Seroang mafia masuk ke dalam novel poligami yang sangat dia benci, dia terjebak dalam raga seorang wanita lemah yang merupakan korban poligami dari suami materialistis.
Alina masuk saat ke dalam raga Alya saat dia meregang nyawa setelah didorong ke kolam renang oleh Monica yang merupakan istri kedua.
Alina membatu Alya untuk membalaskan dendam, dengan tau alurnya tentu sangat mudah untuk balas dendam namun Alina malah terjebak dalam jerat cinta CEO penikmat wanita yang merupakan partner bisnisnya.
Akankah Alya(Alina) dan Albert akan bersama? yuk ikuti ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon el Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di alam bebas
Albert dan Renata hanyut dalam suasana yang membuat mereka saling peluk, tangan Alya tergerak untuk memeluk Albert begitu pula sebaliknya.
Apakah ini awal dari datangnya bunga cinta? apakah Alya mulai merasakan hal yang sama dengan Albert?
"Tak pernah aku merasakan hal ini sebelumnya, apa aku mulai menyukainya?" Alya bermonolog dengan dirinya sendiri dalam hati.
Begitu pula dengan Albert yang senyum-senyum sendiri saat Alya memeluknya.
Apakah Albert akan meninggalkan Alya setelah dia bisa membuat Alya jatuh cinta padanya atau justru dia akan menjilat ludahnya sendiri? entahlah yang pasti kini mereka berdua saling peluk di bawah pohon dengan semilirnya angin.
"Sayang," panggil Albert.
"Apa?" tanya Alya tanpa melepas pelukannya.
"Bagiamana kalau kita menjadi sepasang suami istri yang sungguhan," jawab Albert.
Alya melepas pelukannya lalu menatap Albert.
"Memangnya kamu pikir kita ini sepasang suami istri jadi-jadian," protes Alya.
Albert menggaruk kepalanya yang tidak gatal, bukan begitu maksud dari ucapannya.
Dia menginginkan Alya mencintainya dan mengabdikan hidup untuknya.
"Maksudnya aku ingin kamu mencintai aku dan mengabdikan hidup untukku," jelas Albert.
"Maksudnya?" tanya Alya yang kurang paham dengan penjelasan Albert.
"Gini Lo sayang, aku tuh ingin kamu menjadi seorang istri yang sesungguhnya, pagi menyiapkan keperluan suami, sore menunggu suami pulang," jawab Albert.
"Maksud kamu aku tidak boleh ke kantor?" tanya Alya.
"Exactly," jawab Albert.
"Aku pikir dulu," sahut Alya
Albert menghela nafas.
"Sudah ah jangan ganggu, aku tuh ingin memejamkan mata dengan menikmati angin sepoi-sepoi," kata Alya lalu kembali lagi menyandarkan kepalanya di bahu Albert.
Melihat bibir Alya terbesit keinginan untuk mencium bibir istrinya, Albert mendekatkan bibirnya dan terjadinya kontak fisik diantara bibir Alya dan Albert.
Cup
Albert mengecup sekilas bibir Alya hal ini membuat Alya membuka matanya lalu menatap Albert.
"Kan aku bilang jangan ganggu," kata Alya.
"Iya maaf, habisnya bibir kamu sungguh menggoda," sahut Albert.
Entah mengapa ada rasa tak senang karena Albert hanya mengecup bibirnya hanya sekilas padahal Alya menginginkan ciuman yang panas.
"Kenapa aku malah menginginkan ciuman yang panas?" batin Alya sembari memegang bibirnya.
"Kamu menginginkannya?" tanya Albert.
Alya mengangguk, jiwa mafianya menguap sudah begitu pula dengan Albert.
Kekuatan cinta memang besar sanggup merubah orang sampai seratus delapan puluh derajat.
Albert dan Alya hanyut dalam ciuman panas mereka hingga Albert yang tidak tahan mengajak Alya untuk kembali ke villa.
"Kita lanjut ke villa ya," bisik Albert.
Alya menggeleng, dan ini membuat Albert melemas.
"Terlalu lama kembali ke villa kita melakukannya di sini saja, lebih enak suasana alam terbuka," kata Alya yang membuat Albert tak percaya.
Awalnya Albert menganggap kalau Alya tidak mau ternyata malah Alya menginginkan percintaan di alam bebas.
"Wanita ini sungguh susah ditebak," batin Albert dengan senyuman bahagianya.
Albert yang yakin kalau tidak akan ada orang segera menanggalkan bajunya, dia ingin segera menyerang Alya di alam bebas seperti ini.
Meskipun Albert adalah seorang Casanova namun inilah kali pertama dia bercinta di alam bebas.
Entah bagaimana percintaan mereka di alam yang terbuka hanya mereka yang tau, yang pasti baik Albert maupun Alya sama-sama menikmati percintaan mereka yang diiringi semilir angin dan suara ombak karena letak mereka yang tidak begitu jauh dari pantai.
Bossss...
😀😀😀❤❤❤
😁😁