NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedua

Di kantor pusat Aksa yang megah, suasana sedang sangat sibuk. Aksa duduk di balik meja besarnya, fokus pada tumpukan laporan keuangan. Namun, pintu ruangan itu tiba-tiba terbuka tanpa permisi.

Seorang wanita cantik dengan pakaian bermerek dari ujung kepala hingga kaki masuk dengan langkah penuh percaya diri. Dia adalah Clarissa, putri dari rekan bisnis utama keluarga Aksa, yang sejak lama dijodohkan oleh ibu Aksa dengannya.

"Aksaaa! Kamu sibuk terus, sih!" suara cempreng nan manja Clarissa langsung memenuhi ruangan.

Tanpa menunggu izin, Clarissa berjalan mendekat dan langsung duduk di pinggiran meja kerja Aksa, menghalangi pandangan pria itu ke layar monitor. Ia mengerucutkan bibirnya, sengaja berpose manja sambil memainkan ujung rambutnya.

"Aku sudah nungguin kamu di depan hampir setengah jam, tapi sekretaris kamu yang kaku itu bilang kamu nggak bisa diganggu," keluh Clarissa sambil mencoba menyentuh lengan kemeja Aksa.

Aksa bahkan tidak mendongak. Jemarinya tetap lincah mengetik di atas keyboard. "Bara hanya menjalankan tugasnya, Clarissa. Dan aku memang sedang sibuk."

"Ih, kok gitu sih? Aku kan mau ajak kamu makan siang di restoran baru yang di tengah kota itu. Aku sudah booking meja paling depan, lho," Clarissa merengek, tubuhnya condong mendekat ke arah Aksa, mencoba mencari perhatian.

"Ayo dong, masa kamu lebih milih kertas-kertas ini daripada aku?"

Aksa akhirnya berhenti mengetik. Ia bersandar di kursinya, menatap Clarissa dengan tatapan datar yang dingin.

"Aku tidak ada waktu untuk makan siang yang membuang-buang waktu, Clarissa. Kalau tidak ada urusan bisnis, silakan keluar," ucap Aksa tanpa ekspresi.

Clarissa justru semakin menjadi. Ia memajukan bibirnya dan mulai memutar-mutar kursi Aksa.

"Kamu jahat banget! Padahal mami kamu bilang, akhir pekan ini kita harus fitting baju buat acara pesta tahunan perusahaan. Kamu bakal jemput aku, kan?"

"Pulanglah, Clarissa. Aku punya banyak pekerjaan," usir Aksa lagi, kali ini dengan nada yang lebih tegas.

"Gak mau! Sebelum kamu janji bakal makan malam sama aku besok!" Clarissa memegang tangan Aksa, mencoba memasang wajah memelas yang menurutnya imut.

Aksa menarik tangannya dengan kasar. "Bara! Antar tamu ini keluar," ucap Aksa melalui interkom, sama sekali tidak peduli pada perasaan Clarissa yang sekarang sedang menghentak-hentakkan kakinya kesal karena diabaikan.

Baru saja Clarissa keluar dengan wajah cemberut dan hentakan kaki yang keras, ponsel di atas meja Aksa bergetar. Layarnya menampilkan nama yang sudah sangat ia hafal.

Mami.

Aksa menghela napas panjang, memijat pangkal hidungnya sejenak sebelum mengangkat telepon itu.

"Ya, Mi?" ucap Aksa datar.

"Aksa! Apa-apaan kamu ini?!" suara ibunya langsung meledak dari seberang telepon.

"Clarissa baru saja menelepon Mami sambil menangis. Dia bilang kamu mengusirnya dari kantor? Kamu tahu kan, papanya Clarissa itu pemegang saham penting di perusahaan kita!"

"Dia datang di jam kerja dan mengganggu konsentrasiku, Mi. Aku punya perusahaan yang harus diurus, bukan tempat bermain untuk wanita manja sepertinya."

"Tapi dia itu calon istrimu, Aksa! Kurang apa lagi dia? Cantik, kaya, dan dari keluarga terpandang. Tidak seperti... perempuan miskin pembawa sial yang dulu itu!"

Rahang Aksa mengeras saat ibunya mulai menyinggung masa lalunya dengan Jasmine. "Jangan bawa-bawa masa lalu, Mi. Dan soal Clarissa... sejak dulu aku sudah bilang tak menyukainya."

"Aksa, dengar Mami...."

"Jangan atur hidupku lagi, Mi. Aku sudah dewasa dan aku tahu apa yang terbaik untuk diriku sendiri. Jangan paksa aku untuk membenci Clarissa lebih dari ini," potong Aksa dengan nada dingin yang tidak bisa dibantah.

"Aksa! Kamu berani membantah Mami demi siapa...."

"Aku sibuk. Jangan hubungi aku jika hanya untuk membahas ini."

Pip.

Aksa mematikan sambungan telepon itu secara sepihak. Ia melempar ponselnya ke meja dengan kasar. Suasana hatinya yang tadi pagi sempat membaik karena bisa menggoda Jasmine, kini hancur berantakan karena campur tangan ibunya.

Pikirannya kembali ke Jasmine. Pikirannya kembali pada bagaimana ibunya dulu memperlakukan Jasmine seperti sampah hingga mereka bercerai.

......................

Lelah fisik tidak sebanding dengan lelah batinnya. Jasmine berjalan gontai menuju ruang tengah dan akhirnya mendudukkan dirinya di sofa beludru yang empuk. Ia menyandarkan kepalanya, menatap langit-langit apartemen yang tinggi.

"Seratus juta..." bisiknya getir.

Pikirannya berputar mencari jalan keluar. Ia melihat ke arah pintu lift pribadi yang menjadi satu-satunya akses keluar masuk. Jasmine merasa bodoh karena terjebak dalam lubang yang sama untuk kedua kalinya.

"Aku harus pergi. Aku harus kabur dari sini sebelum dia benar-benar menghancurkan sisa harga diriku," gumamnya penuh tekad.

Jasmine memijat pelipisnya yang mulai berdenyut nyeri. Ia mencoba memutar otaknya, mencari celah dalam kontrak yang menjeratnya.

"Tapi bagaimana cara kaburnya? Ayo dong, pikirkan... kamu dulu pintar loh, Jasmine," bisiknya pada diri sendiri.

Jika dia nekat pergi sekarang, denda seratus juta kepada Aksa hanyalah awal dari kehancurannya. Bu Mayang pasti tidak akan tinggal diam karena nama baik agensi mereka tercoreng di depan klien VVIP. Kompensasi tambahan untuk agensi akan membengkak, dan tanpa uang sepeser pun, penjara menjadi akhir yang nyata bagi Jasmine.

Jasmine menarik napas panjang, mencoba menenangkan debaran jantungnya. Ia tidak boleh gegabah. Satu-satunya jalan adalah membuat Aksa sendiri yang mengusirnya.

Waktu terus bergulir hingga jarum jam menunjukkan pukul delapan malam. Suasana penthouse yang luas itu terasa semakin sunyi dan dingin. Jasmine berulang kali melirik ke arah pintu lift, namun tidak ada tanda-tanda Aksa akan pulang dalam waktu dekat.

Merasakan tubuhnya yang lengket setelah seharian bekerja dan bergelut dengan emosi yang menguras tenaga, Jasmine memutuskan untuk masuk ke kamarnya. Ia harus membersihkan diri dan menyegarkan pikirannya sebelum pria itu datang dan kembali menebar intimidasi.

Jasmine menutup pintu kamarnya rapat-rapat, lalu menguncinya. Ia menyalakan lampu kamar yang temaram, memberikan sedikit rasa nyaman.

Di dalam kamar mandi kecilnya, Jasmine membiarkan air dingin membasuh tubuhnya. Ia berharap air itu bisa meluruhkan rasa sesak di dadanya dan bayangan wajah Aksa yang terus menghantuinya sejak pagi. Jasmine tahu, keberadaannya di sini bagaikan berjalan di atas titian tali yang tipis. Salah langkah sedikit saja, ia akan jatuh ke dalam perangkap yang sudah disiapkan Aksa.

"Satu hari sudah terlewati. Masih banyak hari lainnya," bisiknya pada diri sendiri sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.

1
Redmi Nam
Jasmine jangan membangunkan singa tidur..
tuh singanya muaraaah😄😄😄
vita
knp cerita ini jarang update sih kak
Redmi Nam
jangan lama" punya thor🙏
Kaknia
suka jl ceritanya 👍👍😘
sunaryati jarum
Nah gitu jika cinta perjuangkan
sunaryati jarum
Kamu benar Yasmine ,Nak Aksa dengarkan Bara kau jangan mempersulit Yasmine, kasihan
sunaryati jarum
Kau jatuh cinta sama mantanmu
Aidil Kenzie Zie
ngapa nggak ambil kamar yang ada pintu penghubungnya
mini
hah,,, ikut plong aku😍
Kaknia
suka alur ceritanya
Kaknia
bucin Aksa 😂🤭
Kaknia
seruuuuuuu
partini
dihhh felakor
Kaknia
semakin seruuuu ceritax tapi nanggung banget masih penasaran😭
partini
tamat sudah kamu Jasmine
Kaknia
astagaaa semoga Jasmine TDK knp knp 😭
Kaknia
mantap ceritax
Kaknia
semoga Jasmine TDK knp knp dan semoga Aksa pembela terdepanx
Kaknia
Semoga Bisa Bersatu Kembali.......
Suka Ceritax Seruuuuu....
Risa Virgo Always Beau
Jasmine mending kamu bertahan saja kerja sama Aksa di banding kamu di denda seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!