Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4
Pak Angga langsung berjalan bergegas melewati Dara yang masih diam terpaku di depan pintu.
Setelah sosok yang menakutkan itu pergi barulah teman-teman Dara berani mendekati Dara.
"Kyra lo kok gak bangunin gue sihhh?!?? emang temen laknat lo ye..mana pake ninggalin gue segala lagi..." semprot Dara pada sahabat karibnya itu.
"EEEHHHH Dara jangan suudzon yeee.., gak liat hape loe ya gue udah puluhan kali nelponin loe?? Emang loe semedi di gua mana sichhh..". jawab Kyra gak mau kalah.
"Iya sis kemana aja sih DARA VIRGINIA tumben jam segini loe baru bangkit?? sahut temannya si Tody lelaki kekar tapi kemayu dengan gaya khasnya itu.
"Stop..stop wawancaranya temen l*knat...GUE KETIDURAN..TITIK..PUAS KALIAN!!!"ujar Dara kesal.
"YEE ITU SALAH LOE SENDIRI MAKANYA JANGAN BEGADANG" sahut Kyra.
" HO-OHH... makanya cari pacar biar loe ada yang bangunin" tambah Tody.
"Udah..udah ayok buruan temenin gue ke ruang Pak Angga" ujar Dara sambil menarik tangan kedua tangan sahabatnya itu.
"Ok...tapi ada syaratnya" ujar Kyra sambil melirik Tody.
"Syarat apa sihh ribet amatt" ujar Dara sambil menatap wajah sahabatnya secara bergantian. Keduanya membalas dengan senyum penuh arti.
"Yahhh...udah gue udah tau isi otak kalian berdua..pasti minta traktir Kopi kan..ngaku kalian semua!!" emang dasar temen pamrih!!!" ujar Dara sambil memanyunkan bibir mungilnya.
"Yeayyy!!!...Asyekkk ditraktir juragan empang kitaa" ujar Tody kegirangan sambil melemparkan poni nya.
" Ayo cepet buruan ntar gue kena ceramah lagi sama Pak Angga" ujar Dara kepada kedua sahabatnya itu.
Mereka bertiga pun berlarian kecil menuju ruang dosen.
Dara langsung memasuki ruang dosen sedangkan Kyra dan Tody duduk diruang tunggu sambil sibuk memainkan ponselnya masing-masih.
Dengan perasaan gugup Dara langsung menuju ruangan Pak Angga ia pun langsung mengetuk pintu.
Selain sebagai dosen pelajaran matematika Kalkulus , Pak Angga merupakan Ketua Jurusan di kampusnya. Jadi wajar saja jika ia mempunyai ruang tersendiri.
"Tok..tok..Permisi Pak Angga" ujar Dara dengan sopan Tetapi tidak ada sahutan dari dalam ruangan berukuran sedang itu.
"Permisi Pak Angga..."ujar Dara sekali lagi.
Dara menoleh ke kiri kenanan ruangan besar itu tapi kebetulan suasananya sudah sepi.
Sebagian dosen masih mengajar dikelas memberikan materi kuliah. Sebagian masih mengikuti seminar di Aula kampusnya.
"Aduh jangan-jangan Pak Angga nya udah pergi nih" gerutu Dara pelan.
Baru saja Dara mau mengetuk pintu kembali.
Seketika pintu didepannya terbuka hampir saja ia mengetuk jidat Pak Angga.
Keduanya pun sama-sama kaget.
" Permisi pak saya datang mau menghadap"
Ujar Dara dengan perasaan gugup.
"Kemana aja kamu dari tadi saya tungguin, perasaan dari ruang kelas ke ruangan saya gak terlalu jauh" semprot Pak Angga.
" Ayo silakan masuk keruangan saya" ujar Pak Angga.
"Maaf pak tadi saya kebelet pipis jadi mampir ke toilet dulu" lagi-lagi Dara berbohong.
Dara memasuki ruangan yang dingin itu.
Pak Angga langsung menuju meja kerjanya sedangkan Dara mengikuti langkah dosennya itu dari belakang.
"Silakan duduk" ujar Pak Angga sambil mempersilahkan Dara duduk di kursi dihadapan mejanya.
"Baik pak terima kasih" Jawab Dara dengan sopan.
Setelah Dara duduk di hadapan dosennya tersebut. Pak Angga langsung memulai pembicaraannya. Tetapi dengan volume rendah dan menenangkan.
"Dara sebelumnya bapak mau minta maaf atas perkataan bapak tadi pagi yang mungkin agak keras dan tidak enak didengar yang mungkin membuat kamu tersinggung" ujar Pak Angga dengan sopan kepada Dara.
"Ohh... kalo masalah tadi pagi itu memang saya yang salah pak , seharusnya saya yang meminta maaf kepada bapak karena sudah datang terlambat dan tidak mengikuti jam kuliah bapak" ujar Dara dengan nada sopan.
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏