NovelToon NovelToon
Rekah Rasa Di Ambang Senja

Rekah Rasa Di Ambang Senja

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Beda Usia / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:151.4k
Nilai: 5
Nama Author: sinta amalia

Berulang kali patah hati oleh pemuda yang sama, membuat Lova berusaha melepas mimpinya menjadi kekasih Afnan, dan pasrah menerima perjodohan yang dilakukan oleh kedua orangtuanya.

Namun siapa sangka, nyatanya lelaki pilihan mama dan papa adalah Afif sang guru mengaji yang juga putra dari teman papa. Bukan karena jarak usia mereka yang terpaut cukup jauh, namun sosok Afif yang terkenal anti perempuan apalagi jika perempuan itu termasuk ke dalam golongan manusia minus akhlak dan ilmu agama sepertinya yang membuat Lova berpikir lebih baik ia diciptakan menjadi sebuah debu saja.

***

Disaat ia sudah bisa menerima semua yang terjadi, justru sosok pemuda impiannya itu hadir kembali di kehidupan Lova.

Akankah Afnan mampu menggoyahkan hati Lova, bagaimana pula Afif membimbing Lova demi membawa bahtera rumah tangga keduanya hingga mampu menepi di jannahnya Allah?

~~~
"Kenapa mesti surat Ar-Rahman dan surat An-Nisa yang jadi mahar?"

"Terus kamu maunya apa? Yassin? Al Jinn?"
.
.
.
.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sinta amalia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26 Nyaris

Semalam, Afif yang justru kesulitan untuk tidur.

Bukannya mereda, Lova yang sudah beredar di alam mimpi semakin nyaman saja sehingga selimut yang ia pakai turun menampilkan lekuk tubuh yang mengundang syah wat. Terlebih, beberapa kali tangannya itu melewati jauh ke area Afif. Putih, mulus, dan hangat, jemarinya lentik, entahlah...rasanya itu adalah tangan terindah yang pernah Afif lihat, gleuk!

Bunda

Ia melihat kedatangan Lova dan Afif dari gawang pintu rumah. Ada wajah yang ceria, sama seperti Lova yang dulu...sebelum ia temukan putri tunggalnya itu patah hati.

Kini ia dan suaminya yakin, jika Afif akan mampu membawa, membimbing dan menjaga Dealova.

"Lawas tilawas ..." (lama banget ngga ketemu) Ia menerima pelukan dari sang putri.

"Iya ih, aku sibuk di bimbel Bun, ya ampun. Jadwal to juga udah keluar----pusing deh..." dan sederet kalimat cerewet Lova yang sangat ia rindukan.

Sosok sang menantu ikut menghampiri dan salim takzim, "pulang dari kampus?" tanya nya bersama suara Lova yang samar hilang mencari mbak Astri.

*Mbak Astri yuhuu*!

*Neng Loveee*!

Afif mengusap keningnya sejenak ke arah rambut membuat helaian rambut yang mencuat dari pomade, sosok kalem di balik balutan kemeja warna soft ini selalu nampak---*idaman*--dimatanya dan suami.

"Iya. Langsung jemput Lova dari bimbel, Bun."

Dan ketika ia masuk ke dalam, sang putri telah sibuk mencomoti risol dan beberapa penganan di atas meja makan, "Bun, ini beli di toko langganan bunda yang itu, ya? Emhhh enak, favorit aku..." lahapnya besar nan nikmat seperti tidak diberi makan setahun. Lova memang selalu begitu jika merasa nikmat.

"Emh, bukannya ngasih minum suami dulu..." tegurnya datang bersama Afif yang memperhatikannya makan.

"Emh," isian risoles mayo itu sampai tumpah di bibirnya. Namun dari arah pantry, mbak Astri sudah terkekeh sembari membawa secangkir kopi, "mas ustadz monggo .." ucapnya seolah paling tau dan sehati dengan Lova.

"Makasih mbak Astriii! Aku belum bisa bikin kopi!"

Afif, ia tidak duduk di ruang tamu seperti yang biasa ia lakukan dulu, kini sudah mengikuti keramaian yang kini sedang bertumpuk di dekat meja makan, "suwun mbak."

"Nggeh.."

Mata bunda membulat tak percaya, jika Lova sampai di detik ini bahkan belum bisa membuat kopi, ya ampun!

"Diihhh, terus kamu bisanya apa? Jangan bikin bunda malu deh!" nada bicaranya cukup meninggi.

"Bisanya minta jajan---" hahaha Lova hanya tertawa kemudian mendekatkan piring risoles tepat di samping cangkir Afif yang duduk lebih santai sambil menikmati secangkir kopi buatan mbak Astri.

"Enak deh mas, cobain..." Lova mengambilkan risol di sisi paling kanan, "yang ini rasa beef mayo, yang ini---"

Alih-alih melahap apa yang dipilihkan Lova, Afif justru merebut sisaan milik Lova dan melahapnya, persis dengan kejadian minuman kaleng itu. Lova cukup terkejut namun...

Rahang tegasnya mengunyah, "enak. Yang dimana?"

"Prima Rasa. Langganan bunda kesitu." Jawab Lova justru sudah mengambil yang baru karena sisa bekasnya ia dorong seluruhnya ke dalam mulut sang suami dosennya itu.

Mbak Astri melihat itu dan melipat bibirnya, "duhhh duhhh jadi kangen bapaknya anak-anak..."

Bunda melengos menggeleng geli, tapi Lova dan Afif justru santai saja sekarang digoda begitu, "bunda baru banget pulang apa gimana?"

"Iya, bunda tinggal bersih-bersih dulu, bentar lagi ayah pulang."

Dan disinilah Lova, sudah naik ke atas lebih tepatnya ke kamar demi mengambil sesuatu yang tertinggal. Sementara Afif bersama ayah dan bunda di lantai bawah.

Sayup-sayup ia mendengar obrolan santai itu.

Naik apa?

Akomodasi hotel berapa lama?

Tripnya kemana aja?

Oke, dan dari Bandung mereka akan naik bus sleeper suite menempuh perjalanan sekitar kurang lebih 8 jam lalu menginap di hotel selama 4 hari 3 malam. Salah satu rute tour yang akan dikunjungi adalah keraton kesultanan, masjid agung Kauman, Malioboro dan beberapa tempat wisata lain termasuk kawasan pantai.

4 hari yang akan mereka gunakan semaksimal mungkin untuk mempererat hubungan, membangun bonding dan menciptakan moment romantis.

Ceklek...

"Udah?" Afif turut masuk ke dalam kamar Lova, kamar yang jendelanya biasa ia pandang dari arah luar saja itu tampak seperti kamar----barbie, jauh dari kamar yang sekarang Lova tempati, yaitu kamarnya. Manis, sampai-sampai Afif ingin sekali menjilat setiap furniturenya.

"Bentar mas, aku tuh lupa naronya dimana sih..." Lova sibuk sekali mengeluarkan isian laci lemari, meja belajar dan....

Afif mendekat cukup dibuat penasaran, maksudnya ingin membantu.

"Headphone aku yang pink." Hebohnya benar-benar mengeluarkan habis barang di dalam laci, caranya mencari itu begitu heboh.

Barang yang telah di tata dan rapi harus berhamburan bahkan berjatuhan dari atas meja.

Pluk...

"Heboh...pelan-pelan carinya."

"Biasanya aku naro disini sih mas, kalo belajar sambil dengerin lagu atau audio miss Eli."

Afif membuka lemari laci di bagian bawah meja belajar, awalnya remang, tangan besarnya menarik beberapa barang di dalamnya, tapi ketika ia tak sengaja menarik setumpuk buku, ia mendapati selembar kertas merah muda.

To: Afnan ❤️

Kertas yang berlipat-lipat secara sembarang itu terselip diantara tumpukan buku lama, bekas catatan pelajaran tahun sebelumnya.

Deg!

Alis tebal itu mengernyit keriting, meski kemudian suara Lova di sampingnya membuyarkan fokusnya membaca tulisan diantara lipatan, tangannya sudah meraih lipatan kertas itu namun belum sempat membaca isi suratnya.

Nama penerima itu....

"Mas, ada ngga di bawah?" tanya Lova penuh harap.

Afif mendongak menggeleng.

"Duh kemana, ya?!" kemudian Lova mencondongkan badannya ke arah depan, dan menemukan headphonenya jatuh dan terjepit dinding dan meja, "ya ampun mas...jatoh, kejepit disini...geser mas ini mejanya, tolong." serunya bersemangat.

Tanpa bicara apapun, Afif meraup kertas itu, memasukannya ke dalam saku celana dan membantu Lova menggeser meja, "awas kamunya, ambil dari belakang."

/

Ia hampir lupa, sebab....baru saja membantu Lova mengambil headphone milik istri kecilnya itu, bunda langsung meneriaki, meminta keduanya untuk turun makan.

Tak sempat ingat juga sebab Lova menggiring Afif untuk mampir sejenak di apotek, "ibuprofen deh mas." requestnya saat keduanya berdiri di depan kasir apotek.

Etalase yang dipenuhi obat-obatan berbagai jenis, aroma ciri khas obat dan plastik baru, serta pinus yang berasal dari pengharum ruangan.

Afif melirik Lova, "obat mabok, butuh ngga, ada di catatan?" tanya nya menoleh.

"Emh, beli deh mas, siapa tau nanti aku tiba-tiba huwekk...atau mas yang masuk angin, hahaha...tolak angin, tolak bala, tolak miskin..." tawanya renyah, tangannya setia melingkar di lengan Afif menggelayuti dengan binar mata yang bening.

.

.

.

.

1
nurul @zna
Nah...ketauan deh...
Rita
next bikin dag dig dug
Rita
mulai ujian😁
Rita
kmr terlebih2 orangy ya mas😁
Rita
gmn g meleleh Lova biasa mencintai skrg dicintai🥰🥰🥰🥰
Rita
🔥🔥🔥🔥🔥ntar diyogya aja mas
Rita
lambemu😂😂😂😂
Rita
klian yg cubit ma kecup readers yg mesem2 gaje😭😭😭😭🤣🤣🤣🤣🤣🤣jd pengen gigit kimjin
Rita
lbh tegang ma kmu🤣🤣🤣
Priyatin
kertas ya di remet di masukin kantong
mudahan mas Afif lupa trus kecuci ya😳😳😳
Hikari Puri
dan prahara siap2 dimulai🥹
juwita
tuh kan pasti ketahuan. 😭😭😭😭😭aq nangis dluan ah.
novel destiny
aahh semoga afif bisa bijak ya nerimanya
Miko Celsy exs mika saja
nti di jogjanya ya mas afif bahasnya,bijak lsh berpikir klo liat dr sikap lova skrang pasti ngerti lah lova bgmn
Miko Celsy exs mika saja
waduh....semoga lbh bijak ya fif
Miko Celsy exs mika saja
haduhhhhhhhhhhhhh wah nti acaranya gmn nih
Miko Celsy exs mika saja
kamar atau yg ounya kamar fif🤣🤣🤣🤣
Miko Celsy exs mika saja
wih hadiah liburanya keren uyyyy
Miko Celsy exs mika saja
😂😂😂😂😂😂mbak astri....
Miko Celsy exs mika saja
bisanya tidur bun🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!