NovelToon NovelToon
Camelia

Camelia

Status: tamat
Genre:Kontras Takdir / Tamat
Popularitas:64.3k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Seorang gadis desa yang di jerumuskan oleh ayah tirinya sampai harus bekerja di rumah bordill. Camelia, 16 tahun benar-benar merasa muak bekerja di rumah bordill itu, dia merasa dia harus melakukan sesuatu untuk menyelamatkan pada gadis muda yang bekerja di sana karena paksaan seperti dirinya. Camelia ingin merubah aturan kehidupan di desa Muara itu. Dia tidak ingin lagi melihat ada wanita yang nasibnya sama dengannya. Dia ingin menutup semua rumah bordill di desa itu, bahkan di desa-desa yang lain. Meski tidak mudah, tapi Camelia tidak akan pernah menyerah sampai nafas terakhirnya untuk mengangkat derajat kaum wanita di desanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Camelia dan yang lain kembali ke lentera malam karena harus mencari solusi untuk masalah pernikahan itu.

Camelia duduk di ruang tamu lentera malam, ruangan yang tadinya di jadikan tempat para tamu menyawer istilahnya, tempat di mana dulunya adalah tempat meletakkan uang di atas nampan yang ada nama-nama kembangnya di sana.

Tempat itu kini menjadi ruang tamu dengan meja yang panjang, karena selain ruang tamu. Kadang tempat itu juga digunakan sebagai tempat untuk menunggu bagi para tamu yang sedang di kerjakan pesanannya.

Laila masuk ke dalam untuk membuatkan minuman untuk Jeky dan Camelia.

Saat Camelia hanya bersama dengan Jeky di ruang tamu itu, Jeky tiba-tiba saja meraih tangan Camelia.

Membuat si pemilik langsung menoleh ke arah Jeky.

"Aku tidak mengatakan ini karena apa yang barusan terjadi di kantor pendaftaran itu. Bukankah kita sudah bersama selama lebih dari tiga tahun Camelia? Aku tahu, kamu pun sudah memahami bagaimana perasaan ku padamu" kata Jeky.

Saat Camelia masih mencerna dengan baik apa yang dia dengar dari mulut Jeky itu. Pria itu bahkan berdiri dari duduknya, dan langsung berlutut di depan Camelia.

"Camelia, aku sungguh mencintai kamu, maukah kamu menikah denganku?" tanya Jeky dengan tangannya masih memegang tangan Camelia.

Camelia tidak bisa untuk tidak terkejut, dia tahu kalau Jeky menyukainya. Tapi ada pria yang sampai berlutut dan melamarnya seperti ini, dia sama sekali tidak pernah mengira hal itu, membayangkannya saja tidak pernah. Karena dia sadar diri, tubuhnya itu entah sudah berapa puluh pria yang menyentuhnya.

Laila dan Hani yang membawa makanan dan dan minuman di atas nampan yang mereka pegang bahkan meneteskan air mata. Mereka sangat bahagia untuk Camelia. Meskipun mereka ingin berteriak dan mengatakan agar Camelia menerima lamaran itu, tapi mereka menahan diri mereka untuk berdiri di tempat mereka. Mereka ingin, Camelia mengatakan apa yang ada di dalam hatinya. Karena mereka juga tahu, kalau ada pria lain yang selalu tanpa sadar suka Camelia bicarakan dengan mereka, dan pria itu adalah Adjie.

"Aku pegal Camelia, bisa kamu jawab sekarang?" tanya Jeky yang sebenarnya hanya ingin Camelia tersenyum.

"Ah, aku... aku ini..."

Camelia terbata-bata, dia tidak bisa mengatakan kenapa dia merasa tidak bisa langsung menjawab iya.

"Keluarga ku, kamu tidak perlu mengkhawatirkan tentang hal itu. Mereka, selalu mendukung apapun yang aku lakukan, aku mencintaimu, aku akan menjelaskan kepada keluargaku siapa dirimu, mereka pasti menerima mu" kata Jeky yang mengira kalau yang menjadi beban untuk Camelia menjawab setuju menikah dengannya adalah keluarga Jeky.

Camelia menghela nafas panjang. Dia tahu, dia memang harus menikah untuk melanjutkan pendaftaran yang waktunya tinggal sebentar lagi. Dan Jeky, pria di hadapan nya itu adalah satu-satunya pria yang bisa dia percayai selain Adjie, pria yang sebenarnya dia cintai.

Camelia pun mengangguk setelah belasan nafas panjang itu.

"Aku mau menikah dengan mu"

"Yey... Hore...."

Laila dan Hani heboh sendiri, membuat Camelia terkejut. Jeky pun menarik tangan Camelia dan memeluknya. Camelia hanya bisa membalas pelukan itu. Mungkin memang inilah jalan yang terbaik. Dia tidak mungkin mengharapkan Adjie bukan? pria itu terlalu tinggi untuk dia jangkau. Juga tidak mungkin sebenarnya, karena Adjie mengatakan pernikahannya adalah amanah dari mendiang ayahnya, sampai maut memisahkan dia tidak akan pernah berpisah dengan istrinya itu meski dia sekarang belum mencintai istrinya itu.

Sama sepertinya, sama dengan Camelia. Mungkin saat ini dia memang belum mencintai Jeky. Tapi lama-lama, dia rasa dia tidak mungkin tidak jatuh cinta pada pria baik, tampan, kaya dan selalu memperlakukannya bak ratu itu.

Pembicaraan tentang pernikahan pun di mulai, segala persiapan sudah di laksanakan. Pernikahan itu akan di laksanakan di lentera malam.

Hal itu bukan tanpa pemikiran yang panjang, ini adalah pernikahan pertama yang di selenggarakan di lentera malam. Camelia dan Jeky mengundang warga dan masyarakat sekitar, juga para pekerja mereka di rumah makan maupun di toko pakaian. Juga semua pelanggan mereka.

Undangan itu bahkan Laila antarkan sendiri ke rumah tuan Adjie Firmansyah.

Adjie yang menerima undangan itu, menghela nafas sangat dalam. Matanya menunjukkan perasaan di dalam hatinya.

Mata pria itu marah, tapi bukan ke arah marah. Matanya itu, lebih menunjuk perasaannya yang sangat sedih, tapi menunjukkan kebanggaan pada nama wanita yang ada di dalam undangan itu.

Dengan mata merah dan berkaca-kaca, Adjie tersenyum pada Laila.

"Katakan pada Camelia, aku pasti datang. Aku akan hadir di hari bahagianya" kata Adjie dengan senyuman di wajahnya.

Namun Laila malah merasakan kesedihan saat melihat senyuman Adjie itu. Dia mungkin orang yang paling mengerti apa yang tengah di rasakan dua insan yang sebenarnya saling mencintai itu, tapi tak mungkin bisa bersama itu.

"Baik tuan" kata Laila yang memberi hormat dan akan pergi.

Tapi saat Laila akan berbalik, dia kembali melihat ke arah Adjie.

"Aku hanya ingin mengatakan ini, aku sangat dekat dengan Camelia. Sampai aku tahu, satu-satunya nama yang pernah dia sebut dalam tidurnya, hanyalah namamu tuan" kata Laila yang membuat jantung Adjie semakin tertusuk dan terasa sangat sakit.

Setelah mengatakan itu Laila pergi, meninggalkan Adjie yang tanpa sadar sudah meneteskan air matanya.

Pria tampan lagi kekar itu terus menerus menghela nafas untuk menahan air matanya mengalir lebih deras.

Tapi melihat undangan di tangannya, dia sudah tak mampu menahan air matanya. Mungkin benar kata orang, pria kuat, sekuat apapun. Akan menjadi lemah di hadapan rasa cintanya. Itulah yang di rasakan Adjie saat ini. Dia begitu mencintai Camelia. Tapi tidak bisa meraih tangannya dan membuat wanita itu berdiri di sampingnya.

Dia punya tanggung jawab, dia punya kewajiban yang harus dia tunaikan. Adjie harus hidup untuk menanggung semua itu. Dia di takdirkan menjadi sandaran banyak orang, dia tidak mungkin pergi dan membuat semua orang yang bersandar padanya roboh.

Adjie menggenggam undangan itu dengan erat. Hatinya hancur, benar-benar hancur. Dia tidak mungkin menyimpan perasaan pada istri orang bukan? dia juga tidak mungkin bisa menyentuh Camelia lagi, karena sekarang Camelia bukan kembang yang bisa di sentuh sembarangan orang, atau orang yang membayarnya mahal. Adjie benar-benar hanya bisa menangis menumpahkan semua perasaan sedih yang ada di hatinya. Apalagi mendengar ucapan Laila, sebenarnya dari mata Camelia saja, Adjie juga bisa merasakan cinta yang dalam sangat dalam. Tapi apa daya, meski mereka saling mencintai. Mereka benar-benar tidak bisa bersama. Tidak akan bisa.

***

Bersambung...

1
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
up
kiran
kenapa tidak dilanjutkan ceritanya 😭😭
Asti •§͜¢•🦢🍒
Camelia 👍💪
Asti •§͜¢•🦢🍒
Camelia semoga selamat 🤲
Saliha
Suka banget sama cerita ini
Afika
Sangat menyukainya novel ini
Yulia
Suka benar lah sama novel ni
Rieke
Luar biasa
Marimar Perez
Suka banget
Muhamad Bardi
tidak bisa berkata apa apa kak thor aq terharu banget😭😭😭😭😭 sama perjuangannya camelia, akhirnya camelia bisa memuwujudkan impiannya🤧🤧🤧🤧
Asti •§͜¢•🦢🍒
rasakan
Asti •§͜¢•🦢🍒
sangat menarik 👍👍👍
Muhamad Bardi
udah cerain aja jie istri kaya gitu mah dia ga pantas jadi pendamping hidup kamu, semoga kedepannya kamu mendapatkan kebahagian🤲🤲
Muhamad Bardi
rasain kamu cokrodima riwayatmu telah berakhir, dan hukuman seumur hidup itu pantas kalian dapatkan..
semangaaat camelia aq yakin kamu pasti pemenangnya💪💪💪👍👍👍
Anonim
Jeky tdk dipeluk Camelia. Jeky juga berjasa lho Camelia. Kl tdk menikah kan tdk jd bisa kandidat.
Ninis
Suka sekali, sama Camelia dan Laila dan Hani juga dan Adjie juga
Nudu
Terus semangat berkarya nya, bagus kak
Wisyia
Kisah Camelia ini bagus, menginspirasi
Qiara
Bagus, kerja bagus kak
Jasmine
Ceritanya bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!