Diana, seorang gadis bisa yang di anggap seorang Wanita malam oleh seorang pria. Gadis yang bahkan belum lama ini ia kenal. Pria bernama Andra Atmaja Wiguna berfikir jika Diana adalah wanita malam yang bahkan tidak memikirkan perasaan orang tuanya.
Tetapi saat Andra tau yang sebenarnya, pria itu malah menyatakan perasaannya dan melamar Diana untuk menjadi istrinya.
Apa yang akan terjadi?
Apakah Seorang CEO dari perusahaan terkenal bisa setia dan mencintai Diana sepenuh hati. Atau ada sesuatu yang membuatnya ingin menikahi Diana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon laksmi 93, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Alasan menikahi Diana
Rafa duduk diam diujung sofa. memikirkan yang baru saja terjadi. Amarahnya masih belum padam. tapi yang menjadi pertanyaan, Kenapa Rafa begitu marah jika ia sama sekali tidak memiliki perasaan terhadap Diana??.
"An, jangan diam saja. kamu harus menjelaskan semua ini. " ucap Jesika.
"Jes, besok Tante yang akan menjelaskan semua nya. Untuk sekarang lebih baik kamu pulang dulu. ini sudah malam, gak baik buat kamu. "ucap Sandra
"Tapi Tan,Jesika mau penjelasan malam ini juga. " Balas Jesika
"Tapi Jes_. "
"Sudah Ma. aku akan menjelaskan semuanya, termasuk alasan kenapa aku menikahi Diana. "potong Rafa
"Jadi kamu benar sudah menikahi Diana?" Tanya Jesika dengan raut wajah syok tak percaya.
"Iya, aku sudah menikah dengan Diana. " jawab Rafa tanpa Ragu.
"Kamu! " ucapan Jesika terhenti, ia tidak tau harus bagaimana.
"Kamu mau menjelaskan alasan kenapa menikahi Diana kan Rafa. Sekarang jelaskan. " ucap Sandra
Rafa menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan nya perlahan.
"Apa mama ingat dengan keluarga maheswara? " Tanya Rafa
"Maheswara? tentu saja mama ingat."
"Kalau begitu, Mama pasti tahu siapa itu anggara putra maheswara." Ucap Andra lagi.
"Anggara adalah pewaris tunggal keluarga maheswara Rafa. Kenapa kamu membahas soal mereka? " Tanya Sandra.
"Karena Om anggara memiliki hubungan dengan Diana. "jawab Rafa
" Hubungan! hubungan apa yang kamu maksud? Anggara sudah lama menghilang. Tidak ada yang tahu keberadaannya sampai saat ini. tidak mungkin Diana punya hubungan dengannya. " ucap Sandra tak percaya.
"Ada Ma, hubungan yang sangat erat." jawab Rafa penuh teka-teki.
"Ya lantas, apa hubungan nya dengan kamu menikahi Diana?".
"Diana adalah satu satunya pewaris Maheswara yang masih ada. Diana putri tunggal Om Anggara Mah. " jawab Rafa.
Mata Sandra membulat sempurna. fakta ini sungguh membuat Sandra tidak bisa berkata-kata.
"Diana sudah menjadi incaran paman Luis sejak lama. Tetapi kakek Diana berhasil menutupi identitas Diana selama ini. Rafa menikahi Diana hanya karna balas budi Karena paman Anggara dulu pernah menolong Papa. " lanjut Rafa
"Kamu tidak bohong kan Rafa. kamu yakin nak?" Tanya Sandra
"Rafa sangat yakin Ma. Rafa sudah menyelidiki semua nya. Diana tidak memakai nama maheswara untuk menghilangkan jejak dari intaian paman Luis. nama Diana sekarang juga bukan nama masa kecil nya. " jawab Rafa
"Jadi Diana memiliki nama lain?" Tanya Sandra
Rafa mengangguk dengan yakin. "Namanya Lavana ayunda maheswara. kakek Diana mengganti nama Diana demi keselamatan nya. " jawab Rafa
Sandra kembali mengingat nama anak dari sahabat suaminya itu. dulu saat kecil Sandra memanggil putri Anggara itu Ana. setiap kali Sandra bertamu di rumah Maheswara,Sandra pasti bermain dengan Ana.
Mengingat semua itu tak terasa air mata Sandra jatuh. Dia tidak menyangka putri kecil yang dulu ia idamkan menjadi menantunya ternyata menjadi kenyataan.
"Astaga! Jadi Diana itu,Ana." ucap Sandra tak percaya."Kalau begitu harus nya kamu mengingat Diana kan Rafa?"
"Ingat apanya Ma? " Tanya Rafa
"Dulu Mama sering mengajak kamu bermain dengan Diana saat kalian masih kecil. Apa kamu tidak mengingat nya?"
"Tidak ,Rafa tidak ingat. mungkin karna Rafa masih terlalu kecil. " jawab Rafa
Sandra tersenyum lembut. "Dulu kami sempat ingin menjodohkan kalian. Tapi sejak Anggara pindah dan menghilang. Mama kehilangan kontak mereka. " ucap Sandra
Rafa terdiam. ia tidak menyangka jika dia dan Diana sempat ingin di jodohkan.
"Rafa, kamu yakin tidak mencintai Diana? " Tanya Jesika yang sejak tadi hanya diam menyimak.
"Tidak.aku hanya ingin membalas kebaikan paman Anggara." jawab Rafa yakin
"Tapi kenapa aku yang tidak yakin. dari sikap yang kamu tunjukkan tadi, aku melihat hal yang berbeda. " ucapan Jesika
"IAku hanya tidak ingin Dia bergaul dengan orang yang salah. Paman Luis mengincarnya dan aku tidak akan membiarkan Diana di sakiti oleh siapapun. " ucapan Rafa
"Ok, aku percaya padamu. Tapi aku berharap kau memegang ucapanmu An. "
Rafa diam , tak mengiyakan ucapan Jesika. setelah semua selesai, Jesika pamit untuk pulang. Wanita itu terlihat sangat lelah, niat hati menikmati malam bahagia. malah berubah menjadi cerita yang tak dia mengerti.
Di sisi lain tepatnya di kamar Kanaya. Kanaya baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan badannya. melihat Diana yang tertidur pulas membuatnya enggan untuk membangun kan sahabatnya itu. Kanaya pun memutuskan keluar dari kamarnya. gadis itu turun menuju ke arah dapur berniat mengambil minuman. Akan tetapi Kanaya melihat mama dan abang nya masih berada di ruang tamu. Padahal malam sudah semakin larut.Kanaya pun menghampiri keduanya.
"Mah,Bang. Kalian kenapa masih disini?" Tanya Kanaya cepat
Sandra menoleh lalu tersenyum."Diana sudah tidur Nay?".
"Sudah Ma. " jawab Kanaya. " Mama istirahat juga, ini sudah malam. Nanti mama sakit. " ucap Kanaya
"Iya mama akan istirahat. " Ucap Sandra. ia bangkit dari tempatnya lalu berjalan menuju kamarnya.
Setelah Sandra pergi Kanaya juga hendak pergi. Tapi Ucapan Rafa menghentikan langkah gadis itu.
"Kakak akan memindahkan Diana ke kamar. " ucap Rafa.
Kanaya membalikkan tubuhnya agar bisa melihat wajah kakaknya itu.
"Biarkan malam ini Diana tidur di kamar Kanaya." ucap Kanaya ketus
Mendengar ucapan Kanaya yang tidak ramah, Kepala Rafa terangkat. "Dia istri kakak, tanggung jawab kakak. kamu tidak memiliki hak untuk melarang kakak membawa Diana. " ucap Rafa tak kalah tegas.
"Dia kakak iparku, sekaligus sahabatku. Aku memiliki hak penuh atas dirinya. Sudah cukup kakak menyakiti Diana seperti itu. Setidaknya kakak punya empati sedikit dengan membiarkannya tenang malam ini saja. " ucap Kanaya lalu segera pergi meninggalkan Rafa.
Rafa yang masih duduk memandang punggung adiknya yang menghilang di balik pintu dapur. Rafa menghela nafas panjang. Ia sudah lelah berdebat, tidak ingin memperpanjang apapun lagi. Rafa bergegas kembali ke kamarnya.
.
.
Lanjut thor