.. Hiks... " Ucapnya lalu menangis

" Cupp... Cupp... Cupp... Kamu jangan nangis ya, Iya nanti Kakak bakalan bantuin kamu pulang kerumah kamu ya " Ucapku menenangkan.

" Beneran, Kak? " Ucapnya senang seraya mengusap air matanya dan aku hanya menganggukan kepalaku.

" Makasih ya, Kak" Ucapnya dengan begitu senang dan aku mengiyakannya.

" Yaudah kalo gitu kamu ikut kakak aja dulu ya " Ajakku seraya berdiri kembali dan kemudian menuntunnya untuk ikut denganku.

Aku berjalan menuju taxi online yang sudah menungguku, Ayah dan Ibu juga sudah berada didalamnya. Saat aku membawa Amira masuk kedalam taxi online tersebut Ayah dan Ibu sangat terkejut melihat Amira bersamaku. Supir taxi online segera menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.

" Siapa anak kecil ini, Maura? kenapa kamu bawa dia ikut bersama kita? " Tanya Ayah begitu herannya.

" Namanya Amira, dia bilang dia lupa jalan pulang ke rumahnya, yah." Jawabku menjelaskan

" Kok bisa malam-malam begini ada anak sekecil ini berada diluar rumah sendirian, memangnya orang tuanya kemana? " Tanya Ibu penasaran

" Maura juga gak tau, Bu. Dia bilang orang tuanya ada dirumahnya" Jawabku seraya memegang tangannya yang masih terasa dingin. Lalu aku mencoba mengelus pipinya namun pipinya terasa hangat dan aku mencoba memeriksa dahinya dan ternyata terasa panas.

" Sepertinya dia demam, Bu." Ucapku dengan paniknya

" Benarkah? coba sini Ibu cek! " Ucap Ibu lalu memegang dahi Amira

" Iya demam, kalo gitu kita harus cepat mengompres dahinya agar panasnya menurun." Ucap Ibu merasa panik juga.

" Pak, tolong dipercepat ya bawa mobilnya! " Pinta Ayah pada sang supir taxi online tersebut dan pak supir mengiyakannya.

Aku memeluk tubuh Amira dan berusaha menghangatkannya dengan cardigans milikku.

20 menit kemudian kami pun tiba di rumahku, aku segera membawa Amira masuk kedalam rumah dan membaringkannya di tempat tidurku. Sedangkan Ibu menyiapkan kompresan dan juga obat untuk Amira, naluri keibuannya sangat terbiasa dalam situasi seperti ini, aku berpikir apakah begini cara Ibu merawatku waktu kecil saat aku sedang demam maupun sakit lainnya.

Sungguh aku merasa terharu saat menyaksikan Ibu merawat Amira dengan telatennya, dengan anak orang lain saja ia begitu telatennya bagaimana dengan aku waktu dulu. Aku harap saat Ibu nanti melahirkan aku ingin ia mengajariku untuk merawat calon Adikku nanti, aku ingin menjadi seperti dirinya menjadi seorang Ibu yang baik dan penyayang seperti dirinya.

Setelah dirasa Amira sudah mendingan dan tertidur pulas, Ibu menyuruhku untuk tidur juga karena besok aku harus bersekolah dan aku mengiyakannya. Sedangkan Ibu kembali ke kamarnya untuk beristirahat juga.

POV Author

Tengah malam pun tiba dan Amira terbangun dari tidurnya karena mendengar ada suara yang memanggil-manggil namanya.

" Amira... Amira... Amira... " Suara itu terus memanggil Amira. Amira terbangun dan berjalan keluar kamar mengikuti suara tersebut. Hampir Amira tiba keluar kamar Maura menyadari saat ia tidak dapat merasakan tubuh Amira di sampingnya. Maura pun terbangun dan melihat Amira tengah berjalan keluar dari kamar, Maura segera menghampiri Amira dan berusaha menghentikannya.

" Amira kamu mau kemana? " Panggil Maura mencoba menghentikan langkah Amira namun Amira tidak menggubrisnya, ia tetap berjalan dengan tatapan yang kosong seperti ada yang mengendalikan dirinya.

" Amira " Ucap Maura seraya menepuk pelan bahu Amira dan seketika Amira mulai tersadar kembali.

" Kak Maura " Ucap Amira merasa bingung dengan apa yang sudah terjadi pada dirinya.

" Kamu kenapa, Sayang. Kenapa mau keluar kamar?" Tanya Maura

" Aku juga gak tau Kak, tadi Amira denger ada yang manggil-manggil nama aku" Jawab Amira menjelaskan

" Kakak gak denger apa-apa kok, mungkin kamu tadi cuma mengigau aja." Ucap Maura

" Tapi tadi jelas-jelas Amira denger kok, Kak. Sumpah aku gak bohong" Balas Amira dengan sangat yakinnya.

" Gak ada, Sayang. Yaudah kita bobok lagi yuk!" Ucap Maura berusaha untuk menenangkan Amira, karena dia tahu Amira gak mungkin bohong. Dia hanya berusaha membuat Amira tenang dan tidak takut karena dia juga tau kalau ia juga sering mendapat gangguan seperti yang Amira alami sekarang.

" Iya Kak " Jawab Amira lalu mereka pun kembali ke kasur dan berniat untuk melanjutkan tidurnya kembali.

Keesokan Harinya...

Amira terbangun lebih dulu dan terduduk ditepi kasur lalu menangis.

" Hiks... Hiks... Hiks... " Amira memeluk lututnya dan menangis, mendengar suara tangis Maura pun terbangun.

1
A⃠u⃠r⃠a⃠ Ⓠ︎Ⓡ︎Ⓕ︎
maaf baru mampir kk,baru part pertama tp udah bikin bulu kuduk ku merinding hehe
Yayu Yuwana
ko lama ga up thor
Yayu Yuwana
lanjut
Emy Bundanya Aisyah
yg ditunggu up datang juga...terima kasih thor...😍
Ra Asnii: stay trus ya, mksih udh baca😘😉
total 1 replies
MamiihLita
eehh belum up lagi yaa.. up lagi donks
Ra Asnii: makasih ya udh baca, bsok aku up lagi jangn lupa kasih like, vote, dan juga rate ya😉😊
total 1 replies
MamiihLita
dari awal sampai bab ini suka bgd sm ceritanya.. gak ngebosenin
dan intinya i like horor story😉
🎯Pak Guru📝📶
keren
Ra Asnii: makasih
total 1 replies
Yayu Yuwana
lanjut
Ra Asnii
Aamiin
maksih buat doanya, jangan lupa like, vote, dan ratenya hehe😉
Yayu Yuwana
ahirnya up juga .. aga lupa critany rus baca k atas dikit nih
Ra Asnii: kalo lupa bisa baca ulang ya, hehe
maaf kalo kelamaan up lagi😁
total 1 replies
Yani Suryani
g apa² thor yg penting ceritanya d lanjutin,dan semoga author sehat selalu😊🤗
Emy Bundanya Aisyah
maura kmu ngga curiga sih pas diajak janjian...kamu itu kebanyakn baiknya 🥺, jadi kn ketangkep deh...
Ra Asnii: maafin Maura yang terlalu baik ini ya😁🤭
total 1 replies
Emy Bundanya Aisyah
tenaga tari habis itu buat liat kejadian sblmnya, cepet pulih tari.. good job author
Emy Bundanya Aisyah
rangga mah modus, mdh2an saja kdektn maura ngga bkin winda jadi melakukan yg jahat sama ky maya
Rehana Enka
haiii
Ra Asnii: hello
total 1 replies
Yayu Yuwana
ko dh lama ga up ni gantung
Ihsan Ihsan
akhirnya semua hilang....
MamiihLita
mampir yaa thor
MamiihLita
koq prilly visualnya thor...
Yayu Yuwana
kmn aja thor ilang d telan bumi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!