Bagaimana perasaan kita saat orang yang kita cintai pergi untuk selama nya dalam waktu yang bersama pula.Tentu saja,rasa kehilangan akan menyelimuti kita.
Itulah yang di rasakan Maura Victoria Alaska.Ibu kandung nya meninggal secara tiba-tiba,setelah satu jam berada di rumah sakit,dokter memvonis jika ibu Maura mengalami gagal jantung.
Dan setelah tiga hari kepergian sang ibu,Maura mendapat kabar,kalau kekasih yang akan menikahi nya mengalami kecelakaan pesawat,dan di nyatakan meninggal,tapi Maura tidak pernah melihat jasad sang kekasih.
Bagaimana kehidupan Maura setelah peristiwa itu?yuk simak kisah nya di Mafia Bucin,One Night Stand.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 31
"A-Alex?" Kinara melebarkan bola mata nya saat melihat sosok Alex, setelah mendengar kabar kematian Alex beberapa tahun yang lalu, Kinara baru melihat lagi sosok pria itu, sehingga membuat nya tak percaya, yang dia lihat benar Alex atau hanya kemiripan saja.
Kinara melirik ke arah Maura, dan wanita ini hanya mengedipkan kedua mata nya sembari mengangguk.
Tara merangkul pinggang Kinara dan menarik nya ke samping. Tara cemburu saat melihat Kinara terus saja memperhatikan pengawal Steven, padahal Kinara mengenal Alex oleh sebab itu dia terus melihat pria yang sudah di nyatakan mati pada tiga tahun yang lalu.
Steven menyuruh Maura untuk masuk, apalagi kondisi Maura saat ini sedang tidak sehat. Steven berpamitan dengan Tara dan Kinara.
"Tuan, tolong jaga sahabat ku baik-baik, jangan Tuan sakiti dia," tukas Kinara, Tara malah memegang pinggang Kinara agar tak terlalu banyak bicara dengan Steven, karena Tara tahu Kakak nya itu bukan sembarangan orang.
"Aku akan menjaga nya dengan begitu baik, apalagi dia istriku, dan saat ini sedang mengandung anak ku," ujar Steven, membuat Kinara membulatkan mata nya, wanita ini ingin berbicara lagi dengan Maura, ingin bertanya perihal kehamilan Maura, tetapi Tara melarang nya.
Steven berpamitan dengan Tara dan mengajak Alex untuk kembali ke mansion, karena Maura harus banyak istirahat. Steven setelah mendengar kabar kehamilan sang istri membuat nya begitu bahagia, sepanjang jalan Steven menggenggam tangan Maura, sesekali mengecup nya, menarik kepala Maura agar mau menyandar di bahu nya.
Dari arah spion Alex melihat kemesraan Maura dengan Steven, Maura tahu Alex melihat mereka dari spion depan, membuat Maura sedikit canggung, bagaimana pun Alex adalah cinta pertama nya dan bahkan dia pernah hampir bunuh diri di saat mengetahui kematian Alex.
Setelah Maura menerima dan menikah dengan Steven, bahkan saat ini sedang mengandung anak Steven, Alex malah kembali lagi dan menjadi pengawal pribadi sang suami dari Maura.
*
*
*
Malam pun tiba, nampak Maura masih terlelap dalam tidur nya, wanita ini sudah beristirahat sejak sore tadi. Steven kembali ke kantor karena ada urusan penting, jadi Steven meninggalkan Maura dengan Bi Mina dan juga dengan Alex pengawalnya. Sedangkan Mike dan Mattew telah pergi bersama dengan Steven ke kantor.
Maura merenggangkan ototnya, ketika ia terbangun dari tidur nya. Melihat jam yang sudah menunjukkan pukul 20:40, malam. Ternyata Maura telah tidur selama lima jam, semenjak Steven pergi ke kantor.
Maura turun ke lantai dasar, guna untuk mencari keberadaan Steven, karena Maura tidak melihat adanya Steven di kamar, Maura juga berharap sang suami telah pulang.
"Nyonya muda, Anda telah bangun? apa ada yang anda inginkan?" tanya Bi Mina begitu melihat Maura yang baru saja bangun, dan masih memakai piyama.
"Bi, apa Tuan telah kembali ?"
"Tuan, belum kembali. Mungkin akan pulang besok pagi, apa ada yang anda butuhkan? biarkan saya mencari nya untuk Anda," tukas Bi Mina.
"Tidak, Bi saya ingin makan jeruk apa di rumah ada persediaan?" tanya Maura, Bi Mina tersenyum.
"Jika Nyonya mau, saya bisa minta Tuan Alex untuk memetiknya di kebun belakang mansion, "ujar Bi Mina.
"Ememm, tidak perlu Bi, saya akan mengambilnya sendiri," Maura terlihat bersemangat ketika mengetahui akan memetik jeruk dari pohonnya langsung.
"Tetapi ini sudah malam Nyonya, biarkan saya yang membantu anda,"
"Bi, biar saya saja. Hari ini saya tidak melalukan apapun, jadi biarkan saya melakukan ini. Bibi tolong siapkan salad sayur untuk saya,"
"Baik, Nyonya." Bi Mina langsung pergi ke dapur, untuk menyiapkan salad sayur. Sementara Maura, pergi ke taman belakang mansion untuk mengambil beberapa buah jeruk. Di setiap tempat ada pengawal yang menjaga tempat tersebut, Maura segera pergi ke taman belakang mansion.
Ternyata benar kata Bi Mina, pohon jeruk nya cukup pendek, dan buah nya juga begitu banyak, Maura begitu senang memetik nya sendiri.
Tiba-tiba, Maura mendengar suara Morena dan Modena, karena sudah beberapa Minggu Morena dan Modena di pisahkan oleh Steven saat mengetahui kalau Modena sakit, agar tak tertular kepada Morena jadi Modena dan Morena di pisahkan oleh Steven.
Maura yang penasaran, akhirnya mendekat ke arah kandang Modena. Sejak Maura mengetahui piaraan Steven, Maura belum pernah bertemu dengan monyet tersebut. Steven memang melarang Maura untuk mendekati kandang Modena apalagi datang untuk melihat Modena, karena Modena bukan sembarangan monyet, Modena bisa saja tiba-tiba ganas bila melihat orang baru seperti Maura.
Maura dengan buah jeruk di tangan nya berdiri tepat di kandang Modena, dan terus memperhatikan Modena yang tengah tertidur di bawah pohon kecil, serta menikmati buah jeruk yang di berikan Mike sebelum pria itu meninggalkan hyde park
Maura melihat ke atas langit-langit yang nampak begitu gelap, karena memang sudah malam, sesekali petir terdengar padahal jelas terlihat belum hujan.
"Seperti nya mau hujan," gumam Maura, yang masih melihat ke arah langit. Tanpa sadar, Modena tengah mendekat ke arah tempat dimana Maura berdiri, Modena sedang mengincar buah jeruk yang ada di tangan Maura.
"Maura! awas!" teriak Steven yang baru saja tiba di kandang Modena.