Sean Aldev arlots. cowok yang di cap nakal Di sekolah. terpaksa menerima perjodohan dengan Agatha Evelyn. sang ketos di sekolahnya. Agatha sering menghukum Sean karena kenakalannya.
namun ia tak pernah menyangka bahwa ia akan di jodohkan dengan cowok yang sering dihukum olehnya.
pernikahan siswa sma pun dilakukan secara rahasia. banyak cobaan Dan badai yang menghadang pernikahan Dini kedua orang tersebut.
apakah mereka mampu bertahan tanpa bercerai?
novel by IZANANTEROS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DnieY_ls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 31
Untuk pertama kali nya Agatha berlibur dengan status seorang istri. Masih aneh terdengar bagi agatha, tetapi gadis itu mulai menyesuaikan.
Liburan ini Agatha habiskan di rumah sang mertua. Dari awal cuti sampai mulai kembali sekolah nanti. Niat awalnya Agatha ingin menginap di rumah papa nya, tetapi tak jadi karena papa juna dan wennie pergi ke London menyusul anak kesayangan mereka.
Selain karena merasa sepi, niat lain Agatha adalah untuk menghindar dari sang predator. Entah kenapa dia merasa akhir akhir ini Sean jadi lebih m*s*m. Cowok itu semakin posesif dan manja.
Seperti sekarang Agatha di larang keluar dari kamar mereka oleh Sean, padahal Agatha di ajak ke spa oleh mommynya.
"Sean ish! Gue mau ikut sama mommy, mau spaan". Pinta Agatha.
Gadis itu memejamkan matanya sekilas lalu menghela napas dalam. Dia buka matanya dan menatap Sean dengan memelas.
"Sean, izinin gue ya? Kan gue sama mommy cuma ke spa". Pinta Agatha lirih. Wajahnya dia imut imutkan dengan puppy eyes-nya.
Sean menenggelamkan wajahnya pada dada Agatha. Cowok itu menghela napas panjang lalu dia hembuskan perlahan.
"Ya udah. Kasih gue bikin bekas dulu dikit baru lo boleh gue izinin". Ucap sean menggesek gesekan kepalanya di sana.
Lumayan bisa nyicil dikit dikit, walau harus mencari kesempatan dalam kesempitan. Agatha seketika cemberut, gadis itu berusaha mendorong tubuh besar Sean.
"Kan mau spa gue nya. Kalau lo bikin bekas, malu lah nanti di lihat mommy dan mbak mbak spa nya". Jelas Agatha pelan.
"N*n*n aja kalau gitu. Gak bakan bikin bekas gue janji".
Agatha menghela napas kasar. "Gak mau! Enak aja. Lo kalau di beri suka minta lebih". Tolak Agatha cepat. Menggeleng gelengkan kepalanya.
Iyah, Agatha sudah memberi izin dikit dikit. Cuma yang atas doang, sebagai tebus dosanya yang selalu menolak.
Dia pegang rambut Sean dan menariknya, membuat cowok itu mendongak. Pandangan mereka bertemu, Agatha mengeluarkan jurus nya dengan mengubah raut wajahnya.
"Boleh yah?" Agatha merengek.
"Kasih gue buat n*n*n dulu. Ntar lo gue kasih izin". Kekeh Sean. Agatha menggeleng pelan, tak setuju dengan syaratnya.
"Gak bakal gue kasih jejak janji deh. Lagian lo lagi dapet kan?" bujuk Sean.
Agatha terdiam, menatap intens mata Sean yang juga menatap nya. Dia benar benar tak yakin soal ini.
"Tapi-"
"Udah ayo". Sean menyela. Menarik tangan Agatha lalu merebahkan gadis itu di ranjang. Dan terjadilah yang sudah pasti.
.....
Agatha pikir kejadian tadi hanya berjalan sepuluh sampai lima belas menitan. Nyatanya sampai satu jam Agatha memberi suami nya power.
Terbukti setelah di beri sumber power cowok itu langsung mengizinkan nya untuk ikut spa bersama alana. Plusnya Sean memberinya kartu kredit untuk dia pegang. Biasanya Agatha hanya mendapat uang cash saja, atau transfer ke rekening nya. Tetapi tidak untuk kali ini, Sean memberinya langsung kartu kredit.
"Mommy jadi gak ke spa nya? Aga ikut".
Agatha menghampiri mertua nya yang berada di depan TV menonton suatu tayangan. Bersama alesha yang nemplok kepada mommy nya.
Alana menoleh dan tersenyum lebar. "Jadi lah. Sebentar ya mommy mau ganti baju dulu, sekalian minta transferan sama daddy kamu". Ujar Agatha bersemangat.
"Mommy mau kemana? Alesha ikut". Alesha membuntuti, merentangkan tangannya minyak di gendong.
Alana mengangguk, sigap dia mengangkat tubuh anak nya dan berlalu untuk berganti pakaian. "Sebentar ya sayang". Pamit nya pada Agatha.
Agatha mengangguk. Beralih dia menunggu di depan TV, menonton siaran yang menurutnya kurang menarik. Tiba tiba ingatan nya teringat pada kejadian tadi, astaga! Agatha menutup wajah nya malu. Sialan memang cowok bernama Sean itu.
"Ck, bikin baper aja". Gumam Agatha pelan.
"Sayang ayo. Kita berangkat sekarang, mommy udah boxing tempatnya".
Alana membuyarkan lamunan Agatha, membuat gadis itu terperanjat dan langsung menghampiri nya. Mereka pergi dengan seorang sopir, tentu si kecil alesha yang terus ikut meski kini gadis kecil itu tertidur di pangkuan ibunya.
"Aga, tolong lihat leher mommy. Ada merah nya gak?" ucap Alana. Wanita paruh baya itu menunjukan leher jenjang nya.
"Ada mom dikit di bawah telinga." beritahu agatha.
"Benarkah?" Alana langsung mengeluarkan bedak dari tas nya. Agatha menyimak saja apa yang di lakukan mertuanya itu.
"Dasar devan! Gara gara dia ini tha. Mommy udah bilang jangan ninggalin jejak, malah tetap ninggalin. Keras kepala banget emang, mana otak nya rada m*s*m". Gerutu Alana sembari mengolesi lehernya dengan bedak.
Agatha hanya tersenyum menanggapi, ternyata Sean m*s*m turun dari bapak nya. Pantas saja otak cowok itu rada rada ke sana terus.
"Eh udah sampai ya? Ayo tha kita masuk." Alana tersadar lalu mengajak menantu nya untuk menghabiskan uang para suami. Mumpung ada teman untuk foya foya.
jadi kalau kalian tanya kenapa di ulang, itu murni keteledoranku ya, mianhe guysss. love you all