NovelToon NovelToon
Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Diusir Regu Petualang Karena Bodoh

Status: sedang berlangsung
Genre:Kebangkitan pecundang / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:567
Nilai: 5
Nama Author: djase

Dunia fantasy dengan sistem yang digolongkan dari g hingga ssssr(tingkat tertinggi yang jarang ada). Guild SSAWF adalah salah satu aktivitas petualang tebesar di wilayah barat, sementara altar jiwa muda adalah tempat kelahiran Pattisiwiana Klobahrgeevinik sebuah lokasi yang dipercaya memiliki hubungan dengan sumber energi dunia namun belum pernah terungkap secara jelas.

Pattisiwiana (sering dipanggil Patti) adalah pemuda yang sejak kecil mendambakan menjadi petualang. Karna tidak memiliki bakat tempur atau sihir yang terlihat, ia hanya bisa bergabung ke regu scarlet Blades sebagai pembantu penghasil hasil buruan monster. Anggota regunya selalu merendahkannya, menyebutnya "bodoh dan tidak berguna" karena tidak mengerti taktik atau kesulitan mengikuti instruksi pada misi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon djase, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENDEKATI TUJUAN, MENGHADAPI REALITAS

Pagi itu datang lebih awal dari biasanya di dalam hutan yang sinar matahari yang tipis menerobos dedaunan pada pukul enam pagi tepatnya, membuat Patti terbangun dengan rasa antisipasi yang kuat. Kalung kristal dari Seraphiniana Xanthe Argentumvale mulai bersinar dengan warna biru muda yang semakin terang menandakan bahwa dia sedang mendekati sumber energi alam yang sangat kuat, yang kemungkinan besar adalah lokasi Bunga Pembebas Jiwa seperti yang dicatat di peta oleh Gorthworgiann Thrain Ironfist.

Patti segera menyiapkan diri dengan gerakan yang cepat namun hati-hati. Dia menyantap makanan ringan dari Caelthasarian Lorthwainn Thalassar sepotong roti gandum dengan selai buah ajaib yang memberikan energi instan tanpa membuat perut terasa berat. Dia juga mengoleskan ramuan pelindung dari Elenarianna Fasilitator Moonveil ke seluruh tubuhnya ramuan yang bisa melindungi dari efek energi negatif yang mungkin semakin kuat saat mendekati lokasi bunga yang sangat berharga.

Berdasarkan peta yang diperbarui, lokasi Bunga Pembebas Jiwa berada di dalam sebuah lembah tersembunyi yang hanya bisa diakses melalui lorong sempit di antara dua tebing batu besar. Jalur yang harus ditempuh hari ini adalah bagian paling sulit dari seluruh perjalanan bukan hanya karena medan yang berat, tapi juga karena daerah tersebut dipenuhi dengan energi negatif yang bisa mempengaruhi pikiran dan tubuh jika tidak ada perlindungan yang cukup.

Setelah berjalan sekitar satu jam, Patti mulai merasakan perubahan yang jelas di sekitarnya. Udara menjadi semakin dingin dan penuh dengan getaran energi yang bisa dirasakan bahkan tanpa alat khusus. Pohon-pohon di sekitarnya menjadi semakin jarang dan digantikan oleh tumbuhan yang lebih eksotis dengan warna yang mencolok dan bentuk yang unik. Suara binatang hutan juga semakin jarang terdengar, digantikan oleh suara gemerisik yang berasal dari energi yang mengalir di udara.

Ketika dia mulai mendekati lorong sempit yang menjadi akses ke lembah tersembunyi, dia mendengar suara berteriak dari kejauhan. Dia cepat menyembunyikan diri di balik sebuah batu besar dan melihat dengan hati-hati ternyata itu adalah regu Scarlet Blades yang sedang berjuang melawan sekelompok makhluk gelap berukuran kecil dengan tubuh yang licin dan mata yang bersinar merah menyala.

Khaertholomeus Zyntheriath von Quorvain sedang berteriak perintah sambil menyerang makhluk-makhluk itu dengan pedang sihirnya. Lytherianna Morthwainn Ghaladrielle sedang menembak anak panah sihir dari kejauhan, tapi tampaknya sebagian dari anak panahnya tidak mencapai target karena pengaruh energi negatif di udara. Thranduilion Barakhiel Dragomirskyi sedang menjaga bagian depan dengan menggunakan perisainya yang besar, tapi sudah terlihat lelah dan ada beberapa goresan di badannya. Elenorwynne Faelenathyr Silvervein sedang mencoba memberikan dukungan sihir kepada anggota regunya, tapi wajahnya terlihat sangat pucat dan tangan nya gemetar karena harus menggunakan terlalu banyak energi.

“Kita harus melawan mereka sampai akhir!” seru Khaertholomeus dengan suara yang sudah mulai serak. “Lembah dengan Bunga Pembebas Jiwa ada di balik lorong itu kita tidak bisa menyerah sekarang!”

Namun makhluk-makhluk gelap itu semakin banyak dan semakin agresif. Lytherianna hampir terserang dari belakang sebelum Thranduilion bisa menyelamatkannya dengan cepat, membuatnya terluka di lengan kirinya. Elenorwynne akhirnya tidak tahan dan jatuh ke tanah karena kelelahan, membuat regu Scarlet Blades menjadi semakin tertekan.

Patti merasa tertekan antara keinginannya untuk terus berjalan menuju tujuan dan rasa ingin membantu mereka yang dulunya adalah rekan satu regunya. Meskipun mereka telah mengabaikannya dan merendahkannya, dia tidak bisa melihat mereka terluka atau bahkan terbunuh begitu saja. Dengan mengambil napas dalam-dalam, dia memutuskan untuk memberikan bantuan tapi dengan cara yang tidak akan membuatnya terlihat atau membahayakan perjalanannya sendiri.

Patti mengambil senar khusus dari Lyranthiann Faelenathyr Windwhisper dan memainkannya dengan nada yang kuat dan bersih nada yang dikenal bisa mengusir makhluk gelap kecil namun ganas itu. Selain itu, dia juga menyemprotkan ramuan khusus dari Elenarianna ke arah makhluk-makhluk itu ramuan yang memiliki aroma yang tidak disukai oleh mereka dan bisa membuat mereka menjadi bingung serta kehilangan arah.

Segera setelah suara senar terdengar dan aroma ramuan menyebar di udara, makhluk-makhluk gelap itu mulai menjadi tidak stabil dan mulai mundur perlahan-lahan. Mereka mengeluarkan suara merengek yang menyakitkan telinga, lalu akhirnya berlari menjauh dan menghilang di balik semak-semak tinggi. Regu Scarlet Blades terkejut melihat hal itu dan mulai mencari sumber bantuan yang tidak terlihat.

“Siapa yang membantu kita?” tanya Lytherianna dengan suara yang masih gemetar. “Ada orang lain di sekitar sini?”

Khaertholomeus melihat sekeliling dengan ekspresi yang campuran antara terima kasih dan rasa tidak nyaman. “Tidak peduli siapa dia ini adalah kesempatan kita untuk melanjutkan perjalanan ke lembah itu. Kita harus bergerak sekarang sebelum makhluk-makhluk itu kembali atau sebelum orang yang membantu kita muncul dan mencoba mengambil bunga itu duluan!”

Meskipun tubuh mereka terluka dan lelah, regu Scarlet Blades segera berdiri dan melanjutkan perjalanan menuju lorong sempit. Patti tetap bersembunyi sampai mereka benar-benar memasuki lorong tersebut, lalu keluar dari tempat persembunyiannya dan melanjutkan perjalanannya dengan kecepatan yang lebih cepat dia tahu bahwa dia harus segera mencapai lokasi bunga sebelum mereka melakukan sesuatu yang bisa merusaknya.

Setelah memasuki lorong sempit, Patti merasakan peningkatan yang sangat besar dalam energi alam di sekitarnya. Dinding batu di kedua sisi lorong bersinar dengan cahaya kebiruan samar, dan udara menjadi semakin segar dengan aroma bunga yang sangat harum meskipun belum melihat satu pun bunga di sekelilingnya. Kalung kristalnya sekarang bersinar dengan warna biru yang sangat terang, menunjukkan bahwa dia sudah sangat dekat dengan tujuan nya.

Setelah berjalan sekitar sepuluh menit melalui lorong sempit, dia akhirnya keluar ke dalam sebuah lembah tersembunyi yang memukau keindahannya. Langit di atas lembah tampak lebih biru dan cerah meskipun berada di dalam hutan yang gelap. Di tengah lembah terdapat sebuah danau kecil dengan air yang jernih dan bersinar dengan cahaya keemasan. Di tepi danau, di tengah sebuah taman bunga ajaib dengan warna-warni yang mencolok, tumbuh sebuah bunga yang berbeda dari yang lain Bunga Pembebas Jiwa.

Bunga itu memiliki bentuk seperti kupu-kupu dengan kelopak berwarna putih keemasan yang bersinar dengan cahaya sendiri. Di tengah bunga terdapat bagian tengah berwarna merah muda yang juga bersinar dengan cahaya lembut. Aroma yang keluar dari bunga itu sangat harum dan bisa langsung merangsang energi positif di dalam tubuh siapa saja yang menciumnya. Patti merasa terkejut dan kagum melihat keindahan bunga yang dicarinya selama ini.

Namun kegembiraannya segera sirna ketika dia melihat bahwa regu Scarlet Blades sudah berada di dekat bunga tersebut. Khaertholomeus sedang berdiri di depan bunga dengan ekspresi yang penuh dengan keserakahan, sedang mempersiapkan diri untuk memetiknya dengan menggunakan alat khusus yang dibawanya. Lytherianna sedang berdiri di belakangnya dengan senapan busurnya siap untuk melindunginya. Thranduilion sedang duduk di tanah untuk istirahat sementara Elenorwynne sedang mencoba memberikan ramuan penyembuh ke luka-lukanya.

“Akhirnya kita menemukan nya!” seru Khaertholomeus dengan suara yang penuh kegembiraan. “Dengan bunga ini, kita akan menjadi regu paling terkenal di seluruh Guild SSAWF! Tidak ada yang akan bisa mengalahkan kita lagi!”

“Tapi pemimpin,” ucap Elenorwynne dengan suara yang lemah. “Menurut buku pedoman guild, Bunga Pembebas Jiwa tidak boleh dipetik sembarangan kita harus melakukan ritual khusus untuk mengambil sebagian energinya agar bunga itu tetap hidup dan bisa memberikan manfaat bagi banyak orang. Jika kita memetiknya secara paksa, bunga itu akan mati dan kehilangan semua khasiatnya.”

“Kita tidak punya waktu untuk ritual yang panjang!” seru Khaertholomeus dengan marah. “Kita sudah melalui banyak kesulitan untuk sampai di sini kita akan mengambil bunga itu sekarang juga dan memikirkan hal lain nanti!”

Saat Khaertholomeus mulai mengangkat tangannya untuk memetik bunga tersebut, energi negatif yang tiba-tiba muncul dari sekitar lembah membuatnya terkejut dan mundur ke belakang. Bunga Pembebas Jiwa mulai bersinar dengan cahaya yang semakin terang, dan dari sekitar danau muncul bentuk-bentuk samar yang tampak seperti penjaga alam yang melindungi bunga tersebut.

“Apa ini?” teriak Lytherianna dengan takut. “Mengapa ada penjaga di sini?”

Bentuk-bentuk samar itu mulai mendekati regu Scarlet Blades dengan langkah yang lambat namun penuh ancaman. Thranduilion mencoba berdiri dan menghadapi mereka dengan senjatanya, tapi tubuhnya yang lemah tidak bisa menahan lama. Elenorwynne mencoba memberikan perlindungan sihir, tapi energi negatif di udara membuat sihirnya tidak bekerja dengan baik.

Patti tahu bahwa dia tidak bisa tinggal diam lagi. Dia keluar dari tempat persembunyiannya dan berjalan ke arah tengah lembah dengan langkah yang mantap. Emblem guild nya berkilau di dada, dan kalung kristalnya bersinar dengan warna biru yang sangat terang menunjukkan bahwa dia datang dengan niat yang baik dan tidak memiliki keserakahan dalam hatinya.

“Berhentilah!” suara Patti terdengar jelas dan kuat di seluruh lembah. “Kamu tidak bisa mengambil bunga itu dengan cara seperti itu kamu hanya akan merusaknya dan membuatnya kehilangan semua khasiatnya!”

Regu Scarlet Blades terkejut melihatnya dan berdiri dengan kaget. Khaertholomeus melihatnya dengan ekspresi yang campuran antara kemarahan dan kebingungan. “Klobahrgeevinik?! Apa kamu doing di sini? Apakah kamu yang membantu kita tadi?”

Patti tidak menjawab pertanyaannya dan terus berjalan menuju Bunga Pembebas Jiwa. Dia berhenti beberapa meter dari bunga tersebut dan mulai melakukan ritual yang dia pelajari dari buku yang diberikan oleh Seraphiniana ritual untuk mengambil sebagian energi dari bunga tanpa harus memetiknya atau merusaknya. Dia mengeluarkan ramuan khusus dari Myrthannianna Thalasariel Vendris yang membantu dalam proses ritual tersebut, serta menggunakan teknik kontrol energi yang dia pelajari dari buku tersebut.

Selama melakukan ritual, bentuk-bentuk samar yang menjadi penjaga alam mulai mereda dan berhenti menyerang regu Scarlet Blades. Mereka berdiri diam dan menatap Patti dengan tatapan yang penuh penghormatan, seolah mengenali bahwa dia datang dengan niat yang benar dan memiliki hak untuk mengambil energi dari bunga tersebut.

Setelah beberapa menit, ritual selesai. Sebuah cahaya keemasan kecil keluar dari tengah Bunga Pembebas Jiwa dan masuk ke dalam sebuah botol khusus yang dibawa oleh Patti botol yang diberikan oleh Elenarianna untuk menyimpan energi dari bunga tersebut. Bunga itu sendiri tetap tumbuh dengan sehat dan terus bersinar dengan cahaya yang indah.

Patti kemudian berbalik untuk menghadapi regu Scarlet Blades dengan wajah yang tenang namun tegas. “Bunga Pembebas Jiwa tidak bisa dimiliki oleh seseorang atau sebuah regu saja ia ada untuk membantu semua orang yang membutuhkannya dengan niat yang baik. Saya akan menggunakan energi ini untuk menyembuhkan penyakit misterius di desa asal saya, dan setelah itu saya akan membawa sisa energinya kembali ke guild agar bisa digunakan untuk membantu orang lain yang membutuhkan.”

Khaertholomeus melihatnya dengan ekspresi yang campuran antara malu dan rasa hormat. Dia tahu bahwa dia telah salah dalam cara berpikirnya dan bahwa Patti telah membuktikan bahwa dia adalah seorang petualang sejati yang jauh lebih baik dari yang dia kira. Lytherianna juga melihatnya dengan ekspresi yang tidak bisa dipercaya, sedangkan Thranduilion hanya diam dan mengangguk perlahan. Elenorwynne memberikan senyum kecil yang penuh dengan terima kasih kepada Patti.

“Kamu benar, Klobahrgeevinik,” ucap Khaertholomeus dengan suara yang rendah dan penuh rasa malu. “Kita telah salah besar dengan cara kita berpikir dan bertindak. Kita hanya berpikir tentang kemuliaan dan ketenaran sendiri, tanpa memikirkan orang lain yang membutuhkan bantuan.”

Patti mengangguk perlahan dan kemudian mendekati mereka dengan membawa ramuan penyembuh dari tasnya. “Sekarang bukan waktu untuk merasa bersalah kita harus membantu kalian pulih dan kemudian bersama-sama kembali ke guild. Saya tahu bahwa kalian juga memiliki alasan yang kuat untuk mencari bunga ini, dan saya bersedia berbagi sebagian energi dari bunga tersebut jika kalian benar-benar membutuhkannya untuk tujuan yang baik.”

Regu Scarlet Blades melihatnya dengan ekspresi yang penuh dengan terima kasih dan rasa hormat yang baru. Mereka menyadari bahwa mereka telah salah merendahkan Patti dan bahwa dia adalah seorang petualang yang jauh lebih baik dari yang mereka kira seorang solo player yang kuat, cerdas, dan memiliki hati yang baik yang selalu siap membantu orang lain.

1
Blue
BLA BLA bla, bikin males baca namanya lah😭
djase: 🥺...............🥺
total 1 replies
Blue
setelah baca namanya jadi malas lanjut baca
djase: 🥺........
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!