NovelToon NovelToon
AKHIR DARI PENYESALAN

AKHIR DARI PENYESALAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Rumah Tangga / Selingkuh
Popularitas:3.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nuna_Pena

"Tega kamu, Mas." Kanaya menatap suaminya dengan sorot mata yang tenang namun penuh luka. Kecewa luar biasa wanita itu rasakan setelah tau kalau suaminya ternyata sudah menikah dan memiliki istri lain tanpa sepengetahuannya.

"Aku minta maaf, aku tau kamu kecewa. Tapi ini semua udah terlanjur terjadi, aku harap kamu bisa berlapang dada menerima istri baruku." Jawab Andra dengan nada bersalah.

Tapi Kanaya tau, suaminya itu tidak benar-benar menyesal. Sedikit pun.

Siang dan malam ia berdo'a kepada Tuhan, meminta kelimpahan dan kelancaran untuk bisnis juga rezeki suaminya.

Tapi ketika pria itu benar-benar diberi kekayaan, ia malah menduakannya diam-diam.

Kanaya tidak akan diam aja, ia akan membalasnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nuna_Pena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

TIGA PULUH SATU

"Lepas, Mas. Kamu ngapain sih? Aku mau sarapan, kamu juga tidur lagi aja."

Tukas Kanaya, menulikan telinga dan bersikap seolah tak mengerti dengan permohonan suaminya yang tiba-tiba.

Kanaya tidak luluh dan juga memang tak ingin luluh, luka yang ditorehkan pria itu bukan goresan sederhana yang akan hilang hanya dengan permohonan maaf dan permintaan mengiba.

Kalau saja mereka hanya bertengkar biasa seperti dulu, kalau saja masalah yanh terjadi adalah sepele, kalau saja tak ada orang ketiga di dalam pernikahan mereka seperti dulu, maka Kanaya sudah pasti luluh dan akan dengan sangat mudah memaafkan sang suami.

Kanaya mungkin akan berbalik dan memeluk erat suaminya, menyambut setiap sentuhan hangat yang diberikan pria itu.

Tapi tidak, kali ini ia tak akan luluh meski pria itu jatuh bersimpuh di bawah kakinya meminta ampun.

"Nggak mau, aku nggak mau lepasin kamu. Aku nggak akan pernah lepasin kamu sampai kapan pun." Andra menjawab sambil mengeratkan pelukannya di pinggang Kanaya.

Ceklek

Suara pintu yang dibuka membuat Kanaya menghembuskan nafas lega, rasanya ia tak

pernah sesenang ini mendengar suara pintu kamar Nisrin.

Kanaya yakin Andra akan melepaskan pelukannya saat istri kedua pria itu turun, tapi ternyata dirinya salah.

Andra tak melepaskan pelukan mereka, ia masih merengkuh Kanaya dengan erat meski kini Nisrin sudah berada tepat di hadapan mereka.

"Nisrin, Mas Andra ini kayanya kurang tidur. Kamu tolong ambil dan bawa dia ke kamar. Di sana ada soffa bed, kan? Tidurin Mas Andra di sana. Gih, Mas. Itu udah ada Nisrin, ayo tidur lagi mumpung masih pagi banget, masih ada waktu buat merem."

Ucap Kanaya seraya mengisayaratkan Nisrin untuk membawa dan menyeret Andra pergi bersamanya, wanita itu tidak sadar bahwa ia memasang wajah kesal.

"Mas,... Ayo." Ajak Nisrin sambil berusaha melepaskan pelukan Andra dari perut Kanaya.

"Nggak, aku nggak mau. Aku mau sama Naya. Aku mau sama istriku. Aku nggak mau pergi,..." Racau Andra yang justru pelukannya

semakin erat dan mengencang.

"Ya kan Nisrin istri kamu." Celetuk Kanaya.

"Aduh, cepet deh lepasin. Bukan malah bengong planga-plongo kaya begitu."

Kanaya sedikit membentak Nisrin yang malah berdiri diam membisu dan memperhatikan mereka.

"Mas Andra,.... Mas tidur lagi ya? Mas kan semalaman kurang tidur karena jagain Ibu, ayo. Istirahat sebentar, nanti pagi kan harus ke kantor." Bujuk Nisrin pada Andra seolah-olah pria itu adalah seorang bayi kecil yang manja.

"Aku mau sama istriku Naya. Aku nggak mau pergi dari Naya." Gumam Andra.

Kedua mata pria itu terpejam, untuk sesaat Kanaya berpikir kalau suaminya itu mungkin sedang mabuk.

Tapi tidak mungkin karena jelas tidak ada minuman beralkohol di rumah mereka.

"Heh, nih pegangin bentar." Kanaya menyerahkan apel, mangkuk strawberry dan botol minum di tangannya pada Nisrin.

Lalu tangan wanita itu yang sekarang bebas dan kosong melepas paksa pelukan Andra, ia menarik Nisrin dan menjadikan wanita itu sebagai pengganti dirinya untuk Andra peluk.

"Heran deh gini aja nggak bisa."

Ucap Kanaya kesal, ia kemudian kembali mengambil barang-barangnya dari tangan Nisrin dan berlalu pergi begitu saja meninggalkan mereka ke dalam kamar, menutup pintunya rapat.

"Naya,.... Kanaya. Aku cinta kamu, jangan tinggalin aku. Aku nggak akan bisa hidup tanpa kamu, Sayang. Please, jangan tinggalin aku."

Andra masih bergumam dengan mata yang terpejam, pria itu meracau seperti orang mabuk hingga tak sadar bahwa yang sekarang ada di dalam pelukannya bukan lagi Kanaya.

"Kamu kenapa kaya gini, Mas? Kenapa kaya orang mabuk?" Tanya Nisrin yang masih berada di dalam pelukan Andra.

Wanita itu menatap sisi wajah Andra dari bahunya, matanya masih terpejam seolah

menahan sakit.

Pria itu bergumam pelan, suaranya begitu lirih hingga tak terdengar dengan jelas.

"Kamu sakit?" Nisrin mengecek suhu tubuh Andra dengan menempelkan punggung tangannya di kening pria itu dan merasakan panas yang cukup tinggi.

Ah, pantas saja suaminya itu meracau seperti orang mabuk.

"Kita istirahat ya, kamu tidur aja dulu."

Nisrin perlahan membawa Andra kembali ke kamar mereka.

Langkah wanita itu sempat terhenti tepat

saat berada di hadapan pintu kamar Kanaya.

Nisrin memperhatikan pintu berwarna gelap itu lama, pikirannya dipenuhi dengan berbagai macam pertanyaan.

Ingatan saat Kanaya bersikap acuh tak acuh dan menyuruhnya mengambil alih Andra kembali berputar di dalam kepalanya, wanita itu jelas terlihat tidak peduli dengan keadaan Andra.

1
Nuna_Pena
😁😁
Anonim
😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!