Kisah antara Diva dan Andra, Diva adalah gadis kecil yang manis dan menggemaskan tidak sengaja bertemu Andra, si pria tampan yang kaya raya. Tidak menyangka pertemuan tidak di duga membuat Andra menjadikan Diva sebagai anak angkatnya, namun apa jadinya setelah gadis kecil itu tumbuh dewasa. Akankah perasaan Andra si pria yang belum kunjung menikah berubah mencintai Diva. Jika takdir siapa yang tahu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Sismala, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
HD 30
Keesokan harinya, Ini adalah hari minggu hari dimana orang menghabiskan waktu untuk bermalas- malasan, ya kalau itu memang khusus untuk Diva bukan orang lain. Kalau orang lain pasti menghabiskan waktu untuk liburan dan piknik.
"Sayang bisa tolongin aku nggak..? " tanya Diva pada Andra dengan mata puppy eyesnya.
"Apa sayang ada apa..? " tanya Andra langsung bangkit dari tidurnya.
"Itu tolong angkatin jemuran Diva di luar segan sama maid sayang kalau nyuruh mereka." Andra langsung mengangguk dan bersiap berjalan menuju halaman rumah.
"Ehh tapi Dad_ " Diva menggantungkan ucapannya dengan cengiran khasnya. Andra mulai curiga pasti ada hal yang aneh ini. Namun Andra tidak tau apa karna bukan peramal, dirinyakan pembisnis.
"Yasudah kalau gitu tolong angkatin jemuran Diva di luar ya Dad hehehe, ada dalemannya segan kalau nyuruh babysister Little A, " wajah Andra tampak memerah kembali berjalan menuju Halaman
"Hai orang indonesia juga ya..! " sapa seseorang dengan suara barinton. Wajah Andra langsung memerah, istri kampret memang nyuruh suami angkat jemuran malah dalemannya pink semua lagi gerutu Andra dalam hati sambil menoleh ke sumber suara. Tadi krang gila itu bicara ala inikan memang negara Indonesia.
"Hehehe iya, " ucap Andra tersenyum kikuk langsung menutupi jemuran besi di belakangnya dengan tubuhnya tanpa fokus dengan wajah sang asal suara.
"Loh Pak Andra saya Haikal mantan pekerja Bapak, yang dulu saya nurutin kemauan istri untuk pindah ke negara ini Pak, ingatkan Pak..?! " tanya Haikal sambil menyapa sang mantan bos dengan senyuman hangat. Andra ingin sekali memukul kepala Haikal, memangnya dulu dia bekerja dimana kalau tidak di indonesia. Banyak sekali orang gila yang berpenampilan waras namun otaknya udang.
Andra kembali mengumpat dalam hati kenapa pada saat yang tidak tepat seperti ini bertemu dengan mantan karyawannya dulu. Sabar, sugesti Andra dalam hati berdoa semoga si kenyuk segera masuk ke rumahnya. Andra juga mengumpat mengapa ia membeli rumah yang bertetanggaan dengan orang gila. Harusnya ia menyelidiki dulu latar belakang tetangganya kalau tau tidak waras mungkin ia tidak akan menginjakkan kaki disini.
"Iya saya ingat. " jawab Andra seperlunya padahal tidak penting.
"Loh itu daleman siapa pak ?! anak bapak ya warnanya pink semua hehehe..! " Haikal kali ini berbicara tanpa filter untuk saja ia sudah bukan karyawan Andra lagi. Kini wajah Andra sudah seperti banteng yang siap mengamuk. Enak saja di bilang anak jadi Little itu lahir dari mana, dari pohon pisang yang benar saja. Lama- lama Andra bisa gila kalau seperti ini.
"Sembarangan kamu..! " jawab Andra kesal, mau marah takut dosa untung kesabaran batin masih ada.
"Hehehe iya jadi punya siapa pak..? " Andra semakin kesal langsung melepas sendalnya ingin melempar ke kepala Haikal sialan tersebut. Benar kata orang sabar itu ada batasnya buktinya sekarang Andra sudha menggeram kesal.
"Ehhh..!! Jangan pak..! " panik Haikal apa ia salah berucap batinnya tanpa dosa.
"Masuk sebelum saya berubah pikiran..! " perintah Andra, Haikalpun langsung lari terburu- buru masuk kedalam rumahnya.
"Cobaan pria tampan memang begitu berat, " ucap Andra langsung cepat- cepat mengangkat pakaian dalam yang sudah kering, sebelum gantian istrinya Haikal yang keluar bertanya soal dalaman Diva. Bisa ****** dia meladeni orang gila yang kepo.
Andra kini tengah memasuki kamar dengan wajah masam, Diva langsung menghampiri suaminya karna terlihat kesal.
"Kenapa Dad..? " tanya Diva kini duduk di pangkuan Andra, menghadap tepat ke wajah Andra yang sedang duduk di sopa.
"Mana daleman Diva..? " tanya Diva kembali dengan cengiran khasnya.
"Gara- gara daleman kamu Daddy malu..! " dengus Andra kesal menatap ke arah lain. Apa Andra sekarang sedang datang bulan batin Diva, tapi tidak mungkin pria datang bulan mungkin moodnya Andra yang sensitif.
"Hehehe ya maaf memangnya ketemu siapa suamiku yang hot ini..?! " tanya Diva kembali dengan wajah imutnya, Andra jadi kembali senyum melihat wajah seimut itu.
"Mantan karyawan, tapi sudahlah tidak penting jelek juga. Oh iya minggu depan kita jadi pergikan sayang..?! " tanya Andra sambil merapikan poni istri kecilnya tersebut dengan lembut.
"Jadi dong percuma Diva udah ajak si Mila kalau gak jadi..!" Jelas Diva dengan wajah menggemaskannya.
"Sayang kayaknya Daddy punya pirasat buruk sama Mila. " ucap Andra jujur setelah mengecup bibir mungil yang menjadi candu untuknya.
"Kenapa Dad, Diva rasa Mila orangnya baik. " ucap Diva dengan lembut, sambil mengigit kecil telinga Andra.
"Nakal..! " Andra langsung ******* bibir wanita yang akhir- akhir ini menjadi agresif.
"Hehehe udah ah abis napas Diva nanti..! " rengek diva setelah Andra melepas ciuman mereka dengan kekehan.
"Mila sepertinya dia, ah sudahlah mungkin hanya pemikiran negatif Daddy saja." Diva langsung mengangguk mengiyakan ucapan Andra.
"Sayang ayo kita makan apa kamu tidak lapar..! Hu..? "
Diva langsung mengangguk mengiyakan memang perutnya sudah lapar.
_______
Hari ini Andra bergandengan dengan Diva, Mila menuntun Little A mereka sedang menikmati waktu luang di mall ternama Jakarta.
"Mila tolong potoin kami ya, " perintah Diva pada Babysister baru anaknya.
"Little ayo berpose. " pinta Diva setelah mengecup wajah anaknya. Little A langsung mengangguk.
Mereka terlihat seperti keluarga yang bahagia dan harmonis dan memang seperti itu. Mila sangat tahu mengenai keromantisan Andra dan Diva yang terang- terangan. Beruntung sekali Diva wanita 21 tahun itu. Sudah memiliki suami kaya, tampan romantis pula. Mila ingin sekali menggantikan posisi Diva.
Meskipun Diva baik padanya namun Mila benci Diva, Diva yang terlihat bahagia berbanding terbalik dengan dirinya yang tidak pernah merasakan seperti itu.
"Wah bagus terima kasih Mila, " Diva langsung mengambil ponselnya melihat poto mereka bersama Andra. Mila tidak menjawab perkataan Diva hanya menatap kesal Diva. Bagaimanapun caranya Mila harus jadi nyonya besar. Menggantikan posisi Diva.
"Sayang Diva sama little A kesana dulu ya, katanya little A ingin mainan.. " pamit Diva yang langsung di angguki Andra dengan senyuman.
"Hati- hati sayang, Daddy tunggu disini saja, " jawab Andra lembut sambil merapikan kemejanya.
"Baiklah, Mila kamu tidak ingin ikut.? Saya akan belikan kamu pakaian Mil.." tanya Diva dengan lembut namun Mila langsung menolak mengatakan ingin tetap disini. Diva terlihat sedikit kecewa namun berjalan menuju tempat mainan anak bersama Little A.
Mila tersenyum duduk di dekat Andra membuat hatinya bergetar hebat, gugup bahkan ia sampai berkeringat padahal mall menggunakan pedingin ruangan.
"Pak..? " panggil Mila dengan suara di buat selembut mungkin agar Andra menyukainya.
"Hm.." gumam Andra tanpa menatap kearah Mila dari awal Andra sudah tidak suka wanita 28 tahun ini.
"Saya.. saya__ " Mila terlihat gugup, keringat langsung mengalir di sekitar dahinya. Mila takut tapi ia sudah bertekad akan mendapatkan hati Andra.
"Saya tidak suka kamu, jangan bermimpi terlalu tinggi. Saya bukan pria bodoh. Diva adalah istri saya dan selamanya akan terus begitu. " pernyataan Andra terdengar dingin namun terasa menyayat di uluh hati Mila.
"Tapi Pak..! Kenapa..? " tanya Mila dengan mata yang sudah berkaca- kaca siap menetes kapan saja. Andra tetap acuh sambil melihat postingan poto mereka tadi instagram dengan senyuman yang tidak kunjung luntur.
"Saya harap kamu mengerti saya tidak ingin kamu mati seperti pekerja lainnya yang ingin mencelakai istri saya. " Andra langsung berlalu pergi meninggalkan Mila, menuju toko mainan dimana istrinya sedang membelikan mainan untuk anaknya.