NovelToon NovelToon
Layu Sebelum Mewangi

Layu Sebelum Mewangi

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Single Mom / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:7.8k
Nilai: 5
Nama Author: miss tiii

" Dua puluh tahun terkurung. Sebuah pernikahan tanpa suara. Dan seorang pria yang lebih memilih diam dari pada berjuang.

Arumi mengira ia akan mekar setelah menikah. Ternyata , ia hanya berpindah ke sangkar yg lebih dingin. Ketika kehidupan hidup mulai mencekik dan suaminya tetap membatu, Arumi menyadari satu hal : Untuk bisa bernafas lagi, ia harus merelakan segalanya. Termasuk status yg selama ini di anggap suci."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miss tiii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benih di Tanah yg Gersang

Malam itu, hujan telah reda, meninggalkan udara lembap yang menusuk tulang. Di atas kasur tipis yang mulai berbau apek, tidak ada percakapan. Baskara bergerak mendekat, aromanya campuran antara keringat dan kepasrahan. Tidak ada kata manis, tidak ada rayuan, hanya sebuah isyarat tubuh yang menunjukkan haknya sebagai suami.

Arumi hanya bisa menatap langit-langit kamar yang berjamur. Ia membiarkan suaminya melakukan apa yang ia mau. Tubuhnya ada di sana, namun jiwanya terbang jauh, mencari jalan keluar yang tak kunjung ia temukan. Baginya, ini bukan penyatuan dua jiwa; ini hanyalah kewajiban yang harus ia tunaikan agar kesunyian di rumah ini tidak semakin mencekik.

Baskara menyentuhnya dengan cara yang sama seperti ia menjalani hidupnya: datar, tanpa gairah yang meluap, dan tanpa usaha untuk membuat Arumi merasa diinginkan. Ketika semuanya berakhir, Baskara hanya berbalik memunggungi istrinya dan tertidur dalam hitungan menit, meninggalkan Arumi yang masih terjaga dengan perasaan hampa yang kian luas.

Satu bulan kemudian, dunia Arumi seolah berhenti berputar di dalam kamar mandi yang sempit dan remang-remang. Ia menatap benda plastik kecil di tangannya. Dua garis merah.

Tangannya gemetar. Seharusnya ini menjadi kabar bahagia, namun bagi Arumi, dua garis itu terasa seperti rantai baru yang melilit lehernya.

Ia keluar dari kamar mandi dengan langkah gontai. Baskara sedang duduk di meja makan, menatap gelas kopi hitamnya yang sudah dingin.

"Mas," panggil Arumi pelan.

Baskara hanya bergumam singkat, tanpa menoleh.

"Aku... aku hamil, Mas."

Keheningan menyergap ruangan itu selama beberapa saat. Baskara meletakkan gelasnya. Ia menoleh perlahan, menatap perut Arumi yang masih rata, lalu kembali menatap gelasnya. Tidak ada binar bahagia, tidak ada pelukan, bahkan tidak ada senyum.

"Oh," jawab Baskara pendek.

"Hanya 'oh'?" Arumi merasakan dadanya sesak. "Kita bahkan tidak punya uang untuk bayar kontrakkan, Mas. Bagaimana dengan biaya periksa? Bagaimana dengan susunya nanti? Apa Mas masih mau diam saja seperti ini?"

Baskara menghela napas panjang, seolah kabar kehamilan istrinya adalah beban tambahan yang sangat melelahkan baginya. "Nanti ada jalannya. Rezeki anak itu pasti ada."

"Tapi rezeki tidak jatuh dari langit kalau Mas tidak bergerak!" Arumi mulai terisak, emosinya yang tidak stabil karena hormon kehamilan membuat suaranya melengking.

"Aku tidak mau anak ini lahir di rumah yang bahkan tidak punya listrik! Aku tidak mau dia punya ayah yang bahkan tidak mau menjawab saat ditanya!"

Baskara bangkit dari kursinya, wajahnya masih sedatar tembok. "Jangan mulai lagi, Arumi. Aku mau berangkat kerja."

Ia melangkah pergi begitu saja, meninggalkan Arumi yang jatuh tersungkur di lantai dapur. Arumi memegang perutnya dengan perasaan hancur. Ia merasa sangat berdosa, karena di dalam hatinya yang paling dalam, ia merasa bayi ini bukanlah bunga yang akan mekar, melainkan beban baru yang akan ikut layu bersamanya di bawah atap pria yang sudah mati jiwanya ini.

1
Diana Bellusi
bagus ceritanya q suka💪
miss tiii: halooo kakk, jangan lupa vote yaaa , salam kenalll🙏🤭
total 1 replies
Emily
dah baskara gak usah harap Arumi lagi pigi kerja jadi kuli buat ngisi perutmu
Emily
kerja baskara jangan ngintipin arumi aja
Emily
lha baskara itu pernah berjuang apa
Emily
nah gitu dong Rumi
Emily
ah ngomong aja kau Rumi..makin banyak kau ngomong makin mentiko lakikmu
Emily
si Arumi kan udah pernah ngomong begitu jgn sampe berkali kali ngomong begitu tapi tetap masih mengharap laki mokondo
Emily
lha Arumi di tinggal saja laki begitu..malah balik lagi
Emily
baskara kerja apa kok modelnya begitu.. bpak nya Arumi juga salah kenapa menjodohkan anaknya dgn leleki gak jelas
Emily
semangat
Yuli Yanti
sbetulnya nama anaknya Bayu apa Kinan. bingung aku
miss tiii: Kinan Buu , episode berapa yg masih nama Bayu biar saya ganti , makasihh atas komentarnya 🙏😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!