NovelToon NovelToon
Janda Kesayangan Tuan Mafia

Janda Kesayangan Tuan Mafia

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Cintapertama / Mafia / Tamat
Popularitas:18.8k
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Ini merupakan Novel Sekuel dari Melepas para Benalu,

Wina tak pernah menyangka kisah hidupnya yang tragis membuatnya akhirnya bisa bertemu dengan lelaki yang sangat kejam tapi sangat mencintai dan menyayangi dirinya yaitu Alexander

Alexander adalah seorang Mafia kelas kakap yang bahkan polisi juga sangat segan kepadanya.

Pertemuan tidak sengaja itu pun menjadikan Tuan Mafia yang terkenal kejam dan tidak berperasaan itu akhirnya memiliki tempat pulang dan orang yang dia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Alex langsung meninju keras wajah Erlangga hingga dirinya terlempar kesamping, Wina menjerit kecil melihat hal itu.

"Alex sudah".

Wina menarik Alex menjauhi Erlangga yang tersungkur, dia sungguh tidak masalah ini malah membesar

"Dia kurang ajar padamu dan juga bundaku Wina, aku tidak akan pernah terima jika ada yang melakukan hal itu, siapa pun".

Matanya menyala menyimpan bara penuh amarah, dia menatap Erlangga seakan ingin memakannya hidup-hidup.

"Aku hanya bertanya pada Wina, kalian saja yang ikut campur yang bukan masalah kalian". Jawab Erlangga dengan pelan.

Dia mengusap kasar darah yang berada disudut bibirnya sambil menatap tajam Alex seakan menantangnya.

"Erlangga sudah, itu bukan urusanmu jika aku mau menikah dengan siapapun, ingat kita bukan siapa-siapa, jadi kamu tidak berhak ikut campur urusan pribadiku". Jawab Wina memberi pengertian.

Dia harus memberitahu Erlangga batasan yang tidak bisa dia langgar

Erlangga menatap nanar kearahnya dengan mata yang berkaca-kaca.Perasaannya campur aduk, marah, kecewa dan sakit hati.

"Jadi benar kamu akan menikah dengannya?". Tanyanya dengan suara bergetar.

Wina menghela nafas pelan, kini dia menatap lurus ke bola mata Erlangga dengan tenang.

"Aku belum memikirkan apapun Erlangga, masalah Alex dan aku juga bukan urusanmu jadi aku tidak perlu memberitahu mu tentang hal itu".

Erlangga bangkit dari lantai, berjalan mendekati Wina tapi tubuhnya langsung terhalang oleh Alex yang memasang badannya untuk melindunginya.

Wina memang pundaknya kemudian menggeleng pelan supaya Alex paham untuk tidak ikut campur.

Alex menyingkir karena tahu apa yang diinginkan oleh Wina walau dia seperti tidak rela tapi dia harus menghormati keputusan Wina.

"Kamu tahu aku mencintai kamu sejak kita remaja Wina, kamu mengatakan padaku untuk bersabar, bukankah ini seperti kamu sengaja mempermainkan perasaan ku?". Tanyanya dengan mata berkaca-kaca dan nyaris menangis.

Wina menghela nafas kemudian menatap Erlangga yang melihatnya dengan tatapan terluka.

"Aku hanya mengatakan aku belum siap dengan kehidupan baru Erlangga, aku tidak pernah menyuruhmu untuk menungguku saat itu, cintamu adalah pilihanmu dan kesendirianku serta kedekatan ku dengan orang lain itu bukan urusanmu, ingat batasanmu".

Wina harus menegaskan semuanya kini, dia tidak ingin memberi harapan kepada mereka berdua.

"Tapi kamu memilihnya Wina".

Suaranya tercekat di tenggorokan, suaranya bergetar hebat menahan tangis yang nyaris pecah.

"Aku tidak memilih siapapun Erlangga". Teriak Wina dengan penuh emosi.

Kini Alex membulatkan matanya begitu juga dengan Erlangga .

"Aku sudah katakan pada kalian berdua aku ingin fokus pada tujuanku dan hidupku sendiri, kalian berdua ingin aku membalas perasaan tanpa memikirkan bagaimana diriku sendiri, kalian tidak mencintaiku tapi kalian memaksakan cinta kalian padaku".

"Wina". Ucap Erlangga dan Alex bersamaan.

"Kalian berdua sudah mendengar sendiri jika aku ingin melakukan dan membereskan semuanya tapi kalian malah ingin tahu apa hubunganku dnegan orang lain, kalian berdua tidak ada yang berhak mengatur apalagi bicara seperti itu padaku". Ucapnya dengan dingin dan tajam.

Kedua lelaki itu mematung ditempat, jantung mereka seakan ingin melompat dari sarangnya karena perkataan Wina itu .

"Nak". Tegur ibu Alex dengan sendu.

Kini Wina mengalihkan tatapannya kepada wanita parubayah yang begitu dia hormati.

"Aku ingin menjalani hidupku sementara seorang diri bunda, aku belum ingin terlibat kisah cinta apalagi dengan paksaan seperti ini, aku ingin bebas, aku ingin hidupku tenang, tidak bisakah mereka mengerti?". Ucapnya dengan suara serak menahan tangis.

Ibunda Alex menghela nafas kemudian mendekati Wina kemudian memeluknya, tatapannya menajam dibalik pelukan itu kepada kedua pemuda dihadapannya itu

"Kalian dengar sendiri bukan, berhenti bertengkar untuk memperebutkan Wina, dia bukan barang, biarkan dia memilih sendiri dan kalian harus menerima apapun pilihannya jangan egois".

"Maaf". Ucap mereka bersamaan.

Mereka menunduk karena malu telah bertingkah seperti anak kecil yang mainannya akan diambil oleh orang lain.

"Maafkan aku Wina, aku tidak bermaksud menyakitimu, aku hanya ingin kepastian yang jelas agar aku tidak terlalu berharap bisa memilikimu, aku tidak tahu jika sikapku yang seperti ini membuatmu marah".

Erlangga menunduk pelan, dia tahu jika perbuatannya salah apalagi dia sempat membentak Wina dengan keras tadi, pantas saja Alex langsung menghajar nya.

"Pulanglah". Usirnya secara terang-terangan.

Erlangga membulatkan matanya, ini bukan seperti Wina yang dia kenal selama ini.

"Win". Ucapnya pelan.

"Pulanglah Erlangga, ini rumah orang lain, tapi kamu membuatku malu dengan membuat keributan ditempat dimana seharusnya kita berterima kasih karena mereka menyelamatkan nyawa kami semua, tapi kedatanganmu malah membuat keadaan kacau". Ucapnya dengan tegas.

Dia merasa tidak enak dengan semua orang yang ada disini, dia bisa merasakan jika para pelayan juga ikut melihat dan menyaksikan pertengkaran itu.

"Kamu benar Wina, aku bersalah karena membuat keributan disini, niat awalnya aku memang ingin berterima kasih tapi aku malah tersulut emosi karena mendengar kamu memiliki calon suami lain padahal aku masih berharap padamu".

Dadanya terasa sesak, seakan ada baru besar yang menghimpit dirinya mengetahui masalah itu.

"Sudahlah Erlangga, seperti yang kukatakan kita tidak punya hubungan apapun selain orang tua si kembar, kamu harus tahu batasanmu".

Erlangga mengangguk kosong mengiyakan perkataan Wina barusan walau hati kecilnya seakan tidak terima tapi dia tidak punya pilihan lain.

Mendengar percakapan keduanya, ibunda Alex menghela nafas, dia merasa bersalah karena dirinya lah yang menjadi pemicu pertengkaran ini, dia tidak bisa mengendalikan dirinya jika itu menyangkut keluarga Pratama

"Aku masuk dulu, kamu ajak anak-anak ke taman belakang saja, bolehkan bunda? ".

Ibunda Alex hanya mengangguk tanpa menjawab, melihat ekspresi Wina yang sangat kecewa membuatnya sangat merasa bersalah.

Mereka bertiga hanya bisa memandangi punggung Wina yang perlahan menjauh dari mereka dengan perasaaan yang tidak menentu.

Setelah Wina menghilang dari balik lift, kini hanya tinggal mereka bertiga saling berhadapan,

"Maafkan saya jika perkataan dan sikap saya tadi tidak berkenan untuk tante dan juga tuan Alex, saya tidak ada maksud untuk kurang ajar apalagi seenaknya".

Erlangga membuka percakapan ketika terjadi keheningan cukup lama diantara ketiganya. Wina benar jika tidak ada tuan Alex dengan keluarganya, entah apa yang terjadi pada Wina dan semua orang yang disayangi.

"Ya sudahlah, saya memang membenci keluargamu, walau kamu juga ikut terlibat, tapi saya tahu kamu tidak ada maksud seperti itu".

Ibunda Alex langsung pergi dari sana karena tidak sudi untuk dekat dengan keluarga Pratama, dia tidak akan pernah memaafkan mereka tapi ini juga kebaikan Wina jadi dia membiarkan saja.

Melihat sikap ibunda Alex iru Erlangga hanya membuang nafasnya kasar, semua orang membencinya karena keluarganya.

1
nora baru
tamatkah?
Ida Haryono
kami tunggu lanjutannya bgmn akhir dari jehidupan wina d shbt2 nya dgn bnyknya mslh kehidupan dendam mslah yll....
certia cukup menarik🙏
Ida Haryono
cukup baik d alur cerita juga baik tapi bnyk pengulangan insiden yg sama....karakter msg2 sahabat ber5 ini baik salibg mendukung.... lanjut thor cerbung ini ya....tks
Ida Haryono
panjang ya ceritanya.....msh penasaran gmn tindakan lanjit Alex dlm melindungi mereka wina cs...lanjut thir.....👍
Lina Ina
bagaimana reno dgn ellangra thor
Leni
Erlangga gak masuk cerita lagi ya, kirain Erlangga balikan sm Wina, kasian sekali s Er 🥲
Yuni Martopo
cerita yang bagus/Rose//Rose//Rose//Rose/
Ayudya
lah cari mati aja si Pras ma adeknya🤣🤣🤣🤣🤣
Ayudya
lanjut kak
I Love you,
aka😁😁😁🤣🤣🙏🙏
Ayudya
semoga Wina bisa bahagia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!