NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Pak Duda

Mengejar Cinta Pak Duda

Status: tamat
Genre:Duda / Angst / Tamat
Popularitas:853.7k
Nilai: 5
Nama Author: Kacan

TAMAT



Karna ayah yang sedang sakit-sakitan membuat Putri Mentari harus menikahi seorang duda beranak satu yang merupakan dosen mata kuliah umum di fakultasnya.

"Kamu jangan berharap lebih dengan pernikahan ini! Aku pastikan pernikahan ini tidak bertahan lama!" - TAMA BATARA

"Ya ampun Pak... Jangan galak-galak napa. Entar makin nambah loh keriputannya." - PUTRI MENTARI.

Tama yang masih mencintai mendiang istrinya membuat pernikahan yang dijalani wanita yang akrab dipanggil Tari itu terasa berat.

Tari yang ceria terus berusaha mendapatkan cinta sang suami.

Akankah pernikahan yang berat ini berubah menjadi pernikahan bahagia?



fb : Kacan
=> Mari follow akun Noveltoon Othor Kacan🤗🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kacan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Basah Berdua

Begitu masuk, mata Tama tertuju pada lengan istrinya yang berwarna merah keunguan. Pria itu baru bisa melihat bekas kekasarannya sekarang, karena saat pulang tadi, Tari menggunakan sweater panjang berwarna coklat tua. Tampak seperti sweater milik laki-laki, namun Tama tidak perduli soal itu.

Tatapan Tama masih terfokus pada tangan Tari yang menyilang untuk menutupi asetnya. Hal itu membuat Tari berpikir yang tidak-tidak.

"Pak Tama ngapain ngikutin Tari ke sini? Mau ngintip ya!!!" Tari menunjuk wajah Sang Suami dengan Jari telunjuknya. "Eh...." gadis itu menarik jarinya kembali ketika dirinya sadar asetnya hanya tertutup oleh kain berbentuk kaca mata.

Atmosfer di antara pasutri (Pasangan Suami Istri) itu berubah menjadi menegangkan saat langkah kaki Tama semakin mendekat pada Tari.

"Pak Tama mau *****-grepein Tari?!!!" tuduh Tari sambil berjalan mundur, jantung gadis itu memompa lebih cepat, ia merasakan jantungnya yang berirama tak karuan.

"Cih!!! Aku tidak sudi menyentuhmu, lihat! dad4mu saja rata." Tama berdecih.

Tari tidak terima asetnya dikatai seperti itu. Ya... walaupun faktanya, bukit yang ia miliki memang mini malis. Tapi, kata-kata yang keluar dari mulut suaminya saat mengucapkan 'tidak sudi' langsung menyulut emosi gadis itu . Ia langsung menyahuti ucapan suaminya dengan tatapan nyalang.

"Kalau tidak sudi ngapain ke sini? Pakai acara lihat-lihat aset Tari segala." Tari mencebik kesal.

Tama yang sudah berada di hadapan istrinya, langsung menyambar ucapan gadis itu.

"Asal kau tahu! Aku ke sini hanya ingin menegaskan agar kau tidak berlaku sesuka hati! Lihat anakku sampai menangis karna bocah sableng sepertimu." dengan entengnya Tama mengatakan hal itu tanpa memikirkan perasaan perempuan di depannya.

Emosi Tari tersulut ketika Tama malah menyalahkan dirinya. Ia maju selangkah sambil bertolak pinggang.

"Enak bener ya ngomongnya, Pak. Ini semua juga karna Pak Tama! Masa istri ditekan sama sund-- Mami Sun bukannya dibela, eh... malah ikut menyudutkan. Tega bener jadi suami, ckckck.... Pak Tama mau masuk neraka?" Tari menggerakkan kepalanya. Gadis itu menjelma menjadi gadis yang super cerewet. Ia bahkan tidak sadar ketika dirinya bertolak pinggang-- membuat dad4nya membusung ke depan.

"Tidak usah bawa-bawa neraka!" Murka Tama.

"Kenapa? Pak Tama sadar ya kalau bapak itu suami durjana, Alias D-U-R-H-A-K-A!" Tantang Tari.

Air muka pria itu berubah merah, "Kau--"

"Apa? Pak Tama tidak terima?" sergah gadis itu.

"Kau juga istri durhaka!" Balas Tama.

Tari tidak terima dikatakan durhaka. Karna ia merasa, selalu berusaha menjalankan tugasnya sebagai istri. Tapi, dengan gampangnya pria yang menjadi suaminya itu mengatakan ia istri durhaka. Tari mendorong tubuh Tama sangking kesalnya. "Pak Tama yang durhaka!"

Tama yang tak siap, membuat tubuhnya terhuyung ke belakang. Pria itu balik mendorong istrinya.

"Kau yang durhaka!"

"Pak Tama!" Tari kembali mendorong suaminya.

Entah kenapa pria yang sudah berumur 35 tahun itu kembali membalas perbuatan Tari, sudah seperti bocah saja.

"Kau--" Tama tergugu ketika mendorong tubuh Tari, tapi salah sasaran. Tangannya malah mendorong benda kenyal milik Tari.

"Awww... Kalau mau bilang dong! Jangan gini caranya! Sok ngajak ribut."

Tidak ada yang mau mengalah di antara keduanya, mereka sudah persis seperti pemeran di serial kartun tikus dan kucing.

Tama yang terkejut, langsung membalik tubuhnya berniat untuk kabur.

"Enak aja mau kabur!" Tari menarik kaus belakang suaminya.

Mau tak mau Tama membalik tubuhnya kembali, ia memasang wajah galaknya agar Sang istri takut. Namun, bukannya takut. Tari malah menyerang balik dengan cara yang tidak di sangka-sangka.

Pluk...

"Rasain!!! Hahaha...." Tari meremas pusat kehidupan Tama.

Mata pria itu mendelik, seakan mau keluar. Geraman terdengar dari mulut Tama.

"Beraninya kau!" Geram pria itu.

Pluk...

Telapak tangan besar milik Tama mendarat tepat di bukit Tari. Kedua insan itu tidak puas untuk saling membalas, mereka benar-benar kekanakkan. Tangan mereka saling menyentuh aset berharga itu secara bergantian.

Sedangkan di kamar, Aruna si bocah gembil menunggu kedua orang tuanya yang tak kunjung keluar. Anak baik itu memilih untuk tetap menunggu di atas ranjang dengan bermain bersama boneka Maruko serta boneka beruang.

Kembali pada pasutri yang masih melakukan aksi balas membalas. Makin lama keduanya tidak terkontrol. Tari mundur beberapa langkah, lalu kepalanya sedikit dicondongkan ke depan, ia bergerak seolah ingin menyeruduk.

Tama yang melihat gelagat aneh Tari, segera menahan kepala istrinya. Namun, tenaga pria itu sudah habis karna perbuatan Tari yang membangkitkan gejolak aneh pada dirinya, hingga ketika kepala itu menubruk perutnya. Ia tersungkur ke belakang.

Bugh....

Tubuh Tari terjatuh di atas tubuh Tama. Pria itu lemas seketika, saat bukit Tari malah mendarat empuk tepat di wajahnya.

Aroma aneh pun masuk ke indera penciumannya. Namun, untuk hal ini bukan Masalah. Yang menjadi masalah adalah tubuhnya menegang, jantungnya berdetak tak karuan.

Sedangkan Tari terdiam, ia tak dapat melakukan apa-apa. Kakinya terasa lemas, tubuhnya juga merinding ketika napas Tama terasa menerpa bukit yang dikatai rata oleh suaminya.

Mereka sudah persis seperti roti selai yang saling menimpa dalam balutan selai manis.

Keduanya cukup lama terdiam. Entah karna nyaman atau hanya karna terkejut.

Seperti yang sudah-sudah, Tari lah yang sadar lebih utama. Gadis itu berdiri, ia menutupi wajahnya karna malu. Sedangkan Tama langsung bangkit dan segera keluar untuk mengganti bajunya yang basah, pria itu memilih untuk pergi ke kamar mandi yang ada di kamar Una untuk meredakan sesuatu yang sedang dalam mode aktif.

"Papa kenapa mukanya melah?" tanya bocab gembil itu ketika melihat Sang Papa yang baru keluar dari kamar mandi.

"Tidak apa sayang, Papa pergi bentar ya. Kamu tunggu di sini saja, oke?!" Ujar Tama dengan napas tersendat-sendat.

"Hum...." Una mengangguk tanpa mengerti apa yang sedang terjadi pada Papanya.

Di dalam kamar mandi, Tari melanjutkan aktifitas bebersih tubuhnya. Ia merasa malu karna insiden tadi, namun tak ada rasa penyesalan. Anggap saja itu sebagai balasan dan juga umpan untuk membuat sebuah rasa yang dinantikan Tari tumbuh.

Di tempat lain, Tama sedang menjalankan aksinya. Yang ada dibayangan pria itu adalah wajah istrinya. Benar-benar duda gamon.

***

"Mama, Papa...." Panggil Una, ketika melihat Tari dan Tama yang muncul di saat yang bersamaan.

Pasangan suami istri itu tidak ada yang berani saling tatap. Tapi, karna panggilan dari sosok anak perempuan kesayangan keluarga Batara, membuat keduanya bergabung dengan Una di atas ranjang.

"Papa tidulnya di kili, Mama tidulnya di kanan. Una di tengah." Bocah gembil itu memberi intruksi dengam gaya menggemaskan.

Tari serta Tama mengikuti arahan tuan putri mereka. Ketiganya membaringkan diri, namun sebelum Tama memejamkan matanya, ia lebih dahulu mengecup kening sang anak.

"Papa cium Mama juga." Titah bocah berusia lima tahun itu.

Tama menarik napasnya. Dan lagi, ia kembali menuruti permintaan sang anak.

Ketika Tama hendak mengecup kening Tari, mata mereka terpaku satu sama lain. Buru-buru pria itu mengecup kening Sang Istri, lalu menarik diri dan membaringkan tubuhnya dengan setitik rasa tak biasa. Ingat! Hanya setitik!

`

`

`

Hai readers😍

Bab kali ini gak begitu buat emosi kan😂 sekali-sekali manis sikit yak. Biar gak asyem kayak keteknya Tari.

Oh iya, untuk 3 orang terpilih tadi. paling lama besok siang sudah terkirim😉

Jangan lupa jempolnya ya sayang"nya akohh😍

1
Nurul Aisyah
fajar sadboy 😢
Inooy
baru awal udh senyum senyum nih aq 😁

mantap kaka pantun nyaaa 👍👍😄
Katherina Ajawaila
jadi suami terlalu bego makan tuh cinta sm org yg udh ngk ada, jd di manfaatin. sm mantan mertua yg ujung2 nya ya uUD. biar tau rasa pada dosen. 🤷‍♂️
Katherina Ajawaila
ketahuan pasti punya wanita iblis, manta mertua Tama
Katherina Ajawaila
di toko foto copy ada CCTV kan, liat donk sebab musababnya knp 🙈
Katherina Ajawaila
dasar wanita iblis tau diri anakmu udh mampus juga msh maksain kehendak, kamu itu cuman mantan, ngarti ora son
Katherina Ajawaila
seperti nya Tama junior muncul tuh di rahim Tari, makanya Tari mau nya nempel terus
Katherina Ajawaila
demam nyosor sih Tama akhirnya di sosor soang mmg enak 🤭
Katherina Ajawaila
Tari bego kamu hanya buat tempat cuci botol dosen mu, karna dia msh di kendalikan sm mantan mertuanya
Katherina Ajawaila
Tari mmg bego du jadi im. pemuas nasu donk.minumpil habis itu di tunggangin sprt anjing aja kamu? bego amat. ya,
Katherina Ajawaila
lebh baik urus ortu dr pd suami yg munafik hanya ambil keuntungan dr kamu tari. males amat liatnya 🤬
Katherina Ajawaila
gemes liat tari pin2bo
Katherina Ajawaila
tari jgn mau kamu hanya di buat tempat buang lendir nya, makanya jadi wanita itu pinter donk. dikit udah kuliah pasti pelajaran sek dpt di sklh, jgn mau di budakin laki2. pengen tonjok. aja liat Tama sm mm nya Manda 😡kawinin aja itu nenek2menijikkan
Katherina Ajawaila
pasti mmnya Tari yg donor ginjalnya buat mm Widi ya thour 😭
Katherina Ajawaila
seratus buat Fajar, aku dukung. 🌹
Katherina Ajawaila
Tari. jgn terlena, ribet ngurus yg ngk jelas dan tdk di. hargain, balik kanan, mending ikutin fajar, toh. mah ori. kamu, rugi. amat
Katherina Ajawaila
mestinya I kill you Tari. suami robot ini
Katherina Ajawaila
cabut dr rmh rasa neraka, bego aja tari
Katherina Ajawaila
orang udh mati di prioritas, mati aja Tama biar sama. sekalian
Katherina Ajawaila
semoga suami Robot liat ya ada Fajar yg jemput, biar jantungan trus nyusul. Manda kan kesayangannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!