NovelToon NovelToon
ORANG KETIGA

ORANG KETIGA

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Zian Bachri

Kisah ini hanyalah fiktif belaka. Sekedar untuk hiburan.

***

Ari seorang pemuda tampan penakluk wanita, suatu hari bertemu dengan gadis yang tak mudah ia taklukkan. Ia pun jatuh hati pada gadis polos bernama Vidya. Kesederhaan Vidya telah memikat hatinya dan iapun menikahi sang gadis.

Namun ternyata pernikahan tak mampu menghentikan petualangan cintanya. Ia merasa hambar dengan perasaannya terhadap Vidya. Diana, mantan kekasih terindah yang tak mampu ia hapus dari ingatannya, telah hadir menjadi orang ketiga dalam biduk rumah tangganya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zian Bachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah Surat Undangan?

"Nanya Apa, Mey?"

"Kamu kenal kan, perempuan dalam foto ini?" tanya Mey sambil ia memperlihatkan sebuah foto dilayar ponselnya, foto seorang laki-laki sedang memeluk seorang perempuan.

Ya tentu ia mengenal siapa perempuan dalam foto itu.

"Ini mantan kamu itu kan, Ri?"

Ari diam tak menjawab.

"Bener kan, Ri?"

Yang ditanya hanya mengangguk.

"Lihatlah perempuan ini, perempuan yang sama yang juga menjadi orang ketiga dalam pernikahanmu" ucap Mey seraya meletakkan ponselnya di meja, wajahnya terlihat muram.

"Siapa laki-laki itu, Mey!" tanya Ari, ia sudah tak kaget lagi dengan perempuan dalam foto itu.

Mey menarik nafas berat "Dia suamiku"

"Loh..??"

"Panjang ceritanya, Ri. Aku bercerai dengan suami pertamaku, kemudian menikah lagi dengan pria itu"

"Sebentar, sebentar..sepertinya aku inget siapa laki-laki itu?" Ari tampak mengingat-ngingat.

"Hmmm..kalo tidak salah, sebelum aku menikah dengan Vidya, pria itu adalah tunangan Diana"

"Tepat sekali. Yang aku tau, wanita ini selain mantanmu, dia adalah mantan tunangan suami keduaku" ujar Mey kecewa.

"Kalian kenapa sih, kaum laki-laki tidak puaskah dengan satu wanita?tidak bisakah kalian setia pada satu hati??" Mey tampak mulai terisak.

"Haruskah pernikahanku gagal lagi dengan permasalahan yang sama?" ucapnya tersedu.

"Sabar ya Mey. Entahlah!" Ari tampak menghela nafas. "Aku sendiri tak bisa menjelaskan, kenapa kaum pria itu mudah sekali tergoda. Pria itu..." Ia menjeda kalimatnya.

"Pria itu boleh dibilang mahluk egois. Permasalahan seperti ini sebenarnya bukan salah pria 100%. Ada juga kaum perempuan yang, yaaaa...sebutlah macam Diana itu, Dia yang menjerat kami. Ya kami kaum laki-laki hanya mikir kesenangan sesaat, tak berpikir masalah yang akan di hadapi setelah itu. Sejatinya kaum suami itu mencintai keluarganya, sejatinya dia tak mau keluarganya hancur, hanya saja dia dengan mudah menuruti hawa nafsunya. Ya bener, andai kita sama-sama mematuhi perintah agama, kita akan mampu menghindar dari dosa. Misal semua wanita itu taat pada agama, begitupun andai laki-laki taat agama, menjaga sholat, menjaga iman, menjaga pandangan, pasti tak akan mudah tergoda. Kini aku paham, bahwa sedari kecil manusia itu memang perlu di didik dengan bekal agama yang kuat, perlu mendisiplinkan anak sholat lima waktu sejak mereka umur 7 tahun, persis seperti yang dilakukan Vidya pada anak-anak kami, supaya ketika mereka dewasa ia sudah terbiasa melakoni hal baik yang menjadi kewajibannya, agar tertanam dalam otak dan hatinya tentang perintah-perintah yang wajib dikerjakannya, karena jika anak sudah terlanjur dewasa dan belum disentuh dengan pengetahuan agama, maka susah untuk mengaturnya, seperti aku ini, dan seperti Diana juga. Bukan aku tak tau bahwa ini dosa, aku tau segala perbuatanku ini adalah dosa besar tapi rasanya aku tak mampu melawan bila wanita-wanita itu datang, karena kurangnya bekal ilmu yang ku perolah saat aku kecil" Mata pria itu menerawang

"Sejujurnya dulu aku justru menikmati setiap wanita-wanita nakal itu mendekatiku. Kini aku mulai menyadari, tak ada yang lebih baik dari Vidyaku. Dari awal aku mendekatinya, lalu memilihnya, aku tau dia yang terbaik, tapi..entah kenapa aku tak mampu menolak segala godaan yang datang padaku. Mungkin disitulah yang namanya setan berperan selalu menggoda manusia, dan harusnya iman lah yang mampu melawan. Aku akui, imanku tak cukup untuk melawannya. Itulah kesalahanku" kembali Ari tertunduk lesu.

"Memang iman manusia itu naik turun, Ri. Makanya perlu untuk mengupgrade nya setiap waktu, dengan sholat lima waktu, membaca Alqur'an, mengikuti majlis ilmu, dan lain-lain agar tak ada celah setan untuk masuk"

"Iya, Mey. Makanya Aku sangat bersyukur memiliki istri seperti Vidya, dia selalu mengingatkanku akan hal itu, dan kini aku sadar bahwa aku tak mampu menjaga perhiasanku yang paling berharga itu, Ya Vidya layaknya perhiasan yang paling berharga bagiku" panjang lebar Ari mencurahkan segala isi hatinya.

"Semoga tidak terlambat bagimu untuk memperbaiki diri" ucap Mey

"Sebagai sesama lekaki, aku memberi saran Mey, bicaralah dengan suamimu, jika ia menyadari kesalahannya, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, maka maafkanlah suamimu, namun jika ia justru menikmati perselingkuhannya, maka tak ada harapan, sepanjang kau tak melihatnya, maka dia akan terus mengkhianatimu" tampak gurat-gurat penyesalan di wajahnya.

"Seperti yang kau lakukan pada Vidya?" selidik Mey.

Ari hanya tertunduk tak menjawab mendengar pertanyaan Mey.

"Ri, aku menemukan Transfer di I-banking suamiku, ia memberikan sejumlah uang pada Diana usai mereka bertemu, apakah semacam dia menjual diri?begitukah yang dia lakukan padamu?kau menidurinya dan memberi sejumlah uang untuk jasanya?"

"Tidak! selama ini aku tak pernah memberinya jasa. Dia yang selalu datang padaku tanpa aku minta. Yang kutahu, sejak dia bekerja di Malang, selain bekerja normal seperti pada umumnya, malamnya dia juga kerja di dunia malam. Makanya kehidupannya berubah drastis, dia menjadi lebih glamor, bodohnya aku, aku masih menganggap diri ini mencintainya" Ari tampak frustasi.

"Kenapa rumah tanggaku dan Vidya direcoki perempuan ini?"

"Entahlah, Mey. Bahkan aku sudah tak pernah berkomunikasi lagi dengannya. Aku terakhir menemuinya saat Meeting di malang beberapa waktu yang lalu, aku tak mengajaknya bertemu tapi dia yang datang, salahku memang pernah memberitahu bahwa aku ada jadwal Meeting di kotanya, dan tak kusangka dia mencatat tanggal meetingku dan kemudian datang menemuiku. Bahkan kita mengalami kecelakaan waktu itu, syukurnya aku tidak mengalami luka parah, dari kejadian itu aku menyadari, bahwa maut bisa datang sewaktu-waktu, aku berusaha berubah, tapi justru aibku terbongkar saat aku ingin memperbaiki diri" ucapnya tertunduk.

"Berdoa saja semoga Vidya mau membatalkan..eee...maksudku mau memaafkanmu" Mey seperti keceplosan mengucapkan sesuatu.

Tak lama pesanan bebek sanjay mereka telah tersaji di meja. Merekapun menikmati makan siang.

☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️☘️

Sepuluh hari berlalu tanpa kehadiran Vidya di rumah mereka. Sungguh ini terasa bagai siksaan baginya. Merapikan sprei pun ia tak bisa, rumah berantakan bak kapal pecah. Ia mulai frustasi. Rasa kangen kepada istri dan anak-anaknya itu tak bisa lagi dibendung. Saat lelah sepulang kerja, ia hanya termangu seorang diri di rumah, ia menelfon nomer sang istri tapi sudah tak bisa lagi tersambung. Biasanya bisa tersambung tapi tak bisa diangkat.

"Vid..jangan hukum aku seperti ini" lirihnya pada sendiri.

Iapun segera memutar nomer sang Mama Mertua.

"Haloo, Assalamualaikum, Nak" suara disebrang sana.

"Halo, Ma. Waalaikumsalam. Vidya ada Ma, Ari mau bicara"

"Ada, sebentar ya, Mama panggilkan"

Lama sekali, tak ada suara di sebrang sana.

"Nak, Vidya tak mau bicara. Sebenarnya ada apa dengan kalian ini" tanya Mama mertuanya.

Ari hanya mendesah tak mampu menjawab.

"Papaaaaa...papaaaaaa...Ay mau bicaya sama papaaa...Ay tangen papa, yepaskan, yepas Mama, Ay mau nomong cama papa (Papa..Papaaaaa..Al mau bicara sama Papa, Al kangen Papa, lepaskan..lepas Mama, Al mau ngomong sama Papa)" terdengar suara tangis Al dari sebrang sana. Seolah sedang ada seseorang yang menghalangi untuk berbicara via telfon dengannya.

"Sini sayang, Al mau ngomong sama Papa ya?" terdengar sang Mama mertua berbicara kepada cucunya.

"Hayo Papaaaaa....huaaaaaa...Papaaaaa...huaaaaa...huaaaaaaaaaa...ay tangen cama Papaaaa..ay mau puyang cetemu Papa tapi cama mama ndak boyeh... Huaaaaa (Halo Papa...huaaaa...Papaaaaaa.....huaaaaa...huaaaaaaa...Al Kangen sama Papa..Al mau pulang ketemu Papa tapi sama Mama ndak boleh..Huaaaaa)"

tangis anak kecil berusia 4 tahun itu meledak.

Perih hati Ari mendengar rengekin anak lelakinya itu. Betapa ia juga merindukan anak-anaknya.

"Pa...Papaa...Aira juga kangen sama Papa, Aira pengen pulang, Aira pengen ketemu Papa, tapi Mama ndak mau pulang, Pa. Papa kesini ya Pa?Aira sama Adek kangen Papa" Kembali terdengar rengekin dan tangis dari gadis kecilnya.

"Mama bilang gak boleh, ya gak boleh, KALIAN HARUS NURUT SAMA MAMA!

"Mama..tapi Ay tangen papa..mau bicala cama Papa?!

"Kalo ga nurut, Mau Mama pukul, Hah?" Samar terdengar suara Vidya memarahi dan berdebat dengan dua buah hatinya di ujung telfon sana. Vidya benar-benar tak mengijinkan kedua anaknya untuk sekedar berbicara dengannya.

Hatinya bagai teriris mendengar semua perdebatan yang dia dengar, timbul rasa nyeri di dada, seolah aliran darah membawa rasa nyeri itu menjalar ke seluruh tubuhnya.

Mendengar suara tangis anak-anak yang begitu merindukan kehadirannya, namun justru dihalangi oleh Mamanya mereka sekedar melepas rindu. Mengapa hati Vidya menjadi sekeras ini?Beginikah cara Vidya menghukumnya?Manjauhkannya dari anak-anak?

Kembali terdengar suara gaduh di sebrang sana. Lalu panggilan telfon pun Terputus. Ari mencoba menghubungi kembali nomer mertuanya namun tak ada lagi nada sambung, Ya nomernya kembali di blokir oleh Vidya hingga ia tak bisa lagi menghubungi nomer Mama mertuanya itu.

"Agrhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh..." Ia menjerit sambil menjambak rambutnya kasar. Ia merebahkan tubuhnya kasar di atas ranjang.

"Vidddddddd.....plissssssss..aku mohon jangan hukum aku seperti ini, mereka anak-anakku, mereka darah dagingku" pekiknya seorang diri.

Jam telah menunjuk pukul 07.00, ia kini enggan untuk berangkat kerja. Ia menimbang-nimbang untuk segera menyusul anak-anaknya ke Makassar, namun tak mungkin ia cuti dalam jangka waktu lama dengan waktu yang berdekatan, sementara baru beberapa hari kemarin dia sudah cuti selama 5 hari.

Dengan malas dia segera bersiap ke kantor, tak lagi semangat ia menjalani hari-harinya.

Jam 4 sore dia pulang ke rumahnya yang kini tak lagi nyaman itu. Rumah itu kini terasa bagai rumah kosong yang angker baginya. Saat membuka pintu pagar, dia melihat ada sebuah Amplop kecil berwarna coklat dengan Kop bertuliskan 'Pengadilan Agama Pasuruan' tergeletak begitu saja di halaman rumah.

Hatinya berdesis, dengan tangan gemetar ia segera memungut Amplop tersebut, segera membuka isinya dan saat kertas putih itu keluar dari amplop, tulisan pertama yang terbaca olehnya adalah SURAT PANGGILAN (RELAAS) SIDANG GUGATAN CERAI.

Bersambung

Jangan lupa dukung terus author ya biar semangat nulisnya. like berserta komen itu bikin author bahagia banget lo..apalagi bantu vote, bikin author berbunga-bunga. hihi..🌹🌹

Salam hangat untuk pembaca tercinta. Semoga diantara kita tidak ada yang bernasib seperti Vidya atau Mey. Wanita-wanita model seperti Diana dan Dista semoga musnah dari muka bumi. Aamiin

1
Densi dama Yanti
lanjut Thor
Cis Siu
sumpah cerita ini banyak memberiikn kita pelajarannya tentang artii sebuah kesetiaan
Zian Bachri🍁: terimakasih atensinya kakak...support author ya..lg kehilangan ide nih..huhu
total 1 replies
Cis Siu
bagus
Dewi Maqil
sangat bagus cerita nya kena ke hati
angel
alurnya munafik
angel
sy malah gk respek Ama kakaknya ...sok jd kakak yg benar ..gk ada yg benar di dlm ceritan ini bawahan agama Mulu ..munafik
angel
nasehat gk masuk akal ..org bodoh yg mau ikut saran macam gt...hadeeeh pelajaran apa nih
angel
cerai aj kog ribet
angel
bolak balik aj
angel
kenapa sih di cerita novel2 kebanyakkan kaum hawa yg tidak boleh ini itu tp lakinya fine2 aj ngelakuin dan klu sdh gk suka langsung talak ...maaf yaaa sy emang kurang gerti soal agama ...tp di satu sisi si kaum hawa slalu di bilang bawaannya dosa ..gk layani laki dosa ,padahal jelas2 lakinya main celup sana sini dan ...
ine
Luar biasa
momnaz
Udah lama aku cari novel yg kayak gini kisah nya realistis gak halu berlebihan....
Zian Bachri🍁: Tengkyu 🙏
total 1 replies
Della Avista
Sorry author, numpang lapak yah.
Yuk baca karya pertamaku " Aku Seorang Mafia" silahkan cek di profilku. semangat berkarya author ♥️
kavena ayunda
giliran dista dpet karma
kavena ayunda
laki bejat minggat aja sana
dian w
aroma2 ari mau selingkuh lagi.
🌻Ruby Kejora
Q mampir kak dan udah q favorotin karya kk😊
Indah
thor kpan up lg
Rabiatul Addawiyah
wah.. jgn2 vidya dipaksa neh utk terima Seruni jd istr Ari, demi menolong Seruni dr penyakitnya biar bisa sembuh.
Apriyanti
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!