NovelToon NovelToon
Pesona Prajurit Tampan

Pesona Prajurit Tampan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Action / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ansifa

Jihan Kharisma gadis SMA yang tergila-gila dengan seorang pria berseragam. Lebih tepatnya dengan tentara, dia begitu mengidolakan seorang tentara untuk menjadi suaminya karena ia ingin seperti kakaknya yang perempuan yang menikah dengan tentara. Apalagi kakaknya yang laki-laki adalah seorang tentara sehingga menambah keinginannya yang begitu dalam untuk memiliki suami tentara.

Suatu ketika ia bertemu dengan seorang pria yang tanpa sengaja membantu Jihan saat gadis itu jatuh dari sepeda, pertemuan itu membuat jihan terpesona setengah mati berharap ingin bertemu kembali dan mentakdirkan mereka.

Apakah nanti Jihan akan bertemu kembali dengan pria itu, baca disini....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ansifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 4

Bara sedang lari pagi mengitari taman kota, taman yang begitu luas nan asri. Dan taman yang sangat cocok untuk olahraga pagi karena tidak ada pedagang di sana. Taman tersebut bersih dari pedagang asongan yang biasanya memenuhi taman sehingga mengganggu para penikmat olahraga disitu.

Bara mengenakan celana pendek, kaus putih, kaca mata hitam dan Smart watch serta sepatu berwarna biru. Penampilannya pagi ini begitu mempesona kaum hawa apalagi badannya yang proporsional tampak membuat dirinya begitu menakjubkan.

Sudah lama sekali ia tidak menikmati hiruk pikuk kotanya ini. Bukan lama lagi tapi begitu lama, Saat dia pulang cuti. Selalu tidak sempat joging seperti ini pasti selalu ada kesibukan lain sehingga membuatnya jarang untuk keluar.

Bara sudah memutari taman itu kurang lebih sepuluh kali, membuat tubuhnya penuh sekali dengan keringat. Keringat nya begitu banyak terlihat basah baju yang ia kenakan dan nafas Bara mulai tersengal-sengal karena kelelahan,.

Bara berjalan ke salah satu bangku yang ada di taman tersebut. Saat sedang asik melihat ke sekeliling taman mencermati setiap orang di sana. Netra matanya menangkap seorang gadis kecil yang begitu ia kenal beberapa hari lalu.

Tidak jauh didepan Bara ternyata ada Jihan yang sedang menaiki pohon yang ada di taman tersebut, dia naik di sana karena harus mengambilkan balon untuk anak kecil yang menangis karena balonnya terbang ke atas pohon.

"Sebentar ya, kakak ambilin" lembut Jihan mencoba naik lagi ke ranting yang agak lebih tinggi.

"Awas nak jatuh, udah turun saja. Ibu nanti belikan lagi untuk anak ibu" Ibu anak itu merasa takut bila terjadi sesuatu dengan Jihan yang naik lebih tinggi.

"Nggak pa-pa kok bu, aku bisa ngambilnya. Udah tenang aja" jawab Jihan santai dan masih terus berusaha mengambil balon itu.

Bara yang duduk tidak jauh dari situ hanya memperhatikannya saja. Sebenarnya ia merasa khawatir dengan adik seniornya itu apabila jatuh. Karena terus khawatir akhirnya Bara berjalan mendekati ibu dan anak yang sedang melihat Jihan yang naik ke pohon dengan was - was.

"Dek, awas jatuh" ujar Bara yang sudah berada dibawah pohon bersama ibu dan anak-anak itu.

Jihan yang mendengar suara itu langsung melihat kebawah dirinya langsung tersenyum saat melihat siapakah gerangan orang tersebut.

"Eh, mas ganteng..Kok disini mas" Jihan melihat kebawah sambil berpegang ke salah satu ranting pohon.

"Kamu ngapain disitu?, udah turun" suruh Bara menyuruh Jihan untuk turun.

"Saya mau ngambil balon itu,." kekeh Jihan dan mencoba meraih balon yang sudah dekat dengan nya.

"Udah nak nggak usah, anak ibu udah gak nangis lagi kok. Turun aja nak ibu takut kamu jatuh" ibu-ibu itu memeluk anaknya ngeri melihat Jihan yang berada di atas pohon.

"Yah, tanggung bu. Saya udah ada di atas pohon. Udah saya bisa kok ngambil ini," Jihan masih dalam pendiriannya yang tetap berusaha ingin mengambil balon itu.

"Jihan turun, kalau kamu tidak turun saya laporin ke bang Banu" ancam Bara karena Jihan masih kukuh dengan keinginannya.

"Waahh, mas ganteng tahu namaku" Jihan malah kagum karena Bara mengetahui namanya bukanya menuruti kata Bara yang menyuruhnya untuk turun.

"Jihan saya tidak bercanda, turun sekarang juga. Atau saya benar-benar lapor sama bang Banu" ancam Bara sekali lagi sambil mengambil ponselnya disaku celana.

"Iya-iya aku turun" kesal Jihan. Bara sudah memasukan kembali ponselnya kedalam saku celana. Tetapi Jihan malah sebaliknya tindakannya dengan ucapannya berbeda justru ia naik lagi keatas dan berusaha mengambil balon itu.

Tanpa diduga-duga ranting satunya yang menjadi pegangannya patah begitu saja. Sehingga membuat Jihan terjun bebas kebawah karena tidak waspada.

"Akhhhhhh" teriaknya

Bara yang melihat itu langsung mendongak ke atas melihat posisi Jihan dan dengan sigap ia mengepas kan posisinya.

"HAPP"

Bara menangkap Jihan yang jatuh, mereka berdua terjatuh bersama ketanah dengan posisi Jihan berada di atas Bara. Jihan begitu takut sehingga membuatnya tidak sadar kalau sudah jatuh di atas tubuh Bara.

Bagaimana bisa sadar, saat ini Jihan memejamkan matanya. Sehingga tidak mengetahui kalau dia jatuh di atas tubuh Bara.

"Dek, bisa bangun sebentar. Saya bisa pingsan kalau ketindihan tubuh kamu seperti ini" Bara memegang Bahu Jihan yang masih memejamkan mata memeluk Bara yang terbaring di tanah.

"Suara siapa itu, suara malaikat ya" ujar Jihan masih memejamkan matanya.

"Nak, Nak..kamu tidak apa-apa kan?" ibu tadi menepuk-nepuk pelan tubuh Jihan yang masih berada di atas Bara.

Mendengar suara ibu-ibu itu Jihan perlahan membuka matanya, melihat kesamping lebih tepatnya kearah ibu-ibu itu.

"Wah, ibu saya selamat ya" ujar Jihan konyol.

"Iya, allhamdulillah kamu selamat nak berkat mas-mas ini"

Mendengar ucapan ibu itu Jihan baru merasa kalau dia saat ini sedang berada di atas tubuh pria.

Jihan melihat Bara yang meringis menahan sakit. Karena Jihan tidak kunjung bangkit dari tubuhnya. Ya walaupun tubuh Jihan kecil tapi cukup berat untuk berbaring ditubuh Bara, bukan itu saja itu membuat Bara tidak nyaman karena posisi mereka saat ini yang begitu intim.

"Bisa bangun sebentar" ujar Bara pelan dan langsung membuat Jihan dengan sigap bangkit dari tubuh Bara yang sebelumnya ia sempat terpesona dengan wajah tampan milik Bara.

"Yaah, maaf ya dek. Kakak nggak bisa ngambil itu balon" ujar Jihan kecewa.

"Nggak pa-pa nak, nanti ibu bisa belikan yang baru" sahut ibu dari anak itu.

Sedangkan anak kecil yang menangis tadi hanya mengangguk-anggukan kepalanya saja sambil mengusap ingusnya.

"Terimakasih ya nak, tadi udah mau ngambilin balon anak ibu"

"Iya bu, sama-sama"

"Kalau begitu, ibu pamit dulu ya. Nak, salim dulu sama kakaknya sama omnya" pinta ibu itu pada anaknya.

Anak kecil tersebut segera mendekat kearah Jihan. Mengambil tangan Jihan dan menciumnya, lalu beralih kearah Bara yang berdiri tidak jauh dari Jihan. Kembali anak itu mengambil tangan Bara dan menciumnya. Bara tersenyum lembut menerimanya,..

"Saya permisi ya mas, nak" pamit ibu-ibu itu lalu menggendong anaknya berjalan pergi menjauh dan semakin menjauh dari dua orang yang saat ini tengah menatap kepergian mereka berdua.

Jihan tersenyum bahagia sambil, melambai-lambaikan tangan dada kepada anak itu yang juga melakukan hal yang sama seperti Jihan. Bara yang melihat itu tersenyum sekilas,..

"Kamu, jangan pernah nekat naik pohon lagi dek. Kalau jatuh bahaya" ujar Bara saat melihat Jihan yang masih dada kepada bocah tadi. Padahal ibu dan anak tadi sudah tak terlihat.

"Iih, kok mas ganteng cerewet sih kayak kak Banu" Jihan malah cemberut.

……………………

"Kamu mau makan apa biar saya yang bayar" ucap Bara pada Jihan. Kini mereka berdua berada di rumah makan yang berada diseberang pojok taman.

Bara mengajak Jihan untuk sarapan bersamanya, karena tadi tanpa sengaja ia mendengar suara perut Jihan yang kroncongan. Alhasil karena tidak tega membiarkan adik dari seniornya kelaparan ia memutuskan untuk mengajak Jihan makan.

"Mas ganteng baik banget sih sama aku, makin suka deh aku" Jihan menopang dagunya dengan kedua tangan sambil memperhatikan Bara yang hanya diam.

"Jangan panggil saya mas ganteng, saya gak ganteng kok. Gantengan kakak kamu?"

"Panggil saya Kak Bara saja atau panggil mas Bara. Kamu kan udah tahu nama saya kenapa manggil saya mas ganteng terus"

"Whahaha, tadi mas ganteng..eh maksud saya mas Bara bilang kakak saya ganteng. Ganteng darimana coba, gantengan juga Mas ganteng ini" tawa Jihan sambil mencoel-coel lengan Bara.

"Mas, mbak silahkan dinikmati" Salah satu pelayan datang membawakan dua piring nasi beserta lauknya.

"Terimakasih mbak" ucap Bara.

"Terimakasih mbaknya" ucap Jihan tersenyum manis.

°°°

T.B.C

1
sis fauzan
teman Kakaku adalah kekasih adikku🤭
Yulia
sabar ya Jihan udah jadi resiko ibu Persi gak boleh manja kan udah di jelasin saat mau pengajuan nikah kantor harus siap di tinggal tugas dalam kondisi apapun
Yulia
visual Jihan Made in indo saja KK...jgn Korea gak seru
Yulia
gua curiga nih..jagan2 pas mau nikah kantor Sonia muncul bikin galau bara ...mkn itu konflik dari novel ini
Yulia
aku suka novel ini walaupun aku terluka karena mengingat kan ku dengan mantan terindah ku yg juga seorang tentara
Yulia
keren bgt novel Nya
Yulia
duh jihannn gak ada jaim jaim nya bikin malu
Shantyka Kusuma
audio nya dong Thor please
Nuy
Kayanya anak fahrul dea deh 🤭🤭🤭
Nuy
Udh gede punya adik kebayang 😅😅🤣🤣🤣
Nuy
Kucu benget kebayang udh remana punya adik
I Made Budi Prayoga
sama aku juga penasaran nih gimana ceritanya Galbara sama Sonia, kasih gambaran sedikit aja
RahmaWati S Haruna
Luar biasa
timbuljaya
azka mirip Dika
timbuljaya
cembokur niiiiy...eeeett dah Bara yaaa.
timbuljaya
ujian mendekati pernikahan. mantan
muncul
timbuljaya
dan akhirnya Bara pun nanti jg cinta bangetz sm Jihan. sayang bangetz...bahagia
timbuljaya
hadir lg thor...niy kedua kalinya baca tetap aja gk bosen.
Yuli Haryati
semangat
Cerlia Wati
nunggu kisah Alvar di novel selanjutnya apa nih judulnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!