NovelToon NovelToon
Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Ketika BERONDONG Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Duda / Cinta Terlarang / Nikahmuda / CEO / Tamat
Popularitas:143.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Natalie Ernison

"Aku tidak peduli! Apakah salah jika aku menyukaimu?" tegas Edrick dengan tatapan yang begitu lekat.

"Edrick, aku telah bersuami. Kau jangan berpikir gila!"

"Yah, aku memang sudah gila. Aku gila dengan perasaanku yang sudah jatuh cinta padamu, sejak saat kau marah padaku."

Ead baru saja mengertahui, wanita yang ia kagumi sejak pandangan pertama telah memiliki suami. Sungguh hal yang tidak mungkin bagi Eadrick , untuk dapat memiliki wanita tersebut.

Mungkinkah,perasaan itu hanyalah sebatas rasa kagum sesaat, ataukah benar-benar cinta sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Natalie Ernison, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gila karenamu

“Ketika BERONDONG Jatuh Cinta 2”

Author by Natalie Ernison

Sebagai seseorang yang sangat tertutup akan hubungan, tentu saja membuat Eadrick tak banyak tahu tentang wanita. Bagaimana cara yang tepat dalam memperlakukan seorang wanita, tentu saja ia belum mengerti. Terlebih lagi, saat ini Eadrick telah terlanjur jatuh cinta pada seorang wanita yang lebih tua. Bahkan telah memiliki seorang suami.

Dengan penuh keyakinan, Eadrick mengutarakan rasa sukanya pada Mrs. Daisy. Hal itu sangat mengejutkan bagi Mrs. Daisy, namun sesungguhnya sangat melegakan bagi Eadrick

~ ~ ~

Semenjak kejadian di kediaman keluarga Rawley, Mrs. Daisy seakan menghindari pertemuan dengannya.

Kerap kali Ead berkunjung ke kediaman mereka, dengan alasan mengerjakan tugas akhir bersama. Mrs. Daisy selalu berada di laur rumah, bahkan kadang pergi dengan sengaja.

”Universitas xx”

Sejak pagi hari, Raven terlihat murung. Ia enggan untuk berbicara dengan siapapun, termasuk Ead.

"Rav, apakah paman Adolf sedang sakit?" tanya Ead, mendekati Raven.

"Bagaimana kau bisa mengetahuinya?" balas Raven, dengan raut wajah penuh kesedihan.

"Aku hanya menebak-nebak." Tukas Ead, menepuk bahu milik Raven.

"Kesehatan daddy, semakin hari semakin menurun. Aku takut, jika aku akan kehilangan orang-orang yang kusayangi." Ucap raven menunduk.

"Aku akan menemanimu pergi ke rumah sakit, setelah kuliah berakhir."

"Bukankah, kau harus melanjutkan pekerjaanmu?"

"Tidak masalah. Aku bisa kembali bekerja besok."

"Terima kasih Eadrick."

Ead merupakan sahabat baik Raven, sejak mereka masih berada di bangku sekolah. Namun, mengenai pernikahan ayah dari Raven, Ead belum mengetahui benar, siapa ibu tirinya.

***

Setelah menyelesaikan perkuliahan, Ead bersama Raven pun pergi menuju rumah sakit, tempat Mr. Adolf dirawat.

”Rumah Sakit X”

Ruang VIP

Raven memasuki ruangan VIP, tempat sang ayah sedang dirawat.

"Mommy!" Seru Raven, lalu memeluk Mrs. Daisy.

"Semua akan baik-baik saja. Tetaplah tenang, oke." Ucap Mrs. Daisy menenangkan hati Raven.

Raven terlihat begitu sedih, setelah mengetahui sang ayah terjatuh saat sedang berada di kantor.

"Selamat sore, paman Adolf." Sapa Ead, memberikan salam hormat pada Mr. Adolf

Keadaan Mr. Adolf terlihat semakin memburuk, kesehatan kian menurun.

"Waktuku tidak akan lama lagi, tolong jaga Raven dengan penuh kasih sayang." Ucap Mr. Adolf dengan suara lirihnya, sembari menahan rasa sakit area dadanya.

"Daddy, jangan katakan hal yang tidak benar." Tukas Raven, memeluk ayahnya. Raven belum siap kehilangan sosok ayah terbaik didalam hidupnya.

>>>

Ead pergi ke luar dari ruangan, menuju ke area taman. Saat sedang duduk, Ead melihat seorang wanita sedang menangis sendiri.

"Bibi Daisy," gumam Ead. Memandangi sekeliling, lalu melangkah mendekati Mrs. Daisy.

Ead melangkah pelan, tak ingin membuat Mrs. Daisy terganggu dengan adanya dia disana.

"Bu, sampai kapan aku harus bersabar. Suamiku sedang sakit keras, dan aku tidak dapat melakukan hal apapun." Ucap Mrs. Daisy lirih.

Ead terus duduk di belakang tubuh Mrs. Daisy, namun ia tak bersuara. Ead telah mendengarkan semua percakapan Mrs. Daisy malam itu.

"Apa kau sudah selesai menguping?" ucap Mrs. Daisy yang sudah berdiri dihadapan Ead. Ead sangat tak mengira, jika kehadirannya sudah disadari sejak beberapa saat lalu.

"Aku hanya ingin duduk, dan melihat pemandangan."

"Pemandangan! Apa kau tidak dapat melihat, jika semua ini rumah sakit?" tukas Mrs. Daisy

"Apakah aku melakukan suatu kesalahan?" Ead bangkit dari tempat duduknya, melangkah mendekati Mrs. Daisy.

"Apa maumu?" ucap Mrs. Daisy penuh selidik, dan juga memundurkan langkahnya.

"Aku tidak akan menyerah dengan perasaanku. Aku akan terus menunggu." Ucap Ead penuh keyakinan.

Mrs. Daisy tercengang dengan apa yang telah Ead ucapkan.

"Aku adalah ibu dari seorang anak, yang usianya sama denganmu. Apakah otakmu sudah bergeser?"

"Aku tidak peduli, apakah salah jika aku menyukaimu?" ucap Ead dengan tatapan yang begitu lekat.

"Edrick, aku telah bersuami. Kau jangan berpikir gila!"

"Yah, aku memang sudah gila. Aku gila dengan perasaanku yang sudah jatuh cinta padamu, sejak saat kau marah padaku."

"Edrick, kau terlalu labil."

"Aku labil, tapi aku rela menunggu paman Adolf pergi selamanya."

Plak

Mrs. Daisy memukul wajah Ead untuk kedua kalinya. "Gunakan otakmu sebelum berbicara. Kau tidak masuk akal!" Tukas Mrs. Daisy.

"Daisy!" Panggil Ead, sembari meraih tangan milik Mrs. Daisy

"Kau sangat tidak sopan, Edrick!" Bentak Mrs. Daisy geram.

"Aku akan tetap menunggumu, Daisy." Tukas Ead, yang enggan untuk memanggil Mrs. Daisy dengan sebutan bibi.

Ead sangat bersungguh-sungguh dengan ucapannya. Walaupun semua itu terdengar gila, namun itulah kenyataan yang sebenarnya.

Tingkah polos Ead yang belum pernah berhubungan dengan wanita manapun, membuatnya benar-benar gila akan pesona dari Mrs. Daisy.

Mrs. Daisy membasuh wajahnya menggunakan air dingin. Menyentuh bagian dadanya, yang tiba-tiba saja terasa panas dan juga sesak.

"Mengapa ucapan anak itu terasa menyakitkan. Tidak, tidak mungkin..." gumam Mrs. Daisy menenangkan pikirannya.

****

1
Windy Artika
udah lama g baca karyamu kak natalie ,akhirnya ada yg up 😁
Natalie Ernison: hehe ia kak, semoga terhibur y🤗
total 1 replies
Lovely
Awal yg menarik 😍👍👍
Fida Bunda Nino
visualnya ead menggetar kan
Mahrita Sartika
mampir lgi
Trimakasih Handayani
tumben kak ceritamu yg ini kurang greeget kaya crita2 yg sblumnya....😆 smngat lagi kak...
Trimakasih Handayani
padahal di bab sblumnya diceritakan rav udah cinta m seseorg bukan qiana..tapi kok disini mlah sama qiana..🤔🤔🤔
Trimakasih Handayani
ada slah ketik itu thor sharusnya yg datamg kan rev...bukan edrick...😆
Trimakasih Handayani
waah gagal paham ini...
Trimakasih Handayani
mengikutimu.....
Trimakasih Handayani
slalu baca critamu...
Sri Ariyanti
akyu terharu Thor😢😢😢😢😢
Sri Ariyanti
ketangkep basah...😎😎😎😎😎
Sri Ariyanti
hahahhaha... nasib ngenes si Junior Ead😅😅😅
Anindira Hafidza
Oww, trnyta jdulnya udh bkn pesona mrs. daisy lgi y
Anindira Hafidza
Thor, gk ada bonchap y, kan jdi gak relate ama jdulnya dunk, daisynya gmn gk disatuin sma ead
👑~𝙉𝙖𝙣𝙖𝗭𝖊𝖊~💣
semangat,... happy new year🙂
Bunda Linda
😥😥😥😥😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭

otor.. love love...to u... 😥😥😭😭😭😭
Happy Narulita
knpa ni critanya sedih lagi ya😭😭😭.. sungguh terlalu dikau... 😫😫
Hesti Heryanti
iih kok, seudah lama kangen dikasih kejutan yg bkn aku sakit sih sist..
sakit tau.. knp harus secepat ini, aku kira di taman kediaman Qiana akan ada anak" kecil lucu buah cinta Ead dan Qiaa..
aaahhh perih mata aku sist.

tanggungjawab 😭😭
Dea Semilikiti Dea Semilikiti
apkh sdh tamat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!