Wanita cantik dan pintar, bahkan dijuluki sebagai bunga kampus, namun saat malam dia berubah menjadi wanita panggilan.
Baru berusia 19 tahun namun menanggung beban berat untuk menghidupi dirinya dan menanggung biaya pengobatan sang ayah.
.
.
Bertemu seorang lelaki yang butuh pacar simpanan untuk menolak perjodohan
Namun sesuatu hal yang buruk terjadi, sang ayah membutukan oprasi segera dan dia harus menyiapkan 1 juta dolar.
Menawarkan keperawanannya pada pengusaha sukses seharga 1,5jt dolar
Namun sang Bos mengajaknya ke catatan sipil dan memberikan kontrak baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KAY_21, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 31
✨
Resepsi pernikahan sudah dekat, hari ini Han Yu datang untuk mencoba fiting baju dengan NaNa. Namun sampai malam NaNa belum juga datang. Han Yu yang mulai lelah akhirnya pulang ke rumah dengan rasa kecewa.
✨
< NaNa >
Sudah pukul 9 malam, sore ini aku ada janji dengan Han Yu untuk fiting baju. Tapi mendadak harus rapat sampai malam. Saat datang ke butik ternyata Han Yu sudah pulang.
Aku merasa bersalah, bahkan telfonku ngak dapat respon sama sekali.
Berfikir NaNa berfikir....!!!
Tadinya aku sudah berjalan menuju mobil, namun aku berbalik arah dan kembali ke butik untuk mencoba gaun yang udah aku pesan.
✨
Rumah Han Yu
Semoga dia memaafkanku...
Aku membuka pintu rumah, pelan pelan berjalan masuk bersiap memberikanya sebuah kejutan.
**praannggg** suara gelas terjatuh.
Aku menoleh ke arah dapur, Han Yu berdiri diantara pecahan gelas. Aku bergegas menghampirinya.
“Han Yu... kamu ngak papa??
Han Yu terlihat melamun, dia terus menatapku dengan pandangan kosong. Aku berteriak memanggil namanya hingga akhirnya dia tersadar dari lamunannya.
“Kamu lagi ngelamun apa sihh..?? Lihat banyak pecahan kaca tuh..” ucap ku sambil menarik tangannya menjauh dari pecahan.
Lagi lagi Han Yu tak menjawab, dia memelukku dengan erat dan sesekali memanggil namaku.
“Ada apa denganmu..?” Tanyaku lirih.
Aku melepaskan pelukannya dan menatap wajahnya. Matanya terlihat memerah, bau alkohol memenuhi seluruh tubuhnya.
“Aku fikir kamu meninggalkanku.” Ucapnya lirih..
Hah..???
Dia nih mabuk atau bagaimana.??
“Maaf, tadi mendadak ada rapat. Ponselku lowbatt, dan baru sempat aku cas di mobil”
Aku niih kayak lagi ngasih penjelasan ke anak kecil yaa. Dia masih diam saja sambil menyandarkan kepalanya ke pundak.
“Apa aku ngak cantik..??” Kataku menghibur
“Cukup cantik sampai aku tertegun”
Dia masih betah menyandarkan kepalanya dipundak meski aku berusaha untuk menghiburnya. Entah kenapa hari ini aku seperti sedang mematahkan mainan seorang anak kecil.
Aku mengangkat dagunya dan membuat dia menatapku. Wajah begitu polos seperti ini jarang sekali aku lihat. Aku menjinjitkan kakiku, berusaha meraih bibir tipisnya itu.
**muacch**
Kecupku untuk menenangkan perasaanya, dia merespon cukup cepat. Kedua tangannya mendekapku, mulutnya dengan cepat ******* bibirku.
“Tau ngak seberapa khawatirnya aku.??” Ucapnya lirih.
Dia mengendong tubuhku ke kamar, lalu memojokkanku ke dinding. Tangannya membuka resleting gaun dengan pelan, lalu mengendongku ke ranjang.
“... Han Yu..”
Kali ini dia jauh lebih agresif dari biasanya, mungkin karna alkohol atau rasa kecewa.?
Aku mencoba mengambil alih, berharap agar dia bisa sedikit lebih relex.
Tatapannya yang begitu dingin membuatku tak bisa mengendalikan tubuhku lagi.
Aku memejamkam mata, mengengam erat pundaknya.
“I love u NaNa” bisik Han Yu.
“Hari ini begitu agresif”
“Aku hanya menyalurkan sesuatu yang sudah ku tahan selama beberapa minggu ini.”
“Kamu terlalu brutal..!!”
“Benarkah, kalau begitu aku akan coba lebih lembut lagi”
“Hah ..???”
✨
< Han Yu >
Hari ini aku menunggunya hampir 5 jam, tanpa kabar apapun dari dia. Aku begitu emosi dan pulang dengan marah, membuka botol Wine untuk menenangkan diri. Siapa yang tau dia muncul dengan begitu cantik mengenakan gaun pengantin.
Dia terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin membuatku jatuh kepayang. Bahkan srigalapun ngak akan sungkan memangsanya. Lalu kenapa aku harus sungkan.? Jelas-jelas aku punya buku nikah.
“Aku lelah, Han...”
“Akan ku percepat jadi setengah jam”
Dia baru selesai rapat, kemudian menyempatkan diri mencoba gaun pernikahan. Ingin membuat kejutan tapi justru melayani suaminya. Sudah semestinya dia bilang lelah.
✨
✨ see you in the next chapter
Udah ngak usah di bayangin lagi. Jangan lupa chapter selanjutnya mimin punya kejutan buat kalian.
Jadi jangan lupa LIKEnya yaa 💋💋
sambil munggu ani ani up 🤭