NovelToon NovelToon
MAHAR LUKA: Menikahi Janda Sang Kakak

MAHAR LUKA: Menikahi Janda Sang Kakak

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:66.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Ramanda

Maheer Arasyid terjebak dalam wasiat yang terasa seperti kutukan. Kepergian Muzammil, sang kakak yang tewas demi melindunginya dari maut di parkiran rumah sakit, meninggalkan duka sekaligus beban berat: Assel Salsabila.

Bagi Maheer, Assel bukanlah sekadar janda kakaknya, melainkan musuh bebuyutan sejak masa sekolah yang sangat ia benci. Alasan Maheer melarikan diri ke luar negeri bertahun-tahun hanyalah satu: menghindari fakta bahwa wanita "berbisa" itu telah menjadi bagian dari keluarganya.
Kini, demi menunaikan janji terakhir Muzammil dan menjaga senyum kecil Razka Arasyid, Maheer terpaksa mengikat janji suci dengan wanita yang paling ia hindari. Di balik benci yang membara, tersimpan rahasia masa lalu dan luka yang belum sembuh. Bisakah pernikahan yang dibangun di atas rasa bersalah ini berubah menjadi cinta, ataukah dendam lama justru akan menghancurkan segalanya?

Temukan jawabannya dalam kisah pengabdian dan benci yang berujung cinta ini. Dan jangan lupa berikan dukungannya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DI UJUNG JALAN YANG BUNTU.

Aspal jalanan Melbourne yang mulus seolah menjadi saksi bisu atas ketegangan yang kembali merayap di hati Assel. Di kursi belakang, ia masih terhanyut dalam lamunan tentang pengakuan jujur teman-teman Maheer di rumah sakit. Sedikit demi sedikit, dinding es yang membeku di hatinya mulai retak, menyisakan ruang bagi perasaan lama yang hampir ia lupakan. Namun, keheningan itu pecah seketika saat Hans menatap tajam ke arah kaca spion tengah.

"Nyonya, pegang Den Razka dengan erat. Kita sedang diikuti," ujar Hans dengan nada suara yang rendah namun sarat akan kewaspadaan.

Assel tersentak. Ia melihat ke belakang melalui kaca jendela dan mendapati dua mobil SUV hitam sedang melaju kencang, berusaha memotong jalur mereka. Tanpa membuang waktu, Assel segera menarik sabuk pengaman dan mendekap Razka ke dalam pelukannya.

"Ada apa, Mama? Kenapa kita ngebut?" tanya Razka dengan wajah pucat.

"Tidak apa-apa, Sayang. Mama hanya ingin kita sampai lebih cepat. Tutup matamu dan peluk Mama, ya," bisik Assel menenangkan, meski tangannya sendiri gemetar hebat.

Hans memacu mobil dengan kecepatan tinggi, meliuk-liuk di antara kepadatan lalu lintas. Sambil memegang kemudi dengan satu tangan, ia menekan tombol panggil cepat pada dasbor mobil. Suara Archie segera memenuhi kabin melalui pelantang suara.

"Archie, kami dikejar dua mobil hitam di jalur selatan. Posisi kami menuju pinggiran kota," lapor Hans singkat.

"Tetaplah di jalur yang ramai, Hans! Jangan biarkan mereka memepetmu ke area sepi. Aku akan segera bertindak!" seru Archie dari seberang sana sebelum sambungan terputus.

Archie yang masih berada di rumah sakit langsung melaporkan situasi tersebut kepada Maheer. Mendengar istri dan anaknya dalam bahaya, Maheer yang baru saja selesai operasi berusaha bangkit dari ranjangnya. Wajahnya memerah karena amarah yang memuncak.

"Siapkan mobil! Aku tidak akan membiarkan bajingan itu menyentuh mereka!" bentak Maheer, mengabaikan rasa sakit yang menusuk tulang belakangnya.

"Maheer, tenanglah! Kau masih dalam masa pemulihan," cegah Oliver sambil menahan bahu Maheer. "Biar kami yang menanganinya. Kau hanya akan menghambat kami jika ikut dalam kondisi begini."

"Noah, kau tetap di sini jaga Maheer. Jangan biarkan siapapun masuk tanpa izin," perintah William dengan tegas.

Ketiga teman Maheer bersama Archie dan beberapa anak buahnya segera berhamburan keluar, melacak posisi GPS mobil Hans yang terus bergerak secara dinamis.

Di jalanan, situasi semakin mendesak bagi Hans. Tampaknya Hudson telah mendapatkan dukungan dari pihak yang sangat kuat, karena dua mobil pengejar itu kini bertambah menjadi empat. Mereka seolah tidak peduli dengan keselamatan pengguna jalan lainnya. Hans yang pernah dilatih secara khusus oleh mendiang Muzammil tetap terlihat tenang, meski peluh mulai membasahi dahinya.

Namun, di sebuah persimpangan besar, dua mobil hitam muncul dari arah berlawanan, hampir saja menghantam moncong mobil mereka. Hans terpaksa membanting setir ke kanan, masuk ke sebuah jalan sempit yang diapit bangunan tua. Sial baginya, jalan itu berakhir di sebuah tembok besar yang buntu.

"Nyonya, tetaplah di dalam dan kunci semua pintu. Jangan keluar apa pun yang terjadi!" perintah Hans sambil keluar dari mobil.

Empat mobil SUV hitam itu berhenti serentak di belakang mereka, menutup satu-satunya jalan keluar. Delapan pria bertubuh besar keluar, dipimpin oleh Hudson yang berjalan dengan tawa meremehkan.

"Serahkan wanita cantik itu dan anaknya, maka kau akan kami berikan kesempatan untuk lari membawa nyawamu," ujar Hudson dalam bahasa Inggris yang fasih.

Hans meludah ke samping, menatap Hudson dengan pandangan menghina. Ia mengambil sebuah balok kayu panjang yang tergeletak di dekat tumpukan sampah sebagai senjata. "Langkahi dulu mayatku sebelum kau bisa menyentuh mereka, bajingan!" jawab Hans.

Hudson tertawa sinis. "Huh, ternyata kau punya nyali juga ya? Oke, aku penuhi keinginanmu! Habisi dia!"

Pertarungan tidak seimbang pun pecah. Hans bergerak lincah, menghindari pukulan-pukulan dari pria-pria yang tubuhnya dua kali lipat lebih besar darinya. Ia berhasil menjatuhkan tiga orang dengan sabetan kayunya yang presisi. Namun, stamina Hans mulai terkuras karena harus menghadapi tujuh orang sekaligus. Saat ia sedang menangkis serangan dari depan, seorang pria dari arah samping mengayunkan balok besi tepat ke arah lehernya.

Bugh!

Hans terhuyung, pandangannya berkunang-kunang. Assel yang melihat kejadian itu dari dalam mobil berteriak histeris sambil menutup mata Razka. Tepat saat Hudson hendak mendekati pintu mobil, deru mesin mobil yang lebih kencang terdengar dari arah gang.

Rombongan Archie, William, Leo, dan Oliver datang tepat pada waktunya. Mereka langsung melompat keluar dari kendaraan masing-masing. Hudson yang menyadari posisinya terjepit kini tampak panik.

"Ringkus mereka semua!" teriak Archie.

Pertarungan kembali terjadi, namun kali ini Hudson dan anak buahnya tidak berdaya melawan kombinasi Archie yang terlatih dan teman-teman Maheer yang sedang dipenuhi amarah. William dan Oliver segera membantu Hans yang sudah bersimbah darah di pojok tembok, sementara Leo dengan sigap melumpuhkan dua pria terakhir.

Dalam hitungan menit, tujuh anak buah Hudson sudah tertangkap di aspal. Polisi setempat yang dihubungi Leo tiba dengan sirine yang meraung-raung, langsung memborgol Hudson yang berusaha melawan.

"Kalian semua akan menyesal karena telah berpihak pada Maheer!" teriak Hudson saat polisi menyeretnya. "Kalian tidak tahu siapa yang harus kalian hadapi. Nama besar yang membantuku akan membuat kalian..."

Hudson mendadak bungkam, seolah menyadari ia hampir membocorkan rahasia yang sangat berbahaya.

"Siapa dia, Hudson? Katakan siapa orang di belakangmu!" Oliver menarik kerah baju Hudson dengan kasar.

Hudson justru tertawa terbahak-bahak, sebuah tawa yang terdengar sangat gila. "Aku tidak akan memberi tahu kalian. Karena aku suka tebak-tebak buah manggis, maka tebaklah sendiri sampai kalian mati ketakutan!"

Polisi segera membawa Hudson masuk ke dalam mobil patroli. Leo ingin sekali melayangkan tinju ke wajah pria itu, namun ditahan oleh petugas. Setelah situasi terkendali, William mendekati mobil Hans dan mengetuk kaca jendela dengan lembut. Assel membuka kunci pintu dengan tangan yang masih gemetar.

"Nyonya Assel, semuanya sudah aman. Jangan khawatir," ujar William dengan nada menenangkan.

Assel keluar dari mobil, wajahnya tampak sangat pucat. Ia melihat Hans yang sedang dipapah oleh Oliver menuju mobil lain untuk dibawa ke rumah sakit. "Terima kasih, pak William. Terima kasih banyak. Bagaimana dengan Hans?"

"Dia kuat, Nyonya. Hanya perlu beberapa jahitan," jawab William. Ia kemudian menoleh ke arah Razka yang masih memeluk ibunya. "Ayo, biarkan aku yang menyetir mobil ini ke mansion. Kalian harus istirahat."

Sepanjang sisa perjalanan, Assel hanya terdiam. Meskipun ancaman Hudson telah berakhir dengan penangkapan, kalimat terakhir pria itu terus terngiang-ngiang di benaknya. Siapa sosok misterius yang membantu Hudson? Sepertinya, perang ini belum benar-benar berakhir.

Justru sebaliknya, ini adalah awal dari ancaman yang jauh lebih besar yang sedang mengincar kedamaian keluarga kecil mereka. Assel menatap langit Melbourne yang mulai memerah, menyadari bahwa ia dan Maheer kini berada di tengah pusaran konspirasi yang jauh lebih gelap dari yang pernah mereka bayangkan.

1
Radya Arynda
langsung nikah will sama linda,,jangan lama2🤣🤣🤣🤣
Retno Harningsih
up
Radya Arynda
semangaat,,,semogah linda dan william cepat nikah 💪💪💪💪💪💪💪💪
Enny Suhartini
wah bakal ada kejutan besar👍
Lia siti marlia
jadi gak sabar yah bagaimana reaksi mahher apa dia bakal senang atau bakal makin galau 🤣🤣🤣karna kedatangan assel 🤭🤭
Lia siti marlia
semangat will perbaiki agama dan diri sendiri👍💪lah ahel ahel kasian kamu yah harus nahan 🤭🤭🤭
partini
menjadi lebih baik kali sempurna itu kata yg wow Will, sempurna hanya milik sang pencipta bukan manusia
Lia siti marlia
untung nya semua bisa di bicarakan 😍😍👍
Lia siti marlia
aduh aduh jangan sampai kata kata assel merenggangkan hubungan mereka ...sabar yah mahher 💪😍😍
partini
good story
Lia siti marlia
selamat yah acel dan ahel atas kehamilanya 😍👍
Lia siti marlia
jangan jangan razka mau punya adek🤭🤭
Eliermswati
jngn2 hamil lg thor klo iya wah razka bkl punya ade nih😂😂 bkl ad anggota bru keluarga arasyid smng baik-baik sj y, smngt thor up nya
azzura faradiva
bagus
azzura faradiva
yeeeyyyy.... akhirnya bakalan launching Maher/asel versi sachet
Radya Arynda
semangaaay will
Radya Arynda
semangaaat wiiiilllll💪💪💪💪
Radya Arynda
mantap,,,
Lia siti marlia
semoga kalian berjodoh linda willian kan jodoh di tangam authorrr🤭🤭👍
Lia siti marlia
sabar yah william jodoh gak akan kemana💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!