Dari generasi ke generasi keluargaku menjadi tangan kanan pemilik Medicine Hospital, rumah sakit terbesar di Indonesia. Sekarang tugas itu diemban oleh Ayahku. Berkat pekerjaan itulah Ayahku dapat membiayaiku untuk meraih cita-cita berkuliah di Harvard University. Aku yang notabennya memiliki otak cerdas dapat menyelesaikan studyku lebih cepat. Kebahagiaanku bertambah tatkala Jonathan, Pria yang sangat ku cintai melamarku tepat setelah hari kelulusanku.
Aku pulang ke tanah air untuk menyampaikan kabar ini kepada Ayah sekaligus menghadiri acara pernikahan pewaris Medicine Hospital yaitu Alexander Wilmark. Tapi setibanya Aku dirumah, Aku lebih dulu dikejutkan dengan kabar mengenai Pernikahanku dan Kak Alex. Aku dijadikan pengantin pengganti, menggantikan tunangan Kak Alex yang tiba-tiba kabur.
Aku tidak menerima keputusan itu. Walau bagaimanapun dulu Aku mencintai Kak Alex namun sekarang dihatiku hanyalah Jo. Tapi, tanpa sepengetahuan Kakek Max dan Ayah. Kak Alex menawarkan kontrak pernikahan padaku. Kontrak yang mengikat Kami selama 365 hari.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Misskey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fakta
"I always love you, then, now even in the future."
(365 Days of Wedding Agreement)
Mobil mercedes-benz Mayback S-Class terparkir tepat di lobby hotel, Rega yang keluar dari mobil itu tampak gagah dengan setelan Jas dan tuxedo yang senada dengan dress milik Eve.
Rega lalu membukakan pintu mobilnya untuk Eve, dan mengulurkan tangannya. Eve kemudian menarik nafas dan menghembuskannya pelan, lalu dengan ragu ia menerima uluran tangan Rega.
Dalam perjalanan ke hall utama, tempat acara itu diadakan, Rega berbisik tepat di telinga Eve. "Jangan gugup, ada aku", yang diangguki oleh gadis itu.
Orang - orang nampak sibuk berkumpul dengan kelompoknya masing -masing, ada yang sibuk membicarakan masalah bisnis, pamer hingga bergosip.
Rega dan Eve lalu mendatangi Kakek Max untuk memberi ucapan selamat atas pertambahan umurnya, yang tentu saja di sambut dengan gembira.
"Akhirnya kalian datang bersama juga hahaha ... "
Eve hanya tersenyum, Mia dan Alex lalu menghampiri mereka.
"Selamat ya kek." Ucap keduanya.
"Aduh .. cucu menantuku kenapa kamu begitu cantik."
"Istriku selalu cantik kek, siapa dulu suaminya." Mia lalu memutar bola matanya, Alex tetap lah Alex.
"Apakah kalian berdua bisa ditinggal sebentar, kakek akan memperkenalkan Alex dan Rega kepada teman - teman kakek."
"Tentu kek, aku akan berkeliling dengan Eve. Jangan khawatirkan kita."
Ketiga pria itu lalu pergi untuk menghampiri para klient Kakek Max.
"Huh ... dasar para pria kenapa sibuk sekali, dimana - mana membicarakan masalah pekerjaan." Gerutu Mia, Eve hanya bisa tertawa melihat bibir Mia yang cemberut.
Tiba -tiba seorang pria dengan tidak sengaja menabrak Mia dan minuman yang di bawanya sedikit agak tertumpah di baju Mia.
"Ah maaf aku tidak sengaja."
Mia lalu tersenyum, "Tidak apa - apa, ini hanya minuman. Aku bisa membereskanya."
"Sekali lagi aku minta maaf." Pria itu lalu pergi sari hadapan Mia.
"Untung saja aku memakai baju dengan warna gelap, jadi tidak terlalu kelihatan. Eve tunggu aku disini ya, jangan kemana - mana, aku akan segera kembali."
"Baiklah, aku akan mencari makan di sekitar sini."
Eve lalu berkeliling, terlihat menu makanan yang tim mereka buat dengan susah payah berjejer cantik disana.
Tiba - tiba ekor matanya melihat Rega dan Selen yang berjalan keluar ruangan. Tanpa sadar Eve sudah keluar mengikuti mereka diam - diam dari kejauhan menuju taman yang sepi.
Jantung Eve sudah berdetak tak beraturan, ia takut tersakiti oleh kenyataan yang akan ia lihat di depan matanya.
Eve tidak bisa mendengar apa yang sedang mereka berdua bicarakan, Eve juga tidak bisa melihat ekspresi wajah Rega karena selain kondisinya cukup gelap Rega juga membelakai dirinya.
Mata Eve terbelalak tatkala ia melihat Selen mencium bibir Rega, air matanya jatuh seiring dengan rasa sakit yang timbul si hatinya.
Tanpa sengaja, ia menginjak ranting kering hingga yang ada ditaman itu.
Rega lalu menoleh dan Eve yang tertangkap basah sedang mengintip keduanya, lalu segera berlari dari sana.
"Eve, tunggu." Ucap Rega, tiba - tiba tangan Rega dipegang oleh Selen. Rega lalu mengibaskan tangan Selen kasar dan mengejar Eve.
Eve tak lagi memperdulikan heels yang ia kenakan menyakiti kakinya, yang ia tahu saat ini adalah hatinya yang sakit dan ia tak ingin bertemu dengan Rega untuk sementara waktu.
Eve tak tahu apa yang harus, ia katakan saat bertemu dengan Rega dengan kondisinya yang seperti ini. Apakah ia akan bilang bahwa dirinya cemburu? lalu setelahnya apa yang akan terjadi? bahkan ia tak berhak sama sekali menaruh rasa cemburu pada Rega.
Untung saja setelah ia berjalan cukup jauh ada taxi yang lewat, ia buru - buru mencegat taxi itu kemudian masuk kedalamnya.
Setelah taxi itu jalan, suoir taxi yang melihat Eve dengan mata sembab agak ragu berkata, "Mau kemana mba?"
"Aku tidak tahu mau kemana pak."
"Waduh .... gimana kalau gitu neng."
"Jalan aja dulu Pak, nanti kalau saya sudah tahu mau turun dimana, saya bakal kasih tahu bapak."
Supir taxi itupun lalu diam dan terus menjalankan taxinya tersebut.
"Pak saya turun di sini saja."
"Ini uangnya, terimakasih banyak." Eve lalu turun dari sana dan disinilah sekarang, ia sedang minum alkohol sendirian seraya merutuki kisah cintanya. Terluka oleh pria yang sama."
Sudah hampir satu jam ia di diskotik. Kepala gadis itu sudah cukup pusing karena minum terlalu banyak alkohol.
"Akhirnya aku menemukanmu." Ucap Rega dengan nafas yang memburu dan penampilan yang sedikit berantakan.
Melihat botol minuman kosong tergeletak dimeja membuat Rega bertanya, "Berapa banyak yang kamu minum?"
Eve lalu melirik Rega, "Bukan urusanmu."
Rega lalu menghembuskan nafasnya, ia harus lebih mengalah dengan orang yang sedang mabuk, "Ayo kita pulang." Rega menarik tangan Eve hingga gadis itu berdiri dari duduknya namun Eve mengibaskan tangan Rega kasar dan membuat gadis itu limbung, untung saja Rega berhasil menangkapnya.
Sedetik kemudian Eve kembali menangis, Rega yang bingung lalu memeluk gadis itu hangat.
"Kenapa kamu begitu jahat padaku?"
Rega hanya diam seraya terus menepuk punggung Eve dan mendengarkan racauan gadis itu.
"Kamu ... apakah kamu tidak tahu bahwa aku menyukaimu sejak dulu tapi kenapa saat malam prom night kamu malah berciuman dengan Selen."
Regapun mengernyitkan dahinya, berusaha kembali mengingat malam prom night mereka, malam saat Eve menghilang dari hidupnya.
Saat itu Rega sedang bersama dengan teman - temannya, tiba - tiba Selen menghampirinya. Gadis itu ingin membicarakan sesuatu.
Regapun mengiyakan ajakannya tanpa rasa curiga sampai tibalah ia di taman dan Selen dengan tiba - tiba memeluk dan mencium Rega, Rega yang kaget pun mendorong Selen dan ia tak tahu bahwa Eve melihat kejadian itu tidak sampai akhir, Eve hanya melihat saat Rega dan Selen berciuman. Pantas saja gadis itu salah paham.
Regapun tersenyum lega akhirnya setelah sekian lama ia menebak alasan yang membuat Eve menghilang, sekarang ia tahu pasti jawabannya.
Eve tiba - tiba menarik jas milik Rega dan mencium pria itu. Rega yang kaget lalu membelalakan matanya.
"Apakah ciuman Selen lebih baik dariku?"
"Please, jangan seperti ini. Kamu sedang mabuk."
"Aku tidak sedang mabuk, aku sadar." Sungguh Rega sangat suka saat mengetahui gadis didepannya itu menyukai dirinya dari tapi ia tidak mau dituduh sebagai laki - laki yang mencuri kesempatan dalam kesempitan.
Gadis didepannya ini tidak tahu bagaimana susah payahnya Rega mengendalikan diri setelah 27 tahun berpuasa.
"Kenapa aku mencintai pria yang tidak mencintaiku." Ucap Eve seraya menatap manik mata Rega dengan tatapan terluka.
"I love you Eve." Rega menatap balik manik mata Eve.
"Apakah kamu serius? aku tidak suka dikasihani.
"I always love you, then, now even in the future."
***
Hi gaes, happy reading ... semoga suka untuk episode kali ini.
Jangan lupa beri dukungan author berupa Rate, vote, like, comment, tap love and share ya.
Supaya author lebih semangat lagi dalam berkarya. Terimakasih
With Love
Misskey ❤
jgn sampai terlalu lama ya jgn sampai nunggu 2 tahun lagi nih🤭🤭
Jangan lupa mampir juga ya.
menang banyak neeeeh Rega 😁😁😁
lanjuuuut ka 🤗🤗🤗
lanjuuuut ka 🤗🤗🤗
penasaran kelanjutan Rega eve yang disini eve masih berprasangka dengan masalalu Rega