NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Sang Mantan

Benih Rahasia Sang Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Single Mom / Penyesalan Suami
Popularitas:14.1k
Nilai: 5
Nama Author: Septi.sari

Satu malam kelam menumbuhkan benih kehidupan dalam diri Miranda. Namun naasnya, hubungan terlarang itu di ketahui sang Majikan, yang tak lain Ibu dari kekasihnya~Ezar Angkasa.

Merasa tidak terima atas hubungan itu, Majikanya memfitnah Miranda secara keji, dan mengharuskan gadis malang itu angkat kaki dari rumah dalam keadaan berbadan dua.

5 tahun berlalu~

Miranda mencoba bangkit. Melamar kerja pada sebuah perusahaan ternama di kotanya. Namun siapa sangka, Bos barunya itu.....? Dia adalah Ezar Angkasa, mantan kekasihnya 5 tahun yang lalu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4

Setelah melangkahkan kakinya masuk, Miranda di sambut Hrd yang waktu lalu menginterviewnya, dan langsung mengarahkannya ke sebuah ruangan, dimana di sudut meja itu terdapat tulisan 'Sekertaris' yang menegak kokoh.

Jelas saja Miranda syok. Penempatan itu tidak sesuai yang di ucapkan Hrd waktu lalu.

"Maaf, Pak... Kok meja Sekertaris, ini maksudnya apa ya? Bukanya kemarin Anda meminta saya untuk bergabung pada Admin pemasaran?" Miranda mencoba tersenyum meskipun semua itu terkesan mendadak dan membingungkan.

"Bos meminta saya, karena data diri Anda sebagai Sekertaris cukup memadai. Jadi... Berhubung Sekertaris Bos baru resign, kamu di minta menempati posisi itu."

Miranda cukup mengerti sekarang.

"Ya sudah... Selamat bekerja, saya permisi!" pamit Hrd tadi.

Miranda menghembuskan napas lega. Ia tatap sekeliling ruangan di lantai 5 itu. Tepat di belakang tempatnya terdapat sebuah ruangan lagi yang dimana ada tulisan 'Presdir' menggantung. Miranda yakin, itu ruangan Bosnya.

Sebelum duduk, Miranda rapikan serta lap dulu meja serta kursinya. Belum sepenuhnya duduk. Baru meletakan tas lenganya, tapi tiba-tiba....

Brak!

Miranda melonjak kaget, reflek mendongak.

"Kamu anak baru 'kan? Nggak tahu diri banget sih?! Mentang-mentang deket sama Bos, terus bisa seenaknya aja suruh Bos pecat teman kita?!" Wanita berjilbab hitam itu sampai menunjuk wajah Miranda dengan wajah kesalnya.

Di sebelahnya, wanita berambut sebahu juga tak kalah mencerca. "Kamu pakai ilmu apa sih? Kamu pasti udah pakai ilmu pelet ya?! Bos itu sudah mau menikah, jadi jangan kegatelan deh!"

Miranda menelan ludah. Ia menatap kedua wanita didepanya secara berganti. Napasnya ikut terasa sesak, benar-benar tak tahu maksud ucapan keduanya.

"Sebentar-sebentar... Maksud kalian berdua apa ya? Saya dapat tempat Sekertaris juga utusan Pak Irfan. Saya nggak pernah melakukan hal keji seperti yang kalian tuduhkan...."

Melihat bagaimana Miranda melindungi diri, kedua wanita tadi semakin muak. Melihat ada segelas air di sudut meja, wanita berambut sebahu itu segera menyambar dan langsung menyiramkannya pada pakaian Miranda secara tiba-tiba.

"Astaghfirullah....." Miranda spontan memekik istighfar, sambil menjauhkan tubuhnya kebelakang. Matanya terpejam sesaat hingga helaan napas berat terdengar menyakitkan.

"Heh, apa-apaan kalian berdua!"

Deg!

Kedua wanita tadi menegang. Saling tatap, Miranda juga reflek mengangkat pandanganya.

Seorang pria tampan berjambang tipis, penampilanya rapi dengan jas melekat, sorot matanya kuat serta rahang tegasnya membingkai, siapa lagi kalau bukan sang Manager~Rasya.

"Kalian berdua ini apa-apaan? Dia memang Sekertaris baru, dan saya sendiri yang meminta pada Hrd langsung!" Manager perusaaan itu sangat murka melihat pembullyan di kantornya.

Kedua wanita tadi menunduk tertekan. Wajahnya tak semarah tadi. Sorot matanya juga tak sekut saat menatap Miranda.

"Saya minta maaf, Pak Rasya...." gumamnya.

Rasya tidak langsung menjawab. Ia mengedarkan mata kesekililing. Setelah beranjak dari meja, Manager tampan itu membawa dua gelas air untuk ia letakan di depan Miranda.

Miranda masih bergeming. Ia tatap dua gelas tadi dengan perasaan bergolak.

"Kamu... Siramkan dua gelas ini kepada mereka!" tegas Rasya.

Wanita berjilbab dan satunya lagi saling tatap, wajanya tercengang. "Pa-Pak... Maksud Pak Rasya apa ya?"

Miranda menatap tak percaya. Meksipun di perlakukan buruk, namun tak sedikit pun ia memiliki niat untuk membalas. Namun kali ini, pria berahang tegas di depanya bak malaikat penyelamat, yang sukses membangkitkan bara api dalam dadanya.

"Sabar boleh, tapi jangan mau di tindas!" tekan Rasya matanya menusuk jantung Miranda.

Dengan tarikan napas berat, kalimat 'Bismillah' menggema dalam hatinya, kedua tangan Miranda mulai menyambar gelas tadi.

Hingga....

Crattt!!!

Aaaawwww!!!

Kedua wanita tadi memekik, sambil mengusap sisa air yang berhasil Miranda lempar pada pakaian keduanya.

"Kalian boleh tidak suka saya! Tapi saya tidak akan diam jika kalian menindas saya!" tekan Miranda dengan wajah tegasnya.

Rasya menatap dengan senyum puas. "Sekarang kalian bubar! Jika saya pantau dari Cctv kalian masih mengganggu karyawan baru... Maka tidak segan-segan saya memecat kalian berdua!"

Kedua wanita tadi langsung melenggang pergi sambil menghentak-hentakan kakinya. Rasanya kesal, apalagi di permalukan lawanya anak baru.

Rasya masih berdiri tegap. Ia menyambar beberapa tisu. "Ini... Lap jilbab serta bajumu. Saya permisi!"

Belum sampai langkah kaki sang Manager menapak ambang pintu, suara Miranda yang lembut menghentikan gerakannya.

"Pak... Terimakasih ya!"

Rasya menoleh sebatas bahu. Mengangguk kecil, lalu melanjutkan kembali jalanya keluar.

Miranda mencoba tetap tersenyum. Hatinya berbisik, bahwa apa yang ia lakukan, semua demi tanggung jawab kepada putranya. "Ayo Miranda, semangat dong! Anggap aja mereka yang ngga suka kamu bagaikan kerikil kecil yang mengganggu. Kamu harus bisa tendang bahkan injak sekuat tenaga kamu. Hehe....."

Puas bergumam, wanita berjilbab peach itu duduk dengan tenang.

*

*

"Brengsek! Rasya apa-apaan sih? Udah mirip pahlawan kesiangan saja," geram Ezar yang tengah memantau semuanya dari layar gawainya.

Rencana awalnya rusak gara-gara sepupunya itu.

Waktu bergerak cepat. Beberapa rekan berangsur masuk dan menempati tempatnya masing-masing. Namanya juga manusia, ada yang menyapa baik, ada yang hanya menatap penuh rasa sirik.

Miranda cukup kebal selama ini. Cukup menarik napas panjang, ucapan Bismillah, semoga seharian itu ia dapat melewatinya dengan mudah. Dan beruntungnya, ada rekan Miranda yang duduk tepat di sebelahnya cukup baik.

"Mbak... Saya ijin dulu ke kamar mandi ya," ucap Miranda dengan segan.

Wanita berjilbab hitam, namanya Silvi itu mengangguk. "Iya... Nanti kalau di cariin Bos aku kasih tahu."

Dan benar saja, tak lama itu, dari arah luar, Ezar masuk di ikuti satu pria muda yang sibuk menatap ipad kerja.

Sampai di depan ruangan Sekertaris, Ezar menghentikan langkahnya. Semua orang di ruangan itu seketika diam. Pesona dingin pria itu membuat sang anak buah sulit sekali hanya sekedar menarik napas.

'Miranda Syahrena'

Ezar mengamati nama yang terpajang di pojok meja. Nama yang selama ini mengguncang hatinya beberapa tahun. Dan nama itu kembali di hadapanya bukan hanya sekedar kalimat, namun nyata bersama sang pemilik jiwanya.

"Silvi... Dimana Sekertaris baru itu?"

Silvi menoleh. Wajahnya tertunduk sopan. Satu jempolnya menunjuk kearah toilet. "Miranda ada di toilet, Pak Ezar. Jika Anda memerlukan sesuatu, nanti dapat saya sampaikan."

"Katakan saja pada dia, suruh langsung menghadap saya setelah kembali!" Ezar kembali melanjutkan jalanya masuk kedalam.

Sementara pria muda tadi~sebut saja Nanda, asisten Ezar. Pria berusia 27 tahun itu juga ikut masuk sambil menyodorkan ipad tadi.

"Tuan... Ini informasi Mbak Miranda saat ini."

Ezar menatap sebuah alamat dan beberapa informasi detail lainnya yang Nanda dapat dari data penting Miranda. Setelah cukup manggut-manggut, Ezar meminta Asistennya keluar.

"Kamu boleh keluar!"

Pintu kembali tertutup. Ruangan luas itu kembali senyap. Dari arah toilet, siluet Miranda berjalan dengan anggun menembus dinding kaca ruangan Ezar. Pria itu mengamati lebih telisik, lalu memutar kursinya menghadap belakang.

Baru saja Miranda akan duduk. Silvi menahan tanganya. "Ada apa, Mbak?"

"Mir... Bos minta kamu untuk masuk. Mungkin tanya jadwalnya," kata Silvi.

Miranda sedikit bingung. Ia baru saja masuk. Lalu, darimana ia tahu jadwal Bosnya. "Jadwal yang mana ya, Mbak? Saya baru aja masuk."

Silvi menepuk jidatnya. "Oh ya, aku lupa Mir... Kamu buka aja email yang sudah masuk. Jadwalnya kamu unduh dari sana."

Miranda mengangguk. Ia segera menyalin jadwal Bosnya pada Ipad kerja. Setelah semuanya siap, Miranda masuk dengan langkah hati-hati.

Ceklek!

Pintu ruangan kembali tertutup. Miranda mulai melangkah teratur. Wajahnya terangkat tenang, sorot matanya cukup menjawab seberapa kuat ia memikul kisah hidupnya.

"Permisi, Pak... Apa Anda memanggil saya? Oh iya... Ini jadwal Anda seharian nanti," Miranda menunduk, sibuk mengotak atik ipad kerjanya.

Tiba-tiba saja kursi tadi berputar kembali menghadap depan. Suara tegas cukup menusuk, kini menggema ruah mengantam dada Miranda.

"Saya bukan meminta jadwal! Tapi saya ingin melihat wajah wanita jalang sepertimu... Miranda!"

Deg!

Miranda mendongak. Wajahnya syok setengah mati.

1
Meliandriyani Sumardi
lanjut kak
Nesya
dasar maruk wanita jahat, lanjut thor
Nesya
hhmm muak kali ama ezar
Anonim
Jangan lama lama bersambung nya dong🥹
Meliandriyani Sumardi
semoga jodohnya miranda itu dewa...
Ig:@septi.sari21: kita doakan ya kak❤
total 1 replies
delis armelia
sedih banget jadi miranda
Ig:@septi.sari21: sangat kak💔
total 1 replies
I Love you,
dasar cowo letoi😤😤😤😡
Nesya
masih aja zuudzon ama miranda pengen tk 👊🏻👊🏻 akan nyesel kamu erza setelah tau kebenaran tentang miranda
Ayesha Almira
ni c erza suka skli memfitnah miranda...smga miranda enggan kembali bersma erza...
Ig:@septi.sari21: agak agak emang💔
total 1 replies
Nesya
kasihan miranda selalu di kelilingi orang2 toxic
Ig:@septi.sari21: potek hatinya🥀💔
total 1 replies
Nesya
ibu kandung dewa
Ig:@septi.sari21: ibunya Ezar juga kak💔
total 1 replies
I Love you,
😤😤😤 kesel lama lama..jahat banget
Ig:@septi.sari21: miranda kek serba salah💔
total 2 replies
Nesya
ngeselin bgt si lita g beradab
Ayesha Almira
lom da kebahagian yg akn menghampiri miranda
Nesya
tenang dewa, miranda udah janda, janda cantik soleha lagi.. bebas pedekate wkwk🤭
Meliandriyani Sumardi
lita berjilbab tapi ga punya etika dan adab...percuma....ditinggal sama arfan baru tau kamu lit...lanjut kak
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Ig:@septi.sari21: kasihan kak💔
total 1 replies
I Love you,
waduh😭😡😤 tidak di akui karna miskin?!!😤😤😤😡
Nesya
dihh ibu durhaka
Ig:@septi.sari21: jahat banget ya kak💔
total 1 replies
Dew666
💟💟💟
Ig:@septi.sari21: kak dew, macihh bintangnya😍✋
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!