Apakah dengan merenggut nyawa seseorang yang tidak bersalah membuatmu hidup tenang dengan bergelimang harta??
Jika hal itu dapat menghantarkan setiap orang ke surga dunia dan surga akhirat, tentu kau sudah tidak hidup di dunia ini. Melainkan sudah menjadi tumbalku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona ribka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31 Tumbal Pesugihan
Di tengah Isna bercerita, Isna berhenti sejenak karena air mata yang tiba-tiba mengalir di pipinya. Becca yang melihat tangisan Isna pun tidak tega, Becca menyarankan agar Isna tidak perlu melanjutkan ceritanya jika terlalu berat.
"Tante gakpapa kok kalau tante gak ceritain semuanya, kalau berat tante bisa stop." Ucap Becca sambil mengelus punggung Isna untuk menenangkannya.
"Enggak sayang, tante sudah lama menunggu momen ini. Tante ingin meluapkan semuanya." Ucap Isan yang berusaha menenangkan diri untuk menghentikan air matanya.
Setelah sedikit tenang, Isna melanjutkan ceritanya kepada Becca.
"Setelah tante tau hal mengerikan itu, tante hanya memilih diam. Walaupun sangat ingin bertanya, namun tante gak punya keberanian untuk itu. Tante diam bahkan tante tidak membagi cerita ini kepada Rasty. Saat itu pikir tante, biarlah Rasty tidak mengetahui apapun, biar dia tidak terikut dalam hal menyesatkan itu. Restoran semakin laris, namun hati tante semakin gelisah dan tidak tenang. Hingga suatu ketika tante masuk lagi ke kamar itu dan mendapati foto Hanum ibumu, di situ ada tulisan tapi tante gak ngerti dengan menggunakan tinta merah seperti darah yang mengering. Tante cerita ke Rasty dan tiba-tiba Rasty gemetar berkata sudah meletakkan sesuatu di kamar ibu dan ayah kamu. Tante langsung marah banget sama Rasty, tante marah sama om di situ kami bertengkar hebat. Namun Rasty terus berteriak ketakutan." Ucap Isna.
Isna juga mengatakan bahwa Rasty terus berteriak mau di bawa pergi oleh makhluk seram. Mendengar perkataan itu membuat Isna semakin marah kepada Robert dan mulai bingung dengan keadaan mereka. Restoran tutup berhari-hari yang buka hanya pabrik mereka.
Hingga akhirnya Rasty meminta tolong kepada Robert agar dia tidak melihat makhluk-makhluk jelek lagi. Namun Robert hanya diam tidak bergeming, Robert sangat terlihat dingin, Rasty pun pergi dari rumah dengan berlari ke rumah Becca malam itu.
"Di saat Rasty sudah berlari ke rumah kalian, tante dan om bertengkar hebat. Tante minta untuk di ceraikan, om sangat marah dan menarik tangan tante untuk menjemput Rasty. Sejak saat itu setiap hari tante hanya menangis dan memohon untuk bercerai sampai akhirnya hal itu di dengar Rasty, om Robert pergi dari rumah. Malamnya tante malah menemukan Rasty sedang menelan banyak butiran obat. Tante telat mencegahnya, sampai akhirnya bidan datang dan Rasty mulai kejang. Om pergi dari rumah sampai sekarang tidak ada kabar. Tapi setelah Rasty sembuh tante akan menggugat cerai om, tante sudah gak tahan dengan semua ini." Ucap Isna.
Becca terus mengelus punggung Isna, walaupun terlihat menahan air matanya tapi Becca yakin jauh di lubuk hatinya ada luka yang sangat dalam.
"Tante tenangkan diri dulu ya, tante istirahat dulu yuk kalau Rasty sadar Becca akan beritahukan ke tante." Ucap Becca.
"Tidak Becca, kamu saja yang istirahat, tante sangat malu dengan kamu dan keluarga. Dulu kalian banyak menolong kami tapi suami tante malah berniat jahat dengan ibumu. Rasanya tante gak pantas lagi berhadapan dengan kalian. Tante tau Becca perkataan maaf tidak akan menghilangkan luka tapi tante ingin mengucapkan maaf sebesar-besarnya atas nama keluarga tante yang sudah hampir merenggut nyawa ibumu Hanum. Jika tante tau lebih awal, pasti tante bisa mencegahnya. Tante ibu dan istri yang gagal Becca maafkan tante." Ucap Isna dengan berurai air mata.
Becca langsung memeluk Isna dan berkata, "Tidak tante, ini tidak salah tante. Jika ada yang bersalah dia adalah yang bersangkutan dengan semua ini. Dan tante semua ini sudah atas izin Tuhan, semua terjadi karena juga kehendak Tuhan. Perbuatan manusia tidak bisa melampaui Kehendak yang Maha Kuasa jika ini tidak atas izinnya. Tapi semua ini terjadi demi kita, agar menjadi manusia yang lebih baik lagi." Ucap Becca.
Isna hanya bisa menangis hingga akhirnya mereka berdua menangis bersama, kelelahan dan tertidur dengan sambil duduk di kursi menunggu dan berharap Rasty bangun dari tidur panjangnya.
...****************...
Rasty perlahan membuka matanya, Rasty menggerakkan sedikit tangannya. Rasty bingung karena dalam ingatannya yang kabur hanya tersisa bayangan ibunya dan setelahnya gelap. Rasty tidak mengingat apapun.
Gerakan tangan Rasty di rasakan Isna yang memang tidur sambil memegang tangan putrinya. Isna langsung tersentak dan bangun.
"Sayang, kamu sudah bangun." Ucap Isna yang langsung sadar seketika melihat putri semata wayangnya membuka mata.
"Bu, apa yang sudah terjadi??" tanya Rasty.
Mendengar pertanyaan Rasty, Isna sedikit lega walaupun mungkin hanya untuk saat ini Rasty tidak mengingat apapun.
"Kamu pingsan sayang di rumah." Ucap Isna sembari berdiri memencet tombol darurat untuk memanggil suster.
Saat suster datang dan bicara dengan Isna, Becca yang sayup-sayup mendengar langsung membuka mata. Becca melihat Rasty sudah membuka matanya. Becca menghampiri tempat tidur Rasty, ketika Rasty melihat Becca entah apa yang diingatnya dalam ingatannya. Rasty langsung menangis dan menutup wajahnya.
Sontak Becca, Isna dan suster pun kaget melihat reaksi Rasty yang tiba-tiba seperti itu.
"Kenapa kak, apa ada yang sakit??" tanya suster yang sedang memeriksa kondisi Rasty untuk melaporkan kesadaran Rasty pada dokter yang menangani Rasty.
Rasty hanya menggelengkan kepalanya, namun masih tetap menangis. Isna langsung memberi isyarat ke suster agar dia saja yang menanyai Rasty. Suster pun pergi meninggalkan ruangan mereka setelah selesai memeriksa keadaan Rasty.
Becca yang sadar Rasty menangis saat melihatnya pun akhirnya bertanya kepada Rasty.
"Kamu gak suka ya aku ada disini, aku akan pulang kalau karena aku ada kamu jadi seperti ini Ras." Ucap Becca.
Saat Becca hendak pergi dari sisi kasur Rasty, spontan Rasty langsung memegang tangan Becca.
"Maafkan aku Becca, maafkan aku, aku hanya tidak sanggup menghadapi mu aku malu, aku hampir membunuh ibu dari sahabatku yang sudah ku anggap ibuku sendiri. Becca, seandainya saja aku tidak sepolos itu dan tau apa yang diberikan ayahku akan merenggut nyawa tante Hanum aku pasti tidak akan melakukannya Becca, aku bersumpah." Ucap Rasty.
Becca langsung memegang tangan Rasty yang memegangnya dan berkata, " ini bukan salah kamu Ras, bukan salah kamu. Lupakan saja, ibuku sudah baik-baik saja. Kita lupakan saja ya, kamu fokus ke kesehatan kamu sendiri." Ucap Becca menenangkan Rasty.
"Aku merasa aku tidak pantas hidup lagi Ras, seharusnya biarkan saja aku mati di rumahku." Ucap Rasty dengan tatapan penuh kesedihan.
"Tidak boleh bicara seperti itu Ras, kamu harus tetap hidup. Jika kamu merasa bersalah, hiduplah dengan menjadi lebih baik. Hiduplah kembali menjadi sosok yang berguna untuk sekeliling kamu. Hal itu yang bisa menjadi penebusan kesalahan yang kamu perbuat. Jika merasa bersalah bantulah banyak orang yang membutuhkan bantuanmu hanya sekedar bertahan hidup." Ucap Becca.
Rasty sontak menangis semakin deras, Becca yang tidak tega melihat sahabatnya sangat rapuh pun akhirnya memeluknya dengan erat. Becca membisikkan hal yang membuat Rasty semakin memeluk Becca erat.
"Aku memaafkan kamu Ras, sebagaimana ibuku juga memaafkan kamu." Ucap Becca.
Bersambung...
Terimakasih untuk semua teman-teman yang sudah membaca dan terus mengikuti cerita saya. Semoga teman-teman dapat terhibur dengan cerita-cerita saya, tetap sehat dan selalu semangat untuk kita semua. Love you all ❤️.