Wanita lemah yang menjadi bidadari dihatiku.. aku mencintaimu dengan caraku sendiri..
menceritakan kisah seorang wanita yang terpaksa menikah dengan seorang pria kaya yang arogant.
(Musim Pertama, Musim Kedua, dan Musim Ketiga Novel Terpaksa Menikah hanya disini)
salam hangat dari
Adel 💘 Satya
Sasha 💘 Dave
Kyara 💘 Rey
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Kireina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TM 32
Malam di kehidupan
menua mereka, di dalam kamar ini masih teringat jelas kenangan indah keduanya
saat menghabiskan malam-malam yang sama dengan hangat.
“Kisah apa lagi
yang akan kau ceritakan? Aku sudah snagat mengantuk,” ucap Satya, dia menepuk
bantal tidurnya lalu rebahan.
“Kau sudah mau
tidur? Cerita ku masih belum selesai, loh, sayang?”
“Ceritakan
saja...”
***
Flashback on...
Rembulan menyapa, Adel masih sibuk berkutat dengan hpnya. Rambutnya
tergerai karena masih basah.
Pintu kamar yang mengarah ke balkon terbuka, angin malam menyibak lembut
rambut panjang hitamnya.
Satya Pun masuk kedalam kamar, segera Adel mematikan hp dan beranjak ke
atas ranjang untuk tidur.
"Kemari." Satya menepuk sisa bantal tidurnya.
Adel meletakan kepalanya di bantal yang sama, sedikit gugup namun berusaha
untuk menguasai kegugupannya.
Tangan Satya mulai meraba ditempat favoritnya, tak ada perlawanan
sedikitpun melainkan menerima setiap sentuhan tangannya.
"Bagaimana dengan pekerjaanmu di kantor?"
"Hari ini aku mendesain sebuah perhiasan," jawab Adel.
"Benarkah?" Adel mengangguk, "Seperti apa design mu? Aku
ingin lihat sehebat apa tangan kecilmu ini dalam mendesain sesuatu."
Satya mulai membuka kancing piyama Adel, memberi kecupan di bagian
sensitifnya.
"Aku ingin sekali melahapmu!"
Satya kembali keposisi nya untuk segera tidur, "Tidurlah, kau pasti
menguras banyak tenaga untuk membuat design itu, kan?"
"Em? Oh i- iya baiklah... selamat malam."
"Hanya selamat malam?"
"Hah?"
"Kau bahkan belum mencium ku." Satya menyentuh pipinya sendiri,
lalu menuntut ke bibir leher dan dadanya.
"Sebanyak itu?" Kesal selalu saja dituntut untuk memberikan
ciuman maut saat menjelang tidur malam.
"Kenapa? Sudah bosan? Bukankah kau sudah berjanji akan menjadi istri
yang penurut? Hanya sekedar ciuman dan kau langsung menolak?" rahangnya
mengeras, nafasnya menderu sebal.
"Aaaa.. tidak bukan begitu suamiku tersayang yang tampan nya sejagad
raya! Mengalahkan tampannya pangeran dari negeri antah berantah! Aku
cium ya, aku cium."
Muah! Muah! Masing-masing tempat sebanyak 3 kali.
"Lagi!"
Apa!
"Melotot saja terus sebelum ku congkel bola matamu!"
"Aaa tidak sayang, siapa yang melotot? Aku hanya tidak percaya jika
suamiku yang hebat ini sangat ketagihan dengan bibirku."
Satya mengecup bibir Adel cukup lama agar tak cerewet lagi, suaranya yang
cempreng membuat telinganya sakit.
Saking lamanya berciuman Adel sampai tersengal karena hampir kehabisan
oxygen.
"Kenapa suamiku selalu lupa diri saat sedang berciuman?"
"Cerewet! Cepat tidur sebelum gairahku bangkit."
Setelah menutup semua pintu dan mematikan lampu kamar Adel menarik selimut
menutupi tubuh mereka berdua.
***
Jam 01.15 dini hari.
Hp Satya bergetar, 3 kali panggilan masuk dan sebuah pesan dari Cecilia.
Rasa kantuk yang masih menghantui Satya meraih hp nya membuka pesan yang
dikirim untuknya.
"Aku hamil!"
"Berhentilah bersandiwara di hadapanku nona Cecilia Agatha!"
Ya! Saat Satya mulai menyebut nama lengkap mu itu artinya dia sedang berada
dalam mode emosi tingkat dewa!
Hanya perlu 1 dorongan lagi untuk melenyapkan orang yang tak disukainya.
"Kenapa kau mengatakan itu? Kau yang merenggut kesucian ku! Apa kau
lupa?"
"Milikmu itu palsu! Bahkan pria bejat sekalipun bisa tahu jika kau
sudah pernah melakukannya dengan pria mu yang sebelumnya!"
"Kau jahat sekali Satya! Lihat saja aku akan mengumumkannya dihadapan
publik!"
"Silahkan! Saat itu juga bersiaplah untuk hancur! Kau kira selama ini
aku tidak tahu setelah tidur denganku kau melakukannya dengan pria mu yang dulu?
Hebat sekali sandiwara mu! Aku memang salah karena telah memberimu kesempatan!
Ku peringatkan sekali lagi, menjauh lah! Aku bukan Ken Arjuna yang bisa dengan
keji melenyapkan seseorang saat pertama kali mendapatkan ancaman!
Berterimakasih lah karena aku masih memberimu kesempatan untuk menghilang
dengan sendirinya!"
Pesan terakhir dari Satya, segera ia memerintahkan Ken untuk memblacklist
nomor hp Cecilia dan menyiapkan semua bukti jika wanita itu tak mengindahkan
peringatannya.
Pelukan Adel membuatnya merasa tenang, hingga rasa kantuknya menyerang.
Tidur berpelukan hingga pagi menjelang.
maaf krang tertarik🙏🙏
bab selanjutx bersama lgi tpi gak ada rujuk