"Aku ingin menikah lagi, Diah!"
Ucapan Mas Ruli bagai petir yang menyambar Diah di siang bolong.
Berdalih bosan dan merasa kurang diperhatikan oleh Diah Apriani, Ruliansyah tiba-tiba minta izin untuk menikah lagi dengan seorang gadis yang lebih muda yang bernama Siska Maharani.
Hubungan pernikahan Diah dan Ruli yang sudah berjalan selama lima tahun serta kehadiran sepasang malaikat dalam pernikahan Diah dan Ruli, rupanya tetap tak menyurutkan niat Ruli untuk menikah lagi.
Bahtera rumah tangga Diah dan Ruli seakan terombang-ambing tak tentu arah setelah permintaan konyol Ruli tersebut.
"Aku janji akan berlaku adil," Janji Ruli pada Diah.
Apakah pada akhirnya Ruli benar-benar akan bersikap adil pada Diah dan Siska?
Lalu alasan apa yang menjadi pertimbangan Diah, hingga akhirnya ia rela membagi cinta Mas Ruli dan membiarkan sang suami menikah lagi dengan gadis pujaan hatinya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bundew, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SELINGKUH LAGI?
Ruli meninggalkan Bu Eni yang masih sibuk di tempat Budhenya Diah. Katanya mau rewang dulu sekalian nunggu resepsi, jadi biar saja. Ruli juga mau menemui Diah dulu yang rumahnya hanya beda RT dari tempat hajatan.
Motor Ruli baru saja masuk ke pekarangan rumah Bu Rini yang cukup luas, saat pria itu sudah mendapati Diah yang sedang duduk di teras rumah bersama Fathur dan mereka duduk dalam posisi yang sangat dekat seraya melihat ke layar ponsel Fathur.
Sedang apa mereka?
Menonton video porn* untuk diprkatekkan.
Benar-benar keterlaluan ternyata istri pertama Ruli itu! Izin menginap di rumah ibunya ternyata malah selingkuh lagi sama Fathur.
"Diah!" Teriak Ruli penuh amarah tanpa peduli dengan motornya yang hanya ia parkirkan serampangan di halaman.
"Mas Ruli?" Diah terlihat kaget dan Fathur segera menjaga jarak dari istri Ruli tersebut.
"Benar-benar kamu, Diah!" Ruli melangkah cepat menghampiri Diah dan menarik istrinya itu agar semakin menjauh dari Fathur.
"Nginep disini hampir sebulan! Tapi sambil selingkuh! Istri macam apa kamu!" Ruli sudah memgangkat tangannya dan hampir menampar Diah saat Fathur mencegah dengan cepat.
"Ruli, jangan main kasar!" Gertak Fathur yang kini menatap tajam pada Ruli.
"Apa kamu, hah? Diah itu masih istri sahku! Jadi jangan sok-sokan kamu godain istriku, merayu-rayu dan mengajaknya berselingkuh!" Ruli ganti memarahi Fathur yang masih mencekal tangannya. Buru-buru Ruli menyentak cekalan tangan Fathur.
"Kami nggak selingkuh, Mas! Kami sedang membahas soal Mas Fathur yang mau pesan kue untuk hantaran ke Diah!" Ujar Diah berusaha menjelaskan duduk perkara yang sebenarnya pada Ruli.
"Nggak usah bohong, kamu!" Ruli menuding ke arah Diah, lalu mencekal lengan istrinya tersebut.
"Ruli!" Fathur berusaha mencegah Ruli yang bersikap kasar pada Diah, namun Diah memberi kode pada Fathur agar secepatnya pergi saja. Diah bisa menangani sendiri kemarahan Ruli.
"Ayo masuk kamu!" Ruli yang masih mencekal tangan Diah, menyeret istrinya tersebut agar masuk ke dalam rumah.
Braak!
Ruli membanting pintu rumah Bu Rini hingga tertutup setelah pria itu berhasil memaksa Diah untuk masuk. Sedangkan Fathur hanya bisa menatap prihatin pada pintu rumah yang kini tertutup. Fathur tak bisa ikut campur karena ini memang bukan ranahnya. Diah sendiri yang keras kepala karena tak kunjung menggugat cerai Ruli yang semakin hari sikapnya semakin membuat jengkel.
****
"Aduh!" Pekik Diah saat Ruli membanting tubuhnya ke atas kasur di dalam kamar Diah yang ada di rumah Bu Rini. Suasana rumah memang sedang sepi karena Bu Rini yang masih berada di tempat Budhe dan si kembar yang tadi sedang dibawa naik motor keliling kampung oleh adik Diah.
"Berapa kali aku harus bilang ke kamu, Diah!" Ruli sudah mendorong tubuh Diah hingga telentang di atas tempat tidur, lalu Ruli menindih tubuh istrinya tersebut.
"Kamu itu masih istri sah aku! Jadi tidak isah sok kegatelan atau kegenitan godain laki-laki lain!" Gertak Ruli seraya membuka celananya sendiri dengan kasar.
"Siapa yang kegatelan, Mas! Diah dan Mas Fathur tadi hanya bicara tentang kue yang mau dipesan Mas Fathur untuk acara lamaran!" Diah masih bersikeras membela diri.
"Lagipula, Mas Fathur itu sudah punya calon istri, Mas!" Sambung Diah lagi berteriak pada Ruli.
"Calon istrinya kamu, iya!" Gertak Ruli penuh emosi.
"Bukan-" suara Diah teredam begitu saja saat Ruli yang secara tiba-tiba sudah menyentak masuk ke dalam milik Diah tanpa aba-aba tanpa pemanasan.
Lagipula, sejak kapan Diah dan Ruli sudah sama-sama tak memakai celana?
"Aduh! Aduh!" Ringis Diah menahan perih karena Ruli yang memulai permainan tanpa pemanasan terlebih dulu. Bahkan milik Ruli sepertinya juga belum berdiri sepenuhnya tapi sudah dipakai buat nyodok-nyodok.
Maksa sekali!
"Aku kasih ini, biar kamu nggak kegatelan godain duda-duda di luaran sana!" Ruli menyentak dengan keras yang rasanya begitu menyakitkan untuk Diah.
"Mas, pelan-pelan!" Ringis Diah yang masih berusaha berontak namun rasanya sia-sia saja karena Ruli mengunci kedua tangannya.
Diah akhirnya hanya memilih mode pasrah sambil sesekali menahan perih di pangkal pahanya. Mas Ruli benar-benar keterlaluan kali ini!
"Assalamualaikum! Mbak Diah!" Terdengar suara Dika, Naura dan Naufal yang sepertinya sudah pulang dari jalan-jalan.
"Mas, anak-anak sudah pulang," ucap Diah pada Ruli yang masih intens bergerak di atasnya.
"Aku belum selesai! Sudah sebulan nggak kamu kasih jatah!" Ruli ganti membalik tubuh Diah.
"Nungging kamu!" Ruli meminta Diah berganti posisi.
Diah tak membantah dan hanya menurut seraya menahan rasa sakit hati di dalam hatinya. Entah kerasukan setan darimana suaminya ini, ngajak main seenak udelnya tanpa pemanasan tanpa aba-aba!
Ruli sudah kembali bergerak maju mundur dan Diah hanya diam pasrah.
"Malam ini juga kamu pulang bareng aku!" Ucap Ruli setelah suami Diah itu menyemburkan kecebong-kecebongnya ke dalam rahim Diah.
Diah hanya merengut dan tak mau menanggapi perintah memaksa dari Ruli.
Ruli yang sudah selesai memakai celananya, segera keluar dari kamar meninggalkan Diah yang kini kembali harus menahan sakit di perutnya bagian bawah karena permainan kasar Ruli.
****
[Diah, maaf soal tadi sore. Apa Ruli menyakiti kamu?] -Fathur-
[Enggak, kok, Mas! Mas Ruli cuma ngomel saja seperti biasa] -Diah-
[Soal kuenya bagaimana? Mas Fathur jadi pesan] -Diah-
[Iya jadi. Yang modelnya aku tunjukkan tadi. Nanti hari Minggu aku suruh orang saja buat ambil ke rumah biar nggak ada salah paham lagi] - Fathur-
[Iya, Mas! Begitu lebih baik. Nanti Diah kabarin jam pengambilannya] -Diah-
[Oke. Boleh aku kasih saran Diah?] -Fathur-
[Saran apa, Mas?] -Diah-
[Apa tidak sebaiknya kamu mulai memikirkan untuk pisah saja dari Ruli, Diah! Kamu kan sudah punya usaha katering dan sudah punya nama juga.] -Fathur-
[Rezeki si Kembar nanti insyaa allah pasti ada, Diah! Daripada badan kamu habis karena terus-terusan memikirkan kelakuan minus Ruli?] -Fathur-
[Nanti Diah pikirkan lagi, Mas] -Diah-
[Semoga kamu benar-benar mengambil keputusan yang tepat setelah ini.] -Fathur-
Diah tak membalas lagi pesan dari Fathur dan segera menghapus semua riwayat pesannya bersama Fathur. Diah keluar kamar Dan menghampiri Mas Ruli yang sedang menemani si kembar menonton upin ipin.
"Mas nggak pulang ke rumah Siska?" Tanya Diah sedikit berbisik pada Ruli.
"Aku tidur disini malam ini!" Jawab Ruli tegas.
Diah tak bertanya lagi dan memilih untuk pergi ke dapur saja, sekedar beres-beres dapurnya yang sudah rapi dan mencuci piring yang sebenarnya sudah di cuci.
Diah sedang pusing sekarang!
.
.
.
Terima kasih yang sudah mampir.
Jangan lupa like biar othornya bahagia.
kasian Diah berakhir
tapi gk gitu mereka berdua gak akan sadar dengan kesalahan masing²
sudah cukup dia selama ini menderita dari sejak kecil sampai rumah tangganya kandas
mungkin dengan dia meninggal dia bisa tersenyum 🥺
kenapa Diah gk minta² uang dia punya penghasilan sampingan hanya andalkan kamu mana cukup
sedangkan Siska gk kerja mikir jadi laki emang gk ada akhlaknya
Diah saja beban saja lebih berat masih waras 🤭
kok betah e ta 😂
mama mu Gimana kabarnya katanya punya istri baru hidupnya terurus yang ada tamah mumett.... 😂😂😂
setia dengan satu wanita istri pertama .setelah istri meninggal pun disuruh menikahi felli jangan dibandingkan² gak cocok 🤣🤣🤣