Cinta Datang setelah status mereka berubah, dari mereka sama Sekali tidak saling mengenal hingga akhirnya sebuah kata "SAH" membuat status laki lakinya dan perempuan berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Encha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32.
Rey berada di ruang Kerjanya bersama Abas, Mel tidak menceritakan kepadanya apa yang sudah terjadi.
" Jadi dia Orang tuanya Yogi,, "
" Benar Tuan, "
" Saya minta kamu cari tau semua tentang keluarganya, dan segera laporkan kepada Saya"
" Baik Tuan "
Rey bersandar dan memijat pelipisnya,, Wajah Mel, mata sembabnya sangat terlihat jelas dia tau bukan karena Mel yang masih menyimpan perasaan terhadap Yogi namun sudah pasti karena ucapan yang di lontarkan kepada nya hingga membuat Mel merasa sedih dan sakit hati.
Rey berjalan keluar,,
Dia akan menemani istrinya, dia tidak mau jika Mel terus bersedih.
Namun Dia tidak melihat Mel di kamarnya ataupun di kamar mereka.
Rey berjalan turun, Telinganya mendengar suara Mel yang berada di dalam dapur.
Dengan langkah nya Rey menuju dapur, dia melihat Mel berada di sana dengan beberapa pelayan yang terlihat sedang memasak.
" Seperti bini Potong nya Mba "
" Iya Nyonya,, "
Mel mengangguk dan kembali memotong sayuran,
Rey terus menatap istrinya yang sedang belajar memasak.
" Tu,-
Rey langsung memberi kode agar tidak memanggilnya,,
Pelayan pun mengangguk dan berjalan pergi.
Rey berjalan menuju ruang tengah, dia akan membiarkan istrinya memasak walau sebenarnya dia tidak mau Mel kelelahan, Ada banyak pelayan di rumahnya Untuk memasak dan membereskan rumah.
Setelah Sekitar satu Jam,,
Mel menatap masakan yang dia masak, goreng gorengan yang sedikit gosong juga beberapa masakan yang terlihat ancur membuatnya sedih.
Ini perdana baginya memasak namun hasilnya malah seperti ini.
" Semua ini kamu yang masak?" Ucap Rey
Mel mengangguk namun wajahnya malah terlihat murung.
" Hei ada apa, Kita makan sekarang ?"
" Tapi semua gosong "
Rey tersenyum dan menangkup wajah istrinya,,
" Tapi Saya begitu lapar, jadi kita makan sekarang ya "
Mel akan menahannya namun Rey malah Langsung mengambil dan memakannya.
Mel mengernyit dengan rasa masakannya, sudah pasti sangat hancur.
Rey menatapnya,,
" Jangan di makan " Ucap Mel
Rey menatap Mel dan menarik tangannya,,
" Saya tidak mau mengecewakan kamu Bee, Kamu telah berusaha memasak semua ini untuk Saya."
" Tapi Lihat bagaimana hasilnya,"
Rey tersenyum dan mengusap wajah Mel yang muram,,
" Tapi kamu sudah memasaknya untuk Saya,"
" Kita makan di luar saja " Ajak Mel namun Rey menahannya.
" Mas Rey " Ucap Mel membuat Rey menautkan Alisnya.
" Mas Rey ?" Ulang Rey dan Mel mengangguk.
Rey tersenyum dan beranjak,
Mereka berjalan keluar.
*******
Sarah memegang perutnya yang terasa sangat lapar padahal baru saja dia makan.
Dia pun melihat sebuah iklan makanan entah mengapa dia juga sangat menginginkan untuk memakannya.
Tangannya mengusap perutnya, ini pasti anak dalam perut nya yang menginginkan makan.
Sayang,,
Kamu pengin makan itu,, Kita telpon Papa ya Nak untuk membelikannya.
Sarah mengambil ponselnya untuk menghubungi Yogi,,
"Sorry, the number you have dialed is out of reach"
Sarah terus mencoba menghubungi nya namun tetap saja tidak aktif.
Sudah seharian ini Yogi tidak ada kabar, pesan yang dia kirim pun tidak sama sekali dia balas.
Sarah pun berjalan turun untuk mencari makanan, Perutnya benar benar terasa lapar.
" Non Sarah,, lagi ngapain Non."
" Bibi,, Aku lapar Bi "
" Loh bukannya Barus aja Non Makan, "
" Tapi Aku masih lapar Bi, Boleh tolong buatkan Mie instan Bi "
" Baik Non sebentar "
Sarah menunggunya di ruang tengah sambil masih terus mencoba menghubungi Yogi.
_____
Mel sudah bersama Rey di sebuah warung makan pinggir jalan, Mel meminta untuk makan di sana walau Rey sendiri menolak nya namun Mel tetap memaksa.
" Kenapa Mas Rey baru makan di tempat seperti ini ya ?" Ucap Mel
Rey tersenyum,,
Dia memang pertama kalinya makan di pinggir jalan.
" Mas Rey harus tau masakan di sini juga tidak kalah enak, sambalnya juga enak"
" Iya Bee,, tapi ingat jangan makan sambal banyak ingat Perut kamu."
" Em "
Tidak lama pesanan datang,,
Mel membulatkan matanya menatap dua lele goreng dengan sambal yang sungguh menggoda.
" Cuci pakai ini Mas,, " Ucap Mel menyodorkan sebuah mangkuk kecil berisi air.
" ini ?"
" Seperti ini "
Rey menatap Mel ,,
" Tunggu Bee,, " Tahan Rey saat Mel akan mulai makan.
Rey menarik Piring Mel ,,
" Aku suapi, Pasti masih ada duri tangan kamu bisa terluka jika terkena."
Mel menghela napasnya dan menggeleng,,
Dia pun hanya bisa menurut saat Rey menyuapi nya.
Beberapa orang yang berada di sana pun menatap kagum melihat bagaimana Rey memperlakukan Mel dengan sangat istimewa.
Yogi yang berada di jalan pun merasa kan lapar, perutnya terus berdemo.
Dia masih kecewa dengan Mamanya yang telah Bicara buruk tengah Mel.
Lapar banget gue,,
Mana gue males balik ke rumah lagi.
Ucap Yogi menatap jalanan, dia akan mencari makan di luar.
Dan matanya menatap dimana sebuah warung lesehan yang terlihat ramai.
Di sana ramai pasti makanannya enak, mending gue makan di sana aja lah.
Yogi menepikan mobilnya,,
Dia berjalan menuju warung lesehan,,
" Pa,, Saya pesen Satu Porsi Lele goreng sama Teh hangat "
" Baik Mas "
Yogi mengangguk dan mencari kursi Untuk nya duduk, Namun matanya menatap seorang wanita yang sangat di kenali nya berada di sana namun dia tidak hanya sendiri namun bersama seorang laki laki.
" Itu bukannya Imelda ?":
Yogi berjalan duduk di salah satu kursi yang tidak jauh dari tempat duduk Mel.
Yogi terus menatap mereka, Mel terlihat begitu bahagia apalagi Suaminya yang terlihat begitu peduli dan menyayangi nya.
" Silahkan Mas "
" Terima kasih Pa "
Yogi masih terus menatap mereka, Namun siapa sangka Mel juga menoleh.
senyuman yang sebelumnya Mel perlihatkan kini hilang saat dia menatapnya.
" Bee ada Apa ?" Ucap Rey.
Rey mengikuti pandangan Mel dan melihat adanya Yogi di sana.
" Gapapa Ko Mas ,, Aku mau makan lagi " Ucap Mel dan Rey mengangguk.
Rey memesan kembali satu porsi untuk istrinya, melihat Mel yang begitu lahap Rey tersenyum.
Selama bisa melihat Mel tersenyum bahagia, Rey akan melakukannya.
Hari semakin larut,,
Mel merasa sangat kenyang,,
" Kita pulang sekarang atau kamu mau kemana ?" Ucap Rey namun Mel menggeleng.
" Aku sangat kenyang "
Rey mengacak rambut Mel gemas, selalu saja istrinya menggemaskan seperti itu.
" Tunggu di sini, Saya bayar dulu "
Mel mengangguk dan menatapnya Jalanan yang ramai.
Rey membayar semua makanan mereka, di saat akan kembali tiba tiba Yogi memanggilnya.
" Tunggu " Ucap Yogi membuat Rey menoleh
" Saya perlu bicara sama anda "
" Apa yang ingin Anda bicarakan."
Yogi menatap Mel yang masih berada di kursinya,,
" Saya melihat jika Mel bahagia bersama Anda, Tolong jaga dia."
Rey tersenyum,,
" Tanpa Anda minta saya sudah pasti akan menjaganya dan membuatnya bahagia dengan terus tersenyum tanpa sedikitpun ada tangisan dalam hidup Imelda. Permisi "
Yogi menatap Rey yang menghampiri Mel,,
" Kita pulang Bee " Ajak Rey dan Mel mengangguk.
Rey mengandeng tangan Mel dan mereka berjalan melewati Yogi yang masih berdiri menatapnya.