Sinopsis
Apakah jadinya jika seorang bos restoran menikahi karyawannya sendiri karena perjodohan??Apakah dia mau??
Erika darmawan putri dalah seorang perempuan yang hobby shopping, perempuan yang sangat suka dengan barang-barang limited edition, dan menyukai dunia yang penuh dengan kemewahan. Tetapi memiliki sifat yng agak judes dan ketus terhadap sekitar. Tetapi kadang-kadang hangat tergantung moodnya.
Erika juga adalah seorang pemilik restoran yang terkenal dinegaranya. Karena sifatnya yang memiliki sifat ketua dan dingin dia malah dijodohkan oleh ayah dan ibu tirinya dengan seorang karyawan direstoran nya, agar sifat dingin dan ketua nya bisa berkurang dan juga rasa bencinya dengan ibu tirinya bisa memudar.
Laki-laki tersebut bernama arka gunawan, ia adalah seorang anak yatim. Akan kah dia bisa mengubah sifat dingin Erika?? Dan juga rasa bencinya. Atau malah sebaliknya, rasa benci malah bertambah besar karena ada perjodohan ini.
Ayo ikutin terus ceritanya.
Jangan lupa follow instagram authorr
Sandradewi_kim.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana.
Setelah berpamitan kepada kakek Leon, Arka segra kembali memasuki mobil dan menjalankan nya.
Tak lupa pula Arka untuk mengedarkan pandangan nya ke seluruh penjuru jalan baik kiri maupun kanan.
Namun, nihil, walaupun Arka sudah mengedarkam pandang nya tak juga dia menemukan Ria.
"Kamu ada di mana, Ria. Ayo pulang lah, Kakak sama yang lain mencemaskan, Kamu," mohon Arka dari dalam mobil.
3 jam kemudian.
Arka masih sibuk dengan kegiatan nya mencari Ria. Bahkan tak terasa hari sudah gelap, waktu sudah menunjukkan pukul 17:30.Karena merasa kelelahan, Arka pun berniat untuk memutar mobilnya kembali ke Rumah sakit Medika.
Tapi, belum sempat, Arka melajulan mobil nya, Arka malah berhenti karena tidak sengaja melihat gadis kecil berumur 5 tahun yang hampir mirip dengan Ria.
"Ria."
"Ya,itu, Ria." yakin Arka sambil mencoba mendekat danelajukan mobilnya ke arah anak kecil tersebut.
Namun, sangat di sayangkan. Belum sempat Arka hendak menghampiri anak kecil tersebut, tiba-tiba saja ada mobil yang melaju dari arah berlawanan dengan Arka.
Karna tidak mau terjadi kecelakaan, Arka pun mengurungkan niat nya untuk menghampiri anak kecil tersebut dan menunggu mobil yang sedang melakukan tersebut lewat.
Tapi, sungguh bukanlah keberuntungan. Baru saja Arka berhasil memberi jalan untuk pengemudi lain, Arka malah kehilangan anak kecil yang menurut nya adalah Ria tersebut.
"Di mana anak itu? Aku sangat yakin itu adalah Ria. Arghh.." Kesal Arka sambil memukul setir mobilnya.
❤❤❤
Keesokan harinya.
5:30 WIB.
Pagi-pagi sekali, Renata sudah terbangun dari tidurnya. Renata pun meregangkan badannya saat sudah terbangun dari tidur nya.
Renata pun segera bangun membersihkan tempat tidurnya, tak lupa pula,Renata juga membuka tirai di kamarnya.
Setelah membersihkan dan merapikan kamarnya, Renata pun segera mengambil handuknya yang biasa ia gantung di depan pintu kamar mandi dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai mandi, Renata langsung memakai pakaian nya serta berias sedikit, lalu turun menuju meja makan.
Renata langsung memakai apron dan mengupas segala bahan-bahan untuk ia memasak.
Tanpa Renata sadari ternyata, Jonathan sudah ada di sana dan melihat segala tingkah Renata.
"Sungguh perempuan yang cantik, baik dan juga pintar. Tidak salah, Aku menerima pertunangan ini dengan dia" *Batin Jonathan.
Jonatan pun segera mendekat dan duduk kursi namun tetap berusaha agar tidak bersuara agar tidak menganggu kegiatan memasak Renata.
Renata yang tak sadar akan kehadiran Jonathan, hanya memasak dengan santai dan juga sesekali bernyanyi ria untuk menghilangkan kesepiannya memasak sendirian.
"La la la la la la la la...
Jika wangimu saja bisa
Memindahkan duniaku
Maka cintamu pasti bisa
Mengubah jalan hidupku
Cukup sekali saja aku pernah merasa
Betapa tersiksa kehilanganmu
Kau tak terganti kau yang selalu ku nanti
Tak kan ku lepas lagi
Pegang tanganku bersama jatuh cinta lagi
Kali kedua pada yang sama.
Renata menyanyikan lagu dari Raisa itu dengan penuh penghayatan.
Bahkan Jonathan yang hanya melihat kegiatan Renata dan juga mendengarkan nyanyian Renata terhanyut dalam suara indah Renata.
Prok👏👏👏
Prok👏👏👏
Jonathan memberikan tepukan yang sangat meriah untuk Renata.
Renata yang terkaget dengan suara tepukan tangan dari belakang langsung memutar badannya dan melotot melihat Jonathan.
"Sejak kapan kamu ada disana, Jo?" tanya Renata kesal.
"Sejak tadi, Aku hanya mendengarkan bidadari ku menyanyi," jawab Jonathan spontan diiringi dengan senyum manisnya.
Renata yang mendengar hal itu terucap dari mulut Jonathan hanya bisa menyembunyikan wajahnya yang memerah dengan cara menundukkan wajahnya kebawah.
"Hei, kenapa malah menunduk?" Sambil memegang dagu dengan jarinya dan mengalihkan pandangan Renata kepada nya.
"Tidak, Aku hanya gugup saja," ucap Renata jujur.
"Kenapa harus gugup? Oiya, ngomong-ngomong suara kamu bagus." puji Jonathan.
"Emm.. Terimakasih. Kamu datang untuk sarapan kan? Ayo makan, Aku akan menyiapkan sarapan yang ku buat di meja dulu." ucap Renata mencoba untuk menghindar dari tatapan Jonathan yang membuat nya gugup.
"Baiklah, Ayo sini biar ku bantu." tawar Jonathan.
"Emm.." jawab Renata dengan anggukan.
Mereka berdua pun akhirnya sarapan bersama. Renata kadang di buat malu-malu dengan tingkah Jonathan yang sedikit romantis dan juga konyol.
Setelah selesai sarapan, Renata pun segera mengumpulkan piring-piring kotor yang ada di meja lalu membersihkan satu per satu dan menyusunnya ke dalam lemari piring.
"Sudah selesai?" tanya Jonathan.
"Sudah."
"Oiya, ngomong-ngomong kamu kenapa pagi-pagi sudah rapi?" tanya Jonathan yang aneh melihat Renata sudah rapi pagi-pagi sekali.
"Astaga, Jonathan, Kamu lupa atau pura-pura lupa sih? Kita kan mau jenguk Erika." melipat ke-2 tangannya di atas dada.
" Oiya, Aku lupa hehehhe," ucap Jonathan sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Lupa, lupa, sudah sana mandi, Kamu bau," sambil mendorong Jonathan agar menjauh dari nya dan menutup hidungnya menggunakan tangan nya.
"Tidak apa-apa, Aku bau yang penting kamu tetap cinta kan?" mengedipkan matanya sebelah ke arah Renata.
"Haiss.. Cinta juga bisa berubah jika kamu tidak mandi dan bau seperti ini. Aku juga tidak mau punya suami yang jorok." menutup hidungnya sambil menahan tawanya.
"Hahah.. Baiklah, Aku mandi dulu ya. Kamu harus sabar menunggu."
"Iya."
30 menit kemudian.
Jonathan dan Renata pun segera berangkat setelah Jonathan selesai bersiap.
Karena hari masih pagi, jalan kota jakarta pun tidak terlalu macet.
Hanya butuh waktu 20 menit saja untuk sampai di RS Medika. Mereka langsung masuk ke dalam dan menaiki lift naik ke lantai kamar rawat Erika.
Krekk...
Pintu kamar Erika pun terbuka, nampak lah Jonathan dan juga Renata yang memasuki kamar rawat Erika.
"Jonathan," panggil Erika girang melihat Jonathan datang.
"Hai, Er," sapa Jonathan sambil mendekat pada Erika.
Melihat Jonathan yang mendekat padanya, Erika langsung memeluk Jonathan dengan erat.
"Kenapa lama sekali datang nya?" tanya Erika setelah melepas pelukannya dari Jonathan.
"Maaf, semalam ada acara keluarga. Ya kan, Ren?" sambil mengedipkan ke-2 matanya pada Renata.
"Emmm... Iya," sambil mengangguk.
"Emm.. Kamu udah makan, Sayang?" tanya Erika sambil bersikap agak manja.
"Udah, Kamu sendiri, Er?"
"Emm.. Belum. Aku bakal makan asal kamu yang suapin, yaa.." mohon Erika.
"Emm.. Baiklah," ucap Jonathan pasrah.
Jonathan pun langsung melihat ke arah Renata. Renata hanya mengangguk melihat Jonathan yang meminta persetujuan dari nya.
"Jo, ayoo suapin."
"Iya iya, ini aaa..." memegang sendoknya sambil membawanya ke mulut Erika.
"Emm.. Ini enak banget." tersenyum manis kepada Jonathan.
"Benarkah?"
"Emm.. Kamu mau coba?"
"Emm.. Nggak papa, Aku tadi udah makan." tolak Jonathan.
"Aa.. Ayolah, Jo."
"Baiklah." Pasrah Jonathan.
"Kamu lihat saja Renata, Aku pasti akan membuat mu mengaku dengan sendirinya nanti."*Batin Erika sambil tersenyum sinis menatap Renata.
Renata yang tengah menghadap ke arah lain hanya menyembunyikan air matanya dan tidak melihat tatapan dari Erika.
🌼Bersambung🌼
Jangan lupa like, coment, vote dan rate ⭐ 5 nya. Saya juga membutuhkan kritik dan saran, semoga suka🙇🙇.
Happy Reading 😊😊
Erika jelas sudah melakukan kesalahan fatal saat tidar sadar dia sudah melakukan kontak fisik dan bermesraan dengan pria lain didepan suaminya dan pada saat sudah sadar pun dia masih melakukan kontak fisik dengan pria lain didepan suaminya dan masalahnya Erika tidak merasa bersalah sama sekali pada suaminya
kalian novelis wanita sadar tidak seorang istri melakukan kontak fisik dengan pria lain didepan suaminya adalah kesalahan fatal tapi kenapa kalian anggap itu hal biasa yang tidak perlu dibesar2kan
dari sini kita bisa lihat betapa egois kalian para author masak seorang istri melakukan kontak fisik dengan pria lain didepan suaminya pula bukan kalian anggap suatu kesalahan
miris pola pikir kalian