NovelToon NovelToon
Istri Sempurna Pilihan Oma

Istri Sempurna Pilihan Oma

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / CEO
Popularitas:7.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Oma frustasi memikirkan di dunia yang sudah berusia 33 tahun, mapan dalam pekerjaan tetapi tidak kunjung menikah. Melihat sekretaris Emir yang memiliki kepribadian yang baik membuat Oma kepikiran untuk menjodohkan mereka.
Sudah pasti Emir menolak, Oma melakukan berbagai hal sampai akhirnya Emir dengan Ayana pilihan Oma bersatu dalam jeratan pernikahan.

Bagaimana keduanya menjalani pernikahan dan hubungan pekerjaan yang cukup dekat?
Apakah pada akhirnya keduanya sama-sama memiliki perasaan atau justru pernikahan mereka tidak ada bedanya dan hanya sebatas pekerjaan saja.

Mari untuk membaca Novel Saya dari bab 1 sampai akhir, dan terus ikuti jawabannya di setiap bab.

Terimakasih....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 Paris

Emir dan Ayana akhirnya tiba di Paris setelah melakukan perjalanan cukup panjang. Ayana selama di dalam pesawat lebih banyak tidur, karena memang ingin mengumpulkan tenaga dengan pekerjaan yang pasti sudah menunggunya.

Setibanya di Bandara Emir dan Ayana dijemput oleh seseorang yang akan membawa mereka ke tempat penginapan, ternyata tempat tinggal mereka berbeda dengan Andhika dan sekretarisnya.

Andhika memiliki keluarga di Paris dan lebih memilih untuk tinggal di rumah keluarganya. Terjadi bincang-bincang kecil sebelumnya bagaimana Andhika menawarkan untuk berkunjung ke rumahnya. Emir menolak karena menurutnya ke Paris adalah kunjungan pekerjaan dan bukan kunjungan keluarga.

Hanya kebetulan saja jadwalnya sama Andhika sehingga bisa bersama-sama berangkat ke Paris dan sebelumnya mereka tidak ada janji sama sekali.

Orang yang menjemput Ayana dan Emir mengalihkan tugasnya pada pelayan Hotel yang membawa keduanya langsung menuju kamar hotel tersebut.

Keduanya dijamu dengan sangat baik, ketika semua barang-barang mereka sudah dimasukkan ke dalam kamar tersebut. Ayana dan Emir sama-sama berdiri menghadap ke arah ranjang

"Kamu hanya memesan satu bad saja?" tanya Emir.

"Sepertinya ada kesalahan. Pak, hmmmm biar saya tanyakan langsung pada pihak Hotel," ucap Ayana ingin pergi tetapi tangannya ditahan Arash.

"Tidak perlu! cegah Arash.

"Ini sudah malam dan saya sudah lelah, saya tidak memiliki tenaga untuk berpindah lagi, ini pelajaran untuk kamu dan lain kali diteliti dulu dengan baik," ucap Arash.

"Maaf, pak!" sahut Ayana dengan kepala tertunduk.

"Hmmm, sebagai rasa bersalah saya. Bapak tidur di ranjang saja dan saya akan di sofa," ucap Ayana.

Emir mengerutkan dahinya.

"Memang saya menyuruh kamu untuk tidur di ranjang?" tanya Emir.

"Hah...." Ayana kebingungan.

Dia hanya menawarkan diri mengingat selama ini tinggal di kamar Emir. Ayana mendapatkan tempat spesial yang tidur di atas ranjang dan sementara Emir hanya tidur di sofa yang memang tidak kalah empuk dengan ranjang.

"Jadi sekarang kamu yang menentukan saya harus tidur di mana, saya akan tidak di sofa dan kamu akan di ranjang?" tanya Emir dengan dahi mengkerut membuat Ayana menggelengkan kepala dengan cepat.

"Maaf. Pak, sungguh sebenarnya bukan itu maksud saya. Saya hanya menebus kesalahan saya dan lebih baik untuk tidak tidur di ranjang," jawab Ayana dengan gugup.

"Saya yang menentukan semuanya Ayana, kamu harus tidur di mana dan saya harus tidur di mana," sahut Emir.

"Kalau begitu alangkah baiknya saya akan memesan kamar satu lagi untuk diri saya," sahut Ayana membuat Emir menghela nafas.

"Cukup Ayana membuat peraturan sendiri, ini sudah malam dan gunakan kamar ini saja, apa kamu tidak lelah dan masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan!" tegas Emir berlalu dari hadapan Ayana dengan menyeret kopernya.

"Lalu bagaimana dengan posisi tidur kami berdua?" batin Ayana dengan kebingungan.

Emir terlihat melepas jasnya dan meletakkan di atas sofa.

"Kamu yang memakai kamar mandi terlebih dahulu atau saya?" tanya Emir.

"Saya, Pak," sahut Ayana dengan cepat.

Ayana tidak ingin menunggu lama-lama membuka kopernya ingin mengambil pakaian ganti dan langsung buru-buru memasuki kamar mandi yang terus diperhatikan Emir sampai membuatnya geleng-geleng kepala.

Perjalan pernikahan mereka yang sudah mencapai lebih dari satu bulan justru semakin membuat Emir melihat sisi lain dari sekretarisnya itu yang pasti ada hal-hal yang selama ini tidak dia ketahui dan pada akhirnya dia ketahui.

Ketika Ayana sudah selesai mandi menggunakan pakaian tidur dan pasti tidak lupa masih tetap menggunakan hijabnya, meski pria yang ada di kamar itu adalah suaminya dan tidak masalah tanpa memakai hijab, tetapi Ayana tidak berani untuk melepasnya.

"Sudah selesai?" tanya Emir membuat Ayana menganggukan kepala. Emir tidak melakukan apapun lagi dan langsung memasuki kamar mandi.

Ayana menghela nafas, memilih untuk membuka kopernya dan menyusun pakaiannya ke dalam lemari yang disediakan.

Ayana bukan hanya melakukan untuk dirinya sendiri tetapi tanpa di Emir. Ayana juga melakukan hal yang sama dengan menyusun pakaian Emir dengan serapi mungkin. Emir lama-lama tidak memiliki privasi.

Dratt-dratt-dratt.

Ponsel Ayana berdering diletakkan di atas nakas membuatnya melihat panggilan masuk tersebut dan ternyata dari Lastri yang tertulis Lastri Sekretaris Pak Andika. Ayana dan Lastri akhirnya bertukaran nomor ponsel saat di Bandara.

Ayana menghela nafas, kemudian mengangkat telepon tersebut.

"Assalamualaikum!" sapa Ayana.

"Walaikumsalam salam Ayana. Kamu dan tuan Emir berada di Hotel mana?" tanya Lastri.

"Memang ada apa?" tanya Ayana.

"Agar memudahkan untuk langsung datang jika ada hal yang penting ingin dibicarakan, kamu katakan saja, kamu tinggal di Hotel mana?" tanya Lastri.

"Hmmmm, maaf Mbak Lastri, untuk masalah tempat tinggal merupakan privasi, jika ingin bertemu dan ada sesuatu hal penting yang harus dibicarakan bisa melalui telepon dan jika memang cukup panjang seperti biasa, kita akan mengatur jadwal pertemuan dan saya akan menyiapkannya," ucap Ayana dengan tegas dan tetap menjaga privasi untuk tidak memberitahu tempat tinggal mereka karena itu memang bagian dari ketentuan yang sudah sering dia lakukan sebagai sekretaris.

"Ayana, apa kamu takut jika saya mendekati atasan kamu sampai kamu harus merahasiakan sendiri tempat tinggal kalian?" tanya Lastri.

"Saya tidak menakutkan apapun dan rahasia untuk tempat tinggal memang harus dijaga karena merupakan privasi," jawab Ayana.

"Maaf, Mbak Lastri, saya harus menutup teleponnya dulu, ini sudah malam dan sampai bertemu di acara meeting nanti,"

"Asalamualaikum!" ucap Ayana menutup telepon tersebut dengan sopan.

Lastri yang berada di kamarnya terlihat begitu kesal.

"Apa-apaan dia?" baru pertama kali aku melihat sekretaris lancang seperti itu. Aku saja tidak pernah menegurnya saat dia dekat dengan pak Andhika, tetapi dia selalu saya dia ingin membuatku menjaga jarak dari pimpinannya. Wanita itu benar-benar, apa dia pikir bisa menghalangiku untuk dekat dengan pimpinannya dan kita lihat bagaimana sesungguhnya pekerjaan sekretaris yang tidak hanya diam saja," ucap Lastri dengan tersenyum miring.

Entah apa yang membuatnya begitu marah padahal Ayana dan padahal Ayana hanya seperti biasa saja, melakukan segala sesuatu yang ingin dia lakukan dan hanya memenuhi peraturan bisnis bersama atasannya yang memang tidak mesti klien mengetahui dimana mereka tinggal Karena untuk menjaga hal-hal tertentu.

Mungkin saja Lastri memiliki ketertarikan dengan Emir, berusaha untuk menggoda Emir, karena buat pandangan Lastri sebagai sekretaris seorang pimpinan itu sama saja dengan pimpinan yang lain, jika dipancing maka akan menerima, dunia gelap perusahaan memang tidak pernah lepas dari hubungan seperti itu. Syukur-syukur Ayana sampai saat ini masih bisa menjaga dirinya.

Bersambung....

1
Oma Gavin
wah emir jadi sasaran empuk lastri nanti pakai jurus pamungkas obat lucknut biar emir kepanasan dan majuk jebakan lastri
shinta liliand
emir gk gentle bgt jd cowok.. tp jg kaasae ngomong sama omanya hmmm susaaah
Enz99
bagus
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Dew666
💜💜💜💜
Dew666
🍎🍎🍎
nurlizan lizan
thor lbh teliti lg, bnyak typo🙏
Dew666
💝💝💝
Ridwani
👍👍👍👍👍👍
Dew666
👄👄👄
Ridwani
👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!