Hana Yori putri dari pengusaha Yori. dia sudah tak memiliki ibu dan ayah, dia hanya hidup berdua dengan Gege yang sudah memiliki istri dan putra. saat itu Hana melihat mobil yang melaju kencang ke arah keponakan yang berumur 7 tahun
"Yosa...." teriak Hana dan mendorong tubuh keponakan nya agar tak tertabrak tapi sayang mobil itu menabrak tubuh Hana Yori dan terlempar sekitar 10 meter
"HANA......" teriak histeris Gege nya yang bernama Yohan. dia terkejut saat mendengar teriakkan sang adik yang menyebutkan nama Putranya istri Yohan segera mendekati Yosa putra nya sedang kan Yohan berlari mengejar tubuh adiknya yang sudah terkapar di tengah jalan raya. sedangkan mobil yang menabrak dia sudah di hentikan para warga
"Ha Hana.. Gege mohon bangun dik, jangan buat Gege takut" tangis Yohan sambil memeluk tubuh adik nya yang sudah tak sadarkan diri
Saat tangan nya memegang tangan untuk memastikan nadi sang adik dia tertegun
"TIDAK..
Cie penasaran ya 🤣 yuk mampir kecerita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
소외된 마을 돕기
Mei Hui Ming dan Gegenya pun sudah pergi ke desa yang di luar kekuasaan Kaisar Ming, Chyen Ming yang selalu disisi sang adik pun tak pernah meninggalkan adiknya sedikit pun. Chyen Ming akan selalu membawa Mei Hui Ming kemana pun saat mereka sedang di luar dari istana, Kaisar Ming sudah ngewanti-wanti agar putra nya tak teledor saat di luar istana.
"Gege tita belada di deca mana ini? tenapa deca ini belaca cepelti tubulan, cepinya butan main" bisik Mei Hui Ming. Chyen Ming pun mengangguk dia setuju dengan ucapan sang adik, dia melihat sekitar setiap rumah yang terbengkalai dan tanah pun kering.
"Pengawal Vu.... lihat sekitar, aku tak ingin adik ku kenapa-kenapa karena kelalaian kita" ucap Chyen Ming. Pengawal Vu pun mengangguk dan membawa beberapa prajurit untuk melihat sekitar, pengawal Vu pun mencari rumah kepala desa. Pengawal Vu dan lima prajurit menelusuri desa sepi ini, tak ada satu orang pun yang mereka ketemui. desa ini seperti desa mati.
"Yang Mulia, desa ini tidak berpenghuni... semua rumah sudah kami lihat, tidak ada satu orang pun di desa ini" lapor pengawal Vu dan lima prajurit. Mei Hui Ming memiringkan kepalanya, dia merasakan hawa kehidupan di desa ini. kalau tidak ada orang, bagaimana ada hawa kehidupan yang pekat.
"Talian benal-benal cudah melihat cetital cini? Atu melacatan tehidupan yang tental di deca ini.... bagaimana bica tat ada Olang cepotong pun?" ucap Mei Hui Ming. Chyen Ming mendelik mendengar ucapan sang adik, para prajurit pun langsung Merinding mendengar orang sepotong bagaimana bisa.
"Mei mei jangan bicara sembarangan.... bagaimana ada orang sepotong di desa ini, nanti dia di kira hantu" tegur Chyen Ming. Mei Hui Ming terkekeh kecil, apa lagi dia melihat semua orang berwajah merah.
"Maca cama hantu caja talian tatut? Olang talian cuta tetemu hantu, caat telual malam butan?" tuduh Mei Hui Ming. semua prajurit menunduk, di tuduh seperti itu. memang mereka suka mencari hiburan malam, tapi mereka masih menjaga batasan walau suka menyicipi sedikit minuman alkohol.
"Hustt.... Jangan bicara begitu, mereka sudah dewasa jadi tidak masalah mencari hiburan. asal jangan sampai merendahkan martabat wanita... walau wanita itu berkerja di dunia malam, tapi mereka tidak ingin sebener nya melakukan pekerjaan itu" ucap Chyen Ming. Mei Hui Ming mengangguk, dia memikirkan sesuatu untuk para wanita malam itu nanti. dia tidak ingin di kekaisaran nya itu ada tempat seperti itu, itu akan membuat para muda-mudi atau memiliki pasangan terjerumus ke lubang dosa. dan menghancurkan masa depan mereka nantinya, Mei Hui Ming yang sedang memikirkan sesuatu pun langsung merasakan pergerakan di bayangan pohon.
Mei Hui Ming memiringkan kepalanya, tubuh nya mulai merespon dengan bayangan di pohon itu. Chyen Ming yang merasakan ketegangan di tubuh adiknya pun mulai siaga. Pengawal Vu pun melihat gerakan kode di mata Chyen Ming, dia pun langsung.
"Lindungi putra mahkota dan Putri bungsu...." ucap pengawal Vu. dan Benar saja, mereka mendapatkan serangan dari balik pohon-pohon desa sepi itu.
SLING
CLICK
SREK
Mei Hui Ming mengeluarkan energi kayu. tanaman rambat milik Mei Hui Ming pun mengikat tombak-tombak yang di Lempar oleh bayangan itu, Mei Hui Ming pun langsung merasakan hawa dingin di tubuhnya.
"Hijau.... telual" teriak Mei Hui Ming.
"Haic... tenapa juga gigi mu maju cepelti itu? bica biaca aja Tan" ucap Mei Hui Ming. si hijau yang sedang bergaya keren pun langsung anjlok mendengar ucapan tuan nya, Chyen Ming yang menggendong Mei Hui Ming pun langsung tersedak ludahnya. Tidak bisakah adiknya mengomentari hewan nya Nanti. Hijau pun hanya bisa memutar mata malasnya, dia pun langsung mengeluarkan asam putih dan membuat orang-orang yang berada di bayangan pohon pun terlihat.
"Melah.... talit cemua Olang itu" ucap Mei Hui Ming. merah pun keluar dari ruang galaksi Mei Hui Ming, dia langsung menarik orang-orang yang bersembunyi itu.
BUG
Orang-orang yang di balik pohon-pohon itu pun terlempar ke hadapan Mei Hui Ming dan Chyen Ming, pengawal Vu dan kedua puluh prajurit pun langsung menodongkan pedang mereka kearah orang-orang yang di lempar si merah.
"Aduh.... pucing tali pala Atu caat lihat talian beltubuh becal... talian beltiga tidat cocot menjadi becal di hadapan Atu, tembali jadi tecil talian beldua" ucap Mei Hui Ming. sedangkan orang-orang yang di lempar si merah saling tatap, dua naga besar di maki oleh anak kecil yang baru kelihatan dua tahun, sedangkan Si merah dan si hijau mereka menatap kesal tuan nya.
"Hahaha... kukira hanya aku yang tidak ada harga dirinya di hadapan Tuan ku, ternyata kalian juga" ledek si putih yang berada di ruang galaksi milik Mei Hui Ming.
"Diam kau lahar dingin......
BERSAMBUNG......
.
.
.
Mau ngingetin lagi nih.... Jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian guys, mau di cerita ini atau pun di cerita baru... like komen dan subscribe itu penting bagi kami para penulis,