NovelToon NovelToon
Perjuangan Sulastri.

Perjuangan Sulastri.

Status: tamat
Genre:Komedi / Dosen / Nikahmuda / Cintapertama / Tamat
Popularitas:534.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Buna Seta

Cerita ini mengisahkan tentang gadis desa yang bernama Sulastri. Ia selalu dihina, dan dibuli karena miskin. Ia gadis pekerja keras, bersusah payah untuk melanjutkan pendidikan hanya ini yang mungkin mampu merubah tarap hidupnya.
Termasuk calon mertua yang meremehkan dan menentang pernikahannya dengan putranya. Arman Jaya Putra seorang guru yang sudah saling mencintai sejak SMP. Bibit, bobot, bebet lah yang masih beliau pegang teguh.

Sulastri kemudian membatalkan pernikahanya, menjauh dari Arman Jaya Putra memilih menerima panggilan beasiswa untuk melanjutkan kuliah.

Ternyata di kampus pun Lastri menerima perlakuan yang sama selalu ditindas dan dihina. Sulastri bertekat akan melawan siapapun yang akan menggangu rencananya. Tidak dinyana oleh Sulastri bahwa pemilik kampus tersebut Adnan kakak kelas ketika SMK dulu.

Dan yang lebih mengejutkan, Sulastri justeru bertemu dengan Arman Jaya Putra, beliau salah satu dosen yang mengajar di kampus tersebut.

Lalu sanggupkah Lastri melawan orang-orang yang selalu menindasnya, dan bagaimana pertemuanya dengan Arman Jaya Putra akan kah mereka bersatu?

Kita ikuti kelanjutannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Hari berganti, seminggu sudah Tri mengajar di Sekolah Menengah Kejuruan. Banyak sekali masalah tentang anak-anak. Berawal dari banyolan hingga berujung perkelahian, sering terlambat, bolos sekolah, dan lain-lain. Harus Tri hadapi dengan bijak.

Saat istirahat ketika semua anak-anak keluar, ada salah satu anak yang murung di bangkunya. Tidak berniat bergabung dengan teman-temannya. Semua itu tidak lepas dari perhatian Tri yang masih duduk di depan.

"Brina... ada apa? Saya perhatikan, sejak tadi pagi kamu murung terus, cerita sama saya, anggap saja kita bersahabat," kata Tri bijak.

"Hiks hiks hiks" gadis yang bernama Sabrina itu justru menangis.

"Brina... kok malah menangis? Ayo, cerita, sudah saya katakan tadi, anggap saja kita berteman," di usapnya punggung Brina yang sedang bergetar.

"Bu Tri... tolong Bu, jangan keluarkan saya dari sekolah ini," Brina mencium kaki Tri. Tri terkejut lalu segera membangunkan Sabrina.

"Brina... jangan begini sayang," Tri memeluk tubuh Brina. Membiarkan Brina menangis, jika bisa mengurangi bebannya. Hingga beberapa menit ketika Brina mulai tenang.Tri merenggangkan pelukanya lalu menatap lekat sambil memegangi pundaknya.

"Katakan Brina, kamu berbuat kesalahan apa? Sehingga kamu akan di keluarkan dari sekolah?" tanya Lastri lembut.

"Saya sudah enam bulan tidak membayar SPP Bu," jawab Brina pada akhirnya.

"Maaf, memang orang tua kamu bekerja apa?" tanya Tri lirih, kejadian seperti ini mengingatkan Tri ketika sekolah dulu.

"Ayah saya sebenarnya dulu seorang pemborong Bu, dan sudah beberapa bulan ini menganggur," Brina menceritakan. Ayahnya dulu seorang pemborong, bukan hanya memborong rumah. Tetapi pemborong kelas besar, maka orang tuanya berani memasukkan sekolah anaknya di sini. Yakni sekolah mahal.

"Baiklah Brina, kira-kira... berapa tunggakan spp kamu?" Tri menatap Brina sendu.

"Tiga juta, Bu," Brina menatap Tri merasa sedikit lega, gurunya yang satu ini memang luar biasa, tidak hanya memberikan pelajaran di sekolah, terlebih. Guru yang cantik ini selalu memberi pelajaran tentang arti hidup.

"Baiklah Brina, saya akan bicarakan dengan pihak yayasan, mudah-mudahan, usulan saya agar kamu tidak dikeluarkan dari sekolah ini didengarkan, saya minta kamu bersabar," kata Lastri.

"Sebaiknya... kamu istirahat,

punya uang jajan tidak?" imbuh Tri. Sabrina menggeleng seraya menunduk.

"Ini buat kamu jajan" Tri memberikan uang lembaran 50 ribu.

"Tapi Bu," Sabrina berkaca-kaca.

"Sudah... ayo terima, terus kamu jajan bersama teman-temanmu," Tri menggenggamkan uang ke telapak tangan Sabrina.

"Terimakasih Bu," Sabrina kemudian keluar dari kelas menuju kantin sekolah.

Tri memandang langkah Sabrina, menarik napas berat.Tinggal 6 bulan lagi Sabrina akan menghadapi ujian, sungguh sayang jika Sabrina sampai di keluarkan dari sekolah.

Tri membuka tas mengecek saldo tabungan sisa untuk membayar kedua adiknya sekolah. "Masih cukup," gumamnya. Tri segera numpang angkutan menuju bank terdekat. Ia ambil uang tunai. Toh bulan ini sudah membayar cicilan rumah, ada hak orang lain setiap rezeki yang ia dapat. Pikir Tri.

Setelah mendapatkan uang, Tri kembali ke sekolah, kebetulan jam mengajar sudah selesai lalu bergegas mendatangi ruang TU.

"Bu Tri, ada yang bisa saya bantu?" tanya Hamzah. Ketika Tri tiba-tiba menemuinya.

"Pak Hamzah, boleh saya tahu, tunggakan SPP yang bernama Sabrina, berapa ya?" tanya Tri memastikan.

"Silahkan duduk Bu" titah Hamzah selaku TU, di sekolah Al INNAYAH.

Lastri kemudian duduk di depan Hamzah. Hamzah membuka buku tebal lalu mencari nama yang berawalan S, kemudian mencari nama Sabrina.

"Ada Bu. Sabrina sudah satu semester tidak membayar SPP, total 3 juta," kata Hamzah pria berpeci berlogat betawi itu menjelaskan. "Dua minggu yang lalu sudah dirapat Bu. Bu Bella tunangan Adnan, kekeh minta Sabrina dikeluarkan dari sekolah ini," imbuh Hamzah.

"Bella? Batin Tri. Ia berpikir, dari dulu wanita yang bernama Bella itu tidak puas-puas nya membuat orang lain sengsara.

"Pak, biar saya yang melunasi SPP Sabrina, tapi tolong rahasiakan ini dari siapapun ya, Pak" pinta Tri.

"Loh, memang kenapa Bu?" Hamzah menatap Lastri berkerut-kerut, merasa heran.

"Tidak bisa saya jelaskan di sini Pak" Tri tentu tidak ingin dicap sebagai guru yang pilih kasih. Walaupun semua guru tahu, murid yang sekolah di sini rata-rata anak orang kaya.

Tri kemudian membayar tunggakan seluruhnya. Mereka tidak tahu, jika ada sepasang mata yang memperhatikan sejak tadi.

Plok plok plok.

Ketika Tri sedang menyerahkan uang suara tepuk tangan dari belakang membuat Tri menoleh. Begitu juga Hamzah mengangkat kepala cepat. Tri dan Hamzah saling pandang.

"Hahaha... gadis miskin! mau sok-sok-an jadi pahlawan!" sarkas Bella. Melipat kedua tangannya di depan dada.

Tri dan Hamzah tidak menghiraukan caci maki Bella justru melanjutkan tujuan awal.

"Kamu budek ya! Atau tuli?!" sinis Bella, tidak mencerminkan seorang guru.

"Saya kira cukup sampai disini Pak, saya permisi," kata Tri sama sekali tidak merespons Bella.

"Terimakasih Bu," kata Hamzah.

"Sama-sama Pak," Tri melewati Bella, yang sedang menatapnya nyalang.

"Tunggu!" pekik Bella. Namun Lastri tidak menghiraukannya. Ia segera kembali ke kelas karena harus mengajar. Membuat Bella mengepalkan tangan. Tak ada satu guru pun di ruangan, karena semua sudah kembali masuk ke jam pelajaran kedua.

*******

Siang hari saat pulang mengajar, Arman segera ke parkiran, kali ini ia mengendarai motor. Di tempat parkir Arman sengaja memperhatikan Tri, dimana biasa Lastri menunggu angkutan. Inilah saatnya harus bisa membujuk Tri, jika kemarin-kemarin selalu gagal. Selagi tidak ada pengganggu karena Mustofa hari ini sedang tidak ada jam mengajar, sedangkan Adnan tidak mungkin datang ke sekolah jika Bella ada jam mengajar.

Ia duduk di atas motor matanya seolah tidak berkedip seperti Elang yang sedang mengincar mangsa. Bibir nya tersenyum kala gadis yang di cintai berjalan gontai menuju tepi jalan.

Ngeeeenng.... grek. Anggap saja suara motor berhenti begitu 🤭🤭🤭.

Arman membuka kaca penutup helm ia angkat ke atas. Ketika motor sudah berhenti di depan Tri.

"Tri, ayo naik" ucapnya namun Tri melengos. Ini bukan yang pertama kali bagi Tri. Arman berniat mengantarkan pulang.

"Tri please... banyak yang ingin aku bicarakan padamu, tolong dengar penjelasan aku, kali ini... saja, setelah kamu tahu cerita aku, jika kamu tetap akan membenci aku, itu hak kamu," tutur Arman memelas.

"Bapak mau bicara apa, cepat katakan?!" tanya Tri dingin.

"Makanya ayo, jangan disini, lihat anak-anak banyak sekali, sepertinya kurang pantas jika mereka melihat kita ngobrol di pinggir jalan," tegas Arman.

Tri lalu menoleh kiri kanan, memang benar apa yang dikatakan Arman. Apa lagi jika anak-anak kelas 3 A melihatnya tentu harus jaga image.

"Ngobrol dimana?" tanya Tri pada akhirnya mengalah.

"Pakai dulu helm ini nanti kamu akan tahu," Arman menyerahkan helm, rupanya ia memang sudah menyusun rencana pertemuan ini.

"Kaya tukang ojek saja, bawa helm dua" sungut Tri tapi tak urung menerimanya. Membuat Arman terkekeh. "Memang aku tukang ojek, tapi ojek untuk kamu pribadi," Arman kembali tersenyum.

Tri hanya diam lalu naik ke atas motor.

"Pegangan yang kencang ya, aku mau ngebut soalnya," kelakar Arman kembali terkekeh. Mana mau Lastri pegangan, selama berhubungan dengan Tri. Tri sama sekali belum pernah berpegangan mesra.

.

1
Jumi Eko
Bagus
momiie
oke ceritanya... 👍👌
Cah Dangsambuh
tuaan juga aku bun aku thn 80han tapi masih suka baca nofel🤣🤣🤣 menurutku sih ga papa sekedar hiburan tapi banyak juga lho yang padat ilmu tergantung kita mau lihat dari sisi mananya🙏
ceuceu
Bodoh banget Lastri mau aj di budakin Bu Sulis,pantas aj dia diremehkan.
antara bodoh dan baik beda ya Lastri,harus bisa menempatkan diri.
ceuceu
Kok aneh ya kenapa Bella ga di DO
LENY
MAAF THOR DAN SEMUA AKU KOK GAK ADA SEDIH DAN SIMPATI SEDIKITPUN LIHAT KEADAAN BU SULIS MAAF 😊
AKU MALAH KASIHAN SAMA PAK BURHAN 🙏🙏
LENY
HRS NYA KE AYAH DULU NGAPAIN KE BU SULIS DULU IH WANITA ULAR JAHAT😡
LENY
SDH PAK CERAIKAN AJA WANITA JAHAT INI BIAR TAHU RASA
LENY
CINTA DITOLAK KOK MARAH ANEH GAK TAHU DIRI. CINTA GAK BISA DIPAKSA. KASIHAN BURHAN DPT WANITA MATRE JAHAT LAGI😥
LENY
DASAR IBLIS BUKAN MANUSIA KAMU SULIS JAHAT BENER😡😡
LENY
GOBLOK BENER SI TRI INI KAYAK NGEMIS BANGET MINTA RESTU BU SULIS. DUH BENAR2 GAK RELA TRI SAMA ARMAN.KAPAN YA SULIS INI DPT KARMA DARI TUHAN.
LENY
TRI KELAPARAN PADAHAL GABIS MASAK SYUKIRAN CALON MERTUA KASIHAN KAMU TRI DIANGGAP PEMBANTU DAN TDK DIHARGAI SAMA SEKALI😡
BODOH MAU SAMA ARMAN.
LENY
SUSAH BANGET MAU DPT RESTU BU SULIS LASTRI PADAHAL BNYK YG LEBIH DARI ARMAN NAKSIR KAMU. 😡
LENY
TUH KAN DIKERJAI LASTRI SAMA WANITA IBLIS INI😡
LENY
YA KAMPUNGAN BANGET SI ARMAN SEMUA ORANG DI CEMBURUI LASTRI ITU BAIK RAMAH KRN DULU DONI DAN KELUARGANYA BNYK MENOLONG DAN BAIK HATI TDK SEPERTI IBUMU SI SULIS ITU😡
DIKIT2 CEMBURU JD SEBEL KAMPUNGAN BANGET APLG NNT KETEMU IBU NTA DUH GREGETAN PINGIN NABOK MULUTNYA BU SULIS
LENY
BENAR2 GILA BU SULIS INI NUDUH ARMAN BIAYAI LASTRI DUH LASTRI JUNGKIR BALIK CARI NAFKAH SENDIRI. HRS NYA ARMAN KLARIFIKASI BILANGIN IBU NYA LASTRI GAK PERNAH MAU TERIMA UANG ARMAN ATAU SISPAPUN😡😡
LENY
KASIHAN ADNAN ORANG BAIK KELUARGA NYA JG BAIK SMG ADNAN DPT JODOH WANITA YG BAIK SEPERTI LASTRI. DUH JGN SAMPE ADNAN JD MENIKAHI BELLA AMIT2.
SMG MRK PUTUS. TUNANGAN NYA PUTUS.
LENY
BELLA TETAP SOMBONG ANGKUH TUH LASTRI SDH BERHASIL DGN USAHA SENDIRI HRS NYA BELLA MALU TUH 🙈😅
LENY
MALU HES NYA BELLA DUH PAPA RACHMAD KAMU SALAH PILIH MANTU BELLA WANITA ULAR GAK ADA AKHLAKNYA AMIT2 🙏
LENY
GOBLOK BENER KAMU LASTRI KL MSH MAU BASA BASI KETEMU BU SULIS. BLM CUKUP APA DIHINA DICACI MAKI SAMA BU SULIS 😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!