Mengisahkan hyunjin yang terobsesi pada wanita bernama eunbi, wanita yang mungkin tidak akan mencintainya karena kesalahan yang ia perbuat, ia menahan eunbi di bawah kuasanya hingga membuat gadis itu menjadi pemberontak seiring berjalan nya waktu.
Kisahnya semakin rumit saat eunbi dengan sengaja menyeret Seo-joon seorang pegulat handal namun miskin ke dalam kisah cinta mereka, mampukah eunbi terlepas dari jeratan hyunjin? dan apakah Seo-joon bisa menyelamatkan-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 11 : Menghindar?
"Bawa aku bersamamu" Pintanya.
Seo-joon melepaskan pegangan tangan eunbi pada lengan nya perlahan, ia memberikan gestur bahwa ia tidak akan menerima permintaan eunbi.
"Aku tidak memiliki harapan lain selain padamu di sini, aku mempercayakan semuanya padamu" Katanya.
"Apa menurutmu aku akan mengorbankan nyawaku untuk orang lain?" Tanya seo-joon.
Eunbi membeku, seperti dugaan nya bahwa lelaki ini tak seperti kebanyakan orang.
"Kau sama sekali tidak tertarik denganku?"
"Aku memiliki tunangan" Balas seo-joon.
"Lalu dimana cincinmu?!" Tanya eunbi tak suka.
"Kau terlihat sangat putus asa hingga ingin tahu segala urusan orang lain? kami baru akan membelinya besok" Kata seo-joon.
"Kau berbohong kan?" Eunbi kembali mencekal tangan seo-joon saat lagi lagi pria itu akan pergi.
"Itu bukan urusanmu tolong lepaskan tanganku" Pintanya.
Seo-joon melepas paksa genggaman tangan eunbi dan meninggalkan wanita yang masih terdiam di posisi yang sama tersebut.
"Dia menolak ku?" Kekehnya pelan.
"Aku tidak menyerah begitu saja" Ujar eunbi lirih.
"Hyunjin mencarimu" kyungmin memecah lamunannya.
Eunbi melirik tajam pada pria yang baru saja datang itu.
"Bisakah kau tidak mengikutiku?!" Bentaknya.
"Ini adalah tugasku sekarang, ayo kembali ke kamar!" Ajaknya.
Eunbi berjalan meninggalkan kyungmin yang sempat mengulurkan tangan nya.
"Dasar wanita"
...****************...
"Sayang?" Panggil hyunjin saat baru saja membuka pintu kamar.
Eunbi membalas dengan senyuman, wanita itu mengenakan pakaian seksi dan berdandan sangat cantik.
"Hai? bagaimana pekerjaanmu?"
"Buruk sekali, aku merasa lelah" Katanya.
Eunbi menepuk kasur di sebelah nya mengisyaratkan hyunjin untuk datang.
Hyunjin mendekati eunbi di kasurnya, setelah melempar jaket nya pria itu meletakkan kepalanya ke pangkuan sang kekasih bersamaan dengan napas yang berhembus lega.
"Aku sangat lelah, tapi saat melihat istriku yang cantik ini aku kembali bersemangat"
"Istri?" Eunbi terkekeh remeh.
Hal itu membuat hyunjin kembali bangkit dan menatap sang lawan bicara tak suka.
"Apa yang salah?"
"Aku hanya mendengar barusan kau menyebutku sebagai istri, aku tidak ingat kapan kita menikah" Eunbi tertawa pelan.
"Jika ada kata yang bisa lebih menggambarkan seorang istri itu adalah kau, kau lebih dari segalanya bagiku eunbi, kau hidup dan matiku"
"Kalau begitu matilah" Kata eunbi pelan.
Hening.
Ucapan eunbi berhasil membuat suasana menjadi hening.
"Kalau aku mati kau juga harus mati" Balas hyunjin.
"Kalau begitu ayo mati, aku tidak ingin hidup di dunia dimana aku harus mengingat berapa mengenaskan hidup keluargaku" Katanya.
Hyunjin mencium bibir eunbi singkat, "Maaf jika aku egois, tapi itulah takdir yang harus kau Terima, you belong to me" Bisiknya.
Hyunjin membelai rambut hitam panjang milik eunbi.
"Aku suka rambut panjang ini, aku menyukai semua tentangmu sayang" Bisiknya
"Aku ingin tidur" Kata eunbi.
Eunbi berbaring memunggungi hyunjin, ia juga menarik selimut dan menutup tubuhnya rapat rapat.
Hyunjin menghela napasnya pelan, ia akan mengalah untuk malam ini dan membiarkan eunbi larut dalam mimpinya.
Keesokan paginya...
Hyunjin baru saja menyelesaikan acara mandinya, ia baru saja keluar dan langsung memperhatikan bagaimana eunbi tampak menyisir rambut pendeknya.
Rambut pendek?
Wanita itu memiliki rambut pendek.
"Kau memotong rambutmu?" Tanya hyunjin.
"Ya? bagaimana penampilanku?"
Pria itu melempar handuknya sembarang arah, ia yang masih bertelanjang dada dan mengenakan celana pendek menghampiri eunbi di depan cermin.
"Aku bilang aku suka rambut panjangmu dan kau langsung memotongnya" Katanya.
"Aku rasa rambut ku sudah terlalu panjang, aku suka rambut pendek!" Katanya dengan penuh keyakinan.
"Pembohong!" Balas hyunjin.
Eunbi mengabaikan ucapan hyunjin dan kembali bercermin, ia menyugar helaian rambut sebahu nya dan melupakan perdebatan kecil yang baru saja terjadi.
"Kau berharap aku akan berhenti menyukai mu hanya karena rambutmu pendek?" Tanya hyunjin remeh.
"Tidak juga, aku hanya ingin kau tau bahwa aku tidak suka kau memujiku, itu memuakkan!" Katanya.
Hyunjin terkekeh ringan, lucu sekali pikirnya.
"Sekalipun kau tak memiliki rambut aku akan tetap menyukaimu, aku menyukai segala hal tentangmu, bibir mu hidung mu wajahmu termasuk suaramu mendesah ketika kita bercinta" Katanya berbisik.
Hyunjin merasa sangat puas ketika eunbi mendengarnya, ia tak akan berhenti mengingatkan bahwa eunbi adalah miliknya, baginya itu mutlak.
"Itulah kenapa aku ingin membunuh diriku, hwang hyunjin" Balas eunbi pelan.
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi"
Hyunjin menarik tengkuk eunbi dan mencium bibirnya liar, ciuman yang menuntut balasan, ia juga merengkuh pinggang yang terpendek merapat pada tubuhnya.
"Mari aku ingatkan lagi"
"C-cukup!" Eunbi mendorong hyunjin menjauh dengan harapan laki laki itu tergerak mundur, namun tetap saja perbandingan tenaga mereka tidaklah sama.
"Aku ingin merasakan bercumbu dengan gadis rambut pendek ini" Katanya sambil tertawa kecil.
"Ahhh" Desahnya kesakitan saat hyunjin menghisap lehernya kuat, bekas merah akan tercipta di sana.
"Hyunjin!"
Tok tok tok...
Kyungmin memanggil dari luar.
Hyunjin melepaskan eunbi begitu mendengar suara teman nya itu, ia mendesah kesal.
Eunbi memalingkan wajahnya dan menutup lehernya yang sudah merah, ia enggan bersitatap dengan hyunjin.
"Hyunjin!" Teriak kyungmin lagi.
"Ck!" Hyunjin berdecak sebelum berjalan ke arah pintu dan membukanya.
"Ada apa?!"
"Kita akan pergi kan?" Tanyanya.
"Bisakah kau memberiku waktu sebentar?" Tanyanya kesal.
"Waktu untuk apa? sebentar lagi klien kita akan sampai, Ayo pergi atau mereka tidak jadi membelinya!" Ajak kyungmin.
Hyunjin pasrah, urusan pekerjaan selalu berhasil mengganggu momen kebersamaan nya dengan eunbi.
"Tunggu aku!" Katanya.
...****************...
Seo-joon memperhatikan seorang wanita yang berdiri di bawah matahari dan berkutat dengan tanaman bunga bunganya, terhitung ia sudah melakukan itu sejak hampir 1 jam yang lalu.
"Apa yang kau lihat?" Bisik yunho.
Seo-joon langsung memalingkan pandangan nya saat yunho mungkin menyadari dengan apa yang baru saja ia lakukan
"Melihat Lee eunbi?" Tanya yunho lagi.
"Bukan urusanmu" Jawab seo-joon.
"Jangan macam macam, fokuslah pada misi kita" Bisik yunho.
"Apa aku terlihat macam macam?"
"Entahlah, aku tidak tau apa isi pikiranmu, yang jelas jangan sampai ada yang melihatmu menatapnya seperti itu, jika hyunjin tau kau akan buta dibuat nya" Kata yunho.
"Ck pergilah!" Usir seo-joon.
"Aku memang mau pergi, jangan lupa besok kita akan berangkat pagi, sampai jumpa!" Yunho melambai sekilas dan pergi meninggalkan nya.
Saat ia fokus pada kepergian yunho, seo-joon tak sadar jika seseorang semakin berjalan mendekat padanya.
"Kang seo-joon?" Panggilnya lembut.
Seo-joon menoleh pada si pemanggil, eunbi tampak berdiri didepan nya, wanita itu melempar sebuah senyuman.
"Hai? aku menyapamu" Eunbi kembali berbicara.
"Ya? sebenarnya aku juga akan pergi"
"Kau bohong kan? kau hanya ingin menghindariku saja? kenapa?"