Bagaimana jika hubungan yang telah di jalin selama empat tahun terbentang oleh restu orangtua?
Apa harus terus bertahan hingga restu itu datang tanpa kepastian hubungan? atau memilih untuk mengakhiri hubungan dan menjalani kehidupan masing-masing? Atau malah memilih bertahan dan memantapkan hubungan itu meski harus melawan restu?
Begitu lah dengan kisah Kriss dan Delia yang hubungannya harus terombang-ambing karena RESTU.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na_Les, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Mendengar kata-kata Roy, Delia langsung mendongakkan wajahnya dan melihat mata Roy yang sedang menatapnya juga. Dari sorot mata Roy, Delia bisa melihat dengan jelas ketulusan dan cinta yang sangat besar untuknya. Tapi sayangnya Delia tidak ingin menyeret Roy ke dalam masalahnya lebih dalam lagi.
"Maaf Roy, aku gak bisa. Aku gak mau kamu terlibat dalam masalah aku." Ucap Delia.
"Kalau ini demi kebaikan kamu, keluarga kamu dan anak yang ada dalam kandungan kamu, aku gak jadi masalah Del. Aku siap."
"Roy, kamu tuh terlalu baik untuk aku yang hina ini!!! Aku gak yakin kalau keluarga kamu bisa nerima aku dan anak aku."
"Aku akan bilang kalau anak yang ada dalam kandungan itu anak aku! Orangtua aku gak seperti si Iblis tua itu Del. Apalagi kalau mereka tau kamu lagi mengandung anak aku, pasti mereka menerima kamu dengan baik."
"Gak Roy, aku gak mau!!! Biar aku cari jalan keluarnya sendiri." Delia masih kekeh menolak tawaran Roy.
"Dengan apa? Dengan menggugurkan kandungan, begitu?" Tanya Roy mengintimidasi.
"Aku juga gak tahu Roy!! Aku bingung!!"
"Del, lebih baik kamu pikirkan tawaran ku. Aku serius Del." Ucap Roy.
Delia kembali menundukkan wajahnya.
Melihat Delia menundukkan wajahnya, Roy tahu Delia membutuhkan waktu untuk berpikir.
"Pikirkan baik-baik tawaran ku Del. Dan aku harap kamu bisa mengambil keputusan secepatnya, karena perut mu semakin lama akan semakin membesar." Ucap Roy sambil mengelus kepala Delia.
Cup. Roy mengecup puncak kepala Delia.
"Aku pulang. Tenangkan lah hati dan pikiran mu, agar kamu bisa mengambil keputusan yang terbaik." Pamit Roy.
Setelah berpamitan, Roy pun keluar dari dalam kontrakan Delia.
***
Malam harinya.
Delia berbaring diatas ranjangnya. Ranjang yang menjadi saksi bisu percintaannya dengan Kriss hingga membuat Delia kini tengah hamil.
Ia menatap langit-langit kamarnya sambil memikirkan tawaran Roy.
Entah kenapa hatinya sama sekali tidak tergerak menerima tawaran Roy.
Delia mengambil ponselnya, ia membuka aplikasi YT dan membuka video-video tentang bayi.
"Iikh lucunya..." Ucap Delia gemas saat menonton video itu.
Melihat bayi-bayi yang menggemaskan dalam video yang ia tonton, Delia pun mengusap perutnya.
"Apa yang harus aku lakukan dengan anak ini? Kalau aku pertahankan, aku takut malu. Tapi kalau aku gugurkan, aku takut dosa." Lirih Delia.
Delia kembali berpikir langkah apa yang harus ia ambil.
"Baiklah, aku akan mempertahankan anak ini tanpa Kriss. Aku yakin, anak ini nanti akan membawa berkah untuk ku. Biarlah aku malu asal aku tidak menjadi pembunuh." Ucap Delia lagi.
Tok Tok Tok. Tiba-tiba saja pintu kontrakannya terketuk.
Delia melihat jam yang ada di ponselnya.
"Siapa yang datang malam-malam begini." Gumam Delia saat melihat waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
Delia pun turun dari atas ranjang dan memakai jubah sleepwearnya. Setelah itu Delia pun keluar dari dalam kamarnya.
Sebelum membuka pintu, Delia mengintip terlebih dahulu.
"Roy." Lirih Delia saat melihat sosok Roy yang ada di depan pintu kontrakannya.
"Mau apa dia malam-malam kesini?" Gumam Delia.
Delia pun membuka pintu.
"Udah tidur?" Tanya Roy saat Delia membuka pintunya.
"Baru mau tidur. Ada perlu apa?"
"Ini." Roy menyodorkan satu kantong plastik dengan logo A pada Delia.
"Ini apa?" Tanya Delia sambil mengambil kantong plastik itu dari tangan Roy.
"Lihat aja sendiri." Balas Roy.
Delia pun membuka kantong plastik itu. Mata Delia membulat sambil berkaca-kaca, hatinya terenyuh setelah tau apa yang Roy belikan untuknya.
Bersambung...