Warning🌈
Novel ini penuh dengan cerita baper dan menegangkan. Jadi jangan lupa siapin tisu ama jantungnya..
Meisya Michelle seorang mantan Nona Muda berumur 19 tahun yang sudah menjadi yatim piatu karna ulah orang terdekatnya di umurnya yang masih muda.
=====
William Edison seorang CEO muda dengan wajah tampan dan coolnya yang bisa meluluhkan hati banyak kaum wanita. Namun di balik semua itu ada hal mengejutkan yang hanya segelentir orang yang mengetahuinya.
======
Pertemuan berujung cinta.
Itulah sebuatan yang tepat bagi mereka. Masa masa indah terjalani, sampai suatu badai besar datang ke hubungan mereka.
Apakah mereka bisa melewatinya?
Atau malah hanyut ikut terbawa badai?
Bagaimana kelanjutan dari ceritanya?
Yukk langsung aja di baca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melisa stevani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berjanjilah!
**Soryy update ga nentu**🙏🏼
**Ini hanya karya abal-abal author**☺️
🌹🌹 Happy Reading 🌹🌹
Disinilah mereka sekarang pada rumah dengan gerbang hitam itu adalah yang paling besar dan mewah di kawasan perumahan elit ini. Dindingnya berwarna hitam dengan pilar-pilar putih metalic yang berkilau jika terkena sinar matahari di siang hari dan bersinar di antara cahaya bulan saat malam tiba. Sayangnya saat ini masih siang hari, jadi warna putih metalic pada pilarnya tak terlalu terlihat.
Di sebelah timur halaman terdapat garasi dengan jumlah mobil yang terparkir di garasi dan halamannya hampir dua kali lipat tetangga panas yang gibahin kamu di kanan dan kirinya.😌
Banyak orang yang berpendapat rumah itu adalah milik seorang pejabat tinggi negara. Namun tak sedikit pula yang berkata pemiliknya adalah seorang pengusaha kaya raya . Bahkan, desas-desus bahwa rumah ini milik buronan dari luar negeri yang sedang bersembunyi di negeri ini juga pernah santer terdengar.
Sejujurnya, tidak ada yang benar-benar perduli pada pemilik rumah ini pada komplek perumahan ini, buktinya mereka hanya cuek namun juga tak tahu di dalam hatinya. Sebab, sudah lumrah di zaman sekarang ini, orang-orang yang hobi mengkoleksi rumah untuk ditinggali hanya sekali-sekali, sepertinya mereka lebih membeli rumah dari pada menabungkannya.😌
Di komplek ini tak seorang pun berniat memata-matai atau ikut campur urusan semacam ini. Pembicaraan tentang empunya rumah biasanya hanya sampai tebakan darimana asal-usulnya atau mengapa ia tak pernah tampak bergaul dengan warga lainnya, yang kemudian disusul helaan nafas panjang atau tawa ringan dan berlanjut pada topik lain. Masih banyak permasalahan hidup dan krisis zaman yang mengantri untuk dikeluhkan.
"Kita ada di mana yang? Dan ini rumah siapa?" tanya Meisya sembali melihat sekeliling dalam rumah mewah tersebut.
"Ini markas ku by, memang dari luar terlihat seperti rumah biasa. Namun dalamnya sangatlah akan di luar ekspetasi banyak orang.
"Apakah seperti itu? Di sini terlihat biasa saja"
"Haiss, kau belum melihat halaman belakang dan ruang bawah tanahnya by"
"Ohh, kalau begitu ayo! bukannya kau ada pekerjaan nanti" ucap Meisya mendahului berjalan. Sedangkan William hanya bisa geleng- geleng kepala melihat aksi istrinya itu.
Namun belum ada 1 menit, Meisya telah kembali ke hadapannya. "Ada apa hm?" Tanya William yang Meisya berada di depannya dengan bibir yang mengerucut.
"Aku tak tahu haris kemana hubby, di sini bukan rumah kita!" Jawab Meisya ngambek.
"Hahaha, makanya jangan buru-buru, tungguin dulu suamimu ini! Kan tadi di rumah sudah janji kepadaku!" jelas William mengingatkan apa yang terjadi di masion mereka.
Flashback on
"Duhh,, gemes banget sih istriku ini, sini aku cium dulu" William mencium pipi kanan, pipi kiri, dan bibir Meisya. Dan jangan lupa tanganya memberi sedikit remasan pada bagian dada.
"Aah~ modus banget si"
"Biar sama istri sendiri juga"
"Ya udah, aku mau pergi dulu hm" ucap William.
"Kemana? Ikuttt!" Pinta Meisya dengan senyum mengembang sempurna membuat William semakin terpana melihatnya.
"Duhh, cantik banget si istriku ini" William mencubit dan memainkan pipi tembam Meisya.
"Iss sakit tau!! Jangan di cubit!" Rengek Meisya memegang kedua pipinya guna melindungi dari cubitan gemas sang suami.
"Hehehe, ya deh saya minta pengampunannya tuan putri" ucap William sambil menarik kedua telinganya, bak anak kecil yang sedang membujuk sang ibu"
"Hm, ya udah karna perminta maafanmu tulus jadi saya selaku tuan putri yang baik akan memaafkanmu dengan syarat kamu harus turuti kemauan saya hari ini" balas Meisya mengerlingkan sebelah matanya.
Bener ga mengerlingkan? Hehehe author kaga tau pasti. Jadi saya selaku author abal-abal meminta maaf🙏🏻😌
"Baiklah tuan putri, perkataanmu adalah perintah untukku"
"Yeyeyye... Thank you my hubby, you are the best" ucap Meisya kegirangan.
"Jadi aku boleh ikut kan?"
"Ga, kalau itu tidak boleh!" Tegas William.
"Kau sudah janji hubby, kau tak boleh mengingkarinya" rengek Meisya balik.
"Aku berjanji akan menuruti semua permintaanmu..."
"Yeyey jadi boleh" potong Meisya semangat"
"Heyy, aku belum selesai bicara sayang!" Ucap William yang mampu membuat wajah senang Meisya memudar"
"Emm, lalu apa lagi?"
"Aku akan menuruti semua permintaanmu, tapi tidak untuk ikut bersamaku kali ini!" Ulang William tegas.
"Huh, baiklah kalau begitu" ngambek Meisya melipat kedua tangannya di dada yang masih terbuka dengan polosnya.
"Hey, sayang kali ini aku ga pergi dengan aman sayang. Kali ini aku pergi menangkap pria brengsek yang sudah berani mencoba melecehkanmu. Kamu ga tau sebagai mana besar resiko dalam kepergian ku kali ini. Bisa jadi aku pulang dengan selamat, tapi kalau hal buruk terjadi, mungkin saja Aku terluka atau bahkan mat..." Ucap William terhenti kala melihat manik mata Meisya yang sudah berkaca-kaca. Seketika dia mengumpat dirinya sendiri bodoh yang tanpa sadar membocorkan rencana yang akan dia lakukan. Dan hebatnya lagi, dia memberi tahu resiko yang akan di alaminya.
"Sayang..."lirih William.
"Apa yang kamu bilang itu semua benar William?"
"Sayang, by i-it..."
"Aku tanya sekali lagi William, apa itu benar?" Ucap Meisya yang sedikit menaikkan suaranya di tambah dengan sorot mata tajam.
"Dan jangan berbohong padaku, kau sendiri yang mengatakan kalau tidak akan ada sesuatu hal yang akan kita tutupi! Kau yang berjanji padaku William!!" Ucap Meisya tegas.
Melihat istrinya yang akan mengamuk, mau tak mau William harus jujur mengakuinya. Dirinya memang ingat dengan janji yang di buatnya, namun haruskah dia memberi tahu Meisya bahwa dirinya adalah seorang mafia untuk melampiaskan sisi kelamnya? Apakah Meisya bisa menerima kembali? Atau malah Meisya menjauhinya setelah mengetahui semuanya? Tidak! William tak akan melepaskan Meisya darinya. Bahkan jika perlu dia akan mengikatnya dalam pernikahan ini.
"Baik, akan ku katakan. Tapi sebelum itu, bisakan kau berjanji? Berjanji tak akan meninggalkan aku setelah mengetahui semuanya! Berjanji lah Meisya Michelle!!" Pinta William dengan nada tegas yang sedikit memaksa"
"Memang apa yang kau sembunyikan dariku Will?"
"Pokoknya kalau kamu ingin tahu, kau harus berjanji!"
"Baiklah aku Meisya Michelle berjanji atas namaku yang papa dan mamaku berikan, berjanji tidak akan pernah meninggalkan William Edison sendirian sampai ajal menjemputku" lantang Meisya mengucapkan janji dengan tegas dan penuh percaya diri.
Mendengar janji tegas yang di ucapkan Meisya, membuat William langsung berkaca-kaca. William bukanlah soaok yang cengeng, namun ketika bersama Meisya hal itu sepertinya terbalik. Dia menjadi sosok yang hangat dan manja, eitss tapi itu hanya berlaku ketika bersama Meisya.
"Makasi by, makasih banyak hiks..."
"Hey, ko kamu jadi cengeng gini hm? Sekarang coba ceritakan!" Meisya mengusap air mata William.
"Aku sebenarnya adalah seorang mafia.."lirih William tak berani menatap wajah Meisya.
"Apa kamu bilang?"
"Maaf by, aku seorang mafia jauh sebelum mengenal kamu. Membunuh adalah kebiasaanku. Tapi, yang aku bunuh hanya orang yang bersalah dan mencari masalah denganku, Aku tak pernah membunuh orang tak bersalah.."
"Itu yang sebenarnya by..."
"Kamu hanya seorang mafia saja kan? Kamu bukan seorang psikopat atau penjual barang ilegan kan? tanya Meisya seksama.
"Bukan by, aku benari bersumpah kalau aku ikut mafia hanya karna...."
"Karna apa Will? Jangan menggantung ucapanmu!"
"Hanya karna untuk membalahkan kematian kedua orang tuaku by. Sebenarnya merekan meninggal bukanlah karna kecelakaan, namun Ada orang yang menyabotase hingga terjadi kecelakaan itu" cerita William jujur, sekarang dirinya harus juju. William sadar kalau Meisya mengetahui semua rahasianya dari orang lain pasti hal yang lebih buruk akan terjadi.
Tanpa banya basa basi Meisya langsung memeluk tubuh William erat. Entah kemana semua rasa marahnya, kini yang ada hanya rasa sendu terhadap suami di dekapannya ini.
"Maaf by, maaf hiks..."
"Tak papa sayang, tak apa. Yang terpenting kamu tak menggunakannya dengan sembarang. Kau juga bukan psikopat atau penjual barang ilegan jadi tak papa. Tapi berjanjilah padaku satu Hal, kalau kau akan selalu berhati hati dalam menjalankan. Kau tak akan terluka serius, kau akan menjaga dirimu dengan baik! Kau berjanji?"
William menatap manik mata indah itu. Dia mencoba menelusuri apa ada kebohongan dari pernyataan Meisya tadi? Namun dia yakin bahwa semua itu benar. Meisya tak akan mungkin membohonginya!
"Aku berjanji by, akan berjanji"
"Iyah, kalau begitu aku akan ikut bersamamu sekarang, dan tak ada bantahan!!" perintah Meisya yang mutlak, sedangkan William hanya bisa pasrah.
Flashback off
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
**Wahh tumben author buat 1 eps sampai hampir 1500 kata. Kalo yang like sama coment banyak tiap hari deh bakal up panjang😌🙏🏻**
**Makasih buat yang selalu nungguin cerita author yang up ga nentu ini😉**
**Sorry kalo rada-rada garing ya temen temen, author masih baru, jadi mohon di maklumi 🙏**
Tambahkan ke Favorite ya teman-teman.
Like, Coment, Vote, dan Hadiah ya.
Biar author makin semangat.
Hehehehehehehehhe.
Tap Be Continue.
Terima kasih.
bay bay.
🙏🏼
dengan istri kecilku steve
ceritanya bagus.. semoga happy ending. ditunggu up y. kalo bisa sampai anak William dan Meisya y..