" tidak! aku tidak mau menikah dengan orang buta!"
" tapi dia kaya, dia tampan. jika kamu menikah dengan dia kamu tidak perlu lagi bekerja"
" tapi dia buta"
" justru itu, kamu bisa memanfaatkan kondisinya yang buta itu",
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Clarissa19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 4_ ruang rahasia
hari sudah malam, shakila sudah tertidur pulas memeluk guling nya. Di sampingnya ada Shakira yang juga tidur dengan memejamkan matanya.
Shakira membuka matanya lalu menatap shakila yang tertidur pulas di sampingnya. dia meraih ponsel nya dan melihat jam yang sudah tiba Tengah malam.
Shakira bangkit dari tidurnya. Berjalan keluar kamar menuju dapur. Dia berjalan tanpa suara langkah kaki mendekati meja makan. Perlahan dan sangat hati hati, dia memindahkan kursi meja makan. Lalu dia meringkuk berjalan merangkak ke bawah meja.
Perlahan dan tanpa suara, dia membuka pintu lantai tersebut. begitu pintu kayu berbentuk persegi 4 itu terbuka langsung terlihat kegelapan tanpa celah di dalamnya.
Shakira melihat kiri kanan lalu menghidupkan senter ponselnya. Setelah itu masuk kesana. Menginjak tangga yang tersedia di sana.
Sebelum masuk lebih dalam dia lebih dulu menutup kembali pintu masuk itu.
" huh! Gelap sekali" gumamnya lalu turun ke bawah bermodal senter hp.
Tiba di bawah dia menekan saklar lampu hingga ruangan yang tadinya gelap gulita kini menjadi terang benderang.
Shakira menatap seisi ruangan tersebut. Sangat berbeda dengan kosan nya yang selama ini terlihat. Ruangan ini di penuhi oleh komputer.
" mari kita lihat, siapa pria itu" ujarnya sambil tersenyum misterius.
Shakira duduk di kursinya. Dia mengambil ponselnya melihat potret Elio yang dia ambil secara diam diam waktu itu.
Shakira mengirimkan foto tersebut ke komputer nya. Lalu dia mulai fokus pada komputernya. tangan nya bergerak lincah dan wajahnya terlihat serius, matanya bergerak fokus.
" Elio lucian, putra tunggal keluarga lucian?" gumam nya.
" ini seru" batinnya tersenyum miring.
Shakira kembali mengontak antik papan komputer nya. dia membaca dengan serius tulisan yang tertulis di sana.
" hmm, jadi besok dia akan ke sana? Oke kita lanjut misinya besok" gumam Shakira.
Shakira mengingat dengan baik semua jadwal Elio di luar rumah dan tentunya juga di luar kantor. Bagaimana pun caranya dia harus mendapatkan pria itu.
Selesai dia kaya, wajah tampan nya juga sangat memikat. Tapi yang paling penting adalah sifat dingin dan damage nya.
" Shakira, ke ruangan saya sekarang" ujar Kenny pada Shakira dengan nada lembut dan tatapan nya yang tulus dan penuh kasih sayang. namun ada guratan kesedihan di sana.
" baik tuan Ken" jawab Shakira patuh.
Kenny segera pergi dan Shakira menyelesaikan pekerjaan nya. Sebelum pergi, Shakira menyempatkan dirinya untuk menatap sela dan juga tersenyum pamer. Sedangkan sela menatap kesal pada Shakira penuh dengan kedengkian.
Shakira tiba di depan ruangan Kenny. Dia mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk. Begitu mendapatkan izin dia barulah dia masuk.
*hap*!
Baru saja Shakira masuk dan menutup pintu tersebut. Namun sebuah pelukan langsung menyambut kedatangan nya.
" aku sangat merindukanmu kira" bisik Kenny jujur.
Jika bukan karena ibunya, Kenny tidak akan meninggalkan Shakira. Wanita yang sangat dia cintai. rasanya sampai kapanpun dia tidak akan pernah mencintai wanita manapun lagi selain Shakira.
" Ken... Jan\_"
" sebentar doang kira" mohon Kenny memotong ucapan Shakira. Dia hanya ingin memeluk Shakira karena rasa rindunya yang sangat dalam.
perlahan tapi pasti, kedua tangan Shakira bergerak lalu membalas pelukan itu. Dia tidak pernah menyalahkan Kenny yang lebih memilih ibunya dari pada dirinya. Karena sudah semestinya Kenny melakukan hal itu. tidak mungkin dia meminta Kenny membantah ibunya demi dirinya.
Setelah cukup lama berpelukan akhirnya mereka melepaskan pelukan tersebut dan mundur satu langkah.
Shakira terkejut kala melihat mata Kenny yang basah, di tambah lagi ada jejak air mata di pipi Kenny. Berarti sedari tadi Kenny menangis dalam diam.
" apa ada masalah serius? Mau cerita sama aku?" tanya Shakira.
Kenny Mengeleng sambil tersenyum lirih " tidak apa apa, hanya saja...." Kenny ragu untuk menceritakan nya.
" katakan saja " ujar Shakira meyakinkan Kenny untuk bercerita.
" aku... Aku akan menikah Minggu ini" ujarnya.
Sakit? Tentu saja. wanita mana yang tidak merasa sedih saat mendengar kabar bahwa pria yang dia cintai akan menikah dalam waktu dekat.
Namun meskipun sedih , Shakira tetap tersenyum memperlihatkan ketangguhan nya " aku yakin kamu pasti bisa, coba lah untuk mencintai istri mu nanti" ujar Shakira tulus.
" aku takkan bisa melakukannya Ra..."
" jika tidak bisa mencintai nya, setidaknya kamu bisa menyayangi nya. Perlakukan dia dengan baik"
Kenny terdiam menatap Shakira dengan tatapan sedihnya. Seharusnya Shakira yang akan menjadi istri nya. tidak perlu kepikiran olehnya jika dia akan menikah dengan wanita yang tidak dia cintai sama sekali.
" kenapa diam saja? Kamu tidak berniat mengundang ku? " tanya Shakira berusaha untuk mengubah suasana.
" kamu yakin untuk datang?" tanya Kenny.
" tentu, aku ingin menunjukkan pada ibu mu jika kita memang tidak ada hubungan apapun lagi. agar ibumu bisa tenang "
Kenny berjalan ke meja kerjanya lalu membuka laci dan mengambil satu undangan VIP. Setelah itu dia kembali mendekati Shakira.
" ini, jika kamu berubah pikiran tidak papa jika kamu tidak ingin datang" ujar Kenny.
" aku pasti datang " ujar Shakira menerima undangan tersebut" mungkin aku akan datang dengan seorang pria" ujar Shakira jujur. Dia berharap jika nanti dia datang dengan seorang pria maka kehadiran mereka tidak akan menganggu Kenny.
" aku akan lebih bahagia jika kamu menemukan pria yang tepat" ujar Kenny.
Setelah mereka berbicara cukup lama akhirnya Shakira keluar dengan membawa surat undangan dari mantan yang masih dia cintai.
apa suatu saat dia akan menemukan pria yang sama baiknya dengan Kenny? Dan bisa mencintai nya sedalam itu? Dan apa dia bisa mencintai pria lain selain Kenny suatu saat nanti?
" shakila, pacarmu datang" ujar rosa, teman kerja shakila " mau aku temani?" tawar rosa
" tidak Ros, kamu lanjut kerja saja" ujar shakila
shakila berjalan menghampiri kekasihnya yang sedang duduk di salah satu kursi yang ada di sana.
Shakila tersenyum manis kepada pria tersebut lalu dia duduk di kursi kosong yang ada di depannya.
" kenapa kamu kesini tidak ngabarin dulu?" tanya shakila.
" sengaja mau kasih surprise " jawab Oliv, kekasihnya shakila.
Shakila tersenyum. Setelah lelah bekerja rasanya sangat menyenangkan bisa bertemu dengan kekasihnya. Rasa capeknya langsung hilang seketika.
" mau minum apa? biar ku buatkan" tawar shakila.
" tidak perlu, aku sudah pesan tadi" ujar Oliv.
Dan tidak lama setelah itu Rosa datang membawakan 1 gelas kopi late. Rosa tersenyum manis pada Oliv.
" ini kopi pesanan mu" ujar rosa meletakkan kopi tersebut di depan Oliv.
Oliv juga tersebut menatap rosa " terimakasih" ujarnya " duduklah, bergabung sama kita" ajaknya.
Rosa menatap shakila seolah minta izin. Shakila yang paham pun mengangguk pelan sebagai jawaban.
rosa dengan senang hati duduk di kursi kosong yang ada di samping Oliv. Kesannya seperti Rosa lah yang menjadi pasangan nya Oliv.
mereka bertiga pun asik berbincang. lebih tepatnya Oliv dan Rosa yang paling asik karena Shakila lebih banyak diam karena tidak cocok dengan topik mereka.
shakila tidak pintar mencari topik, dia binggung harus berbicara apa. Jadi ujung ujungnya dia hanya menyimak keduanya berbicara.
" benar kan? club itu memang the best. Aku sudah langganan di sana" ujar rosa.
" really? Aku baru 2 kali kesana " jawab Oliv.
Shakila tidak mengerti apapun tentang club bar. apa lagi tentang club bar yang mereka bahas. Shakila bukan tipe orang yang suka ke tempat seperti itu. Minum minuman beralkohol saja dia tidak pernah.