JANGAN LUPA TEKAN FAVORIT AGAR TIDAK KETINGGALAN CERITANYA! Karya ini mengadakan Event. ikuti ceritanya dan menangkan hadiahnya.
Menikah muda adalah pilihan Putri Anis (18) dengan Angga Prabowo (20). Alih-alih karena beralasan tidak ingin berpacar-pacaran dan menghindari zina di jaman modern seperti ini. Akhirnya mereka memutuskan menikah tepat ketika Putri lulus sekolah.
Gosip simpang siur tentang pernikahan Putri dan Angga yang terkesan buru-buru membuat para lambe tureh memiliki cerita hangat untuk mereka gosipkan.
Kata menikah, terkadang dalam benak para muda-mudi adalah sesuatu yang mudah untuk di jalani.
Sang istri masak, mengurus rumah dan mengurus anak, dan suami bekerja di luar. Benar-benar terdengar sangat mudah.
Tetapi ... Apakah akan semudah itu?
Apakah beberapa kalian setuju dengan ku jika tidak akan semudah itu?
Mari kita simak bersama-sama cerita kelanjutannya seperti apa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamaperi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di jebak.
3 bulan telah berlalu.
Terlihat sebuah helikopter mendarat dengan sempurna. Mico dengan gayanya yang dingin dan pendiam berjalan dengan ekspresi wajah yang sedikit berbeda. Ia seperti terlihat buru-buru berjalan menuju mobil yang di siapkan untuk menjemputnya.
Di dalam mobil, Mico dengan tidak sabar membuka sebuah kotak perhiasan. Di dalamnya terdapat cincin berlian yang sangat cantik. Mico samar-samar tersenyum merasa tidak sabar.
Di sisi lain, terlihat mobil Xenia merah berhenti di sebuah toko kue milik Putri.
Terlihat mereka dengan gaya sombong masuk dan duduk di meja yang mereka pilih. Anggun dan ibunya membuka kaca mereka dan menaikan satu tangan untuk memanggil pelayan, kebetulan para karyawan sedang sibuk melayani pelanggan yang lainnya, jadi Putri sendiri turun tangan untuk melayani calon mantan mertua dan kakak iparnya.
"Selamat siang, mau pesan apa mbak, buk?" tanya Putri ramah. Putri mencoba bersikap profesional di depan pelanggannya.
"Keluarkan kue penutup ternak dan termahal di sini!" sahut Anggun dengan sombongnya.
"Kami memiliki menu baru yaitu cheese cake dengan keju yang bertekstur lembut. Apakah anda ingin memesannya?" Putri terlihat sangat santai mengahadapi dua manusia yang selalu membuat hidupnya susah selama ini.
Putri sama sekali tidak heran dari mana mereka mendapatkan uang banyak sampai-sampai bisa membeli mobil dan berniat untuk menjamin anak mereka Angga untuk keluar dari penjara.
Anggun dan ibunya terlihat sedikit bingung namun mereka timpal dengan ekspresi sok tahu.
Tetapi, sekuat apapun mereka berlagak sok tahu, Putri masih dapat melihatnya, jika Anggun dan ibunya tidak tahu kue apa yang Putri sebutkan barusan.
Putri pun berinisiatif untuk mengenalkan kue itu kepada mereka.
"Cheesecake bahasa Indonesia: kue keju, adalah kue yang biasanya dimakan sebagai hidangan penutup, dibuat dengan mencampurkan keju yang bertekstur lembut, telur, susu, dan gula. Keju yang umumnya digunakan untuk membuat cheesecake adalah keju krim, tetapi dapat juga menggunakan keju lainnya seperti cottage cheese, ricotta, mascarpone, neufchâtel atau pun keju quark, sedangkan kami di sini menggunakan keju krim dengan kualitas terbaik. Kami menghias bagian dasar dari cheesecake dengan diisi biskuit graham, kacang yang dihancurkan,. Jadi, apakah kalian masih ingin memesannya.
Oh iya satu lagi, cheesecake bukan merupakan sejenis kue bolu, melainkan dapat dikategorikan sebagai pai atau custard."
Putri melanjutkan penjelasannya.
"Yah, kami tahu apa itu kue yang kamu sebutkan! Tidak perlu menjelaskannya panjang dan lebar! Lebih baik, cepat kamu bawakan itu sekarang juga!" titah anggun dengan sangat kasar.
Putri hanya tersenyum tanpa mengatakan apapun. Meski di dalam hati sangat kesal, namun dia tidak dapat bertindak gegabah.
Tidak lama, Putri mengantarkan dua potong Cheese cake untuk Anggun dan ibunya.
"Silahkan, jika ada sesuatu, silahkan panggil kami." Putri tersenyum ramah membuat Anggun dan ibunya merasa sangat muak.
Ketika Putri pergi, terlihat gelagat Anggun dan ibunya yang terlihat sangat aneh. Mereka menoleh ke kanan dan kiri untuk memastikan keadaan.
Lalu tiba-tiba, Anggun mengeluarkan sebuah lalat hijau mati dari dalam tasnya. Anggun dengan hati-hati memasukan lalat hijau itu ke dalam kue yang sudah dia potong.
Mereka membuat supaya toko Putri terlihat tidak higienis.
"Aaaaaahhkh!" Anggun mulai berakting.
"Ada apa sayang!?" Ibu terlihat mengambil alih peran tambahan.
"Ibu! Lihat itu, ada lalat besar sekali di dalam kue aku!" Anggun menunjuk ke arah kue yang sudah dia manipulasi.
"Oh ya ampun! Restoran macam apa ini!? Mengapa ada lalat besar sekali di dalam kue ini!?"
Semua para pelanggan mulai berhamburan mendatangi Anggun dan ibunya untuk memastikan apa yang mereka katakan.
Beberapa orang terlihat mulai geram karena mereka juga telah memakan makanan yang sama. Mereka takut jika mereka sudah memakan makanan yang tidak higienis. Apa lagi Cheese cake ini cukup mahal.
"Ya ampun, aku sudah memakan dua porsi!"
"Bagaimana jika aku sakit perut! Aku sama sekali tidak dapat memakan makanan yang tidak higienis. Aku pikir restauran ini bersih dan higienis!"
"Saya tidak mau membayar untuk makanan sampah ini!"
Begitulah suara para pelanggan fanatik yang tidak tahu asal muasal tragedi yang sebenarnya. Mereka telah masuk ke dalam muslihat yang Anggun dan ibunya buat.
Putri yang mendengar ada keributan pun langsung bergegas keluar untuk memastikan.
"Maaf, ada apa ini ya?" tanya Putri dengan ramah.
"Kamu ini Bagaimana, membuat kue bisa sampai ada lalat besar di dalamnya! Harga mahal tetapi kualitas, NOL!" Anggun dengan tersulut emosi mengolok putri.
"Maaf sebelumnya, tetapi dengan berat hati saya katakan jika itu tidak mungkin, sebab kami sangatlah memperhatikan kebersihan di dapur kami. Kamu selalu menggunakan pakaian tertutup dan juga penutup kepala dan juga masker ketika mengadon kue agar tidak ada sehelai rambut jatuh ke dalam adonan. Jangan kan lalat, bahkan semut saja tidak akan kalian temukan di toko kami.".
Putri dengan santai menjelaskan.
"Lalu bagaimana dengan ini!?" timpal Anggun menunjuk kue yang sudah dia cemari.
"Kita bisa melihat CCTV, sepertinya saya juga harus mengecek apakah benar ketika anda membelah kue ini, terdapat lalat sebesar ini ada di dalamnya."
"Kamu menuduh aku!?" potong Anggun yang langsung ketakutan. Dia baru sadar jika di restauran Putri ada kamera CCTV di mana mana. Semua posisi dapat terlihat oleh kamera.
"Kita hanya perlu memastikannya. Andai terbukti saya bersalah, maka kalian semua yang ada di sini tidak perlu membayar dan saya akan memberi kompensasi untuk mengecekkan kesehatan kalian semua yang ada di sini."
Semua orang bersorak setuju. Sedangkan Anggun dan ibunya terlihat kaku tak berdaya.
Putri hanya bisa tersenyum halus. Putri melemparkan tatapan mengejek kepada , Anggun dan juga ibunya.
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
slm sukses
semoga sukses selalu untuk semua karya-karya nya 🥰
Happy Ending
My Bestie mampir