Nadia adalah gadis pintar, penurut dan ceria, tetapi sejak mama nya meninggal dunia, ketika nadia ditinggal papanya sebentar kejadian demi kejadian membuat nadia frustasi dan membuat kesalahan besar. sehingga ia harus menikah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mumtazah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tausyiah
setelah mengantar makanan, zaka dan badrun disuruh duduk menemani nadia makan. karena nadi juga membeli beberapa makanan ringan.
mereka bertiga terus saja tertawa. sampai alif bangun.
alif berjalan menghampiri nadia, zaka dan badrun yang sedang duduk di sofa "hai ini sudah jam 12, kenapa kalian tidak bersiap. jam 1 kita akan langsung ke masjid"
zaka "baik gus, kita akan mandi dulu"
alif "kalian ganti baju di kamar mandi"
badrun "siap gus"
zaka dan badrun bergantian untuk mandi sedangkan alif melanjutkan tidur di pangkuan nadia. nadia terus memakan makanan nya sambil menonton tv.
sebenarnya panitia memesan dua kamar yang ada di filla kecil tersebut. cuma kamar satu nya masih di renovasi karena kemarin malam tiba-tiba ada asbes yang ambrol. katanya nanti sore sudah bisa di tempati.
setelah bandrun dan zaka selesai mandi, mereka bersiap untuk sholat. sedangkan alif juga bersiap. hanya nadia masih duduk santai karena menunggu badrun dan zaka keluar kamar. baru nadia akan bersiap.
setelah 1 jam, panitia datang untuk menjemput mereka.
nadia "sayang aku pakai gamis hitam ini ya"
alif "iya, sudah cepat. kita di tunggu diluar. pake sepatu yang aku belikan kemarin malam, jangan pakai sendal"
nadia "baiklah, tunggu aku di luar, sebentar lagi aku selesai"
alif berjalan keluar, nadia juga berjalan berada di belakang alif agak jauh.
nadia "mas tungguin nadia"
alif menoleh dan langsung terpesona melihat nadia memakai gamis syar'i hitam dan memakai jilbab panjang.
alif "MasyaAllah, cantik sekali istrinya gus alif ramadhan ini" sambil Menggandeng tangan nadia.
nadia "Terima kasih gus alif ramadhan. ehh mas.. apa aku benar-benar cocok pakai ini. nadia baru kali ini pakai gamis dan jilbab panjang. soalnya nadia biasa pake pasmina dan segi empat saja"
alif "benar-benar cantik sayang"
alif menggandeng tangan nadia menuju mobil. semua panitia memuji kecantikan nadia yang begitu terlihat natural. semua panitia meminta berfoto dulu bersama pasangan pengantin baru ini. alif juga meminta badrun untuk memfoto mereka berdua. nadia melingkarkan tangan nya di tangan alif tangan alif satunya memengan tangan nadia. setelah itu mereka berangkat ke mesjid.
didalam mobil alif terus memandangi nadia.
nadia "kenapa sayang? ada yang aneh?"
alif "enggak kok sayang, mas sekarang khawatir"
nadia "kenapa?"
alif "adek begitu cantik, mas takut jika wajah adek mengundang syahwat bagi mereka yang melihat adek, apalagi nanti prosesi tanya jawab ada laki-laki dan perempuan juga"
nadia "terus gimana mas, adek di mobil aja ya. gak ikut keluar"
alif "mau pakai cadar?"
nadia "enggak mas, kalau kesitu adek belum berani. takut gak bisa istiqomah. dan belum siap"
alif "baiklah, mas gak akan maksa"
nadia "yang melihat nadia cantik itu hanya mas saja, orang lain bilang biasa saja kok. seharusnya mas yang pakai cadar. banyak ukhti ukhti yang mengagumi mas, DM mas chat di line" nadia mencoba mengalihkan pembicaraan
nadia "tanya badrun dan zaka, apa aku ini cantik seperti yang mas katakan. zaka badrun jawab"
zaka "ehh... iya gus jangan khawatir, itu hanya pandangan gus saja"
alif "apa kamu bilang, jadi katamu isriku jelek gitu"
semua pun tertawa...
setelah 15menit perjalan, mereka sampai di depan masjid. alif meminta kepada panitia agar nadia di antar duduk bersama jamaah perempuan, dan mohon untuk ditemani.
alif pun duduk di kursi depan menghadap para jamaah. dan langsung memandang istri nya yang duduk dibarisan depan para jamaah wanita.
alif memulai tausyiah nya dengan sesekali melihat istrinya. penyampaian nya yang ringan dan cepat diterima membuat alif sangat digemari banyak orang. 1jam sudah berlalu dengan cepat, alif menyudahi tausyiah nya dan tersenyum lebar ke istrinya. MC yang mengetahui nya langsung menggoda alif dan semua tertawa.
banyak jamaah yang ingin berfoto dengan alif. begitupun jamaah perempuan, semua berebut foto dengan nadia.
apa ini, sepengaruh inikah ke kehidupan ku. mereka berebut foto denganku, berasa aku ini artis hahahaha.. batin nadia.
alif slalu menolak jika berfoto dengan perempuan. kecuali kemarin saat ada di mall. alif mau karena ada nadia yang juga ikut foto bersama.
karena kaum laki-laki tak seheboh perempuan. alifpun menghampiri nadia dan menggandeng tangan nadia.
alif "maaf ya teman-teman, kita harus pergi, semoga kita diberi umur panjang biar bisa bertemu kembali" alif mengajak nadia pergi.
ko lama up nya...🙃🙃