NovelToon NovelToon
You Are My Destiny

You Are My Destiny

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: Snow White

Siapa sangka pernikahan pura-pura antara Jeevan dan Valerie membuat mereka berdua benar-benar merasakan jatuh cinta sama lain. Dimulai Jeevan meminta Valerie untuk berpura-pura menjadi Maura calon istrinya yang akan dikenalkan kepada keluarganya, namun di saat yang bersamaan Maura pergi meninggalkan Jeevan keluar negri.

Situasi yang salah paham membuat Valerie terjebak di antara keluarga Jeevan dan terpaksa membuat kesepakatan bersama Jeevan untuk menjadi calon istrinya.

Namun ada satu alasan Valerie menerima pernikahan pura-pura, agar dirinya putus dengan Nathaniel kekasihnya saat itu. Sejak pertama bertemu, Jeevan sudah jatuh hati pada Valerie. Apalagi ketika tahu jika Valerie adalah cinta pertamanya sejak SMP. Mulai saat itu Jeevan terus mencoba membuat Valerie jatuh cinta kepadanya, sampai bisa menjadi miliknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Snow White, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Feeling

Sedari tadi Angel meminta Kenzie untuk membantunya sedikit, memang tidak begitu berat dan merepotkan tapi bagi Kenzie sangat merepotkan. Meskipun dijanjikan dengan diberikan harga diskon, tlaktiran makan siang tetap Kenzie tidak mau membantunya jika menyangkut dengan Rania.

"Aku nggak mau, Mbak. Meskipun Mbak ngasih apa aja, tetep aku nggak mau!" tolak Kenzie mentah-mentah saat di ruang Angel.

Memang terlihat sangat jelas dari wajah Kenzie yang begitu tidak suka saat bertemu dengan Rania tadi, wajah manisnya mendadak dingin dan sikap yang hangatnya mendadak ketus.

"Memang kenapa sih? Apa susahnya tinggal pakai bajunya terus di foto, dia cuma minta tolong kamu pakai bajunya buat sekedar dicoba dan dikasih lihat ke calon suaminya?"

"Tetep nggak mau!" Tolak Kenzie lagi dengan sikap kasarnya.

"Lagian dia ke sini kenapa bukan sama calon suaminya, kenapa harus aku yang disuruh pakai?" tambah Kenzie masih dengan emosi .

"Karena badan calon suaminya sama kamu sama. Dan juga dia nggak bisa ke sini karena sibuk, lagian cuma sebentar doang kok nggak lama." Angel mulai kesal karena Kenzie benar-benar tidak mau membantunya tidak seperti biasanya.

"Tch...sesibuk apa sih sampai nggak bisa fitting baju pengantin," sindir Kenzie tertawa ringan dan mengangkat sebelah bibirnya ke atas dengan tatapan sinis.

Angel mulai curiga dan keheranan kenapa Kenzie seperti memendam dendam kepada Rania, terlihat jelas dari cara bicaranya begitu tidak menyukainya.

"Kamu ada masalah sama dia sampai segitunya?" tanya Angel dengan tatapan curiga membuat Kenzie sedikit gugup takut akan ketahuan hubungan mereka berdua.

"Nggak ada," jawab Kenzie sedikit gugup dan berbohong.

Terlihat dari kedua bola matanya jika Kenzie sedang berbohong, tapi itu bukan urusan Angel. Yang penting bagi Angel sekarang adalah bagaimana bisa dirinya mendapatkan foto Kenzie memakai baju pengantin milik kliennya.

"Terserah mau ada hubungan apa sama dia, yang penting aku butuh kamu sekarang buat sekedar foto pakai baju itu!"

"Tapi aku nggak mau!" Kenzie mulai kesal dan emosinya mulai meluap.

Keduanya terlibat perdebatan sengit dak tidak ada yang mau mengalah satu sama lain, membuat Angel sangat frustasi. Sesaat Angel menghela nafas panjang dan mencoba meredakan emosinya. Siap tahu sekali lagi ia

"Oke kalau begitu, aku bilang sama Mbak Isabel kalau jas pesenan mu dilelang!" Ancam Angel dengan kedua bola matanya yang membulat sempurna meninggalkan Kenzie sendirian.

Angel sudah lelah berdebat dengan Kenzie seolah sudah tidak tahu lagi harus bagaimana, dan akhirnya ia mempunyai satu-satunya senjata agar bisa menggertak Kenzie. Mendengar ancaman Angel membuat Kenzie ketakutan. Bagaimana tidak, jas yang dipesannya sejak lama adalah incaran dirinya selama ini.

"Loh kok gitu sih, Mbak? Nggak bisa gitu dong?" protes Kenzie tidak senang dengan keputusan Angel.

"Terserah, sama aja kamu nggak mau bantu Mbak Isabel!" Angel balik mengancam membuat Kenzie yang tadinya teguh pada pendiriannya menjadi sedikit luluh.

Sial, Kenzie hanya bisa terdiam mendengarnya, hatinya kesal dan tidak bisa dibendung lagi. Tapi ia tidak bisa menolak jika sudah membawa nama Isabel karena sudah dianggap seperti kakaknya sendiri. Isabel sering memberikan baju brand baru kepadanya dibandingkan kepada Jeevan.

"Gimana?" tanya Angel dengan tatapan mengintimidasi membuat Kenzie tidak bisa berbuat apa-apa.

Cukup lama Kenzie terdiam memikirkan apa yang harus dilakukan, tidak mungkin ia mencoba pakaian calon pengantin perempuan yang disukainya. Jujur, Kenzie memang sudah mulai menyukai Rania saat mereka pertama kali bertemu dan tahu jika Rania anak menikah adalah hal menyakitkan baginya. Apalagi ketika orang tuanya menghina Kenzie habis-habisan.

"Ya udah oke. Aku mau," angguk Kenzie akhirnya menyerah pada pendiriannya dengan terpaksa dan senyum mendadak merekah di bibir Angel.

Memang benar yang diucapkan oleh Angel jika pakaian pengantinnya begitu pas di tubuh Kenzie. Kenapa mereka berdua sangat mirip sekali membuat Kenzie sedikit jengkel dibuatnya. Sedari tadi tidak ada senyum yang terlukis di bibir Kenzie, ia terlihat begitu muram dan datar.

Sesekali Kenzie mencuri pandang menatap ke arah Rania yang tidak jauh darinya, begitu sangat cantik membuat Kenzie tidak ingin melepaskan pandangannya. Sungguh Rania sangat cocok memakai gaun yang sedang dipakainya saat ini.

"Ganteng banget kamu pake baju ini, Ken," puji Angel seolah menggodanya membuat Kenzie sedikit merasa risih.

"Iya, apalagi pas bajunya. Cocok banget," sambung salah satu pegawai yang membantunya.

Pujian mereka tidak berarti bagi Kenzie karena tidak akan merasa senang, ini bukan pernikahannya melainkan pernikahan orang lain. Mendengar ucapan Angel membuat Rania yang sedari tadi mencoba menghindari kontak mata dengan Kenzie penasaran, ia diam-diam menoleh ke arah Kenzie dan seraya tersenyum manis melihatnya.

"Mbak, boleh di foto nggak baju lelakinya? Soalnya pacarku mau liat?" pinta Rania bertanya, tapi belum sempat Angel menjawab pertanyaan Rania, lebih dulu Kenzie menolaknya.

"Nggak! Nggak boleh!" Teriak Kenzie spontan ketakutan menatap Rania dengan tajam.

Suara Kenzie membuat semua yang ada di sana menoleh ke arahnya secara bersamaan, kenapa Kenzie terlihat begitu sangat berlebihan. Padahal Rania memintanya untuk sekedar difoto, bukan hal lain.

"Kenapa memangnya? Cuma foto aja kok?" Angel kembali menatap Kenzie keheranan.

"Pokonya nggak boleh!"

Jika Kenzie difoto dan Biyan melihatnya pasti akan mengenalinya, dan semuanya akan kembali kisruh jika Biyan dan dr. Geonathan tahu Kenzie dengan Rania masih berhubungan. Kenzie tidak mau membuat Rania susah tapi ia juga tidak bisa berbohong dengan perasaannya sendiri.

Ucapan Kenzie membuat Rania sedih karena sikapnya yang kasar, Rania tahu jika orang tuanya sudah berbuat kasar kepadanya dan ia juga merasa sangat bersalah. Jadi wajar jika sikap Kenzie begitu dingin dan sinis kepadanya.

"Loh kenapa? Cuma foto aja kok?" tanya Angel keheranan dengan sikap Kenzie yang kembali seperti semula.

Ponsel Valerie berbunyi berulang-ulang membuat Jeevan yang sedang tertidur pulas terbangun, awalnya Jeevan hanya mengabaikannya saja. Namun lama kelamaan dering ponsel Valerie menggangunya. Dengan rasa malas Jeevan mencari sumber bunyinya, dan ternyata ponsel Valerie berada di laci meja tempat tidur.

Diambilnya ponsel Valerie yang berada di atas laci meja tempat tidur, dengan rasa penasaran dan sedikit ragu Jeevan memutuskan untuk melihat siapa yang menelponnya. Tatapannya begitu lekat tertuju sebuah nama yang tertulis di layar ponsel Valerie tertuliskan 'dr. Simon'.

Jeevan yang tadinya biasa saja kini menjadi serius dan penasaran siapa dr. Simon yang ada di ponselnya. Lama ponsel Valerie berdering sampai akhirnya panggilan berakhir dengan sendirinya, tapi Valerie tidak juga ada di sana membuat Jeevan penasaran.

Dicarinya Valerie sampai ia menemukan Valerie ada di kamar mandi sedang menahan rasa sakit, lewat pintu yang sedikit terbuka kedua bola mata Jeevan menatap lekat Vale yang berdiri di depan cermin kamar mandi seraya memegang kepalanya menahan sakit. Apa Valerie sedang sakit? Dan apa ada hubungannya dengan panggilan masuk tadi?

Lama Jeevan menatap Valerie sampai ia melihat wajah cantiknya yang selama ini dilihat berubah menjadi pucat, rasa khawatir Jeevan semakin menjadi tapi ia tidak bisa masuk dengan sesuka hatinya ke dalam sana untuk menemui Valerie, pasti istrinya tidak akan berterus terang kepadanya.

Jeevan mengambil ponsel di sakunya lalu menelepon Kenzie, ia memerintahkan Kenzie untuk mencari tahu siapa dr. Simon yang tadi menelepon Valerie. Belum saat Jeevan masih menelepon Kenzie, tiba-tiba saja Valeri keluar kamar mandi dan mendapati Jeevan berdiri di pintu kamar mandi yang sedikit terbuka.

"Ngapain kamu di sini?" tanya Valerie mendapati Jeevan sudah berdiri terlihat sedang menelepon seseorang.

Mendengar suara Valerie membuat Jeevan kaget dan mematikan teleponnya secara sepihak, wajahnya mendadak gugup dan ketakutan.

"Aku mau ke kamar mandi," jawab Jeevan sedikit gugup sambil memasukan ponselnya ke dalam saku.

Tatapan curiga Valerie menatapnya karena tidak percaya dengan ucapan Jeevan. Ada yang aneh pada Jeevan. Melihat Valerie yang terus mengawasinya membuat Jeevan merasa tidak nyaman dan terintimidasi, sepertinya Valerie sedang mencurigainya.

"Aku mau ke kamar mandi, aku nggak bohong!" Jelas Jeevan mengulang ucapannya meyakinkan Valerie dan langsung masuk ke dalam sana dengan tergesa-gesa.

Untung saja Valerie tidak mencurigainya dan tidak banyak menghujaninya dengan banyak pertanyaan. Sesaat kemudian ponsel Jeevan berbunyi dan ada pesan masuk dari Kenzie yang tidak butuh waktu lama untuk mendapatkan informasi.

"Nihil. Gue nggak dapet siapa itu dr. Simon." isi pesan dari Kenzie membuat Jeevan sedikit kecewa.

Siapa sebenarnya dr. Simon yang ada di dalam kontak ponsel Valerie, kenapa namanya tidak bisa ditemukan olehnya? Apakah ada yang sedang dirahasiakan oleh Valerie sampai orang lain tidak boleh tahu? Atau Valerie menyembunyikan seseorang yang tidak boleh diketahuinya dengan menggunakan nama dr. Simon? Apa itu adalah cinta pertamanya, foto yang dilihat oleh Jeevan di kamar Valerie?

Setelah selesai fitting baju pengantin Rania kembali ke rumah sakit untuk memberikan Biyan setelan jas yang sudah dipesannya. Tapi ia merasa kaget saat melihat jas yang bawanya bukanlah jas yang dipesan untuk Biyan. Ternyata jas yang ada padanya tertukar dengan jas milik Kenzie.

"Ini punya Mas Kenzie, kayanya tertukar tadi pas ambil," kata salah satu pegawai butik Isabel.

Mendengarnya membuat Rania sedikit kesal dan kecewa, bagaimana bisa jas sampai tertukar dan salah ambil. Memang tadi jas milik Biyan ada di samping jas milik Kenzie, sepertinya Rania salah mengambil jas milik calon suaminya. Mau tidak mau Rania harus mengambil jas miliknya yang akan diberikan kepada Biyan hari ini.

Berbekal alamat yang diberikan oleh Angel akhirnya Rania menghampiri Kenzie ke apartemennya. Meskipun Rania memiliki nomor ponselnya tapi sayang Kenzie tidak bisa dihubungi karena telah memblokir nomor Rania lebih dulu. Setengah jam sampai di apartemen milik Kenzie yang lumayan mewah.

"Maaf, Mbak. Mau bertemu dengan siapa?" tanya seorang satpam ketika Rania masuk di sambut dengan ramah.

Memang apartemen yang ditempati oleh Kenzie tidak sembarang orang bisa masuk ke dalam sana. Hanya orang-orang yang mempunyai akses tertentu yang bisa masuk ke dalam sana. Kebetulan ini adalah apartemen yang dibangun oleh Sulthan untuk salah satu bisnisnya.

"Aku mau bertemu sama Kenzie, apa bisa?" tanya Rania dan mendengar nama Kenzie spontan satpam itu menatap Rania keheranan.

"Anda siapa?" satpam itu terus bertanya begitu detail karena baru melihat Rania di sana.

Memang semua satpam di sini wajib mengetahui siapa saja penghuni yang bisa keluar masuk secara bebas, dan wajar saja jika Rania kesulitan masuk karena baru saja terlihat di sini. Rania ingat apa yang dikatakan oleh Angel jika mau masuk dengan aman ke dalam sana. Ada satu kata ajaib yang biasa dipakai orang-orang tertentu yang bisa leluasa masuk ke dalam sana.

"Snow White," jawab Rania berbisik di telinga satpam menyebutkan kata ajaib yang diberikan oleh Angel.

Kenapa itu harus menjadi kata ajaib yang terinspirasi dari film kartun kesukaan Deevina sejak kecil. Tidak ada yang tahu kata ajaib itu selain satpam dan pemiliknya. Mendengar kata ajaib yang diucapkan oleh Rania membuat satpam itu mempersilahkannya masuk untuk menemui Kenzie.

Langkah kaki Rania menuju lantai 6 di mana tempat Kenzie tinggal, di sana terlihat sepi dan sangat nyaman. Hanya kelas atas yang bisa tinggal di sana dengan fasilitas mewah. Sesampainya di depan pintu apartemen, Rania menekan bel berulangkali karena pemiliknya sangat lama membukakan pintu.

Rania berpikir jika Kenzie tidak ada di sini tapi tadi satpam bilang jika Kenzie sudah datang satu jam lalu dan belum keluar lagi, tidak lama kemudian pintu terbuka dan Rania bisa melihat dari dalam sana sosok Kenzie yang mengenakan kaos berwarna hitam dengan celana pendek, serta wajahnya sedikit pucat dengan mata yang sayu.

Kedua bola mata Rania membulat kaget karena takut jika Kenzie akan menolaknya dengan sikap kasarnya, tapi ia harus ingat tujuannya datang untuk menukar jas milik Biyan. Bukan hanya Rania tapi Kenzie juga dibuat terkejut dengan kehadirannya yang ada di sini, kenapa bisa ada di sini?

"Ngapain lo di sini? Dan kenapa bisa masuk?" tanya Kenzie dengan suara sedikit terdengar parau seperti orang yang sedang sakit.

"Sorry. Jas yang lo bawa tadi ketukar sama punya gue," jawabnya dengan nada lembut menatap Kenzie penuh ketakutan sambil memperlihatkan jas yang sedari tadi dipegangnya.

Melihat jas yang ada di tangan Rania membuat Kenzie sadar jika itu adalah jas miliknya, memang tadi Kenzie juga tidak memeriksa lagi karena ia sudah merasakan tidak enak badan dan ingin segera pulang.

"Sebentar gue ambil dulu," kata Kenzie tidak mempersilahkan Rania untuk masuk dan mencoba untuk menutup pintu.

Belum sempat Kenzie menutup pintu dengan cepat Rania menahannya dengan tangan kiri, sikap Kenzie dinila Rania tidak sopan jika sedang kedatangan tamu. Setidaknya Kenzie harus mempersilahkannya masuk dan duduk. Tahu jika pintu susah untuk ditutup membuat Kenzie sedikit kesal menatap Rania.

"Lo nggak punya sopan santun kalau ada tamu disuruh masuk?" sindir Rania dengan tegas.

Mendengar ucapan Rania hanya membuat Kenzie tertawa ringan terkesan sinis, entah kenapa Rania selalu bersikap seenaknya dan selalu saja sesuai keinginannya.

"Memang gue ngundang lo ke sini?" Kenzie balik menyindir dengan nada sinis membuat Rania kesal.

Tatapan tajam Kenzie menatap Rania dengan sikap dingin, meskipun ia tidak mengundangnya tapi seharusnya Kenzie mempersilahkannya masuk, begitu menurut Rania. Tapi ucapan Kenzie ada benarnya karena ia tidak mengundangnya datang ke sini.

"Tetep aja yang namanya ada yang berkunjung harus lo suruh masuk!" Tegas Rania tidak mau kalah.

"Termasuk pengemis?" Kenzie balik bertanya membuat Rania semakin kesal dan tidak bisa berkata apa-apa.

"Gue heran sama lo, kenapa semua harus sesuai keinginan lo. Dan lo begitu haus buat dihormati orang lain?" sindir Kenzie membuat Rania semakin kesal.

Wajah Rania mulai memerah menyimpan amarah kepada Kenzie, ingin rasanya Rania menghajar atau hanya sekedar mencakar wajahnya yang sangat tampan. Tapi apa daya Rania tidak bisa melakukannya.

"Kalau begitu silahkan masuk Tuan Putri?" ucap Kenzie menyindir Rania mempersilahkannya masuk dengan membungkukkan sedikit tubuhnya seperti pelayan istana yang menyambut Tuan Putri.

Melihat sikap Kenzie membuat Rania sedikit tersinggung, mungkin di dalam pikiran Kenzie sosok Rania adalah anak yang manja dan selalu ingin dimengerti oleh orang lain. Tapi Kenzie salah mengenal Rania. Tidak lama kemudian Rania masuk ke dalam apartemen Kenzie dengan wajah ketus.

"Silahkan duduk, Tuan Putri mau minum apa?" ledek Kenzie lagi terus menyindir.

"Nggak usah, gue cuma butuh jas-nya segera!"

"Oke, tunggu sebentar."

Sedari tadi memang kepala Kenzie sangat pusing dan tubuhnya panas, tapi ia tidak memperlihatkannya di depan Rania. Wajahnya semakin pucat sehingga langkah kakinya mulak lunglai. Rania menyadari keadaan Kenzie sejak pertama kali melihatnya, maka dari itu Rania mencari cara bagaimana bisa masuk ke dalam untuk bisa mengobatinya.

Belum sempat Kenzie berjalan jauh tiba-tiba saja kepalanya semakin berat dan pandangannya kabur. Kepalanya makin sakit ia rasakan sampai akhirnya tubuhnya lemas dan terjatuh ke lantai.

1
Black Swan
Geraaaaaĥhhh🥵🥵🥵🥵
Black Swan
Bener-bener lo ya Jeevan🤣
Ria Irawati
sudah mampir..
bagus² nama tokohnya.
Ria Irawati: sama-sama kak
total 2 replies
Amila FM,IG:amilaeditslife
semangat semangat, ayo update 💪😍
❄Snow white❄IG@titaputri98: 🥰🥰Makasih kak
total 1 replies
mary dice
berita baik atau buruk nihh?? habis berantam biasanya bawaan negatif mulu atau curiga🤔 lanjut ya thor😍
❄Snow white❄IG@titaputri98: 😄🤭Biasanya gitu ya bikin Overthinking. Tunggu bab selanjutnya ya kak🥰makaskih
total 1 replies
only siskaa
aku mampir thorrr😋
❄Snow white❄IG@titaputri98: Makasih kak🥰
total 1 replies
🍒⃞⃟🦅 CACASTAR
hadir thor
❄Snow white❄IG@titaputri98: Makasih Kak🥰
total 1 replies
Tulisan_nic
Tinggalnya di PIK 2🤣
❄Snow white❄IG@titaputri98: 😄😄🤭🤭wah jangan2 ini salah satu penghuninya ya😄😄🤭🤭
total 1 replies
Tulisan_nic
Namanya bagus kak, Valeri Felicia Irene💕
❄Snow white❄IG@titaputri98: Makasih kak🥰
total 1 replies
Black Swan
Kenzie tipikal cowok nggak banyak ngomong, tau-tau ada wallpaper di laptopnya🤣🤣🤣
Black Swan
Lanjut kak😍💪
Na2 Chan
sudah mampir sayang ku....
❄Snow white❄IG@titaputri98: Makasih Kak Nana🥰🥰
total 1 replies
Black Swan
𝑺𝒆𝒎𝒂𝒏𝒈𝒂𝒕 𝒌𝒂𝒌😍
Niche
saran dikit kak

maaf sebelumnya

narasinya itu di tiap chapter semuanya panjang

mungkin bisa dipecah untuk kenyamanan pembaca kak

sebagian pembaca ada yang sensitif liat narasi panjang satu blok penuh

cuma saran teknis aja kak 👍

semangat ya.
❄Snow white❄IG@titaputri98: 🥰Makasih banyak Kak sarannya
total 1 replies
Black Swan
Jeevan mulai memcintai secara ugal-ugalan😄💪
Black Swan
Pengen gue getok si Jeevan🤣🤣🤣🤭
Black Swan
Up tiap hari ya thor, 😍😍
Rain
Helo… aku apresiasi karyanya ya. Smoga semangat terus berkarya kaka🙏😍
mama Al
lanjut
❄Snow white❄IG@titaputri98: Siap, Kak. Up tiap hari kok🥰👍
total 1 replies
Black Swan
Jeevan mulai bucin, 😄😄🤣🤣suka sama second lead nya ini Kenzi🤭🤭😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!