NovelToon NovelToon
Istri Rasa Depkolektor

Istri Rasa Depkolektor

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:67.5k
Nilai: 5
Nama Author: Asma Khan

⚠️ No Plagiat _ No Boom Like❗

Hubungan itu ibarat detakan denyut jantung.

Ketika semua orang berlomba untuk menjadi pasangan terbaik, menyempurnakan diri untuk memikat hati pasangan mereka, hal itu tidak berlaku untuk si gadis desa dengan sgala kekurangannya.

Cantikkah? Pintarkah? Kayakah? Jawabannya TIDAK. Asma hanya gadis desa yang bekerja sebagai buruh pabrik, tetapi takdir mempersatukan garis nasib bersama Reyhan Aditya—pria dengan title bule kulkas.

Kehidupan damai dalam kesendiriannya menjadi penuh drama. Semua karena pernikahan yang dia lakukan. Istri sederhana dengan segudang keinginan selama fase kehamilan yang selalu menjadi pemicu peningkat kesabaran.

Bagaimana pernikahan di antara Asma dan Reyhan akan berlangsung? Apakah kisah tanpa nama menjadi akhir dari segalanya? Saksikan kisahnya hanya dalam Istri Rasa Depkolektor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asma Khan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: SORRY

"Nona Asma."

Bukan Asma yang melanjutkan ucapannya, tetapi Rey. Pria itu menyela karena tak ingin para pelayan memperlakukan sang istri sesuka hati. Bagaimanapun, istrinya adalah nyonya rumah. Jadi sudah sepantasnya mendapatkan panggilan yang sesuai dengan status yang disandang saat ini. Meski tidak bermaksud lain.

"Suamiku sudah memutuskan." Sekilas melirik melihat kepastian sang suami. Niat hatinya ingin menjadikan rumah sebagai keluarga, tapi Rey sudah menghentikan. "Pak Yanto, tolong ajak yang lain untuk kembali bekerja. Tinggalkan kami bertiga."

Perintah yang berupa permintaan, membuat Pak Yanto menurut. Lalu memberi isyarat tangan agar semua pelayan meninggalkan ruang makan. Suara langkah kaki yang menyebar menuju pos pekerjaan masing-masing menyisakan keheningan malam.

Diraihnya gelas yang kosong, lalu menuangkan jus jeruk yang sudah tersedia di atas meja. "Apa kalian bisa bersikap normal? Santai, bicara dengan baik, dan buang wajah tegang kalian. Jangan buatku merasa, kalian seperti ....,"

"Sudahlah." Asma menghela nafas panjang, kemudian meletakkan jus ke atas meja depan Rey dan Bagas. "Habiskan makan malam kalian. Aku kembali ke kamar."

Tanpa membuang waktu lagi. Gadis itu berjalan meninggalkan ruang makan. Langkahnya terus menyusuri lantai marmer. Satu langkah, demi langkah semakin menjauh, sedangkan Rey seketika mengusap wajahnya kasar. Hembusan nafas kasar dengan tatapan nanar menatap segelas jus jeruk yang ada di depannya.

"Rey, apa kita terlalu kaku? Aku rasa, kita butuh belajar untuk memperbaiki sikap. Bagaimana menurutmu?" tanya Bagas, pria satu itu mengacak rambutnya kasar hanya untuk mengurangi kecemasannya.

Entahlah. Dia sendiri pun benar-benar tidak tahu harus apa. Selain mengedikkan bahu karena tak paham harus melakukan apa. Situasi di rumah memang cukup rumit. Bagaimana mengatakan pada Asma. Jika rumah besarnya seperti bangunan kosong tak berpenghuni.

Tentu saja beda dengan rumah sang istri. Walau kecil, rumah menjadi hangat dengan kebersamaan. Selama ini, rumah hanya dijadikan tempat istirahat pada sisa waktu setelah melakukan aktivitas sehari-hari. Terkadang dia dan Bagas juga menginap di apartemen atau justru masih stay di kantor untuk lembur.

Namun, malam ini menjadi malam perdana makan malam keluarga. Bisa dibilang, selama ini tidak ada sesi duduk di meja makan kecuali memiliki waktu senggang. Hidup keduanya memang hanya dipenuhi kesibukan dari pagi sampai pagi. Begitu juga dengan para pelayan yang bisa dikatakan baru masak baik dan benar pada malam ini.

Semua itu hanya untuk menyambut Asma. Makan malam dengan kumpul keluarga, bahkan Rey lupa. Jika istrinya terbiasa makan sepiring berdua. Pria itu terlalu memikirkan harus melakukan apa di hari pertama kebersamaan antara dia, Asma dan Bagas.

Keheningan yang menyapa, membuat Bagas menepuk bahu sahabatnya. "Kembalilah ke kamar! Temui istrimu dan bicarakan semua ini, hanya salah paham. Jangan sampai Asma merasa sendirian di rumahnya sendiri."

"Kamu benar, sebaiknya aku ke atas." Sahut Rey, lalu mendorong kursi setelah beranjak dari tempat tidurnya.

Pria itu pergi meninggalkan meja makan, tanpa menghasilkan makanannya. Langkah kaki terus berjalan maju, tapi baru beberapa langkah langsung berbalik menatap Bagas yang masih duduk terdiam di belakang. "Nando, undur jadwal meeting satu minggu lagi. Aku akan menemani istriku di rumah agar bisa adaptasi secara bersama-sama."

"Okay, Bro." Jawab Bagas seraya mengacungkan jempol, meski dia sadar jika meeting yang sudah tertunda. Tidak bisa di cancel lagi. Mau, tidak mau. Dirinya harus turun tangan seorang diri.

Sementara itu, Asma baru saja memasang earphonenya. Panggilan yang masih terus berdering, membuat gadis itu menunggu dengan sabar. Berpikir, jika sahabatnya sudah terlelap atau mungkin masih sibuk telfon dengan pacar. Siapa yang tahu?

Niat hati ingin duduk di depan jendela menikmati sepoi angin. Apalagi langit malam cukup cerah dengan sinar rembulan yang mulai menampakan diri. Indah dan mempesona. Setiap kali menatap sang rembulan. Banyak kisah yang melintasi benaknya.

Sebait kasih dalam kerinduan.

Meneduhkan jiwa yang lara.

Menyatukan rasa terlarang.

Inikah kisah tanpa haluan?

Berarak dalam kesendirian.

Kesunyian tanpa keraguan.

"Apa artinya?" tanya Rey yang mendengar setiap kata yang terucap dari bibir istrinya.

Kedatangan Rey yang tiba-tiba, membuat Asma melepaskan earphones. Lalu menoleh ke belakang. Dimana sang suami berdiri di depan pintu dengan wajah kusut. Namun, tetap saja tampan. Memang sudah begitu cetakannya. Apapun ekspresi pria itu, tidak akan mengurangi ketampanannya.

"Mas, udah selesai makannya?" tanya balik Asma yang memilih mengalihkan perhatian topik pembicaraan.

Langkah suaminya kembali berjalan menuju ke arahnya. Tidak ada keraguan, tetapi hanya ada keseriusan. Apa yang terjadi? Mungkinkah karena kejadian di meja makan beberapa menit lalu? Tak ingin berpikir negatif. Dibiarkannya sang suami duduk di depannya hingga tatapan mata saling terpaut dalam keheningan.

Mendadak atmosphere disekelilingnya berubah menjadi panas dingin. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa terlalu banyak ketegasan dengan tatapan mata nan tajam. "Mas, sampai kapan akan menatapku tanpa berkedip?"

"Sorry," Rasa sesak yang mengusik hati, perlahan dihempaskan bersama helaan nafas panjangnya. "Aku benar-benar tidak tahu harus apa. Kamu tahu, kami berdua. Aku dan Bagas sangat jarang di rumah. Sebenarnya ....,"

Sekali saja. Rey berbicara panjang kali lebar hanya untuk menjelaskan kesalahpahaman yang mungkin bisa menjadi pemicu keraguan di hati istrinya. Pria itu mengatakan segala sesuatunya. Dimulai dari rutinitas harian, hingga bagaimana kedua pemuda menghabiskan waktu saat liburan. Penjelasan yang sangat padat dan rinci.

Satu persatu terungkap. Ternyata sesuai dugaannya. Kehidupan orang kaya selalu terjadwal untuk masalah bisnis, tetapi melupakan kebahagiaan sederhana. Hidup hanya tentang untung dan rugi. Bagaimana mengembangkan usaha, menstabilkan perekonomian dan juga menjadi nomer satu dari tujuan utamanya.

Semakin jauh menjelaskan, Asma hanya bisa menahan nafas. Ingin berkomentar. Namun, ia sadar. Jika perjuangan untuk membangub bisnis tidak semudah membalikkan tangan. Bagaimanapun dunia bekerja secara berkesinambungan. Ada yang lari mengejar gemerlap dunia, tapi ada yang malas dengan pemikiran yang dangkal.

"One again, sorry. Aku tidak bermaksud untuk mengabaikanmu saat makan malam." ucap Rey, lalu meraih tangan istrinya.

Genggaman tangan yang menghangatkan. Walau itu hanya untuk menenangkan. "Tuan kulkas, memang cocok untukmu, Mas. Bagaimana jika kita mengubah kebekuan dirumah ini menjadi kehidupan yang baru? Apa kamu akan setuju?"

Pasrah sudah. Apapun panggilan dari sang istri. Tuan kulkas? Bener-bener miris, tapi ulahnya juga. Hanya saja, Asma tengah memberikan pertanyaan atau pernyataan? Atau justru persetujuan? Kenapa mendadak tidak bisa membedakan ucapan dari lawan bicaranya? Sungguh tidak masuk akal.

Melihat suaminya sibuk melamun. Sontak ia menjentikkan jemari di depan wajah pria itu, "Tuan Kulkas! Apa kamu mendengarkan aku?"

"Ya, Istriku." Rey menjawab tanpa beban, "Sekarang katakan apa rencanamu? Aku yang akan mendengarkan."

1
Mom La - La
hadir kk...
☕☕ untuk mu...
Bpearlpul
congrats ya kak novelnya udah tamat dan sukses terus
Bpearlpul: ♥♥♥♥♥
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
kalau gk baca akhirannya dah protes aku, bisa²nya Fay sama Bagas gantung 😭
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🚶‍♀️🚶‍♀️Cari abangnya dlu
total 3 replies
Ela Jutek
huh kenapa terjadi seperti itu
Ela Jutek: iya mesti
total 26 replies
Ela Jutek
ohhh seperti itu toh, untung obat nya istri nya sendiri😊

dan siapa kah dia belom punya istri udah pen bulan madu aja😆
Ela Jutek: hooh iya🙄
total 16 replies
Ela Jutek
haahh masa sih pak bos, gak percaya deh🙄
Ela Jutek: dikit doang
total 26 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
wassalam ini mah, untung dah buka puasa bacanya, langsung scroll kabur🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️🏃🏻‍♀️
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🤣berhenti ada palang
total 1 replies
Ela Jutek
uhh manis nya
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 😇iya ay
total 7 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
liburan berkedok bulan madu ya😳
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: seru sih, nunggu giliran aja 😌
total 1 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
good job Fay, napa gk dikasih makan sekalian kan marah butuh tenaga kalau cuma minum mah gk kenyang, kembung yg ada😳
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: jadi makan kuy lah 🚶‍♀️
total 3 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
hm, cinta yg membutakan
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: heem 🚶‍♀️🚶‍♀️🚶‍♀️
total 1 replies
Ela Jutek
pulang bawa dede bayi ya😄
Ela Jutek: kebanyakan emang gitu sih kak
total 30 replies
Ela Jutek
ohhh wow kaburr ahhh🏃🙈🙈
Ela Jutek: biarin lah
total 22 replies
Ela Jutek
indah
Ela Jutek: iya adanya😂
total 40 replies
Ela Jutek
emm pengagum rahasia🙄
Ela Jutek: iyaa kak otw
total 26 replies
Ela Jutek
nangis aja dulu biar lega, noh ada yang nguping tuh sapa coba
Ela Jutek: nah kan
total 16 replies
Ela Jutek
wahh ternyata diam diam cinta dengen berkedok kakak🙄
Ela Jutek: iya dong😆
total 24 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
cinta atau obsesi? dari rasa kagum hanya akan menjadi suka, tapi rasa ingin memiliki itu disebut obsesi, so what?
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴: cinta bisa membutakan
total 6 replies
𝐈𝐅𝐈𝐅𝐀𝐘 📴
Fay benar, di sini bukan tentang hubungan Fay dan Bagas melainkan ada hati lain yg patah 😌
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤㅤ: 🙄diem aja lah 🏃‍♀️🏃‍♀️
total 7 replies
Ela Jutek
nah lo jelaskan tuh Rey
Ela Jutek: moh ah, kaburrr🏃🏃
total 10 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!