NovelToon NovelToon
Menantu Kedua Keluarga Lee

Menantu Kedua Keluarga Lee

Status: tamat
Genre:Single Mom / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Keluarga & Kasih Sayang / Tamat
Popularitas:38.8k
Nilai: 5
Nama Author: pinkanmiliar

Cerelia Park, selebriti terkenal yang kini sedang terlibat skandal dengan pria beristri. Tidak ingin rumor tentangnya makin menyebar luas, Cerelia memutuskan menikah kontrak dengan pria yang bekerja sebagai cleaning service di hotel tempatnya menginap.

Tanpa diduga, pria yang bernama Kang Seok Joon itu adalah putra kedua dari konglomerat terkenal di Korea. Anak buah ayahnya berhasil menemukan Seok Joon yang bernama asli Lee Kang Joon.

Lee Kang Joon akhirnya kembali ke rumah besar keluarganya dengan membawa Cerelia sebagai menantu kedua di keluarga Lee.

Akankah pernikahan Joon dan Cerelia bertahan meski keluarga Lee menentang?

*Kisah ini berlatar di Korea Selatan, anggap saja kalian sedang menonton drakor, hehe

Jangan lupa dukungannya utk karyaku yg satu ini.

Terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pinkanmiliar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diantara Duka dan Kebahagiaan (2)

"Ibu!" Suara Mi Ran yang merdu membuat celia seketika menoleh kearah sumber suara.

"Mi Ran?" Celia cukup terkejut melihat kedatangan Mi Ran dan Jae Joong.

Celia menatap Jae Joong. Dengan tak enak hati pria itu mengatakan jika Mi Ran ingin datang ke rumah duka.

"Ibu... Apa benar nenek sudah meninggal?"

Pertanyaan Mi Ran membuat Celia kembali menitikkan air matanya. Ia mengangguk pelan lalu memeluk Mi Ran. Keduanya akhirnya larut dalam tangis. Baik Jae Joong maupun Joon tak ada yang berniat ingin melerai mereka. Biarlah mereka berbagi kesedihan satu sama lain.

Di tempat berbeda, Hye Ri baru saja terbangun dari tidur panjangnya. Hye Ri meraih ponselnya dan melihat jika kini sudah pukul sebelas siang.

"Kau sudah bangun?" tegur Hye Mi.

Hye Ri hanya mengangguk. Semalam dirinya tak bisa tidur karena memikirkan apa yang sudah diperbuatnya. Bahkan bayangan Sang Mi yang sedang meregang nyawa masih terekam jelas salam memorinya.

"Apa ibu sudah ke rumah duka?" tanya Hye Ri.

Hye Mi hanya menjawab dengan anggukan. "Cepat bersihkan tubuhmu dan pergilah! Bagaimana jika suamimu mencarimu? Apa yang akan kau katakan padanya?"

Hye Ri memberikan tatapan malas pada ibunya. "Iya iya, aku tahu. Kali ini apa ibu akan membantuku?" tanya Hye Ri penuh harap.

Hye Mi memalingkan wajahnya. "Aku tidak tahu aku harus bagaimana. Kau adalah putriku, dan aku tidak bisa mengabaikan itu."

Hye Ri tersenyum. "Terima kasih, Ibu..."

"Jangan berterimakasih. Setelah ini berjanjilah pada ibu untuk hidup dengan baik. Jangan lagi mengurusi kehidupan Eun Chae. Biarkan saja dia bahagia dengan pria itu. Kau mengerti?"

Tak ingin berdebat lagi, akhirnya Hye Ri menganggukkan kepalanya.

#

#

#

Tiga hari telah berlalu sejak kematian Sang Mi. Celia seakan tidak memiliki semangat dalam hidupnya. Beruntung Kang Joon selalu menemaninya.

Bahkan Byung Man menanyakan kemana perginya putra keduanya yang tak kunjung pulang ke rumah.

"Ibunya Celia baru saja meninggal dunia. Kang Joon menemani Celia di rumahnya," celetuk Ae Gyo.

Byung Man hanya mengangguk dan tidak menjawab.

"Suamiku, apa tidak sebaiknya kita mengucapkan bela sungkawa untuk Celia?" usul Ae Gyo.

Byung Man menatap tajam istrinya. Rasanya ia tidak suka jika harus membahas soal Celia. Byung Man malah meninggalkan Ae Gyo sendiri terduduk di ruang keluarga.

"Astaga! Ada apa dengannya? Apa dia begitu membenci wanita itu hingga menebalkan rasa kemanusiaan dalam hatinya?" cebik Ae Gyo.

"Setidaknya aku harus menghubungi Kang Joon dan bicara dengan Celia. Bagaimanapun juga Celia adalah menantu di keluarga ini." Ae Gyo segera meraih ponselnya dan menghubungi Kang Joon.

Sementara itu, Hye Ri sengaja menjual mobil lamanya dan mengganti dengan mobil baru. Hye Ri tak ingin ada yang mengetahui kejahatan yang sudah dilakukannya.

Saat Kang Moon mengetahuinya, Hye Ri hanya beralasan jika ia sudah bosan dengan mobil lamanya. Tentu saja Kang Moon tidak suka dengan sikap boros yang dilakukan Hye Ri.

Bukan Hye Ri namanya jika harus peduli dengan apa yang dikatakan oleh keluarga suaminya. Ia bahkan bersikap biasa saja di depan semua orang. Seolah ia tidak berdosa karena telah menghilangkan satu nyawa.

Berbeda dengan Hye Ri yang nampak santai setelah insiden kecelakaan Sang Mi, Jae Joong malah kebingungan karena alat pelacak yang ia taruh di mobil Hye Ri, berhenti di satu titik dan tidak berpindah ke tempat manapun.

"Aneh sekali! Tidak mungkin Hye Ri tidak pergi kemanapun selama beberapa hari. Bukankah dia harus bekerja?" gumam Jae Joong di sela-sela waktu senggang kerjanya.

Setelah ultimatum yang dilayangkan Kang Moon waktu itu, kini Jae Joong tak bisa bermain-main lagi. Ini adalah kesempatan yang sangat bagus bisa bekerja di Grup Lee Ni karena ia bisa mendekati Hye Ri tanpa harus dicurigai oleh orang lain. Jae Joong masih memiliki firasat jika anaknya masih hidup dan Hye Ri sengaja menyembunyikannya di suatu tempat.

Pulang kerja, Jae Joong yang masih penasaran dengan keberadaan mobil Hye Ri, segera menuju ke titik dimana mobil itu berada. Jae Joong bingung karena dirinya tiba disebuah showroom penjualan mobil bekas.

"Permisi," ucap Jae Joong ketika melihat seorang pria bertubuh tambun yang duduk dibelakang meja resepsionis.

"Iya, apa ada yang bisa saya bantu?" Orang itu menyambut hangat kedatangan Jae Joong.

Jae Joong menceritakan maksudnya mendatangi showroom mobil itu. Ia mencari mobil yang dijual Hye Ri. Bahkan Jae Joong menunjukkan foto Hye Ri pada pria itu.

"Ah, mobil itu? Ada di sebelah sana. Mari, Tuan!" Pria itu mengajak Jae Joong menuju ke mobil milik Hye Ri.

Dengan seksama Jae Joong memperhatikan mobil milik Hye Ri.

"Wanita itu bilang dia menjual mobilnya karena bosan. Dia ingin berganti mobil. Tapi, kenapa Tuan ingin melihat mobil ini?"

"Tidak ada apa-apa. Kalau boleh, aku ingin melihat dengan jelas mobil ini. Siapa tahu aku berniat membelinya," ucap Jae Joong dengan santai.

Pria tambun itu meninggalkan Jae Joong agar bisa lebih leluasa menilai mobil itu sebelum membelinya. Dengan sigap, Jae Joong langsung meneliti bagian mobil milik Hye Ri.

"Aku yakin ada sesuatu yang dia sembunyikan," gumam Jae Joong.

Begitu melihat bagian depan mobil yang nampak penyok, membuat Jae Joong berasumsi jika Hye Ri baru mengalami kecelakaan.

"Apa ini?" Ada tetesan darah yang menempel di kap depan mobil.

Jae Joong membelalak sempurna. "Jangan jangan..."

Jae Joong mulai menggabungkan memorinya ketika melihat Hye Mi yang datang ke pemakaman Sang Mi. Jae Joong meraih ponselnya dan meminta seseorang untuk mencari informasi tentang keluarga Hye Ri.

"Kabari aku secepatnya jika kau sudah menemukan sesuatu." Jae Joong mengakhiri panggilannya.

#

#

#

Celia masih terpuruk karena kehilangan Sang Mi. Celia bahkan mengabaikan Mi Ran yang sejak kecil terlatih untuk mengurus dirinya sendiri.

Kata-kata Sang Mi membuat Celia enggan untuk mengurus Mi Ran. Celia terus berandai-andai tentang kalimat yang Sang Mi katakan sebelum pergi meninggalkannya.

Andai saja Celia menuruti saran Sang Mi. Andai saja Celia mau berkata jujur pada Kang Joon. Andai saja dan andai saja terus terngiang di telinga Celia.

Mi Ran yang melihat ibunya masih berkabung, tak berani mendekati Celia sedikitpun. Mi Ran menyiapkan semua kebutuhannya sendiri.

Seperti saat ini, Mi Ran baru saja menyiapkan bekal makan untuk ia bawa ke sekolah. Mi Ran terbiasa tanpa Celia dalam menjalani hari-harinya. Jadi, saat ini pun tidak masalah baginya.

Mi Ran keluar rumah dengan langkah gontai. Hingga di persimpangan jalan, Mi Ran bertemu dengan Jae Joong yang merasa kasihan dengan dirinya.

"Mi Ran, kau mau berangkat ke sekolah?" tanya Jae Joong.

Mi Ran hanya mengangguk lemah.

"Paman antar ke sekolah ya?"

Mi Ran menggeleng lemah. "Tidak perlu, Paman."

"Tapi wajahmu pucat sekali. Ayo! Paman akan mengantarmu!"

Baru saja Mi Ran kembali melangkah, tubuh mungil Mi Ran terjatuh dan tidak sadarkan diri.

"Mi Ran! Mi Ran, bangun!" Jae Joong menepuk pelan pipi Mi Ran. Wajahnya sudah pucat pasi, membuat Jae Joong panik.

Jae Joong memutuskan membawa Mi Ran ke rumah sakit terdekat bersama dengan Celia. Celia yang baru sadar jika dirinya salah karena sudah mengabaikan Mi Ran, kini hanya bisa merutuki dirinya sendiri.

"Maafkan Ibu, Mi Ran. Maafkan ibu..."

Celia kembali menunggu di depan ruang UGD bersama dengan Jae Joong. Lagi lagi situasi ini harus Celia hadapi. Baru beberapa hari lalu ibunya meregang nyawa di rumah sakit ini, kini putrinya ikut jatuh pingsan tak sadarkan diri.

Celia dan Jae Joong sigap berdiri ketika seorang dokter menghampiri mereka.

"Nyonya, kondisi Mi Ran sudah memprihatinkan. Sebaiknya bawa dia di rumah sakit besar di pusat kota."

Celia saling pandang dengan Jae Joong.

"Baiklah! Kami akan pindahkan Mi Ran ke rumah sakit di pusat kota." Bukannya Celia yang menjawab, namun justru malah Jae Joong yang terlihat bersemangat.

Dokter mengangguk paham dan langsung menyiapkan pemindahan pasien dengan menggunakan ambulans.

Jae Joong menepuk pelan bahu Celia.

"Celia, tegarlah! Kita akan ke pusat kota. Kau hubungi tuan Kang Joon untuk mengabarinya."

Celia hanya bisa mengangguk pasrah. Di tengah duka yang masih menyelimuti, ada secuil kebahagiaan yang muncul bagai oase di gurun pasir. Celia sangat bersyukur bisa mengenal orang baik seperti Jae Joong.

1
Ran Aulia
terimakasih author , 👍👍👍👍
Kali ini baca drakor 😂😂😂 alhamdulillah gak perlu bawa tisue 😊😊😊😊
ɴᴏᴠɪ
Akhirnya semua bahagia ya, penasaran mak adiknya Mi Ran cowo atau cewe jadinya neh 🤭🤭
ɴᴏᴠɪ: twins ya makk cewe cowo 🤭🤭
total 2 replies
ɴᴏᴠɪ
bener bgt kalo mau mati nunggu km donorin dulu buat Mi Ran ,terus pergi deh dengen tenang
ɴᴏᴠɪ: astaga aku jg gak sadar mak 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Arief Arief
apa g ada kelanjutannya 😢😢😢
Emak Femes: masih berlanjut kak
belum end
tenang saja 😊😊😊
total 1 replies
ɴᴏᴠɪ
km gak salah Jae Jong, tp yg salah si Hye Ri..kalo km gak bongkar semua masih enak² aja si Hye Ri hidupnya.padahal udh banyak dosa dia
ɴᴏᴠɪ
semoga.Byung Man gpp ya, biang masalah semau si Hye Ri neh kapan seh dia dapat karmanya 🤧🤧
nctzen💋
wowwww kejutannya kerennn
ɴᴏᴠɪ
yeay akhirnya kasian deh lo, makanya jgn jahat jadi orang 😜😜
ɴᴏᴠɪ
Pasti Jae Joong yg kasih pesan ,gak sabar nunggu kehancuran Hye Ri 🤣
Anna Kusbandiana
tamatnya kok nggantung siihhh....
Emak Femes: belom end kak 😁😁
masih berlanjut kok
🙏🙏
total 1 replies
ɴᴏᴠɪ
lanjutkan Jae joong aku suka kalo km bongkar kedok si jahat Hye Ri..
ɴᴏᴠɪ
pasti ini si rubah betina Hye Ri, heran ya sama anak sendiri gak ada rasa sayang atau empati gitu 🤧🤧
ɴᴏᴠɪ: sebel aku mak sama si Hye Ri 🤧🤧🤧
total 2 replies
ɴᴏᴠɪ
sukurin kamu Hye Ri sampe di doain sama mertua kayak gitu, beneran gak bakalan bisa punya anak loh tau rasa 😜
ɴᴏᴠɪ
boleh gak aku jahat dikit, si Hye Ri knp gak mati aja ya jadi orang kog kayak gitu kejamnya 🤧🤧 padahal dia tau Mi Ran anak kandungnya tp gak ada rasa sayang ya sama anaknya 🙄🙄
Emak Femes: Boleh boleh
tp asal gak melanggar hukum aja kak, hehehe
total 1 replies
pat_pat
emak, how are you? msh ingat ga sm petrik yg unyu ini?😘
pat_pat: wkwk emak ga keliatan lg si di tempatku🤣
aku baik ma, emak sendiri gmn?
ohh itu tmn emak yg dubbing?
total 2 replies
ɴᴏᴠɪ
semua kebusukkan km akan segera terbongkar Hye Ri tunggu aja, pasti mertua km nyesel punya mantu kayak km 😜
kasian Mi Ran ya harus tau keyataan ini 🥺🥺
ɴᴏᴠɪ: kasian Mi Ran mak 🥺🥺
total 2 replies
ɴᴏᴠɪ
yeay akhirnya Celia diakui jg jadi menantu Byung Man , siap² aja Hye Ri karma buat km lagi otw 😋
Alya
akhirnya cellia bisa kembali ke keluargi lee... semoga hy rie tidak terlalu berani sama cellia
🎤🎶 Erick Erlangga 🎶🎧
tunggu ah Hye ri.. karma itu tak semanis kurma 😁
🎤🎶 Erick Erlangga 🎶🎧
akhirnya tabir kebenaran terungkap
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!