Elara, gadis muda yang berhasil menjadi model terkenal dan baru memulai karir aktingnya. Dia di beritakan menjadi artis bayaran sampai kehilangan segalanya.
Aries, pria muda dingin dan tidak bisa di sentuh oleh wanita merasa penasaran dengan Elara yang menjadi satu-satunya wanita yang bisa bersentuhan dengannya setelah almarhum mantan pacarnya.
Side story tentang Lusia, gadis polos dan galak jika bertemu dengan Kenny, sutradara terkenal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CibulXie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31 - Ayah Ken dan Elara
Daniel dan Ken masih duduk di kantor Aries, sudah 20 menit tetapi belum ada tanda Aries akan kembali. karena bosan, Ken menekan remote tv disampingnya dan menonton channel secara acak sampai berhenti saat ada Seren yang sedang diwawancara sebagai kekasih rahasia Tuan Aries, Ken menyimak dengan serius, begitu juga Daniel.
"Bukankah Aries itu sakit ya?" Tanya Daniel dan Ken terkejut karena ayahnya tau.
"Ayah tau tentang penyakit anehnya?" Ken balik bertanya dan Daniel berdehem tanda dia gugup karena salah bicara. Ken melanjutkan nonton acara itu dan disana Seren mengaku telah kenal Aries sejak lama, 5 tahun lalu saat dia baru saja menjadi model amatiran dan selalu ada di dekat Aries. Dari wawancara itu dia tidak mempertegas hubungannya tetapi juga tidak membantah, hanya memberikan informasi bahwa kejadian di hotel waktu yang lalu seharusnya sudah cukup menjelaskan hubungan mereka.
Ken hanya mengangguk saja karena tau itu adalah kebohongan, namun tidak dengan Daniel yang mengira memang Aries dan atris itu punya hubungan.
Tak lama kemudian Aries sudah kembali, "Maaf Tuan Daniel telah membuat anda menunggu lama." Sapa Aries sopan dan sedikit menunduk kepada orang tua itu.
"Tidak apa-apa, tapi saya masih bingung kenapa kita bertemu, saya hanya ingin ketemu Elara." Daniel masih duduk dan menatap ke anak muda di sekelilingnya. Kemudia Aries duduk di depan mereka dan mulai menjelaskan.
"Memang benar, Elara artis kami adalah Elara Hastanta, anak dari Bella Danantya." Jelas Aries membuat Daniel sangat terkejut mendengar nama Bella, wanita yang selalu mengisi hatinya.
"Tapi.. Lara ku telah meninggal sewaktu kecelakaan itu." Lirih Daniel masih tidak percaya.
"Saat itu anda sedang di luar negri dan tau setelah sebulan kepergian Nyonya Bella, saya mau tanya, siapa yang mengabari anda bahwa Elara juga meninggal." Tanya Aries.
"Adiknya Bella karena waktu itu saya baru pertama kali bertemu dengan adiknya Bella dan dia sangat mirip dengannya jadi aku yakin. Karena sangat sedih aku tidak sanggup melihat makamnya jadi sampai sekarang aku belum pernah mengunjungi mereka." Jawab Daniel, sungguh bodoh dia tidak melakukan penyelidikan dulu.
"Ya ampun, cinta membuatmu bodoh ayah." Celetuk Ken.
"Jadi, putiku benar Elara, masih hidup?" Tanyanya lagi dan Aries mengangguk.
"Terakhir melihatnya saat dia masih 14 tahun, Lara ku yang ceria dan sangat cantik. Dia mirip Bella." Daniel mulai menangis, dia sedih karena tidak tau kalau Elara masih hidup dan tidak ada disisinya.
"Ayah pernah ketemu Elara sebelumnya?" Tanya Kenny karena setau dia ayahnya tidak pernah lagi menemui Bella sejak Bella putus dengan ayahnya.
"Tidak, tapi Bella selalu mengirimkan foto dan video Lara padaku agar aku dapat melihat putriku." Ken mengangguk dan mengerti bahwa saat itu ayahnya memang tidak dapat kemanapun karena kakeknya yang sakit dan perusahaan yang hampir bangkrut.
"Kami sedang membutuhkan anda, untuk membantu Elara dan Bellatrix." Ucap Aries dan Daniel memintanya untuk jelaskan masalahnya.
"Jem jelaskan." Titah Aries.
"Baik Tuan. Adik dari Bella Bernama Helen telah merawat Elara selama ini tetapi dengan cara licik mengambil warisan Elara, Bellatrix, rumah dan apartemen mewahnya telah atas nama Helen. Lalu nama baik Elara juga tercoreng karena skandal video *** dan foto. Tapi semua itu tidak benar, Elara telah difitnah oleh anaknya Helen bernama Carina. Kami telah selidiki semuanya dan video itu sebenarnya adalah Carina yang diedit karena mereka mirip." Jem berhenti sebentar untuk membiarkan Daniel berpikir dan mengatur emosinya.
"Lanjutkan anak muda."
"Tuan Aries telah berinvestasi ke Bellatrix sebanyak 300 milyar tetapi belum bisa menutupi kerugian yang diperbuat Hellen sehingga pihak kami sudah diam-diam membeli saham Helen dan akan melengserkannya dari kursi direktur saat ini. Sejak Elara di keluarkan secara tidak hormat dari Bellatrix sebagai artis, mereka sudah kehilangan kontrak dan invertor secara besar-besaran. Jadi kami membutuhkan anda sebagai pemegang saham terbesar saat ini 40% agar Elara dapat mengambil kembali Bellatrix dari Helen."
"Tentu saja aku akan memberikan sahamku pada putriku." Tegas Daniel membuat Ken bangga.
"Ayah, kalau aku bagaimana? Mana warisanku?" Tanya Ken dan langsung mendapatkan sikutan dari Daniel.
"Tuan Daniel, minggu depan akan ada rapat pemegang saham jadi saya harap anda akan datang saat itu." Pinta Aries.
"Baiklah, aku akan datang tapi dimana Lara? Aku harus menemuinya." Aries menatapnya dan menarik napas panjang.
"Mungkin belum saatnya Tuan, Elara baru saja hidup dengan tenang dan memulai pekerjaanya kembali, jika anda tiba-tiba datang dia mungkin tidak bisa menerima anda." Jelas Aries dan Daniel lemas seketika mengingat bagaimana Bella sangat menderita saat mereka berpisah dan Elara yang tidak mempunyai sosok ayah selama ini.
"Anda dapat menemuinya saat peluncuran filmnya 2 hari lagi bersama Kenny, dia akan ada disana." Jelas Aries lagi dan Daniel setuju.
"Lalu apa hubunganmu dengan Lara?" Tanya Daniel karena sejak tadi Aries sangat melindungi Elara.
"Dia adik iparku ayah, menantumu." Ken yang menjawab.
"APA? Jangan main-main. Kau mempermainkan putriku?" Amarah Daniel meledak membuat mereka terkejut.
"Apa maksud anda Tuan?" Tanya Jem yang bingung dengan amarah Daniel.
"Kau berhubungan dengan artis tadi sampai tidur dihotel dan direkam wartawan dan sekarang kau adalah menantuku?" Daniel sudah berdiri dan menatap marah pada Aries.
"Tunggu Tuan Daniel, anda salah paham. Tuan Aries tidak begitu." Jem mulai panik melihat Daniel yang tidak main-main dengan amarahnya, sedangkan Aries tetap santai dan malah tersenyum.
"Tuan Daniel, duduklah. Anda kenal saya dan bagaimana kondisi saya." Daniel kemudian duduk karena dia ingat penyakit Aries selama ini.
"Saya telah menikah dengan Elara hampir 3 bulan dan hanya Elara yang bisa saya sentuh selain dulu Lyra, anda ingat?"
"Saya ingat." Wajah Daniel berubah muram saat ingat kejadian yang membuat penyakit Aries tambah parah, karena dia lah yang membantu paman Aries mengurus perusahaan saat itu.
"Sekarang saya juga hanya bisa menyentuh Elara, anda paham maksudku Tuan." Daniel kemudian menarik napas dan menatap ke Aries lagi.
"Lalu kenapa ada berita dengan artis di hotel itu."
"Kalau itu, mungkin putra anda bisa menjelaskan."
Ken langsung melihat Aries dengan tatapan horror, dia pasti pasti mati kali ini jika ayahnya tau.
"Ada yang bisa kau jelaskan?" Tanya Daniel menatap tajam ke arah Ken.
"Ah ituu... ayah, itu hanya salah paham, kejadiannya tidak seperti itu, artis tadi hanya mencari kesempatan agar public mengira dia ada di sana bersama Aries. Yang disana sebenarnya adalah Elara, mereka sedang malam pertama tapi Elara harus bersamaku paginya untuk pembacaan naskah dan terpaksa Aries tidur sendiri, lalu wanita itu masuk dan mengambil kesempatan. Benarkan adik ipar?" Ken menatap Aries yang mulai ingin tertawa melihat Ken yang panik dan gugup.
"Benar ayah mertua. Itu yang terjadi dan Elara juga tau." Jawab Aries dan Daniel mendesah kesal.
"Baiklah aku akan bersabar, tapi aku hanya ingin memastikan Lara baik-baik saja." Wajah Daniel kini sudah berubah sendu.
"Itu mudah ayah. Sebentar." ken lalu mengeluarkan ponselnya.
"Hei bocah.." Sapa Ken dan Lusia yang ada disana memekik kesal.
"Apa sih pria kejam, mesum, playboy." Balasnya, membuat Ken makin ingin menggodanya. Video call itu berlangsung sangat memekakkan telinga sampai Daniel merebut ponselnya Ken.
"Halo gadis kecil..." Sapa Daniel dan Lusia langsung berubah sopan sambil tersenyum.
"Hai om, anda masih disana kah?"
"Iya, ini sudah bertemu Aries, terima kasih atas bantuanmu. Apa kau sedang sendirian?"
"Tidak Om, sedang bersama Elara, dia sedang makan."
"Apa kalian baik-baik saja?"
"Kami baik-baik saja, hanya memang Elara kalau sedang makan sangat berisik, hehehe."
"Baiklah, selamat malam dan nikmati waktu kalian." Daniel menutup panggian itu dan memberikan ponselnya ke Ken.
"Bocah itu kalau sama ayah sangat manis dan sopan, padaku selalu saja galak." Gerutu Ken kesal.
"Kau itu harusnya sadar dengan kelakuanmu!" Hardik Daniel membuat Ken terdiam.
"Kalau tentang Bellatrix, baru ingat berapa bulan ini asistenku selalu lapor ada orang dari Bellatrix yang mencari pemegang saham yang memang bukan atas namaku. Itu nama asistenku tapi belum kami hubungi balik." Jelas Daniel yang baru ingat laporan itu setelah mendengar semuanya dari Jem tadi.
"Anda bisa datang saja dan kita lihat apa yang akan terjadi dengan Helen nantinya." Jawab Aries memberi saran.
"Aku ingin merebut kembali rumah Bella, apakah ada saran darimu?" Tanya Daniel pada Aries, dia memang menyukai Aries sejak dia masih kecil.
"Boleh saya tau kenapa anda ingin rumah itu kembali?" Tanya Aries lagi ingin memastikan sesuatu.
"Ada kenangan dirumah itu, aku dan Bella pernah bercerita tentang rumah impian kami dan sewaktu aku datang kesana setelah Bella meninggal, ternyata itu rumah yang penah kami bicarakan." Daniel mengenang saat bersama Bella dulu dan dia sudah mulai menitikkan air matanya.
"Mengenai rumah itu, aku sudah punya rencana tetapi harus menunggu hasil dari rapat pemegang saham terlebih dulu untuk menentukan langkah selanjutnya setelah melihat kondisi Helen dan Carina." Jelas Aries.
"Baiklah, aku percaya padamu. Sekarang aku akan pamit." Daniel menyikut lengan Ken untuk segera berdiri.
"Ayah tinggal dimana?" Tanya Ken pada ayahnya yang sudah berdiri dan sedang disalami oleh Aries.
"Di hotel saja, antarkan ayah ke hotel bagus." Perintahnya.
"Jem, antarkan Tuan Daniel." Titah Aries.
"Tidak perlu, ada anak ini, jika tidak dipergunakan untuk apa dia disini. kau pulanglah dan istirahat." Tolak Daniel karena dia tau Aries ingin pulang karena sejak menelepon Lusia tadi dia sudah gelisah.
"Baik, selamat malam." Ujar Aries.
\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~\~
"Suamiku... kenapa aku belum hamil juga ya?" Tanya Elara yang sedang memeluk Aries diatas ranjangnya.
"Belum Elara, kita menikah baru hampir 3 bulan, kita pertama kali lakukan juga belum 2 bulan, jadi benihku masih dalam proses. Kita tunggu 1 atau 2 bulan lagi, ok?" Jelas Aries dan Elara paham dan dia langsung membuka ponselnya mencari tau apa yang dikatakan Aries.
"Ahh... baiklah aku akan mulai tidur cukup, makan sehat, tidak terlalu lelah, benar kan?"
"Benar sekali. Sekarang ayo tidur. Besok kau mulai kerja lagi." Aries mengeratkan pelukannya agar Elara cepat tertidur seperti biasanya dan benar, belum ada 10 menit Elara sudah tidur.
"Sleeping Beauty, kau sangat cantik." Aries mengecup kepala Elara berkali-kali, dia tetap tidak akan bangun.
~TBC~
THE BEST ON YOU..🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
BAGUSLH, KLO EVAN CIUM ELARA, PASTI ELARA TRBUAI DN AKHIRNYA EVAN BSA ENTOT ELARA, SYUKURLH SKRG MRK UDH PUTUS