NovelToon NovelToon
Pelampiasan Seorang CEO.

Pelampiasan Seorang CEO.

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:285.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: selvi serman

Deanitha elisya merupakan Seorang mahasiswi cantik di salah satu universitas ternama di kotanya. memiliki kecantikan yang nyaris sempurna membuat banyak yang iri hati bahkan merasa tersaingi. namun begitu, Dea begitu biasa ia di sapa, sama sekali tidak peduli, baginya yang terpenting adalah ia segera menyelesaikan pendidikannya agar dapat membanggakan kakak laki-lakinya, yang merupakan satu satunya keluarga yang ia miliki setelah kepergian kedua orang tuanya untuk selamanya.

Brian Jilbert, pria berprofesi sebagai CEO sekaligus pemimpin perusahaan miliknya sendiri. pria yang begitu menyayangi adik sepupunya, rela melakukan apapun demi adik sepupu kesayangannya itu. hingga suatu hari ia sengaja melakukan tindakan yang merugikan seorang gadis, yang dianggap sebagai perusak hubungan asmara adik sepupu kesayangannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon selvi serman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Membatalkan rencana pertunangan.

Di belahan bumi yang berbeda, Dea tengah menyaksikan siaran TV yang menyajikan tentang kuliner khas tanah air yakni bawang goreng khas Sulawesi dan itu berhasil membuat Dea meneguk Saliva dibuatnya. tanpa di sadari oleh Dea ternyata sejak tadi Fana terus memperhatikan gelagatnya. Dan tanpa Sepengetahuan Dea pula Fana segera menghubungi Tante Lili yang saat ini tengah berada di tanah air.

***

Mobil Brian baru saja memasuki gerbang rumahnya, pria itu menyaksikan Tante Lili baru saja beranjak keluar dari pintu utama.

Brian menurunkan kaca mobilnya hingga setengahnya. "Tante mau keluar????." tanya Brian, melihat Tante Lili terlihat rapi seperti hendak pergi.

"Iya, Tante mau membeli sesuatu tapi sepertinya mang Ujang sedang mengantar Om kamu ke rumah Om Salim." sahut Tante Lili.

Mendengar penyampaian Tante Lili, Brian pun turun dari mobilnya lalu kemudian membukakan pintu mobil untuk Tante Lili.

"Biar Brian yang mengantarkan Tante." kata Brian mempersilahkan Tante Lili masuk ke dalam mobilnya.

Senyum di wajah Tante Lili seketika terbit mendengar tawaran Brian. "Thank you, sayang." tutur Tante Lili sambil beranjak masuk ke mobil keponakannya itu.

Setelah Tante Lili memberitahukan alamat toko yang akan di tuju, Brian lantas menghidupkan mesin mobilnya kemudian mulai melajukan mobilnya meninggalkan pekarangan rumah.

Di tengah perjalanan Tante Lili memulai percakapan ringan bersama keponakannya itu, hingga tak terasa mobil Brian telah tiba di depan sebuah toko khas oleh oleh khas tanah air.

Brian memilih ikut turun menemani Tante Lili masuk ke dalam toko daripada ia harus menunggu di mobil layaknya kambing congek.

Brian terus berjalan di belakang langkah Tante Lili yang kini tengah melihat lihat produk yang tersedia di rak toko.

"Sejak kapan tante Lili doyan bawang goreng???." Brian cukup tercengang ketika melihat Tante Lili mengambil begitu banyak kemasan bawang goreng lalu memasukkannya ke dalam keranjang belanja.

"Ini bukan buat Tante, tapi buat ibu hamil yang sedang mengidam." tutur Tante Lili kala melihat raut wajah Brian saat ini.

"Oh..."

"Memangnya siapa yang sedang hamil, Tante???." tanya Brian penasaran.

"Ada, teman Tante di Amerika." jawab Tante Lili sekenanya. Bahkan wanita itu merasa tak perlu untuk menceritakannya secara detail karena merasa itu penting juga bagi Brian.

Brian terlihat menganggukkan kepalanya pertanda paham.

"Apa setiap wanita hamil akan merasakan yang namanya mengidam, Tante???." entah mengapa pertanyaan itu terlontar begitu saja dari dalam mulut Brian.

"Tidak semua sih, tapi sembilan puluh persen wanita hamil biasanya merasakan yang namanya mengidam. terkadang ada juga pria yang merasakan mengidam saat istrinya sedang hamil." beritahu Tante Lili tanpa maksud apa apa. "Kamu kenapa sih, menanyakan hal seperti itu, apa jangan jangan kamu sudah tidak sabar ya ingin memiliki seorang anak???." ujar Tante lili dengan pandangan menggoda.

"Tante bicara apa sih." Brian yang tadinya masih ingin bertanya lebih lanjut akhirnya mengurungkan niatnya saat mendengar kalimat terakhir Tantenya itu.

Kembali Teringat akan kejadian yang menimpa Dea, Tante Lili lantas meminta pada Brian untuk mengawasi pergaulan Lita.

"Tanpa Tante minta sekali pun Brian pasti akan menjaga Lita dengan baik Tante. Brian pastikan tidak akan ada pria manapun yang akan berani menyentuhnya, karena jika sampai itu terjadi Brian sendiri yang akan mematahkan kedua tangannya." jawab Brian ketika mendengar permintaan Tante Lita untuk mengawasi putrinya, Lita.

"Kamu ini ada ada saja." jawaban tak main main yang terucap dari mulut Brian membuat wanita itu lega mendengarnya.

"Tante percaya kamu pasti akan menjaga adik kamu dengan baik." ungkap Tante Lita, menepuk pelan bahu Brian sambil mengulas senyum.

Setelah keranjang belanjaan telah terisi penuh, Tante lili kemudian mengajak Brian beranjak menuju meja kasir untuk membayar belanjaannya.

Baru saja Tante Lili hendak mengeluarkan dompetnya dari dalam tasnya, Brian lebih dulu mengeluarkan black card dari dompetnya lalu memberikannya pada petugas kasir.

"Biar Tante saja yang bayar, Bri."

"tidak apa apa, biar Brian saja yang bayar, Tante." kata Brian kemudian kembali memandang ke arah petugas kasir agar segera melakukan transaksi menggunakan kartu miliknya.

Setelahnya, Tante Lili dan juga Brian terlihat beranjak meninggalkan toko menuju ke mobil Brian berada.

Oleh oleh itu rencananya akan di bawa serta Tante Lili ketika nantinya ia akan kembali ke negeri paman Sam usai menghadiri acara pertunangan Brian dan Tesa. Namun tanpa diketahui oleh wanita itu ternyata keponakannya yang saat ini tengah sibuk mengemudikan mobilnya sedang memikirkan cara untuk menyampaikan niatnya untuk membatalkan rencana pertunangannya pada anggota keluarganya.

***

Malam harinya di ruang kerja Brian, suasana di ruangan tersebut terasa sedikit menegang ketika Brian baru saja menyampaikan niatnya yang ingin membatalkan pertunangannya dengan Tesa.

"Maafkan Brian, Om." Hanya itu yang terucap dari mulut Brian ketika menyadari tatapan kecewa yang dilayangkan pamannya itu padanya.

"Ini bukan lagi masalah minta maaf, Brian, tapi masalahnya berita pertunangan kalian telah menyebar, mau di taruh di mana muka Om ini dihadapan ayahnya Tesa. Kenapa kamu tidak menolaknya sejak awal jika kamu merasa berat menerimanya." tidak bisa di pungkiri, papa Rio cukup merasa kecewa dengan keputusan keponakannya itu, bukan apa apa, seandainya Brian menolaknya sejak awal mungkin papa Rio tidak akan memaksanya bertunangan dengan anak dari sahabatnya itu.

"Sebenarnya Tesa pun telah memiliki seorang kekasih, Om." ungkap Brian. "Bukan hanya Brian yang berat menerima pertunangan ini tapi Tesa pun begitu, hanya saja ia tak berani mengungkapkan perasaannya di hadapan ayahnya." lanjut ungkap Brian.

"Tidak menutup kemungkinan kami akan saling menyakiti hati satu sama lain jika tetap memaksakan pertunangan ini tetap terjadi, Om." untuk pertama kalinya di dalam hidupnya Brian menentang keputusan pamannya itu, walaupun awalnya ia ingin menurut tapi dari hari ke hari Brian merasa tidak mungkin tetap melanjutkan pertunangannya bersama Tesa.

Di tengah percakapan yang mulai memanas di antara Brian dan papa Rio, tiba-tiba saja ponsel papa Rio berdering dan menampilkan nama sahabatnya, Salim, di sana. Sejenak Papa Rio tampak memandang ke arah Brian sebelum kemudian menerima panggilan dari sahabatnya itu.

"Halo." dengan perasaan tak menentu papa Rio menerima panggilan dari papa Salim, berpikir jika sahabatnya itu telah mengetahui rencana Brian yang ingin membatalkan rencana pertunangan dengan putrinya.

"Rio, sebelumnya aku ingin meminta maaf padamu, sepertinya putrinya tidak bisa melanjutkan pertunangannya dengan nak Brian, karena kenyataannya putriku mencintai pria lain. Sungguh, aku baru saja mengetahuinya malam ini dari pengakuan putriku. Aku tidak ingin persahabatan kita sampai terputus karena masalah ini, tapi aku juga tidak ingin membuat putriku merasa tersiksa karena harus menikah dengan pria yang tidak dicintainya. Jika kau marah padaku, kau boleh melakukan apapun padaku, Rio, tapi aku mohon maafkan aku dan biarkan putriku memilih pria pilihan hatinya." dari seberang sana ayah Salim berbicara panjang lebar tentang pengakuan Tesa beberapa saat yang lalu.

Setelah mendengar semua perkataan Brian pagi tadi, Tesa memberanikan diri untuk mengungkapkan perasaannya terhadap sang kekasih dihadapan ayahnya, di luar dugaan Tesa sebelumnya tenyata ayahnya justru merasa bersalah karena tidak pernah mempertanyakan hal itu sebelum merencanakan hal besar dalam hidup putrinya. Itulah sebabnya ayah Salim segera menghubungi papa Rio untuk meminta maaf serta mengharapkan pengertian dari sahabatnya itu.

"Jika seperti itu keputusanmu aku menghargainya, dan aku juga minta maaf padamu." jawab papa Rio dengan perasaan Lega, sebelum kemudian menyudahi panggilan teleponnya.

"Ternyata Tesa sudah lebih dulu berbicara pada ayahnya." ungkap papa Rio pada Brian.

Brian menghela napas lega mendengarnya.

1
hana
penasaran sama kisahnya armada 🤭
hana
kisah nya armada ada dimana thor ?
akhirnya armada di kasih jodoh juga sama Author🤭
Yallend Mungil
kenapa ngk di lanjut si...ceritanya🙏 ditunggu ni thor lanjut yah🙏🙏🙏
Darmawansah
typo lagi Tessa bukan Dea
Darmawansah
typo aris meletakkan berkas
Darmawansah
setuju,terima bru hukum nanti
Darmawansah
kamu harus terima Dea.tpi kedepannya nanti siksa bathin Brian.jangan suruh menyentuhmu dengan alasan bayimu itu,yah
Darmawansah
jangan langsung terlena Dea.kasih hukuman dula
Darmawansah
jangan2 anaknya nanti jadi juragan buah.soalnya kedua orang tuanga pada ngidam buah
Darmawansah
syukurin loh brensek
Darmawansah
keponakan suamimu lah ayah dari anak yg dikandung Dea tante
Darmawansah
kira2 ini ibunya Lita atau Tesa
Darmawansah
semoga kau tdk hamil De.agar tdk ada yg menhalangi kesuksesanmu
Darmawansah
kasian kamu dea.semoga sj kmu tdk hamil
Zoya
luar biasa
cha
pemerkosaan ini namanya
💗 AR Althafunisa 💗
Luar biasa
Puspita
luar biasa
Salim S
sampai lupa alurnya sakung lamanya menghilang...
Rini
akhirnya up juga kakak 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!