NovelToon NovelToon
TEMAN SEKAMAR

TEMAN SEKAMAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Kutukan
Popularitas:5.2k
Nilai: 5
Nama Author: tanty rahayu bahari

Sejak kecil, Luna hidup terkutuk dengan kemampuan melihat hantu. Hidupnya melelahkan, sepi, dan penuh ketakutan. Hingga suatu hari, roh Nando, pengusaha muda angkuh yang koma akibat kecelakaan misterius, tiba-tiba muncul dan bersikeras tinggal di kosannya. Keanehan terjadi: saat Nando di dekatnya, roh-roh jahat menghilang. Bersama, mereka menyelidiki kecelakaan Nando yang ternyata percobaan pembunuhan. Namun, perjalanan ini justru membuka tabir kematian mengerikan orang tua Luna. Di antara teror mistis dan bahaya fisik, benih cinta tumbuh di antara dua dunia yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tanty rahayu bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31: Bangkit dari Kematian

Bunyi monoton dari monitor elektrokardiogram yang selama dua minggu terakhir menjadi satu-satunya tanda kehidupan di Ruang VVIP Anggrek 01, tiba-tiba mengalami perubahan ritme. Tit... tit... tit... berubah menjadi lonjakan detak yang lebih cepat dan kuat. Tit-tit-tit-tit!

Di atas ranjang rumah sakit yang dingin, kelopak mata pria yang pucat pasi itu bergetar hebat. Jari-jari tangannya yang terpasang oksimeter bergerak kaku, seolah sedang mencoba menggenggam sesuatu yang tak kasat mata di udara. Sesuatu yang hangat. Sesuatu yang berharga.

Napasnya tertahan oleh selang ventilator tebal yang bersarang di tenggorokannya. Sensasi pertama yang menghantam kesadaran fisik Nando adalah rasa sakit yang luar biasa. Tubuhnya terasa berat, seolah dijatuhi berton-ton balok beton. Gravitasi yang selama ini tidak ia rasakan saat menjadi roh pelindung berpendar biru, kini menariknya kembali ke realita yang menyakitkan.

Ia membuka matanya dengan paksa. Cahaya lampu neon warm white di langit-langit kamar rumah sakit terasa seperti tusukan jarum di retinanya.

"Ukhh... khh..." Nando tersedak, tubuhnya bereaksi menolak benda asing di saluran pernapasannya. Mesin ventilator berbunyi nyaring, memicu alarm darurat yang langsung menggema hingga ke lorong rumah sakit.

Pintu kamar terbuka dengan kasar. Dua orang perawat berlari masuk dengan wajah panik yang seketika berubah menjadi keterkejutan yang luar biasa.

"Dokter! Panggil Dokter Hermawan, cepat! Pasien VVIP 01 sadar! Dia membuka matanya!" teriak perawat senior sambil menahan bahu Nando yang mulai memberontak kebingungan karena selang di mulutnya.

Kekacauan medis yang terstruktur langsung mengambil alih ruangan. Dokter spesialis saraf dan timnya bergegas masuk. Lampu sorot dinyalakan, senter kecil diarahkan ke pupil mata Nando, dan dengan instruksi cepat, selang ventilator itu ditarik keluar dari tenggorokan Nando, membiarkannya menghirup oksigen murni dari udara untuk pertama kalinya dengan paru-parunya sendiri.

Nando terbatuk hebat, dadanya naik turun memompa udara dengan rakus. Bau antiseptik, alkohol, dan obat-obatan langsung menyerang indra penciumannya. Bau yang sangat steril, menyakitkan, dan mengikat. Ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dengan bingung.

Di mana dinding bata yang hancur itu? Di mana bau kemenyan dan darah? Di mana... gadis bermasker hitam itu?

Nando memejamkan matanya rapat-rapat, mencoba memanggil kembali memori yang terasa seperti pasir yang lepas dari genggaman tangannya. Ada kilasan cahaya putih yang membutakan, jeritan iblis bermata merah, lalu sebuah ruang gelap tempat ia bersembunyi dalam wujud bola cahaya di dalam sebuah tas usang. Ia mengingat sebuah nama yang diucapkan dengan penuh keputusasaan dan keberanian. Luna.

"Tuan Nando? Tuan Nando Pratama, apakah Anda bisa mendengar saya?" suara berat Dokter Hermawan menarik Nando kembali ke masa kini. "Kedipkan mata Anda dua kali jika Anda mengerti ucapan saya."

Nando menurut. Ia berkedip dua kali. Kepalanya berdenyut nyeri.

"Luar biasa. Ini keajaiban medis," gumam sang dokter takjub, mencatat sesuatu di papan klipnya. "Fungsi motorik Anda tampaknya merespons dengan baik, mengingat trauma kepala yang Anda alami akibat kecelakaan itu. Tekanan darah Anda perlahan stabil."

Kecelakaan. Ingatan tentang mobilnya yang terbalik di jalan tol berkilat di kepalanya. Lalu, memori lain menyusul layaknya potongan puzzle yang dipaksa masuk. Seorang pria berjas rapi, berdiri di samping ranjangnya ini, menyelipkan sebuah benda berbau busuk di bawah bantalnya sambil tersenyum sinis. Rantai Sukma. Pengkhianatan.

Jantung Nando berdegup kencang hingga monitor kembali berbunyi waspada. Emosi kemarahan yang ia rasakan di dunia astral ternyata terbawa sempurna ke tubuh fisiknya. Ia ingat Bara. Ia sangat mengingat pengkhianatan itu.

"B-Bara..." suara Nando keluar sangat parau, serak, dan nyaris tak terdengar setelah pita suaranya tertidur sekian lama.

"Anda mencari rekan Anda, Pak Bara?" tanya perawat dengan ramah. "Kebetulan sekali, beliau baru saja tiba sepuluh menit yang lalu dan sedang menunggu di ruang tunggu luar. Beliau selalu rutin menjenguk Anda setiap hari. Saya akan memintanya masuk."

Nando ingin berteriak melarang, ia ingin mengutuk, tapi tubuhnya terlalu lemah. Tangannya mengepal di atas seprai putih.

Tak lama kemudian, pintu kayu ek itu terbuka perlahan. Bara melangkah masuk. Pria itu mengenakan kemeja marun—kemeja yang sama yang dilihat Nando (atau lebih tepatnya, yang dilihat Luna) di lantai 45 apartemen mewah itu.

Namun, ekspresi di wajah Bara saat ini jauh dari kata arogan atau berkuasa. Saat mata Bara bertemu dengan mata Nando yang terbuka dan menatap tajam ke arahnya, darah seakan terkuras habis dari wajah sang Direktur Keuangan. Bara memucat pasi. Kakinya sejenak terpaku ke lantai marmer.

Kutukannya hancur. Dukunnya gagal. Nando hidup kembali.

Bara menelan ludah dengan susah payah. Sebagai aktor sosiopat yang terlatih di dunia bisnis, ia memaksakan sebuah senyum lebar yang dipenuhi "kelegaan" palsu, lalu berjalan mendekati ranjang Nando.

"Ya Tuhan, Nando... Sahabatku," suara Bara dibuat sedikit bergetar, ia bahkan menutupi mulutnya seolah menahan tangis haru. "Kau kembali. Dokter bilang harapanmu sangat kecil, tapi aku tidak pernah berhenti berdoa untukmu. Perusahaan sangat merindukanmu."

Nando menatap wajah pria itu lekat-lekat. Matanya yang baru saja melihat kengerian iblis dari neraka Alas Roban, kini menatap iblis yang sesungguhnya di dunia manusia. Iblis yang bersembunyi di balik jas mahal dan senyum persahabatan.

Otak Nando bekerja cepat. Ia menyadari satu hal krusial: Bara tidak tahu bahwa Nando mengingat pengkhianatan itu. Bagi Bara, Nando hanyalah korban kecelakaan tragis yang baru sadar dari koma panjang. Bara tidak tahu soal perjalanan astralnya. Bara tidak tahu bahwa Nando melihatnya menanam buhul tersebut.

Bermainlah cantik, Nando, insting bisnisnya berbisik. Jika kau menyerangnya sekarang, tanpa bukti, kau hanya akan dianggap mengalami delusi pasca-trauma. Mainkan perannya.

Nando memaksakan otot wajahnya untuk rileks. Ia mengendurkan kepalan tangannya dan membalas tatapan Bara dengan tatapan sayu khas orang sakit.

"Bara..." bisik Nando parau, memalsukan senyum lemah. "Kau... masih di sini. Terima kasih."

Mendengar respons Nando, napas lega yang sangat kentara lolos dari bibir Bara. Ketakutannya menguap. "Tentu saja, Kawan. Aku menjaga NaturaGlow untukmu. Fokuslah pada pemulihanmu. Semua urusan bisnis aman di tanganku."

Oh, aku tahu sangat aman di tanganmu, bajingan, batin Nando mendidih.

Bara berbincang sebentar dengan dokter sebelum akhirnya pamit keluar dengan alasan harus mengurus pembatalan rapat darurat demi menemani Nando nanti malam. Begitu pintu tertutup dan dokter meninggalkannya untuk beristirahat, Nando kembali terdiam dalam keheningan kamarnya.

Ia menatap langit-langit kamar rumah sakit. Semuanya terasa nyata. Bau obat ini, rasa sakit di pelipisnya, sentuhan kasar seprai di kulitnya. Tapi mengapa... mengapa ia merasa sebagian dari dirinya tertinggal di suatu tempat yang jauh?

"Luna..." nama itu terucap dari bibirnya lagi, mengalir begitu saja layaknya mantra.

Siapa Luna? Nando mengerutkan dahinya, mencoba menggali lebih dalam. Ia mengingat aroma sabun minimarket yang murah, secangkir mi instan rasa soto ayam, maskot ayam jago di atas nakas reyot, dan seorang gadis bermata bulat yang melawan bayangan hitam demi melindunginya. Tapi ingatan itu terasa tidak utuh. Terasa berselimut kabut tebal, seperti mimpi luar biasa panjang dan nyata yang mulai memudar sesaat setelah seseorang terbangun.

Ia mengangkat tangan kanannya, menatap telapak tangannya sendiri. Tidak ada lagi pendar biru citrus di sana. Ia manusia sepenuhnya. Tapi ia bisa merasakan, jauh di lubuk jiwanya, sebuah utang nyawa dan utang janji yang harus ia bayar lunas pada seorang gadis yang mengutuk dirinya sendiri demi hidupnya.

"Aku akan mencarimu," gumam Nando tegas di ruangan kosong itu. "Di dunia mana pun kau berada."

...****************...

...Bersambung.......

...Terima kasih telah membaca📖......

...Jangan lupa bantu like komen share dan Rate ya ❣️...

...****************...

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
syukurlah Nando ingat, walupun tipis tipis
Ai Emy Ningrum: bertahap ceu 😙😙 yg diinget jabatan nya dulu an 😋😋
total 1 replies
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘandini☠️⃝🖌️M⃤_☆⃝𝗧ꋬꋊ
yaaah Luna sendirian, gimana pulangnya weh /Shy//Slight/
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Lg dong Thor, 😭🤗🤗tanggung bngt.
nayla tsaqif
Nando punya keluarga gk thorr,,??
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Sangat menarik dan menghibur, tidak membosankan smoga tidak cpt tamat. 😃
Smangat buat author nya ya, smoga ceritanya smakin seru dn penuh kejutan ya. ☺
🥀🥀Anggita.🥀🥀
lanjut kan thor
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Allhamdulillah akhirnya Luna tidak kesulitan melawan dukun itu, sya kira dukun itu sulit dikalahkan, scara td sangat sombongnya pd Luna, akhirnya mampus juga iblis itu. 😠😠

Smoga Nando akn mengingat perjuangan mreka ber 2 ya😭😭😫, smoga pas siuman orang pertama diingat adalah Luna.
nayla tsaqif
Ayo nando,, cepat sadar dan temukan luna,,! Ato pk tarjo balik lg, untuk nolongin luna,, 😭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Syukur deh Nando kembali.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
lanjut Thor.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤩🤩🤭🤭😆😆Ke nya bakal tumbuh nih benih2 ❤❤💘💘💘diantara mereka.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Apa kh yg mmbunuh orangtua Luna adalah dukun yg sama yg dipakai oleh Bara ya.
Apa kh masalah mereka terhubung 1 sm lain ya? 🤔
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Teka teki nya mulai terkuak 1 per 1.
Ayo Luna semangat, bakar aja buhul itu lun.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Musuh dlm selimut ini namanya, tega bener ya teman ko jahat banget, mungkin ingin mngambil posisi Nando mungkin.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Jelas kan nanti ya thor, sebabnya Nando jd dtakuti oleh MEREKA. 😃😃😆😆
Suka skli baca yg horor tp ada juga komedi nya,karena Nando yg narsis dan arogan ini. 🤣🤣
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤣🤣🤣🤣Sakita perut q lihat kelakuan Nando, ke lg nonton drakor aja. 🤭🤭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Mereka berdua saling mmbutuhkan, mungkin juga kalian jodoh. 😆🤭
🥀🥀Anggita.🥀🥀
🤣🤣🤣🤣Udah sadar bukan manusia lg, baru diemm, td cerewet bngt. 🤣🤣🤣hadeh.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Biasanya arogan diawal, tp bucin diakhir, 😆😆semakin mnarik thor.
🥀🥀Anggita.🥀🥀
Menarik, syng nya baru nemu, dan baru bacanya, penasaran sm judulnya. 😁😁

Semangat Thor. 😃
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!