"bagaimana pun juga pekerjaan itu udah buat aku bertahan di kota besar sampai saat ini to mas." ucap Siti sambil berkaca.
"oke, mas izinin kamu bekerja di sana lagi. Dengan satu syarat, kalok kamu sudah hamil. Mas gak izinin kamu buat kerja lagi." ucap Yuke pada Siti yang manggut-manggut.
"iyo mas, Siti janji." ucap Siti dan ku kecup kening nya sebentar.
'aku bakal buat kamu hamil secepat nya Siti.' ucap Yuke dalam hati sambil sedikit mengeluarkan Seringaian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Beautysavanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31 (ekstrak part 5)
Ratna pov
"bang tolong, ambilin Mama selimut ya? " aku sengaja menyuruh Azam mengambil kan selimut yang ada di lemari.
Azam yang tadi nya sedang mainan, berhenti sejenak lalu berjalan kearah lemari.
Posisi kita berdua masih ada di dalam kamar ku, aku yang duduk diatas ranjang, sedangkan Azam yang sedang duduk di karpet lantai dengan mainan nya.
Mas Mario tadi sempat menelfon, kata nya dia akan pulang sebentar lagi, aku melihat jam di nakas yang menunjukkan pukul delapan malam.
"ini Ma selimut nya." Azam menyerah kan selimut itu ke tangan ku.
"makasih sayang.. " aku mengelus rambut nya sebentar.
"sama-sama." ucap nya dengan muka imut nya.
"Azam belum ngantuk?" tanya ku pada Azam yang masih berdiri di samping ranjang.
"belum, tapi sedikit." jawab nya lagi, sambil mengaitkan jari nya membentuk isyarat yang artinya sedikit.
"yaudah sini bobo samping Mama." aku mengangkat tubuh Azam dan meletakkan di samping ku.
"Ma, kok dede belum keluar ya? " tanya Azam yang tiduran di paha ku, dan menusuk-nusuk perut ku dengan jari nya.
" hahaha.. dede nya masih lama keluar nya Azam."
"Papa emang gimana loh bikin nya? Kok dede nya bisa masuk di perut Mama." pertanyaan Azam sukses membuat ku tak bisa menjawab.
"emm Mama juga nggak tau." hanya itu jawaban ku..
"Papa masih lama ya pulang nya? " aku mengelus rambut nya yang hitam lebat.
" enggak kok, bentar lagi Papa pulang. Yaudah Azam disini aja ya? Sama Mama." dia hanya mengangguk dan merubah posisi nya menjadi tidur di bantal samping ku.
Aku juga merubah posisi ku, yang tadi nya duduk menjadi tiduran.
"tidur ya.." Azam memang anak nya tidak terlalu manja, dia beda seperti anak kecil yang lain. Biasa anak kecil paling suka di bacain dongeng sebagai pengantar tidur, Tapi tidak dengan Azam. Cukup di tepuk-tepuk pantat nya, dia sudah tidur.
tidak membutuhkan waktu lama, Azam akhirnya terlelap juga. Tapi tidak dengan aku, aku masih terjaga.
Ceklek...
"kok belum tidur." tiba-tiba mas Rio membuka pintu kamar.
"sutt.. Azam udah tidur." ucap ku dengan perlahan.
Mas Rio menaruh tas kerja nya dan berjalan kearah ku, dia mencium puncak kepala ku. Aku juga mencium tangan nya.
"tadi dia nemenin aku disini, sekarang dia udah tidur." ucap ku, dan di angguki Mas Rio.
"aduh mas juga capek, mau istirahat." mas Rio mengangkat Azam supaya agak kesanaan dikit.
Dan mas Rio tidur di samping ku, sama saja aku yang di tengah-tengah mereka.
Mas Rio tidak mandi terlebih dahulu, karena pekerjaan nya hari ini membuat nya cukup kelelahan.
Dia sudah berbaring di samping ku, aku yang membelakangi nya dan mengahadap ke arah Azam.
Tanpa di duga mas Rio memeluk ku dari belakang, dan tidak lupa tangan nya yang nakal merambat dari perut sampai menyentuh dada ku.
Tidak hanya itu, kaki nya yang satu sudah bertengger di atas kaki ku.
"mas.." aku merintih kala mas Rio meremas dada ku..
"hm..kenapa? " tanya nya sambil mendongak ke arahku..
Aku mencekal tangan mas Rio yang masih setia di sana. Bukan nya melepas kan, malah bertambah kuat saja mas Rio.
" mmppp.." aku mengigit bibir bawah ku, supaya tidak meneluar kan suara yang aneh.
Melirik mas Rio yang tersenyum senang, seakan capek nya hilang seketika..
"aku menginginkan mu sekarang juga." ucap mas Rio sudah membalik kan tubuh ku..
"mas jangan nanti Azam denger."
"santai sayang kita pelan-pelan saja." aku hanya mengangguk, tidak mungkin aku menolak mas Rio. Karna itu sudah menjadi kewajiban ku melayani suami ku.
*****
"capek? " tanya mas Rio, yang sudah berbaring lagi di samping ku.
Sedangkan aku hanya mengangguk.
"nikmat sayang.." ucap mas Rio sambil mengigit telinga ku. Dan sukses membuat ku malu setengah mati.
"udah ah.. Aku mau tidur." ucap ku.
"hahaha.. Untung tadi Azam gak bangun." Ucap mas Rio memeluk ku dan sesekali mencium pundak ku yang polos.
"selamat tidur Sayang.." mas Rio berbisik pada ku, dan tangan nya yang ada di dalam selimut. Mengelus perut ku yang masih rata.
"selamat tidur.." jawab ku.
Akhirnya aku, mas Rio, Azam dan si kecil yang ada di perut ku tidur bersama satu ranjang.
Aku berharap selama nya akan seperti ini Tuhan, walaupun rintangan sudah menghadang di depan. Kita akan menembus nya bersama-sama.
Selalu kuat kan lah kami dari segala ujian yang engkau berikan pada kami.
Aku ingin seperti ini untuk selama nya, sampai maut yang memisahkan kita semua dari dunia ini.
Sekian, Tamat, abis, rampung, wis udah.
aku menunggumu kak 7 purnama sudah lewat tapi belum juga ada up terbaru...
😘😘😘😘😘😘😘