Selalu mendapat hinaan dari sang bibi dan juga sepupunya, karena wajahnya di bawah rata-rata.
Akhirnya Karmila memutuskan untuk keluar dari rumah sang bibi tempatnya selama ini tinggal. Untuk mengejar impiannya mendekati Milano Justin pria baik yang pernah menolongnya, saat masih duduk di bangku sekolah dulu, dan Karmila mengklaim jika pria tersebut adalah suami masa depannya.
Sadar wajahnya di bawah rata-rata akhirnya Karmila memutuskan untuk mengubah penampilannya demi mendekati Milano Justin.
Namun saat Karmila sudah berhasil mendekatinya, ia mengetahui rahasia besar siapa Milano Justin.
Apakah yang akan di lakukan Karmila?
Tetap mendekatinya atau meninggalkan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaruMini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Signifikan
Milano yang sudah merebahkan tubuh Mil yang tidak sadarkan diri di jok mobilnya, hanya diam sambil menatap nya, sebelum menutup pintu mobil di mana dirinya baru saja merebahkan tubuh Mil di jok penumpang.
Bagaimana Milano tidak diam, kerena dirinya merasa bingung harus mengantar Mil ke mana, mengingat lagi dirinya tidak tahu di mana tempat tinggal Mil.
Dan tadi saat ingin menghadiri acara makan malam, Milano lah yang di jemput olah Mil, karena tadi Milano menyuruh Mil untuk membawa mobilnya pulang.
"Ya Tuhan aku harus membawa dia ke mana?" tanya Milano lalu menutup pintu mobil di mana Mil berada.
Dan Milano memutari mobil miliknya untuk menuju kursi pengemudi.
Setelah hampir satu jam mengendarai mobilnya Milano akhirnya sampai tempat tujuan.
Di mana Milano yang tidak tahu harus membawa Mil ke mana, akhirnya membawanya pulang ke rumah yang di tempati mama Feli dan juga dirinya setelah tidak lagi tinggal di apartemen pribadinya, saat dirinya dan juga mama Feli sudah berbaikan.
Kemudian Milano membopong tubuh Mil yang masih tidak sadarkan diri masuk ke dalam rumah, ketika pintu rumahnya tersebut sudah di buka oleh asisten rumah tangganya yang mengetahui jika sang majikan sudah pulang.
"Mila siapa yang kamu bopong?" tanya mama Feli yang kebetulan baru keluar dari dalam kamar untuk mengambil minum.
Dan sebelum sang putra menjawab, mama Feli yang penasaran dengan wanita yang di bopong langsung mendekati Milano.
"Mila bukannya ini–"
"Mil Ma," sambung Milano sebelum sang mama meneruskan ucapannya.
"Kenapa dengan dia?"
"Dia tidak sadarkan diri karena mabuk Ma, dan aku tidak tahu harus mengantar dia ke mana. Tempat tinggalnya saja aku tidak tahu, dan akhirnya aku membawa dia pulang," jelas Milano lalu melangkahkan kakinya menuju ke arah kamar tamu.
Tentu saja di ikuti oleh mama Feli dari belakang. "Kenapa dia bisa mabuk, bukannya kalian pergi menghadiri acara makan malam?"
"Ceritanya panjang. Lebih baik mama panggil Mbak untuk mengganti pakaian yang di kenakan nya. Aku begitu risih melihat nya,"
"Ya ampun Mila, lihatlah pakaian yang asisten pribadi kamu kenakan, ini sungguh sexy, dan mama perhatikan tubuhnya begitu indah, apa kamu tidak tergoda sama sekali?"
"Ma!"
"Mila, apa tubuh kamu tidak muncul getaran getaran atau apalah jika melihat asisten kamu ini?" tanya mama Feli yang ingin tahu apa yang di rasakan oleh sang putra.
Dan mama Feli berharap sang putra kembali normal seperti sedia kala, karena beberapa waktu lalu saat mama Feli mengantar Milano untuk melakukan terapi, dokter mengatakan mulai ada perkembangan namun belum signifikan.
"Ma, aku tidak ingin membahas sesuatu yang tidak aku suka,"
"Oke oke maafkan mama," sambung mama Feli yang tidak ingin sang putra marah kepada dirinya, jika terus membahas yang tidak di sukai oleh Milano.
Dan mama Feli pun keluar dari kamar tersebut, untuk menyuruh asisten rumah tangga nya, mengganti pakaian Mil dengan pakaian miliknya yang pasti muat di tubuh Mil.
Selepas kepergian mama Feli dari kamar, Milano yang masih berada di sisi tempat tidur di mana Mil berada, menoleh ke arah Mil yang baru saja mengigau.
Dan benar saja saat sudah menoleh ke arah Mil, Milano mendapati Mil membuka sebelah matanya sambil mengigau.
"Sayangku Mila mendekat lah, aku ingin memelukmu," ucap Mil yang sedang mengigau.
Mendengar apa yang baru saja Mil katakan, Milano mencondongkan tubuhnya untuk membangunkan nya.
"Mil bang–"
Bruk!
Milano tidak jadi meneruskan ucapannya, saat tiba tiba Mil menarik tangannya dan jatuh tepat di atas tubuh Mil yang terlentang.
Dan Milano yang ingin beranjak dari tempatnya tidak bisa ketika Mil memeluknya dengan erat.
"Mila sayang kamu sangat tampan, dan aku sangat mencintaimu," Mila terus mengigau dengan sebelah mata yang terbuka.
Milano tidak mempedulikan apa yang baru saja di katakan oleh Mil, karena dirinya tahu persis jika Mil sedang mengigau.
Dan Milano yang sudah bisa melepas pelukan Mil, ingin berdiri dari tempatnya, namun Mil menarik tubuhnya kembali hingga Milano jatuh kembali di atasnya, dan kali ini bibir ke duanya saling menempel.
Bersambung...................
dasar penjilat ... !!!
oke lah kalo begitu ....
hmmm... salah paham lagi deh ... 😂😂
kadang .. eh bukan kadang ya .. sering malah ...
orang2 tuh menilai negatif sama anak2 punk krn penampilan mereka.
padahal hati mereka bisa jadi lebih mulia dibanding emak2 tukang gosip yg bisanya julid aja ke orang ... ato dedemit2 yg penampilannya cantik tp sebenernya pelakor dj4l4n9 ....
good job mam Feli ... lope lope 💝💝🌹🌹💙💙🌹🌹
Milano cinta sama kamu apa adanya, Mil ....
dan dengerin penjelasan paman Anton yg ternyata mengetahui kebenaran ttg kecelakaan itu ...
nanya, tp gak mau denger penjelasan sampe tuntas..
picik, kamu Mil !!!
cepet kebongkar juga deh kalo selama ini muka dan badan kamu semuanyahasil oplas ... 🤪
bukan cuma perhatiannya, tapi juga kepekaannya ..
cepet bertindak, paman .. ✊️✊️
mending bicara dulu sama Milano ..
ato tanya deh ke paman Anton ..
pake otak Mil ... jangan cuma ngandelin otot ...
nnti kamu malah nyesel lhoh ...
emang nya Milano dan mama Feli gak penasaran sama nama lengkap istri / menantu nya ?