NovelToon NovelToon
Kesucian Cinta

Kesucian Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:310.5k
Nilai: 5
Nama Author: vibyza

Liliana gadis berusia 17 thn, yang bekerja dilaundry untuk bertahan hidup, setelah kedua orang tuanya meninggal, hingga berurusan dengan Presdir sombong dan terlibat cinta segitiga, bagaimanakah akhir kisah yang dibumbui dengan intrik intrik kecil ini,,,apakah mereka akan bersama hingga tua atau takdir memisah mereka saat kebahagiaan itu tercipta, inilah kisah mereka,,,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vibyza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 Aksi Andre

" Sayang, menurutmu bagusan yang mana, warna merah atau biru? Nandini masih memilah milah gaun yang ada dibutik, senyuman terus mengembang dibibirnya.

Nanti malam akan diadakan syukuran atas kesembuhan Andre, mereka mengundang anak yatim piatu dan kerabat terdekat.Saat ini mertua dan menantu itu sedang berada di sebuah butik yang cukup terkenal di salah satu Mall City milik keluarga Candra. Meskipun begitu tak banyak yang tau jika Mall itu milik mereka.

" Kelihatannya warna merah terlalu mencolok bunda, lebih baik warna biru laut atau peach, cocok untuk mas Andre!" Ana tersenyum sambil menunjukkan sebuah kemeja pada mertuanya.

" Bener juga ya sayang, Andre kan suka warna biru, ternyata kamu perhatian juga sama anak itu!" Bunda Nandini tersenyum tipis.

" Kamu yang sabar ya nak, menghadapi kedua anak bunda, saat ini kamu bisa bernafas lega, Andre sudah melupakanmu, jadi kamu bisa bahagia dengan Rey tanpa adanya beban, suatu hari nanti Andre pasti menemukan penggantimu!" Nandini mengusap rambut menantunya dan mengelus pipinya, menatapnya penuh kasih sayang, lalu memeluknya.

" Bunda beruntung punya kamu, putri sekaligus menantu, udah cantik, baik, pinter masak lagi!"

" Bunda bisa aja," tersipu malu," kalau aku nggak pinter masak, kak Rey ntar nyari diluar bunda, kan aku rugi sendiri, katanya kan cinta datangnya dari mulut, turun ke perut baru ke hati!"Ana bergelayut manja di lengan mertuanya.

" Ha,, ha,, ha,,,!" tawa mereka bersama.

" Kamu itu bisa aja sayang, kalo Rey tahu ia pasti makin sayang sama kamu!" menoel hidung Ana.

" Iya dong Ma, aku harus belajar membuat

suamiku betah dirumah, biar tak lirak lirik sana sini, walaupun kutau kak Rey nggak mungkin macem macem!"

Ana mengatakan dengan penuh semangat, Nandini mengacak pelan pucuk rambut Ana dan tersenyum.

Setelah mengambil beberapa potong gaun, Nandini menyuruh Ana untuk mencobanya,

Dengan bantuan karyawan butik yang membawakan gaun gaun itu, Ana masuk keruang ganti dan mencoba satu persatu gaunnya, memperlihatkan pada mertuanya, namun Nandini menggeleng, hingga pada gaun terakhir yang resletingnya sampai punggung bawah dan Ana kesusahan untuk menaikkannya, hingga ia minta bantuan karyawan toko yang tadi membantunya.

Ia tak melihat siapa yang masuk, kepalanya tertunduk dan berusaha mengancingkan bajunya, akhirnya ada yang membantu mengancingkan baju itu, namun ada tangan yang mendekap tubuhnya dari belakang dan menghembuskan nafasnya dileher Ana.

Tubuhnya bergidik karenanya, matanya membelalak saat ia menyadari siapa yang memeluknya lewat pantulan cermin didepannya.

" Kau memang cantik sayang, pantas bang Rey tergila gila padamu!" Andre menelusuri leher dan bahu Ana, memberikan kecupan disana, Ana berusaha berontak namun Andre sudah mengancamnya.

" Kalau kau teriak, maka hari ini juga kan kulenyapkan anak yang kau kandung, lihatlah obat ini, sekali kau meminumnya maka ia akan binasa, karena ini obat penggugur kandungan, kamu boleh mencobanya kalau tak percaya!"

Sambil membuka paksa mulut Ana dan memasukkan obat itu, Ana berusaha menolaknya.

" Ti,, tidak mas,,, jangan,,, aku mohon jangan bunuh anakku, hikss,,, hikss,, hiks,,,,!"Airmatanya mengalir dengan sendirinya.

Andre pun tersenyum sinis, dan memasukkan obat itu kesaku celananya. Lalu membalikkan tubuh Ana, mereka kini saling bertatapan, airmata itu tetap mengalir, dengan satu tangannya Andre menghapus airmata itu.

" Berhenti menangis atau aku akan memasukkan obat ini!" bentaknya lirih.

Ana yang ketakutan pun segera berhenti menangis dan disimpannya dalam diam bersama rasa takutnya.

Andre pun tersenyum tipis dan mengangkat dagu Ana yang tertunduk dengan satu tangannya, sedang tangan yang lainnya masih memeluk pinggang Ana, tubuh mereka berhimpit tanpa jeda karena Andre menghimpitnya di tembok, sekuat apapun ia berontak, namun tenaganya kalah jauh dari Andre.

Bibir mereka akhirnya bertemu, lembut tapi menuntut Andre mencium bibir Ana, setelah puas turun ke leher dan dada Ana, disela sela ciuman Andre, Ana berusaha melepaskan diri, namun tangan pria itu semakin menjadi menjamah tubuh Ana.

"Aku mohon mas, lepaskan aku, tolong,,, lepaskan aku, ini salah,,!" ucapnya disela Isak tangisnya.

" Aku tak akan melepasmu, walau dalam kesempitan akan kumanfaatkan kesempatan itu, cantik!" bisik Andre lirih.

Ana menggigil ketakutan, tubuhnya terasa lemas, hampir saja jatuh jika Andre tak memeluknya.

" Kita bersenang senang dulu ya, cantik!"

Seringai Andre dan memulai aksinya.

" Tuhan, tolong hamba dari pria buas ini, Engkaulah yang Maha penolong," bisik hati Ana.

Airmatanya tak berhenti mengalir, membasahi pipinya. Andre tak menghentikan aksinya meskipun wajahnya terkena airmata Ana.Seolah ia mendapat kepuasan menyiksa lahir dan batin Ana.

" Tookk,, tookk,, tookk,,!"

" Ana, kamu masih di dalam sayang, kenapa dari tadi belum keluar, boleh bunda masuk?"

Perlahan Ana membuka pintu ruang ganti, dan memperlihatkan gaun yang dipakainya.

Nandini kaget melihat Ana yang begitu cantik meski tanpa polesan make up, dia terlihat lebih dewasa dengan gaun yang dipakainya.

" Kamu cantik banget sayang, pasti Rey makin cinta sama kamu jika liat penampilanmu saat ini, tinggal nyari high heels, ayo sayang, biar mereka bungkus gaunnya, ntar biar dibawa Andre, kita cari high heels untuk kamu!"

Nandini menggandeng tangan Ana menaiki lift ke lantai 3, dimana tempat toko toko khusus menjual sepatu, sandal dan tas serta aneka mainan anak anak.

Ana menurut saja saat mertuanya itu menyuruhnya mencoba berbagai model high heels, setelah mendapat yang sesuai dan membelinya kini mereka menuju restoran untuk makan siang.

Nandini dan Ana duduk di pojok restoran, agar bisa melihat pemandangan diluar kaca.

Andre yang baru saja datang setelah menaruh belanjaan ke dalam mobil, kini duduk dan memesan makanan.

" Kamu pingin apa sayang, makan yang banyak biar cucu bunda sehat, kamu pasti capek sekali habis jalan jalan tadi!"

Nandini memegang perut Ana, mengelus pelan dan tersenyum.

" Cucu Oma, kamu cepet besar ya sayang, jangan nakal kasihan bunda, udah capek bawa kamu kemana mana, kalau saja bisa dipindah ke Oma, pasti dengan sukarela Oma mau membawamu, biar mama dan papamu bikin dedek buatmu, ntar kalian bisa tumbuh bersama, he,,, he,, he,,,andai bisa ya sayang?"

Nandini tersenyum geli dengan ucapannya sendiri.

" Mama bisa aja, halunya itu ketinggian!" Ucap Andre sambil menyandarkan tubuhnya dikursi dan bersedekap dada, matanya menatap nanar pada Ana.

Sedang Ana hanya tersenyum kecut memandang keluar jendela, hatinya masih kacau karena ulah Andre tadi.

"Maafkan aku kak Rey, apa yang harus aku lakukan?" bisiknya dalam hati.

Saat asyik dalam lamunannya ia dikagetkan dengan tepukan dibahunya, hingga ia tersadar dan menoleh kearah suara itu.

" Cinta,,?"

" Loe ngapain disini, sama siapa?"

Mata Ana berbinar melihat sahabatnya ada didepannya sekarang.

" Loe itu ngelamun aja, gue sampe berbusa manggil manggil loe dari tadi, jangan suka ngelamun ntar loe kesambet gimana?Ucapnya sambil mencubit pipi Ana.

" Sakit tau, Cinta?" sambil cemberut

" Bunda, ini Cinta sahabat Ana, dan ini mas Andre, adik kak Rey!"

Cinta pun bersalaman dengan bunda Nandini dan Andre. Bunda senang bisa bertemu dengan Cinta, karena ia tau Cintalah sahabat satu satunya Ana disekolah.

" Ayo nak Cinta, gabung aja sama kami, biar Ana ada temannya ngobrol, dari tadi dia ngelamun terus, mungkin kamu bisa menghibur dia!"

" Baik Tante, terima kasih sebelumnya!" ucapnya malu malu.

Andre hanya melirik sebentar pada Cinta, lalu tersenyum penuh misteri.

1
Liaman
menguras air mata
Syaa😼리사
kak zah woyyy
Black Shadhow Queen 💎💎💎💎
😅😅😅😅😅kambing nya dendam sama yg jagal nya😅😅
🤍
Like
Amma🌹
lanjut
🎀ᵀᵗᵇ'ˢ Inka24#BTBM❤️
kenapa harus merebut kasih sayang?
🍁vb ⨀⃝⃟⃞🌸: iya kadang sifat iri tak bisa dihilangkan kk,, wkwkwk saat kita merasa tak adil
total 1 replies
Nurliana Saragih
Reyvannya mana Thor???
ceritamu bagus Thor cuma sayang tokoh2 nya banyak yg ilang entah kemana?
seharusnya walaupun peran pendukung setidaknya dituntaskan dalam cerita,jadi ceritanya berbaur dan lengkap sesuai dengan karakter masing-masing.
Nurliana Saragih
Siapa???
🤔🤔🤔
Nurliana Saragih
CINTA,Mafia NAGA TERBANG???
Buat nama yg lebih keren lagi Thor.
🤭🤭🤭
Nurliana Saragih
Ndre, jangan gitu ahhh???
biarkanlah Ana bahagia ma Abangmu.
aku tau rasa hatimu karena aku juga cinta ma kamu.
maukah kau kalo aku jadi pengganti Ana???
karena aku juga Ana tapi yg KW?!
🤣🤣🤣
Nurliana Saragih
makanya jadi cewek jangan RECEH???
Nurliana Saragih
aish pertamanya aja sok alim,gak tau gatal juga tu tangan Ana ngeraba - raba?!
😡😡😡
Nurliana Saragih
inilah yg kadang2 bikin aku sedih Thor???
cinta diantara 2 bersaudara, sakitnya gimana coba???
mungkin kalo orang lain sedih tapi yg paling sedih ya cerita kayak gini.
😭😭😭
🍁vb ⨀⃝⃟⃞🌸: iya kk,, bisa dirasakan gimana jika itu ada di posisi kita, makasih da mau mampir ya kk, 🙏
total 1 replies
Diana Puntian
lanjutkan thorrr
Diana Puntian
vira milih siapa iya.... lanjutkan thorrr
Andrew
Ceritanya keren 👍
banyubiru
Boom like
banyubiru
Mampir' ka
@𝕬𝖋⃟⃟⃟⃟🌺nada Mυɳҽҽყ☪️
lanjut
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡ˢ⍣⃟ₛ🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
next thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!