NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 Arash Tidak Bodoh.

"Kamu sedang membuat apa?" tanya Amelia memasuki dapur melihat Bibi sedang membuat minuman.

"Hmmm, menyiapkan minuman dan juga obat untuk Nona Shafiya," jawab Bibi.

"Ohhh, saya pikir sedang membuat apa, hmmmm kamu potongkan saya terlebih dahulu buah," ucap Amelia.

"Saya menyelesaikan ini dulu dan membawa ke kamar Nona Shafiya terlebih dahulu," ucap Bibi.

"Saya meminta sekarang kamu untuk melakukannya tanpa harus ada tawar menawar," tegas Amelia.

"Baik Nonya," sahut Bibi akhirnya menuruti karena tidak ingin mendapatkan masalah dari Amelia.

Bibi meninggalkan pekerjaannya dan kemudian membuka kulkas untuk mengambil buah yang dibutuhkan oleh Amelia.

Bibi juga langsung membawa ke dekat wastafel dengan mencuci buah tersebut. Sementara Amelia berdiri di samping minuman yang belum selesai diantar ke kamar Shafiya.

Tiba-tiba saja Amelia memasukkan sesuatu ke dalam minuman tersebut. Entahlah apa yang dia maksudkan berupa serbuk yang dimasukkan ke dalam minuman itu. Amelia juga mengaduk menggunakan jarinya sembari tersenyum.

Amelia buru-buru menyimpan serbuk minuman tersebut, ketika mendengar suara langkah Bibi.

"Ini Nona saya sudah selesai membuatkannya," ucap Bibi.

"Lama sekali, saya sudah tidak selera untuk memakannya, kamu saja yang memakannya," ucap Amelia akhirnya pergi.

Bibi kebingungan dengan melihat kepergian majikannya itu yang benar-benar sungguh aneh.

"Huhhhh, memang kalau seorang bos itu pasti ada-ada saja. Padahal saya sudah menghentikan pekerjaan agar tidak dimarahi karena tidak memotong buah dan setelah dikerjakan, malah tidak memakannya," ucap Bibi geleng-geleng kepala.

"Sudahlah, sekarang sebaiknya saya antarkan saja minuman ini agar Nona Shafiya minum obat dengan cepat, jika telat sedikit saja nanti tuan Arash bisa marah," ucap Bibi langsung meninggalkan dapur dengan membawa nampan dalam pengumuman tersebut.

Bibi melewati ruang tamu dengan menundukkan kepala di saat di ruang tamu terlihat Arash dan Amelia.

"Bi!" langkah Bibi berhenti.

"Iya tuan," jawab Bibi.

"Minuman dan obat untuk Shafiya?" tanya Arash.

"Benar tuan," jawab Bibi.

Arash menarik nafas dan membuang perlahan ke depan, kemudian berdiri dari tempat duduknya melangkah menghampiri Bibi dan mengambil gelas berisi minuman tersebut yang membuat Bibi kebingungan ada saja tingkah majikannya itu dan pada hati harus secepatnya memberikan minuman dan juga obat untuk Shafiya.

Arash melangkah menghampiri Amelia, membuat Amelia bingung melihat ekspresi datar dari Arash.

"Cobalah dulu Tante," ucap Arash menyodorkan minuman itu.

Mata Amelia terbelalak kaget, "hmmmm, Arash kenapa menyuruh Tante untuk mencoba minuman itu dan bukankah itu minuman untuk istri kamu?" tanya Amelia berusaha untuk tenang.

"Ini hanya jus mangga yang biasa Shafiya minum karena ini minuman kesukaannya agar dia mudah minum obat. Saya hanya ingin Tante mencicipi sebelum diminum oleh istri saya," ucap Arash.

"Hah! jadi kamu menjadikan Tante sebagai bahan percobaan. Itu minuman istri kamu dan tidak ada urusannya dengan Tante!" tegas Amelia dengan mengendus.

"Tetapi apa salahnya mencoba minuman ini? Bukankah Tante juga menyukai mangga?" tanya Arash.

"Kamu aneh sekali Arash, tiba-tiba saja menyuruh Tante untuk mencoba minuman ini, untuk apa juga Tante harus mencobanya. Kamu jangan aneh-aneh!" tegas Amelia semakin kesal dengan Arash.

"Jadi Tante tidak akan mencobanya?" tanya Arash memastikan dengan menaikkan kedua alisnya.

Wajah Amelia terlihat kesal dengan penekanan bahwa dia sangat tidak suka dengan permainan Arash.

Pranggg.

Amelia dan Bibi sama-sama terkejut ketika gelas tersebut lepas dari tangan Arash sehingga pecah ke lantai dengan minuman itu sudah berserakan di atas lantai dan bahkan mengenai kaki Amelia.

"Arash!" bentak Amelia berdiri dari tempat duduknya.

"Apa-apaan kamu?" tanya Amelia menekan suaranya.

Bibi menghela nafas, tidak tahu apa yang terjadi tetapi dia akan kembali membuat minuman lagi karena sudah ditumpahkan oleh majikan.

"Kenapa tidak ingin mencoba minumannya?" tanya Arash.

"Saya bukan bahan percobaan kamu dan saya tidak akan meminum minuman yang akan diberikan kepada istri kamu!" tegas Amelia.

"Karena sudah ditambahkan sesuatu?" tanya Arash.

"Apa kamu bilang!" pekik Amelia.

"Saya memiliki beribu mata di rumah ini, jangan pernah macam-macam dan apalagi mencampurkan sesuatu ke dalam minuman itu," ucap Arash.

Amelia kesulitan menelan ludah, siapa sangka ternyata Arash mengetahui niat buruk Amelia.

"Tante hanya menumpang di rumah ini, saya menghargai tante karena Chantika dan jika tante tidak memiliki urusan apapun dengan Chantika, Saya juga tidak sudi orang-orang yang terlalu lancang tinggal di rumah ini!" tegas Arash.

Amelia terdiam dengan mata melotot, tampak begitu kaget mendengar pernyataan itu. Wajahnya juga memerah dan dipenuhi dengan amarah tetapi tidak bisa diluapkan.

"Urusan Tante dengan Abi Shafiya, tidak pernah berkaitan dengan saya, jadi jangan disamakan!" tegas Arash.

Amelia diam tanpa berkutik, terlihat panik dan mulai kesal dengan Arash, sekarang Arash berhati-hati.

"Buatakan minuman yang baru dan juga makanan untuknya!" titah Arash.

"Baik tuan!" sahut Bibi menundukkan kepala dan mau tidak mau harus menuruti majikannya itu, walau sebenarnya dia juga ikut kesal yang harus kembali melakukan pekerjaan.

"Jadi ini yang membuat kondisinya semakin memburuk, saya sudah mulai curiga dengan perkembangan kesehatannya tidak membaik dan ternyata semua itu karena Tante mencampurkan obat untuk merusak saraf otaknya!" tegas Arash.

"Ini peringatan pertama dan terakhir untuk Tante, jangan pernah mencampuri urusan saya dengan Shafiya. Apapun yang saya lakukan kepadanya itu adalah urusan saya dan saya tidak meminta Tante untuk ikut campur!" tegas Arash.

Arash berlalu dari hadapan Amelia. Amelia mengepal kedua tangannya.

"Tidak! Arash semarah itu kepadaku karena dia mengetahui aku mencampurkan sesuatu selama ini ke dalam minuman Shafiya. Tidak mungkin Arash mulai peduli dengan wanita itu, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi," batin Amelia.

****

Setelah Bibi menyiapkan makanan dan minuman yang baru untuk Shafiya. Bukan Bibi yang mengantarkannya ke kamar melainkan Arash.

Arash membuka pintu kamar dan melihat tempat tidur kosong padahal sebelumnya Shafiya berada di sana.

Kepala Arash berkeliling dan akhirnya menemukan istrinya yang duduk di lantai teras kamar. Shafiya seperti biasa pasti selalu melamun dengan memeluk kedua lututnya.

Arash menarik nafas panjang dan membuang perlahan kedepan, kemudian berjalan menghampiri teras dengan menggeser pintu menuju teras.

Suara pintu itu cukup mengganggu Shafiya sehingga membuatnya mengangkat kepala dan melihat Arash berdiri di depan pintu tersebut.

Pandangan Shafiya terlihat kosong, entahlah apakah dia menyadari bahwa pria di hadapannya itu adalah suaminya atau tidak dan mungkin saja karena kesehatan yang bermasalah Shafiya tidak sadar apa-apa saat ini.

Arash mencoba untuk seteng mungkin dan berjalan menghampiri Shafiya sehingga saat ini sudah berjongkok di hadapan Shafiya dengan meletakkan nampan tersebut.

"Makanlah!" ucap Arash.

Tidak terdengar sepatah kata pun dari mulut Shafiya yang hanya terus melihat Arash. Arash sebenarnya sangat jarang menampilkan wajahnya di hadapan Shafiya, karena awal-awal Shafiya sakit sampai nekat ingin mengakhiri hidupnya. Shafiya takut, bahkan sering teriak-teriak tidak jelas, menangis.

Semakin hari dilalui Shafiya justru menjadi pendiam.

"Ada apa?" tanya Arash dengan menaikkan satu alisnya.

"Ayo minum dulu!" Arash mengangkat gelas tersebut dan menyodorkan pada Shafiya bahkan mengantarkan ke mulutnya membuat Shafiya ternyata menurut.

Kepalanya sedikit menunduk dengan meminum jus mangga yang baru saja dibuatkan Bibi.

Arash seketika menjadi gugup, entah mengapa tiba-tiba saja dia punya pikiran melakukan sendiri kepada istrinya dibiaskan saja dilakukan paling Bibi.

Bersambung......

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!