NovelToon NovelToon
Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa

Sekeping Asa Dalam Sebuah Rasa

Status: tamat
Genre:Contest / Cintamanis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:320.5k
Nilai: 5
Nama Author: Gresya Salsabila

Salsabylla Dela Vinci, wanita keturunan Indo-Prancis, memutuskan untuk melabuhkan hatinya pada Ghani Alghibrani, lelaki bijak yang hidup dalam kesederhanaan.
Lelaki itu datang di saat Bylla sedang rapuh. Sikapnya yang tulus berhasil meluluhkan hati Bylla.

Namun, belum sempat mereka menjalin cinta, keadaan memaksa Ghani untuk pergi. Ia meninggalkan Bylla demi merintis karier.
Seiring waktu yang terus berjalan, Ghani berhasil menjadi bintang, banyak yang mengagumi dan bahkan mengidolakan.

Jurang terjal mulai terbentang di antara mereka, kedudukan yang setara malah membuat keduanya berada di titik terjauh. Ketika tak ada lagi jalan untuk bersama, sedangkan hati masih menyimpan rasa yang senada, keduanya hanya menggantungkan asa pada takdir dan kuasa Tuhan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresya Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tentang Perasaan

Ghani terdiam, belum ada jawaban yang keluar dari mulutnya hingga sekian detik lamanya. Ghani hanya menatap manik biru yang teduh dan jernih. Ia mencoba menyelaminya hingga ke dasar, mencari makna atas kalimat yang baru saja diucapkannya.

Seakan tersadar dari lamunannya, kini Bylla menunduk, memutus tatapan antara dirinya dan Ghani. Tak lupa, ia juga menarik tangannya, dan menautkan di atas pangkuannya.

"Maaf, maksudku rindu kata-kata bijakmu. Berkat nasihat dan motivasi dari kamu, aku jadi semangat dan tidak rapuh lagi, terima kasih." Kata Bylla dengan gugup.

Ghani tersenyum sambil meraih tangan Bylla. Ia menggenggam kedua tangan Bylla dengan jemarinya yang kasar.

"Terima kasih sudah menyisihkan sedikit rindu untukku. Kau tahu, sejak pertama kali aku bersua denganmu, bayang tentangmu selalu menjelma dalam ruang rinduku," ucap Ghani sambil menatap Bylla lekat-lekat.

Sesekali Ghani memejamkan matanya, dan menghela napas panjang, guna menetralkan detak jantungnya yang tidak normal.

"Mak...maksud kamu?" tanya Bylla dengan gugup. Untuk pertama kalinya, ia merasa salah tingkah ketika berhadapan dengan Ghani.

"Di dalam rinduku, hanya ada sosok dirimu. Di dalam hatiku, hanya ada nama kamu. Sampai saat ini, aku memang belum pantas untuk menyatakan perasaanku, tapi kau tahu, rasa itu sudah lama tumbuh dan bersemi. Bylla, ada banyak hal yang ingin kubicarakan denganmu," jawab Ghani sambil tersenyum.

Bylla menunduk, menyembuyikan wajahnya yang semakin merona. Angin pantai tak mampu meredam rasa hangat yang mulai menjalar dari dasar hatinya. Mungkinkah Ghani mencintanya? Satu pertanyaan yang terus berputar dalam benak Bylla.

"Lusa aku akan pergi ke Jakarta," Ucap Ghani tanpa basa-basi.

Sontak Bylla langsung mengangkat wajahnya, dan menatap lelaki yang berada tepat di hadapannya. Ia tak peduli meskipun Ghani melihat wajahnya yang memerah, ia terlanjur kaget dengan kalimat yang baru saja dilontarkannya. Setelah memberikan harapan yang setinggi langit, tiba-tiba ia mengucapkan kata perpisahan, apa maksudnya?

"Bylla, aku kemarin bertemu dengan produser, dan katanya dia tertarik dengan suaraku. Aku akan mengikutinya ke Jakarta, aku ingin mengadu nasib, dan mencoba merintis karierku di sana. Doakan semoga semua ini berjalan dengan lancar, agar aku bisa mengikis perbedaan diantara kita," sambung Ghani sambil tetap menggenggam tangan Bylla.

Ia bernapas lega setelah mengutarakan semuanya.

"Aku tidak pernah menganggap kita berbeda Ghani, aku menerima apapun yang ada dalam diri kamu." Sahut Bylla dengan cepat.

Ia menurunkan sedikit harga dirinya, dan mengakui semua perasaannya. Berharap Ghani tidak pergi meninggalkannya.

"Aku hanya wanita lumpuh, aku masih tidak tahu sampai kapan aku bisa sembuh. Jika suatu saat nanti Ghani menjadi bintang, akankah dia memilih aku yang cacat?" Batin Bylla dalam hatinya.

Rasa takut mulai menyeruak dalam hati Bylla, takut jika kenyataan tidak sesuai dengan harapan. Meskipun dirinya bukan selebritis, namun sedikit banyak ia tahu tentang kehidupan mereka.

Sebagai seorang penyanyi, pasti dia akan sering berinteraksi dengan beberapa model untuk merilis video klip. Dan selain itu, dia juga akan sering berinteraksi dengan penyanyi wanita untuk kolaborasi. Dari berita yang sering Bylla lihat, banyak diantara mereka yang kemudian terlibat cinta lokasi. Akankah Ghani tetap bertahan dengan perasaannya, jika di sekitarnya dikelilingi banyak wanita yang jauh lebih sempurna daripada dirinya?

"Bylla, kamu kenapa?" tanya Ghani saat melihat Bylla diam sambil menggigit bibirnya.

"Aku...aku..."

"Katakan saja," sahut Ghani.

"Tidak bisakah tetap di sini saja, jangan pergi ke Jakarta," ucap Bylla dengan nada yang tertahan.

"Aku ingin memantaskan diri Bylla. Aku tahu kau tidak mempermasalahkan perbedaan kita, tapi sebagai seorang lelaki, aku juga ingin bertanggungjawab. Selain menjaga hatimu, aku juga ingin memenuhi kebutuhan hidupmu. Aku ingin menjadi orang yang berharga di depan keluarga kamu. Aku ingin menjadi orang yang bisa kau banggakan, dan juga kau andalkan, agar kau tidak menyesal menyandarkan hidupmu padaku," kata Ghani dengan panjang lebar.

"Tapi Ghani, aku takut." Ucap Bylla dengan pelan. Ia memejamkan matanya, menghalau air mata yang hampir merembas keluar.

Bylla tak bisa membayangkan, jika kejadian waktu lalu akan terulang untuk kedua kalinya. Ditinggalkan, ketika mimpi hanya tinggal sejengkal.

"Apa yang kau takutkan?" tanya Ghani sambil merapikan rambut Bylla yang berantakan karena tertiup angin.

"Jika kau menjadi penyanyi, akan ada banyak wanita yang mengagumimu. Akankah kau tetap pada perasaanmu, jika di sekitarmu banyak wanita yang sempurna. Sedangkan aku, kau lihat bagaimana kondisiku," jawab Bylla sambil menunduk.

"Apa kau tidak percaya padaku Bylla? Dengarkan aku, apapun yang terjadi, tetap kau yang ada dihatiku," ucap Ghani seraya melepaskan genggamannya.

Ghani meraih benda kecil dalam saku celananya. Lalu ia kembali meraih tangan Bylla, dan menyematkan cincin permata di jari manis Bylla.

"Ini adalah satu-satunya benda yang ditinggalkan oleh Ibu, ini cincin pernikahannya dengan Ayah. Meskipun cincin ini hanya imitasi, tapi ini sangat berharga bagiku. Dan sekarang aku memberikannya padamu, karena kau sangat berharga dalam hidupku. Bylla, pegang kata-kataku! Suatu hari nanti, aku akan kembali padamu. Melepaskan cincin ini, dan menggantinya dengan emas permata yang sesungguhnya. Disaat aku sedang memperjuangkan hal itu, tolong jaga ini untukku," sambung Ghani sambil mengusap cincin yang sudah melingkar indah di jari manis Bylla.

Detik itu juga, Bylla tak kuasa lagi menahan air mata. Buliran bening itu menitik begitu saja dari sudut matanya. Antara bahagia, terharu, dan juga gelisah, semua rasa itu berkecamuk dalam hatinya.

"Aku berjanji akan selalu menjaganya, dan kamu juga berjanjilah untuk tidak mengecewakan aku. Aku sudah memercayakan hatiku padamu, tolong jangan nodai itu," kata Bylla sambil tersenyum manis.

"Aku berjanji."

"Produser mana yang akan membawamu, Ghani?" tanya Bylla sambil menyeka sudut matanya yang basah.

"Produser yang menanungi Batas." Jawab Bylla.

Bylla seakan kesulitan menelan salivanya, ia tahu siapa Batas, band ternama yang akhir-akhir ini sedang naik daun. Lagi-lagi perasaan takut kembali menyeruak dalam hatinya, akankah kisahnya bersama Ghani berakhir bahagia, ataukah mungkin malah berujung luka?

Bylla menggigit bibirnya, ia sendiri belum terlalu paham bagaimana hubungannya dengan Ghani. Dikata bukan siapa-siapa, tapi lelaki itu sudah menyematkan cincin di jari manisnya. Dikata kekasih, tapi lelaki itu belum menyatakan cinta yang sebenarnya. Mereka hanya sekadar membicarakan perasaan masing-masing, belum ada kalimat 'aku mencintaimu' dan 'aku juga mencintaimu' apakah hal seperti ini bisa dikatakan sepasang kekasih? Entahlah.

"Jangan mengganti nomormu, nanti jika tiba di sana aku akan menghubungimu," kata Ghani yang kemudian dijawab dengan anggukan oleh Bylla.

***

Di tengah keremangan malam, hanya bertemankan sorot lampu kendaran yang berlalu lalang, Ghani berjalan menyusuri jalanan beraspal.

Sesekali senyuman tersungging di bibirnya, merasa lega setelah memberikan keputusan pada Tommy Dinata.

Baru saja Ghani menemui produser itu, ia mengiyakan ajakannya untuk bekerjasama, dan besok lusa mereka akan berangkat ke Jakarta. Ghani menolak kala Tommy menawarkan diri untuk merawat anak-anak asuhnya. Mereka belum lama kenal, Ghani merasa tidak enak jika terlalu merepotkannya. Lagipula masih ada Arron yang tinggal bersama mereka.

Ghani juga merasa lega, setelah berbicara dengan Bylla. Ia tak menyangka, jika dirinya berani menyematkan cincin itu di jari manis Bylla.

"Ya Allah, semoga ini menjadi awal yang baik bagi hubunganku dengan Bylla," ucap Ghani sambil terus melangkah.

Ghani mempercepat langkahnya agar segera tiba di rumah. Ia ingin menghabiskan waktunya bersama anak-anak, sebelum lusa harus meninggalkan mereka.

***

Dua hari kemudian, ketika sang mentari belum beranjak dari kaki langit timur. Ghani dan Tommy sudah tiba di Bandara Juanda. Ghani berdiri tegap, menatap burung besi yang akan membawanya ke kota seberang. Tommy memang sengaja memesan tiket penerbangan yang paling pagi.

Sebenarnya tempat tujuannya tidak terlalu jauh, namun entah kenapa hati Ghani sangat gelisah, seolah takut jika suatu saat nanti tak bisa kembali lagi ke kota ini.

Menjadi penyanyi, seperti apa kira-kira kehidupannya setelah itu?

Terbersit keinginan untuk mengubah keputusannya, namun semua sudah terlanjur. Semakin lama ia menatap burung besi itu, semakin ragu ia atas keputusan yang telah diambilnya.

"Ayo Ghani!" ajak Tommy yang baru saja membeli minuman.

"I...iya." Jawab Ghani dengan gugup. Sudah terlambat jika ia mengubah keputusannya sekarang.

"Ya Allah, semoga pilihanku ini benar," batin Ghani sambil mengikuti langkah Tommy.

Beberapa menit kemudian, Ghani sudah duduk di bangku, di dalam pesawat. Untuk pertama kalinya ia naik benda seperti ini. Gugup, takut? Tidak, yang ada dalam benak Ghani hanyalah resah dan gelisah. Ia seakan berat meninggalkan kota yang sudah ia pijak sejak belia.

Tak lama kemudian, Ghani merasakan getaran pesawat yang mulai lepas landas. Ia memejamkan matanya, dan terus berdoa semoga pilihannya tidak salah.

"Ya Allah, kuatkan hatiku, dan mudahkanlah jalanku. Arron jaga anak-anak dengan baik, aku percaya padamu. Bylla tunggu aku kembali," batin Ghani sambil mencengkeram secarik kertas yang bertuliskan nomor telepon Bylla.

Bersambung...

1
S IE YU
bagai mana dengan kbr andra?
gaby
Halah Melani omong doang, nyatain cinta tapi Ghani beli soto mbayar, kasih gratis dong kalo emang cinta. Lagian kan itung2 amal sm anak2 terlantar di panti. Melani pelit, pantesnya pny jodoh org pelit jg.
MFay
ayo berakhir bahagia semua Thor
Lulu Nais
thor,,semua karyamu sudah aku baca..ad brp yg ku baca membuatku menangis..
karya mu thor lain dari yg lain.keren n bgus😘😘😘😘
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih banyak kakak🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
total 1 replies
Dewi Sariyanti
sebenernya reymond itu baik, dasarnya aja kena pengaruh orang tua yg jahat
Dewi Sariyanti
Kamu kan nyarinya yg fisiknya sempurna rey, udah dapet kan plus dapet bonus anaknya 😁
Dewi Sariyanti
pasti cuplikan yg awal itu pas ghani hilang kabar, bylla mau nikah sama ruben
Dewi Sariyanti
Aq gemes bgt pengen nonjok reymond. Dr awal waktu muncul sania pas jemput bylla yg mau pesta ulang tahun, aq kyak udah ada firasat, sania ini sahabat yg bakal menghianati bylla, ternyata benar kan.
Dewi Sariyanti
Si mika ini egois dan bermuka dua, di depan orang tua bilang takut kakaknya khawatir, tp dlm hati sebenarnya gk mau kalo kakaknya ada kasih sayang orang tua di bagi, ya namanya sama2 anaknya ya harusnya adil, bylla anaknya mama papa mu jg kok mika.
Dewi Sariyanti
Aku rasa si mika ini punya penyakit parah, trus ngelarang orang tua nya buat kasih tau bylla.
Jong Nyuk Tjen
terimakasih thor , bnyk kalimat2 yg sangat bermakna d bab ini .
Jong Nyuk Tjen
ceritanya bagus thor , beda am cerita yang lain. Biasanya yg tajir itu s cowok tp kali ini yg tajir s cewekny .
Jong Nyuk Tjen
tlng tny thor , buku2 ny ad d NT ga ya ?
IG👉Salsabilagresya: nggak ada kak, hanya ada buku cetaknya aja. Kapan hari ada beberapa sampel bab di sini, tapi sekarang udah kuhapus
total 1 replies
Rini Haryati
keren dan mantap
Bundanya Robby
mampir ya Thor semangat 💪💪💪
IG👉Salsabilagresya: mkasih banyak kakak
total 1 replies
Mega
haisss,,, maaf thor aku jd ngk suka sm tokoh utama perempuannya,kesannya kayak perempuan gampangan,gampang bgt pindah2 ke hati laki2,apa segitu ngk lakunya atau gimana ya,perempuan itu HARUS punya rasa gensi dan egois walau pun dikit,tp di sini ngk ada sama se x,yg ada mlh kayak ngk laku jd mau sm laki ini sm laki itu,,, haisssss,,,,
Mega
mika org yg tdk mau bersyukur,begitu banyak yg menyayangi dia,tp dia berfikir picik,pengen semua di ambil tp ngk sadar diri,maaf bukan mendoa kan tp kl udh tau dia punya penyakit buat apa di bikin kacau semua,,,, pdhl mereka pd sayang sm mika tp kelakuannya tdk sadar,,, dgn berbuat bgni yg ada malah bencu karna sengaja memisah kan kasih sayang org2 terdekat dia,,,,
🌻Ruby Kejora
Sukses ya buat kk😍... Ga nambah karya baru, kk...
IG👉Salsabilagresya: Terima kasih banyak, Kak. Insha Allah bulan depan, Kak, sekarang masih namatin yg noda
total 1 replies
Siti Fatimah Fatimah
sweet banget 😊😊😊😊
Siti Fatimah Fatimah
bayi impor nih🤭🤭🤭
IG👉Salsabilagresya: hehehe
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!