Gak udah di cari adegan ena-enanya ya guys…
Bijak dalam membaca okay:)
Deby Natasya, seorang wanita yang menjadi designer hebat di usia muda. Karirnya yang begitu melejit akhirnya runtuh setelah beberapa bulan bertemu seorang pria berdarah Eropa. Pertemuan yang tanpa sengaja mengakibatkan dirinya berbadan dua dan meninggalkan negaranya. Demi menyelamatkan nama besarnya Deby pergi menjauh mengubur segala masa lalunya dan memulai hidupnya di Negara Milan
DIrinya yang memiliki postur tubuh yang professional, badannya langsing dengan tinggi 160cm matanya berwarna coklat rambutnya lurus dan senyumnya sangat menawan memendapatkan mempermudahnya dalam mendpatkan pekerjaan di negaranya yang baru.
Setelah beberapa tahun dirinya menentap di Eropa, tiba-tiba dia di hadapkan dengan kenyataan yang pahit. Dirinya bertemu dengan pria yang selama ini di hindari. Damian Lee seorang client di butik Deby yang mana Damian juga ayah kandung dari anak semata wayangnya yang kini berusia empat bulan.
Kira-kira apakah Deby akan meminta pertanggung jawaban setelah lima tahun di tinggalkan? Atau Deby akan mengubur masalalunya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fairuz Jannah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
FOTO ITU
“apa yang ingin kau tau?” Tanya dengan kaki yang terus berjalan menghampiri Debby
“Semuanya… kenapa kau memiliki fotoku” tanya Debby”
Demian tersenyum dirinya berdiri di depan Debby kemudian menunduk menatap wanita yang berada di bawahnya
“Dengarkan aku, aku hanya mengatakan sekali, dan akan selamanya seperti itu”
Debby menatap wajah pria di depannya itu, terlihat di matanya tak kebohongan.
“ Aku mencintaimu sejak pertama kita bertemu, suatu keberuntungan aku dapat berpesta denganmu malam itu, dan maafkan aku karena membuat luka di hatimu” ucap Demian dengan lembut tangannya meraih bahu Debby
“Apa maksudmu?” Tanyanya lagi
Demian memalingkan wajahnya dirinya tersenyum kecut. Dekian tak habis fikir bagaimana Debby tidak percaya sama sekali dengan dirinya
“Kau masih bertanya? Apa aku kurang jelas?”
“ Aku hanya ragu dengan ucapamu” jawab Debby yang kemudian mendorong Demian menjauh
Demian tersenyum kembali kali ini dirinya tersenyum seperti devil.
“Apa yang kau ragukan Debby Anatasya?” Ucap Demian
“Entah lah… aku hanya tidak ingin menyakiti anakku karena dirimu”
“Aku sangat menyanyangi Felik kau tau itu”
Mendengar itu debby menoleh dirinya menatap Demian tajam. Debby berfikir rasa sayang seperti apa yang dia maksud.
“Sayang apa… Bahkan kau tidak tau dia anakmu atau bukan?” Ucap Debby dengan nada meninggi
Mendengar Debby menggunakan nada tinggi Demian tersenyum
“Kau sudah berubah Deb” ucapnya lembut
“Aku berubah karenamu… “ ucapnya dengan nada sinis kemudian berjalan pergi meninggalkan Demian
Debby masuk ke kamarnya di lihatnya Felil sudah tertidur nyenyak di bawah selimut berwarna abu-abu.
Debby berjalan pelan dirinya kemudian berhenti di depan kasur dan melihat sang buat hati. Di tatapnya lekat pria kecil yang lahir dari rahimnya itu.
Dirinya tertunduk kemudian air matanya mengalir, dirinya tak mengerti apa yang seharusnya dia lakukan. Dia sangat mencintai Felik, tetapi dirinya juga tidak mau jika berada dalam genggaman Demian, jujur sebenarnya Debby masih trauma dengan masa lalunya
Debby berjalan dirinya merebahkan tubuhnya di atas kasur di samping si kecil
“ sayang… kamu sayang daddy ya” ucapnya dengan tangan yang mengelus ramput bocah kecil itu
“Kamu beneran pengen tinggal bareng daddy?” Ucapnya lagi air mata itu sudah jatuh entah tak beraturan
Debby benar-benar menangis dalam diam malam ini,
Pagi hari yang tak di inginkan bagi Debby, dirinya sudah berdandan rapi untuk bekerja. Niatnya hari ini dirinya akan kembali ke apartemen mengajak Felik
“Pergi bersama kakak?” Tanya James yang tengah menyantap daging di depan matanya
Debby yang baru turun itupun mengadah dirinya bingung dengan ucapa James
“Debby kau harus persama Demian, dia sudah menunggumu” ucap James
“Akh turun untuk mencari Felik tuan” ucap Debby
Yang saat ini sudah berada di ruangan makan. Ruangan makan yang cukup mewah dengan meja makan yang panjang dapat di gunakan 10 hingga 12 orang dan makanan yang sudah tersusun rapi.
“Oh Felik… dia beraama Demuan tadi” jawab James setelah meminum air putih
“Kau sudah siap” tanya Demian yang tiba-tiba datang dari belakang bersama dengan pria kecil yang berada di gendongannya sedang memakan apel
“ ehhh” jawab Debby kaget
“Ayo… Falil bilang ingin berangkat ke sekolah dan kau pasti ingin berangkat bekerjakan
“Tuan yakin akan mengantarkan aku dan Felik”
Demian menjawab dengan amggukan kemudian dirinya berjalan meninggalkan Debby
*
*
*
*
*
Selamat membaca ya, continue selesai aku kerja ya… emank rada gantung yang ini moon maap🙏🏻
Jangan lupa VOTE, LIKE, dan KOMENT ya guys, biar authornya tambah semangat upnya😊😊😊
Jangan lupa follow, like, coment dan vote author ya. Biar authornya tambah semangat☺️🙏🏻💪🏻
Selamat membaca semoga menghibur
Terimakasih untuk para pembaca dan salam dari FAIRUZ😚
udah bisa beli Innova satu Aq
felik cuma buat beli mainan.
ena banget y yg jd anak sultan
mengingin kan bkn hrs memaksapbny
nasi sdah menjdi bubur mau blng ap jlni aja yg penting jga ankmu
jngn trulang lgi
halalin dulu lahkang Demian
bar bisa tinggal bersama 😁😁😁
ayah ny sendiri tak mengingin kan ny