NovelToon NovelToon
My Hot Doctor

My Hot Doctor

Status: sedang berlangsung
Genre:Gangster
Popularitas:30.6k
Nilai: 5
Nama Author: Lyn malini

Hai guys ini karya baruku, jika ingin tahu awal mula kisahnya silahkan baca dulu judul sebelumnya...
👉 Harga diri yang terjual
👉 Liontin (petaka cinta Cantika)
Nggak baca juga ngga apa-apa , senyamannya Readers ku saja.
Next...

Aku seorang dokter, wajahku tampan ala Oppa Oppa Korea. Aku memang seperti anak mami. Kulitku putih bersih rajin perawatan.

Tapi jangan sepelekan aku. Selain ahli mengobati aku juga pandai mematahkan tulang jika kalian mengusikku.
Mau coba...


Hargai karyaku dengan ⭐5, like, vote, and gift. Jangan lupa komen.

Salam damai dari Author 👊✌

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lyn malini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diculik

Julian bergegas menuju Club milik Edward sekaligus markas terselubungnya. Edward memiliki bisnis ilegal yang bergerak di bidang IT. Memperkerjakan beberapa Hacker untuk melakukan pekerjaannya. Meski bisnisnya bertentangan hukum tapi Edward tidak bekerja untuk kejahatan.

Kebanyakan dia hanya membantu seseorang yang ditipu, atau menghentikan pencurian data. Kadang-kadang sulit membuktikan sebuah tindak kriminal. Untuk itulah Edwar mempermudah seseorang mencari bukti meski harus mencuri data atau menyabotase CCTV secara ilegal.

Saat ini Julian membutuhkan keahlian Edward. Keberadaan Sahara menjadi tanda tanya besar baginya. Keselamatan gadis itu sedang terancam. Apalagi mendengar dari pengawal bayangan suruhannya itu, jika Sahara diikuti seseorang beberapa hari terakhir.

Tibalah Julian di bangunan yang megah itu. Julian langsung menuju ruang bawah tanah yang menjadi markas bisnis gelap Edward. Sahabatnya telah menunggu karena tadi Julian telah menghubunginya. Di pintu masuk Julian di tunggu oleh seorang pria lebih muda darinya yang bernama Toni. Pria yang Julian suruh menjadi bayangan untuk menjaga Sahara.

"Selamat datang, Tuan. Bos Edward telah menunggu Anda." Toni membukakan jalan untuk Julian. Sementara Julian hanya mengangguk kecil menanggapi Toni.

"Ed... kamu sudah menemukannya?" Tanya Julian langsung saat melihat Edward dan beberapa orang menatap ke arah sebuah laptop.

"Sepertinya dia menuju Bogor. Kami telah melihat beberapa rekaman CCTV jalan dan menemukan mobil yang dia tumpangi. Apakah ini mobilnya?" Tanya Edward memperlihatkan gambar sebuah mobil mini bus biasa berwarna hitam.

"Bukan, mobilnya tipe sedan berwarna putih." Jawab Julian cepat.

"Perbesar nomor platnya, lacak pemiliknya Jo!" Perintah Edward pada salah seorang pria yang mengotak-atik laptopnya.

"Shafir khana." Setelah beberapa saat nama itu keluar dari mulut Jordy.

" Sial...!" Teriak Julian kesal.

"Siapa dia? " Tanya Edward penasaran melihat kekesalan Julian.

"Dia kakak gadis itu, yang ingin menjual adiknya. Bangsat itu telah berhasil membawanya." Geram Julian.

"Beli saja jika kamu ingin menyelamatkan gadis itu, gampangkan?" Ucap Edward enteng.

"Masalahnya tidak semudah itu. Pria itu terlibat hutang dengan kelompok Gangster. Dia menjadikan adiknya sebagai jaminan. Kebetulan Ketua Gangster itu terobsesi pada gadis itu. Aku saja hampir mati dikeroyok mereka karena melindungi gadis itu." Jawab Julian.

"Kamu menyukainya?" Tanya Edward sambil memperhatikan raut wajah Julian.

"Aku hanya kasihan. Dia tidak punya tempat berlindung. Shafir itu keluarga satu-satunya." Jawab Julian datar.

"Bos, mereka berhenti di sebuah villa kawasan puncak." Ucap anak buah Edward yang masih fokus mengikuti pergerakan sebuah titik kecil di laptopnya.

"Mungkin dia hendak dijual malam ini, masih ada waktu menyelamatkannya. Berikan aku orang-orang kamu yang terlatih." Ucap Julian sambil memberikan ponselnya pada Jordy. Jordy yang paham maksud Julian langsung menyalin data temuannya dan mengirimkan ke ponsel Julian.

"Kamu yakin, Jul? Kita tidak tahu siapa lawan kita." Edward menanyakan kesungguhan sahabatnya itu.

"Apa kamu tega membiarkan nasibnya berakhir jadi j*****. Bagaimana jika saudaramu atau anak perempuanmu yang mengalaminya?" Julian terlihat semakin gusar mengingat waktu terus berjalan.

"Ok, Berhati-hatilah. Pulanglah dengan selamat." Edward melihat sesuatu dalam tekad langka temannya yang tidak pernah ikut campur dalam urusan orang lain, apalagi urusan wanita."Toni bawa lima orang bersamamu, ikutlah dengannya." Edward memberi komando.

Julian melangkah lebih dulu diikuti Toni. Keduanya telah dilengkapi senjata oleh Edward. Julian sudah terbiasa memegang senjata api. Jadi Edward tidak khawatir pada temannya yang memang menyukai olahraga keras.

Mereka berangkat menyusuri arah yang ditunjukkan oleh GPS. Dengan menggunakan dua mobil mereka berkendara dengan laju melebihi kecepatan maximum jalan raya. Julian semakin tegang mengingat hari mulai gelap.

Sementara Sahara baru saja sadar dari pengaruh obat bius. Gadis itu tadi berniat hendak pulang. Pekerjaan yang menumpuk di akhir tahun membuatnya pulang sedikit telat. Parkiran mobil yang berada di Basement sudah terlihat sepi, menyisakan beberapa kendaraan saja.

Tanpa Sahara sangka dua orang pria menyergap dari belakang dan memberinya obat bius lewat sebuah sapu tangan. Sahara tidak tahu apa yang terjadi sesudah itu hingga akhirnya dia tersadar di sebuah kamar yang asing baginya.

"Kamu sudah bangun, Sayang. Baguslah, ganti bajumu dan minum ini." Ucap seorang wanita yang sangat Sahara kenal.

"Kak Vania? Kenapa aku bisa di sini?" Sahara yang terkejut menyadari jika dia diculik pura-pura bertanya.

"Tidak apa-apa, Ara. Kamu jangan takut. Semua demi kakak kamu, lakukanlah perintahnya agar kita semua selamat." Ucap Vania lembut sambil membelai rambut Sahara.

"Apa kalian masih berniat menjualku pada para preman itu? " Sahara bergetar saat mulai memahami ucapan Vania.

"Dia, bukan preman, tapi pria kaya raya. Jika kamu bisa memuaskannya, maka kamu akan hidup senang tanpa bekerja. Kakakmu dan aku juga ikut bahagia, Sayang." Ucap Vania tanpa merasa bersalah.

"Kenapa tidak Kak Vania saja. Aku tidak mau!" Pekik Sahara tidak terima.

" Tuan Jose maunya kamu, Ara. Saat melihat profilmu pertama kali dia dengan mudahnya memberikan uang dalam jumlah besar pada Shafir. Apalagi jika dia telah mencicipi darah perawanmu aku pastikan Shafir dan aku bisa hidup mewah setelah ini. Tolonglah Sahara, berkorbanlah demi kami sedikit saja." Vania bicara dengan gaya yang menjijikan di mata Sahara.

"Kalian menjijikan, mengorbankan aku demi gaya hidup terkutuk kalian." Sahara menggeram terbawa amarah.

"Jangan khawatir, setelah kamu minum jus itu maka semuanya terasa mudah dan menggairahkan. Itu akan mempermudah dirimu untuk menerima nasib buruk itu, Sahara." Vania terlihat santai menanggapi makian Sahara.

"Aku tidak mau! Lebih baik berikan saja aku racun." Suara Sahara bergetar antara takut juga marah.

"Sepertinya kamu harus dipaksa, baiklah jika itu mau kamu." Vania keluar dari kamar itu dan kesempatan itu Sahara gunakan untuk membuang minuman yang Sahara perkirakan bercampur obat perangsang gairah.

Tidak lama kemudian Vania masuk dengan dua orang pria yang salah satunya adalah Shafir. Sahara menatap sang kakak dengan tatapan sendu penuh rasa kecewa. Shafir sendiri tidak mampu menatap Sahara terlalu lama, dia membuang pandangannya saat melihat mata basah adiknya.

"Kamu membuangnya? Padahal aku membantumu agar bisa sekalian menghilangkan dahaga. Tapi tidak apa, aku punya yang originalnya." Vania memperlihatkan sebuah botol kecil yang diambilnya dari dalam saku jeansnya.

"Kalian biadab! Bagaimana kalian menghadapi orang tuaku kelak. Aku tidak akan pernah memaafkan kalian berdua." Sahara tidak lagi memanggil Shafir dengan sebutan kakak.

"Maaf Sahara, kami terpaksa karena nyawa kami ada di tanganmu." Ucap Shafir yang berusaha terlihat datar.

"Mati saja kau, aku tidak peduli! " Pekik Sahara dengan mata menajam menusuk hati Shafir. Tapi apa daya, dia terlanjur berhutang pada Tuan Jose dengan Sahara sebagai jaminannya.

"Waktunya sudah dekat, pegang dia." Ucap Vania pada Shafir dan pria suruhannya. Vania takut Shafir terpengaruh jika terlalu lama bertemu Sahara.

Kedua pria itu segera memegang Sahara yang berusaha meronta. Tapi tenaganya tak cukup kuat melawan dua pria itu. Vania menekan rahang Sahara kuat hingga mulut Sahara terbuka. Obat perangsang itu masuk dengan mudah melewati tenggorokan Sahara karena Vania memencet hidungnya untuk memaksa Sahara menelan obat itu.

Setelah selesai Saharapun akhirnya dilepaskan. Terdengar umpatan dan makian Sahara tujukan pada Shafir yang menulikan telinganya. Semua sudah terlanjur, usahanya baru berkembang. Shafir tidak ingin Tuan Jose merampas impiannya sekejap mata. Shafir hanya bisa berharap semoga Sahara kelak mendapatkan suami yang menerimanya apa adanya.

"Pakai ini sendiri, atau aku akan menyuruh pria itu yang membantumu." Ucap Vania yang menatap kesal pada Sahara karena gadis itu menangis membuat wajahnya berantakan. Dia tidak ingin Tuan Jose kecewa dengan penampilan Sahara.

Sahara mengambil baju kurang bahan itu dari tangan Vania. Kakak iparnya ini tidak punya hati, dia akan merealisasikan ucapannya jika Sahara membantah. Sahara tidak ingin pria yang dimaksud Vania melihat tubuhnya meski nasib buruk telah menantinya.

"Berhenti menangis, semua tidak ada gunanya. Sekarang ganti pakaianmu dan rias dirimu sendiri. Tiga puluh menit lagi Tuan Jose datang dan saat itu obatnya baru mulai bereaksi. Aku sudah mengatur dosisnya. Bersiaplah dan terima nasibmu. Tidak usah terlalu bersedih. Setelah kamu merasakannya nanti, kamu pasti menyukainya." Vania berlalu meninggalkan Sahara dengan senyuman kemenangan.

Tinggallah Sahara dengan tangis penuh lara.

...----------------...

...----------------...

"Karya ini merupakan karya jalur kreatif"

1
Nurmaulida Isna
ga jls Thor y
Watini Salma
ditunggu thor cepat lanjut in/Pooh-pooh/
LYN MALINI: Udah ada bab baru sis😘
total 2 replies
Siti Fatimah
di tunggu lanjuuut
LYN MALINI: Up lagi nih Sis🙏
total 2 replies
Dwi Setyaningrum
Thor ini dilanjut ga nih critanya pak dokter Julian ini sdh bln 6 Lo..
Nurmaulida Isna
masihkah berlanjut kaka
Mega Zea
autor kapan nic updatenya...
Azalea New
ceritanya bioin ngga sabar, update yg cepet dong outhor..
FY
ayo thor, masih setia menunggu kelanjutannya..ditunggu
Porman Siahaan
lanjutan nya mana thor
Santi Dewi
lah kapan nih up thor
Porman Siahaan
mana lanjutanx thorrr
Porman Siahaan
lanjutan nya
Porman Siahaan
novel ini ceritax bagus, trims ya thor
Athifah S Rato
sekedar mau kasih saran Thor kalau bisa kisah cintanya jangan selalu berawal dari obat perangsang aku jadi ngeri kalau itu terjadi di dunia nyata mengingat kita sebagai wanita serasa harga diri ini ngga berharga🙏🙏🙏
Athifah S Rato
kok ceritanya gini sih aku nyesal baca kalau sampai preman itu menyakiti sahara
Athifah S Rato
aku mah udah baca novel sebelum nya tentang asha dan Cantika dan sekarang tentang Sahara asisten Cantika 👍👍👍
Zainab Ddi
author kok belum update2💪🏻💪🏻💪🏻😘😘😘
Zainab Ddi
suka dengan kerya author yg selalu membahas tentang ketegaran dan mandiri seorang wanita yg punya harga diri tinggi
Zainab Ddi
author update LG dong penasaran nih kelanjutan nya🙏🏻🙏🏻🙏🏻☺️😘😘
Zainab Ddi
Sahara lebih baik menikah dengan Julian Vania masih mengincarmu dia ingin menghancurkan mu kalo sana julian sedikit byk hidupmu aman dan semoga bahagia jg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!