NovelToon NovelToon
Click Your Heart

Click Your Heart

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:368.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nirwana Asri

Cindy adalah seorang mak comblang yang mencintai kliennya, Devon Danz Smith seorang CEO muda yang kaya raya. Bak gayung bersambut Devon juga mencintai Cindy. Mereka pun menjalin hubungan.

Tapi pada suatu hari Devon salah paham pada Cindy. Ia mengira Cindy selingkuh dengan tetangganya bernama Tommy. Lalu Devon mengabaikan Cindy. Cindy kembali ke kampung halamannya karena ia harus mengembalikan fasilitas yang diberikan Devon padanya.

Namun, Cindy harus menerima kenyataan pahit karena nenek yang merawatnya sedari kecil meninggal setelah mendengar cucunya hamil di luar nikah.

Lalu bagaimana nasib Cindy selanjutnya?

Siapkan tissu karena cerita ini mengandung bawang. Ada banyak kejutan di dalamnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nirwana Asri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 32

Devon tiba di kantornya. "Bayu tolong selidiki siapa yang membuat Cindy celaka!" Perintah Devon pada asisten pribadinya.

"Baik, Pak. Ini berkas yang harus anda tanda tangani," kata Bayu sambil menyodorkan sebuah map ke meja Devon.

Seusai menanda tangani berkas tersebut, Devon menyuruh Bayu keluar.

...***...

Di tempat lain Dira kesal karena ia harus menjalani skors dari kampusnya terkait kejadian yang menimpa Cindy.

"Gue nggak terima sama hukuman ini, enak aja kalau mau dihukum juga sama-sama orang dia yang mulai duluan," gerutu Dira di dalam rumahnya.

Sang ayah menghampiri. "Ada apa sayang?" Tanya sang ayah.

"Ah tidak ada apa-apa, Yah," elak Dira.

"Oh iya Yah aku mau menginap di rumah saudara kita selama tiga hari soalnya kuliahku libur."

"Lho dalam rangka apa nak?" Tanya Ayahnya.

"Owh dosennya sedang ada studi banding ke luar negeri," bohong Dira.

Dia tidak mau ayahnya tahu kalau dia sedang diskors selama tiga hari dari kampusnya.

...***...

Malam ini Tommy sengaja membeli pizza untuk dibagi pada Cindy. Seusai keluar dari lift Tommy langsung menekan bel unit apartemen tetangganya itu.

Cindy yang mendengar kemudian membuka sendiri pintu unit apartemennya. Cindy terkejut saat Tommy yang masih memakai setelan jas menghampiri rumahnya.

"Ada apa?" Tanya Cindy dengan suara yang merdu.

"Ini aku bawakan pizza untukmu, kebetulan aku beli lebih jadi daripada mubadzir mending aku kasih ke kamu." Tommy menyodorkan kotak pizza itu pada Cindy.

"Terima kasih banyak," ucap Cindy dengan tersenyum.

Tommy jadi salah tingkah melihat senyum Cindy yang begitu manis. "Ya sudah aku masuk ke apartemenku dulu," pamit Tommy setelah ia memberikan pizza. Cindy hanya membalas dengan senyuman.

...***...

Devon sudah berada di dalam rumahnya. Laki-laki itu merasa kesepian karena di rumah sebesar itu hanya dia dan asisten rumah tangganya yang tinggal.

"Seandainya saja aku punya anak, pasti tidak akan sesepi ini," gumam Devon seorang diri.

Lalu ia mengambil ponselnya. Devon menelepon kekasihnya malam-malam.

"Hallo."

"Iya, Mas," jawab Cindy dengan suara yang lembut.

"Apa kamu sudah tidur?"

"Belum, Mas. Aku baru bersiap-siap," jawab Cindy. Kini dia duduk di atas ranjangnya.

"Bagaimana lukamu?"

"Sudah mendingan."

"Ya sudah beristirahatlah! Oh iya apa besok mau aku jemput saat kamu berangkat kuliah?" Tanya Devon.

"Tidak perlu, Mas. Aku ambil cuti sehari. Mas bagaimana tentang lowongan kerja yang aku tanyakan padamu?"

"Suruh saja Alan dan Irene datang ke kantor besok pagi!"

"Baik, Mas."

Setelah itu Devon berbaring di tempat tidur. Lalu terdengar suara memanggil namanya. "Mas Devon, Mas."

Devon membuka mata. "Bagaimana kamu bisa sampai ke sini padahal baru saja aku meneleponmu?" Tanya Devon dengan wajah bingung.

Cindy terkekeh mendengar pertanyaan kekasihnya itu. "Kamu ini lucu sekali, Mas. Aku merindukanmu makanya aku ada di sini."

Ucapan Cindy membuat Fevon tersenyum lebar. Ia tak mempermasalahkan lagi darimana datangnya Cindy. Laki-laki itu menarik tangan kekasihnya itu hingga tubuhnya terduduk di ranjang. "Oh ya? Buktikan!" Goda Devon.

Cup

Cindy mengecup bibir Devon sekilas. "Gitu?"

"Apa?" Tanya Devon lalu ia mencondongkan badannya dan merangkum wajah Cindy. "Kamu sangat cantik, sayang. Apakah aku bisa memilikimu malam ini?" Tanya Devon dengan gamblang.

Wajah Cindy berubah merah. Ia tentu saja malu mendapat pertanyaan tersebut. Cindy mengangguk malu-malu. Devon pun tersenyum setelah mendapat jawaban Cindy.

Devon mencium bibir Cindy dengan lembut. Cindy membalas ciuman laki-laki yang ia cintai. Mereka saling bertukar saliva. Tanpa disadari tangan Cindy mengalung ke leher Devon. Kepala mereka bergerak mengikuti irama ciuman yang begitu panas.

Setelah pias di bagian bibir Devon mencium bagian leher Cindy yang jenjang. Tangan Devon sudah masuk ke dalam bajunya. Suara era*ngan dan de*sah*an memenuhi ruangan tersebut. Ada perasaan yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.

"Aku suka dengan suaramu sayang." bisik Devon ke telinga Cindy. Cindy semakin meremang. Laki-laki itu membaringkan kekasihnya. Kini Cindy berada di bawah kungkungan Devon. Cindy memalingkan wajahnya yang kemerahan.

Devon mengulas senyumnya. Devon mulai membuka satu persatu kancing baju wanita itu. Tapi Cindy tiba-tiba menolak. "Tidak, Mas. Aku belum siap."

"Jangan begitu sayang, aku sudah siap memasukimu."

"Tidak, Mas. Aku tidak mau," tolaknya lalu menendang tubuh Devon hingga dia jatuh ke lantai.

Devon mengerjapkan matanya. Ia terkejut saat di dalam kamarnya tidak ada siapapun. "Shiit mimpi mesum," umpatnya kemudian ia bangun dari lantai sambil mengelus bagian pan*tat nya yang sakit.

Devon pun pergi ke kamar mandi ia ingin menuntaskan hasratnya yang tertunda. Ia mandi di bawah guyuran shower dengan air dingin untuk mendinginkan badannya yang panas.

"Aku tidak menyangka cintaku begitu besar padamu hingga kau masuk dalam mimpiku," gumam Devon pada saat mandi.

...🌼🌼🌼...

Hallo dears aku mau ingetin ya buat dukung karya aku dengan menonton iklan di kolom hadiah. Kalian nggak perlu mengeluarkan poin sepeser pun ya guys cukup tonton iklannya sampai selesai. GRATIS

1
Sativa Kyu
👍
JanJi ◡̈⋆ⒽⒶⓅⓅⓎ😊
betul
Nurhasanah
dasar Devon arogan, sebel aku sama si Devon
Nurhasanah
aku baca d sini, kok karakternya Devon itu kasar org y, GK suka sama cowok kasar
Ita rahmawati
baru mampir 🤭
Desi Nur
sayang tommy merelakan tpi terlambat seharusnya sejak awal klo tidak cindy dan devon sudah menikah dan nenek cindy masih hidup
Hanuna Fiza
Genre rumah tangga dengan cerita yang komplek
Tati Prabowo
cocok ...imut
AdindaRa
Aku ngebayangin Dio begini jadi geli sendiri dah kaaaak. Wkwkwkwk
AdindaRa
Bahagia itu sederhana ya, cukup dengan boncengan motor ajaa rasanya udah kayak dunia milik kita berdua 🤭
neny
yang pasti ada hubungannya sama hati masing-masing
Nirwana Asri
aku ♥️ banget sama kakak selalu ngikutin cerita ku terima kasih kak
neny
udah pasti Fikri yang jatuh dibogem alan
LYTIE
Keren novelnya 🥰🥰🥰🥰🥰
Merpati_Manis (Hind Hastry)
kisah yang menarik dan sayang untuk dilewatkan
Winda Rayhel
aduh terlalu berbelit yg ujung ujungnya ke situ juga jalan ceritanya
Nirwana Asri: terima kasih kak sudah mengikuti sampai bab sekian 🙏
total 1 replies
neny
ya iyalah ngambek....makanya mas Devon punya mulut tu kata kata untuk becanda disaring dulu biar bersih
neny
makan aja tu rasa balas Budi dan dipikirkan baik baik bagaimana tingkah laku kita terhadap orang lain
AdindaRa
Alamaaaak..

So sweeeet 😘😘😘

Kapan diresmikan???
AdindaRa
Denyut jantung ku berdebar 🎶🎶🎶
Nirwana Asri: aaa.... makasih jd pembaca setia
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!